Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Kapal-Kapal yang Tak Bisa Lagi Bohong

Kapal-Kapal yang Tak Bisa Lagi Bohong

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
  • visibility 886
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pak Karim, lelaki setengah tua dengan kumis miring karena sering tidur miring, adalah pemilik kapal nelayan yang terkenal lurus dan jujur. Tapi sayang, awak kapalnya tidak serajin Pak Karim berdoa. Dalam beberapa bulan terakhir, kapal miliknya pulang melompong. Bukan karena laut kering, tapi karena hasil tangkapan entah di mana rimbanya.

“Ini ikan-ikan, kok tiap hari makin males ikut pulang ya, Din?” keluh Pak Karim pada Bang Udin, tetangganya yang kerjaannya ngopi tapi tahu banyak.

Bang Udin cuma ngangkat bahu. “Mungkin ikannya juga udah jenuh, Rim. Capek dikejar-kejar terus.”

Pak Karim termenung. Tapi bukan termenung biasa. Ini termenung berisi. Ia mencium aroma kecurangan, seperti mencium gorengan basi bau, tapi belum bisa ditunjuk siapa pelakunya.

Suatu hari, datanglah penyelamat bernama Pak Ipunk Direktur Jenderal yang datang bukan bawa parang, tapi bawa kabar.

“Pakai ini, Pak,” ujarnya waktu itu sambil menunjukkan HP. “Aplikasi SALMON. Sistem Aktivasi Lacak dan Monitor. Bisa lihat kapal Bapak lagi ngapain di laut.”

Pak Karim melongo.
“Lho, kapal saya diintip dari HP? Kayak mantau anak pacaran di taman kota?”

Pak Ipunk cuma senyum.

“Bapak nanti bisa tahu kapalnya nyasar ke mana, berhenti di mana, bahkan kalau ada yang main nakal jual ikan di tengah laut misalnya langsung ketahuan.”

Mendadak wajah Pak Karim berubah. Antara bahagia dan dendam pribadi yang tersalurkan. “Jadi saya bisa jadi intel, ya? Pakai HP? Wah, kayak James Bond tapi pakai sandal jepit!”

Malam itu Pak Karim resmi jadi pemantau laut virtual. Di tangannya, aplikasi SALMON bergetar.
Notifikasi muncul. “Kapal Anda berhenti selama 42 menit di titik koordinat X tengah laut.”

Mata Pak Karim langsung melotot. “42 menit di tengah laut? Itu bukan nangkap ikan. Itu negosiasi harga!”

Ia mendadak bangkit dari kursi rotan, lalu berteriak ke arah dapur, “Mak! Nyalain lampu! Aku mau ke pelabuhan! Ini bukan waktu tidur, ini waktu pembuktian!”

Mak Jah, istrinya, cuma ngedumel, “Bapak ini, tua-tua masih main intel…”

Esoknya kapal datang. Bawa senyum, tapi enggak bawa ikan. Anak buahnya bersiul-siul seolah tak ada dosa.

Pak Karim berdiri di ujung dermaga dengan gaya seperti guru BP nunggu murid bolos. HP di tangannya sudah siap dengan bukti.

“Mana hasil tangkapan?”

“Laut sepi, Pak. Ikan libur mungkin…”

Pak Karim nyengir, lalu nyodorkan layar HP.
“Kalau sepi, kenapa kapal kalian berhenti 42 menit di titik koordinat yang biasa buat jual beli hasil curian laut? Nih… ada rekam jejaknya. Jangan kira saya enggak tahu. Sekarang laut udah online, Nak. Ini bukan era bajak laut, ini era bajak sinyal!”

Anak-anak buahnya kaget, seperti maling yang mendapati rumah korban sudah pasang CCTV.

Sejak saat itu, awak kapal mulai berubah. Enggak ada lagi yang main ‘jual-dulu-bilang-kosong’. Semuanya sadar, kapal sekarang bisa dilacak. Bahkan kalau mereka bersin pun, kayaknya Pak Karim bisa tahu.

Pak Karim pun jadi tenang. Ia kini percaya laut tak lagi sunyi. Karena Salmon, sang satpam laut, selalu siaga menjaga.

Dan malam-malam berikutnya, Pak Karim tidur nyenyak.

Tapi di mimpi, dia selalu jadi James Bond. Tapi bukan bawa pistol. Dia bawa jaring dan sinyal satelit.

VMS alias SPKP alias Salmon ini memang revolusi. Laut jadi lebih jujur, kapal lebih terpantau, dan pemilik kapal enggak perlu lagi jadi korban tipu-tipu.

Dan buat awak kapal?

Sekarang mereka punya tiga hal yang tak boleh dilawan, yakni ombak, bos kapal, dan… sinyal GPS.

Di era teknologi sekarang, awak kapal yang suka curang harus siap-siap keringetan, bukan karena panas matahari, tapi karena dilacak dari langit lewat aplikasi bernama ikan Salmon

Jangan kira laut itu luas dan bebas, karena sekarang kapal nakal bisa ketahuan cuma dari HP kentang pemilik kapal. VMS itu bukan cuma singkatan keren, tapi bisa bikin awak kapal yang biasa nyolong ikan di tengah laut jadi rajin sholat karena was-was ketahuan.

Jadi, buat awak kapal yang masih doyan tipu-tipu, ingatlah
“Sekarang bukan cuma Tuhan yang Maha Melihat… Tapi juga Pak Karim, lewat aplikasi Salmon.ha…ha..ha.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Resmi Gabung PCA, Apa Maknanya Bagi Posisi RI?

    Indonesia Resmi Gabung PCA, Apa Maknanya Bagi Posisi RI?

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    INDONESIA resmi bergabung menjadi anggota ke-127 Permanent Court of Arbitration (PCA),” tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di laman resminya. Kemlu menegaskan komitmen Indonesia pada ketertiban hukum internasional dan penyelesaian sengketa secara damai. Tepat pada 2 Februari 2026, Indonesia resmi tercatat sebagai anggota PCA, lembaga internasional tertua yang fokus pada penyelesaian sengketa secara damai. Di […]

  • Di Pagaralam, Sistem Belajar Daring Dikeluhkan Masyarakat Desa

    Di Pagaralam, Sistem Belajar Daring Dikeluhkan Masyarakat Desa

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.408
    • 0Komentar

    BELAJAR Daring memang lebih efektif pasalnya dapat dilakukan di rumah melalui aplikasi, seperti zoom. Namun apakah belajar daring menguntungkan ? jawab-nya tidak juga, mungkin bagi yang berkantong tebal [mampu] atau pun yang memiliki jaringan internet di rumah bisa dilakukan. Bagi orang berada dipedesaan, belajar daring sangat menyulitkan, apalagi jika desanya tidak memiliki jaringan internet, mungkin […]

  • Dua Pelaku Diamankan, Polisi Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benur

    Dua Pelaku Diamankan, Polisi Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benur

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 625
    • 0Komentar

    PERSONEL Unit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim, Polres Sukabumi berhasil menggagalkan penyelundupan benur atau benih lobster bernilai ratusan juta dalam seminggu. Dua pelaku berinisial H (34) dan AA (21) dibekuk polisi saat akan mengirim benur ke pengepul. Keduanya kedapatan membawa 4.300 benur hidup jenis mutiara dan pasir yang dibungkus dalam puluhan plastik bening. “Kita amankan pelaku […]

  • Gubernur Ungkap  Capaian  dan Realisasi Pembangunan Sumsel Pada Paripurna Penyampaian LKPJ TA  2021

    Gubernur Ungkap  Capaian  dan Realisasi Pembangunan Sumsel Pada Paripurna Penyampaian LKPJ TA  2021

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 658
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menyampaikan pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2021 pada Rapat Paripurna XLVIII (48) di Kantor DPRD Sumsel, Senin (11/4). Mengawali pidato  LKPJ-nya Gubernur Herman Deru menyebut  Tahun  2021 merupakan tahun ketiga dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumsel periode 2019-2023. “Alhamdulilah syukur, sudah banyak prestasi […]

  • Perpustakaan Keliling Muba Layani Peserta di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih

    Perpustakaan Keliling Muba Layani Peserta di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.427
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MUBA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musibanyuasin [Muba] ikut ambil bagian melayani para peserta kegiatan perkemahan di Bumi Perkemahan Pandu Kinasih, Desa Sumber Harum, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba. Apriadi Sekretaris Dinas Perpustakan dan Kearsipan Muba mengatakan, perpustakaan keliling tersebut sengaja melayani kegiatan perkemahan. Diharapkan dengan layanan perpustakaan ini membuat para peserta kemah […]

  • Pelaksanaan Natal dan Tahun Baru, Sumsel Terapkan PPKM Livel 3

    Pelaksanaan Natal dan Tahun Baru, Sumsel Terapkan PPKM Livel 3

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    PEMERINTAH pusat berencana menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat pelaksanaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Dimana diketahui, PPKM level 3 nataru tersebut akan diberlakukan mulai 24 Desember 2021 mendatang. Bahkan seluruh provinsi di wilayah Indonesia dianjurkan untuk menerapkan PPKM level 3 tersebut, termasuk juga di Sumsel. Gubernur Sumsel H Herman […]

expand_less
WordPress Archive Canifa – Fashion Responsive WooCommerce Theme Canifa – The Fashion WooCommerce WordPress Theme Cannabia – Medical Marijuana & CBD Oil Elementor Template Kit Cannabio – Marijuana and Cannabis WordPress Theme Cannamed – Cannabis & Marijuana WordPress Cantiq – Beauty Spa Salon Therapy Elementor Template Kit Canvas – Interior and Furniture Agency WordPress Theme Canvas: Show any content in a fullscreen slide Capie – Minimal Creative WooCommerce WordPress Theme Capital Multi Purpose Business WordPress Theme