Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sunting Kartini, Ketika Surat Cinta Jadi Amunisi Peradaban & Emak-Emak Matic Naik Daun

Sunting Kartini, Ketika Surat Cinta Jadi Amunisi Peradaban & Emak-Emak Matic Naik Daun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 1.105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Museum Nasional Jakarta tampak berdandan, bukan dengan kebaya, bukan pula dengan sanggul, tapi dengan sorot lampu pameran yang menyala syahdu, seperti senyum ibu guru saat muridnya hafal Pancasila.Terlihat pada 21 April 2025 kemarin, museum yang biasanya dingin dan sunyi, tiba-tiba mendadak ramai dan hangat ibarat dapur rumah mertua saat Lebaran.

Datanglah para tamu penting, mulai dari Wamenekraf Irene Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sampai artis-artis papan atas yang biasa kita lihat di layar kaca tapi kini hadir membaca surat Kartini dengan khidmat, bukan endorse skincare.

Irene Umar datang dengan semangat yang tak kalah, dari ibu-ibu arisan bawa panci hadiah. “Hari ini kita buka pameran ‘Sunting  Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan’. Dan bukan cuma soal Kartini doang, ini tentang perempuan yang tiap hari nyetrika, kerja, ngurus anak, tapi tetap bisa merubah dunia,” katanya sembari tersenyum, mungkin sudah membayangkan emak-emak zaman now bawa laptop dan termos di tangan yang sama.

Surat Kartini  Bukan Baper, Tapi Bikin Baper Di tengah suasana museum yang adem itu, panggung kecil disulap jadi tempat pertunjukan teatrikal pembacaan surat Kartini. Tapi jangan bayangkan ini macam pembacaan puisi di hajatan. Ini lebih dari itu.

Christine Hakim membacakan surat seperti seorang ibu bangsa menasehati cucu-cucunya, sementara Happy Salma dan Lutesha tampil kayak duta sastra yang baru turun dari langit.

Ketika Cinta Laura bacain surat “Toehan jang moelia, soenggoeh akoe ingin menjoebahkan menoelis kepada Toean…”, banyak yang nahan air mata bukan karena sedih, tapi karena enggak nyangka surat tahun 1899 bisa bikin dada tahun 2025 sesak juga.

“Saya baru tahu Kartini itu bukan cuma ikon kebaya nasional, tapi juga tokoh feminis level platinum,” bisik seorang ibu-ibu berkerudung bunga-bunga di sebelah saya. “Lah iya, Bu. Dulu Kartini tuh kalau punya akun X (dulu Twitter), udah verified centang emas tuh,” saya balas sambil senyum.

Emak-Emak Matic dan Perempuan Teknologi di antara aura sejarah yang kental, Wamenekraf Irene nggak mau kalah. Ia membawa kabar baik ala Kartini versi 5G.

“Kami  ada program ‘Emak-Emak Matic’, yaitu membuat anak teknologi Indonesia cakap, bukan motor matic ya, tapi emak-emak yang kita ajari coding, jualan online, sampai digital marketing,” jelas Irene dengan penuh semangat sambil sesekali lempar jokes.

“Kalau dulu Kartini nulis surat pakai tinta, sekarang emak-emak nulis caption jualan pakai AI.”

Bayangkan, emak-emak yang dulu cuma main Candy Crush, sekarang bisa buka toko online dan ngiklan pakai SEO. Betul-betul dari dapur ke digital dalam satu sentuhan jempol.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pidato yang cukup berapi-api, tapi tetap puitis. “Kartini bukan hanya pejuang perempuan, tapi pejuang bangsa. Maka kita hormati bukan hanya simbolnya, tapi juga semangatnya,” ujarnya.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Jumario ikut hadir, mungkin karena merasa jadi bagian dari generasi yang perlu ‘menyunting’ sejarah dengan nada yang lebih pop. Ada juga Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang sempat selfie di depan lukisan Kartini. “Biar feed Instagram-nya berbudaya,” kata salah satu staf sambil nyengir.

Pameran “Sunting” bukan cuma pameran. Ia adalah panggung kecil tempat sejarah dan masa kini berdansa. Dari surat cinta Kartini ke modernitas emak-emak matic, semua nyambung kayak sambungan Wi-Fi di rumah kadang lemot, tapi tetap nyambung kalau sabar.

Jadi, kalau dulu Kartini bisa mengubah zaman hanya dengan pena dan surat, masa sekarang kita yang punya HP, Google, dan TikTok nggak bisa juga? Kalau dulu surat Kartini sampai ke Belanda, masa status WA kita enggak bisa sampai hati suami?

Yuk, mari jadi Kartini masa kini. Bukan cuma pakai kebaya setahun sekali, tapi juga mikir, bergerak, dan berkarya tiap hari. Karena seperti kata Wamenekraf Irene: “Kalau dulu Kartini bisa, masa kita enggak bisa?”
Setuju, Bu. Tapi boleh nanya dulu  emak-emak matic itu udah bisa pake Canva belum?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Sumsel Pecahkan Rekor AI, Dari Kapur ke Robot

    Guru Sumsel Pecahkan Rekor AI, Dari Kapur ke Robot

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.483
    • 0Komentar

    DULU guru identik dengan kapur tulis, papan hijau, dan bunyi penghapus yang “ngebul” kayak mesin pabrik roti, kini wajah pendidikan di Sumatera Selatan berubah total. Coba pikirkan, 12.003 guru dari SD sampai SMA/SMK serentak ikut pelatihan kecerdasan buatan (AI). Bukan main!. Bahkan, saking hebohnya, kegiatan ini resmi tercatat di Guinness World Records, jadi bukan hanya […]

  • 300 Unit Rumah Bersubisidi Tahun Lalu Tertunda KPR

    300 Unit Rumah Bersubisidi Tahun Lalu Tertunda KPR

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.922
    • 0Komentar

    DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumsel menyebutkan tahun lalu ada sekitar 300 unit rumah belum dilakukan KPR menyusul pada September lalu sudah kehabisan kuota dan anggaran subsidi rumah. Menurut Ketua DPD Apersi Sumsel, Syamsu Rizal tahun lalu pihaknya membangun rumah bersubsidi sebanyak 3.700 unit dan baru bisa KPR sebanyak 3.400 unit, […]

  • Mau Belajar Ekonomi Kerakyatan? Sekolah Pemikiran Bung Hatta Punya Jawabannya, Simak Yuk!

    Mau Belajar Ekonomi Kerakyatan? Sekolah Pemikiran Bung Hatta Punya Jawabannya, Simak Yuk!

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ngomongin pahlawan, kita pasti langsung kepikiran sosok yang turun ke medan perang, bertempur, dan angkat senjata buat kemerdekaan. Tapi, pahlawan itu nggak melulu soal perang fisik, lho. Ada juga pahlawan yang berjuang lewat ide dan pemikiran brilian, membangun sistem yang bisa bikin rakyat berdikari. Nah, salah satu tokoh yang masuk kategori ini […]

  • Sertifikasi Aset Hambat Proyek Pemkot Palembang

    Sertifikasi Aset Hambat Proyek Pemkot Palembang

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN kota tidak selalu terhambat oleh anggaran atau perencanaan. Dalam banyak kasus, persoalan justru berhenti di tahap paling mendasar, seperti legalitas lahan. Di Palembang, isu ini kini muncul ke permukaan menjadi penghambat sejumlah proyek publik yang sebenarnya sudah siap dijalankan. Pemerintah Kota Palembang mulai mempercepat penataan dan sertifikasi aset daerah melalui koordinasi intensif bersama Badan […]

  • bitcoin-ethereum

    Ini Alasannya Kenapa Harga Bitcoin Kian Meroket

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2017
    • account_circle Bono
    • visibility 1.383
    • 0Komentar

    Fantastis! Harga Bitcoin naik hingga mencapai $ 4.400. Seiring dengan itu pasar cryptocurrency meningkat, yakni mendekati nilai $ 150 miliar, menurut coindesk.com.

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, Go-jek dan Go-Pay Gandeng NU

    Tingkatkan Daya Saing UMKM, Go-jek dan Go-Pay Gandeng NU

    • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.403
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BANDUNG- Go-Jek dan Go-Pay mengumumkan kerja sama strategis dengan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (14/11/2018). Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan daya saing pelaku UMKM binaan Muslimat NU serta mendukung revitalisasi ekonomi NU melalui pemanfaatan teknologi Go-Jek dan Go-Pay dalam ekosistem NU. Kerja sama strategis ini berfokus pada dua […]

expand_less
WordPress Archive Bahama Contractor & Architect Elementor Template Kit Bailly – Elementor WooCommerce WordPress Theme bake-bakery-cake-elementor-template-kit Baker – Fresh Bakery, Pastry and Cake Shop WordPress Theme Bakery.co – Bakery Shop Elementor Template Kit Bakery | WordPress Cake & Food Theme Bakevo – Bakery & Cookies WordPress Theme Baller – Basketball Team & Sports Club Elementor Template Kit Baltoo – Tattoo Studio and Artist Elementor Template Kit Bambini – Kindergarten & Pre-School Theme