Stok Beras NTT Diperkuat, 150 Ton Movenas Tiba di Labuan Bajo
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bulog.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Stok beras NTT diperkuat guna menjaga pasokan pangan masyarakat di tengah kebutuhan penanganan bencana. Perum BULOG mulai membongkar 150 ton beras mobilisasi nasional (Movenas) di Pelabuhan Labuan Bajo, kemarin.
Beras tersebut selanjutnya akan dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan wilayah. BULOG juga memastikan proses bongkar muat berjalan lancar serta kondisi beras tetap terjaga sebelum didistribusikan.
Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal mengatakan, mobilisasi tersebut merupakan bagian dari langkah menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung penugasan pemerintah di NTT.
“Kami memastikan proses mobilisasi dan pembongkaran beras berjalan dengan baik. Beras yang masuk akan kami kelola dan distribusikan sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan pangan masyarakat di NTT tetap terjaga,” ujar Andi.
BULOG menyiapkan tambahan pasokan sekitar 40 ribu ton yang akan dimobilisasi secara bertahap dari sejumlah daerah, di antaranya Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.
Tambahan tersebut melengkapi stok beras BULOG di NTT yang saat ini mencapai sekitar 35 ribu ton. Penguatan stok dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga fleksibilitas distribusi apabila terjadi peningkatan permintaan.
Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko menegaskan distribusi menjadi perhatian utama, terutama untuk wilayah yang terdampak bencana.
“Kami terus melakukan koordinasi dan monitoring di lapangan agar beras yang tersedia dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan. Dalam kondisi bencana, tentunya distribusi menjadi salah satu perhatian utama agar bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat,” kata Rahmanto.
Stok disiapkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan, mulai dari Bantuan Pangan, penanganan masyarakat terdampak bencana alam, hingga program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sebelumnya, pada 19 Agustus 2026, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani meninjau kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan pangan bagi warga terdampak gempa bumi Flores di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Hingga 19 Agustus, BULOG telah menyalurkan 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng untuk mendukung penanganan bencana di sejumlah wilayah NTT.
BULOG memastikan monitoring kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, serta pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi beras dan bantuan pangan dapat bergerak cepat sesuai kondisi di lapangan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
