Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Kartini Masa Depan, Perempuan di Era Notifikasi [Ketika jempol perempuan tak hanya mengetik, tapi mengubah dunia]

Kartini Masa Depan, Perempuan di Era Notifikasi [Ketika jempol perempuan tak hanya mengetik, tapi mengubah dunia]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 1.338
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “Kartini zaman now tuh, kalau berjuang bukan lagi pakai surat ke Belanda. Tapi pakai email, feed Instagram, dan aksi literasi digital. Serius!” ujar Naya sambil menyesap es kopi susu di lobi Kemkomdigi.

Ia mengenakan blazer warna lilac dan pin kecil bertuliskan “Cipayung Plus Squad”. Di sampingnya, Wiwik dari Kopri PMII tampak sibuk membetulkan hijabnya yang sedikit miring gara-gara semangat debat soal algoritma dan keamanan anak di ruang digital.

“Dulu Kartini nulis di surat. Kita nulisnya di caption panjang-panjang. Tapi isinya tetap  memperjuangkan ruang aman buat perempuan dan anak. Bedanya, sekarang musuhnya bukan cuma patriarki, tapi juga akun anonim yang iseng ngirim DM gak sopan,” timpal Wiwik dengan mimik setengah kesel, setengah lucu.

Hari itu, di tengah lalu lintas Jakarta yang makin mirip benang kusut dililit headphone, sembilan perempuan muda dari organisasi besar yang namanya lebih panjang dari antrean skincare diskonan menghadap Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Tapi ini bukan pertemuan biasa yang penuh basa-basi dan kopi pahit tanpa gula. Bukan juga ruang jumpa formal dengan kalimat klise macam “kami akan tindak lanjuti.”
Ini seperti dapur ide hangat, ramai, dan kadang meletup kayak popcorn.

Topiknya PP Tunas, sebuah regulasi baru seputar perlindungan anak di dunia digital. Tapi alih-alih dibaca sebagai dokumen hukum yang bikin ngantuk, PP ini dijadikan bahan diskusi segar layaknya resep masakan baru yang akan dicoba bareng.

“Aku tuh seneng banget pas Bu Menteri bilang, kita bisa kerja bareng. Bukan cuma pasang foto Kartini tiap April, tapi beneran turun ke lapangan. Ke sekolah, ke kampus, ke grup WA emak-emak,” kata Rani dari Sarinah GMNI.

“Betul, Rin,” sahut Lita dari IMM. “Literasi digital tuh kayak sabun cuci tangan. Kelihatannya sederhana, tapi kalau nggak ada, ya semua jadi rawan kotor. Hoaks merajalela, konten aneh-aneh berseliweran, dan anak-anak kita bisa ‘keracunan sinyal’ tanpa sadar.”

Anak-anak makin canggih buka aplikasi, tapi kadang belum cukup kuat pas harus menyaring konten. Perempuan makin vokal di medsos, tapi juga makin sering jadi sasaran kekerasan berbasis gender online (KBGO).

“Kita tuh kayak lagi main sepak bola, tapi lapangannya penuh ranjau,” celetuk Mela dari Hikmahbudhi.
“Betul. Dan sekarang kita harus jadi wasit, pelatih, sekaligus pemainnya,” tambah Siska dari PMKRI yang sejak tadi rajin nyatet poin penting pakai iPad mininya.

Tak mau berhenti di kata-kata manis, pertemuan itu menyulap idealisme jadi aksi. Ada rencana bikin pelatihan relawan literasi digital, penyuluhan ke sekolah, sampai buka kanal pelaporan KBGO yang gampang diakses.

Bu Meutya menyambut dengan senyum yang soft power banget. “Kami siap bantu fasilitasi. Kartini hari ini ya kalian semua. Dan ini bukan cuma urusan perempuan, tapi masa depan bangsa.”

Seketika ruangan itu terasa seperti panggung sejarah baru. Tapi kali ini bukan dengan lampu minyak dan surat kaligrafi, melainkan dengan WiFi stabil dan niat kolaborasi.

Kartini tidak pernah tahu apa itu TikTok, apalagi VPN. Tapi ia paham satu hal perjuangan perempuan harus terus relevan. Dan kini, relevansi itu hadir dalam bentuk keberanian perempuan muda masuk ke dunia digital dengan misi mulia membuatnya aman, sehat, dan suportif.

Kalau dulu perjuangan perempuan harus menembus tembok adat dan dominasi laki-laki, sekarang tembok itu bernama algoritma, filter bubble, dan hate speech. Tapi semangatnya sama jangan sampai generasi kita, apalagi anak-anak, tumbuh di ruang yang penuh toksisitas digital.

Kartini mungkin tak menyangka bahwa 145 tahun setelah ia lahir, akan ada sekelompok perempuan dengan hoodie bertuliskan “Sisters Online, Strong Offline” datang ke kantor kementerian.

Kartini masa kini bukan cuma duduk manis di ruang tamu sambil nonton sinetron. Dia bisa rapat di Zoom jam 10, edukasi literasi digital jam 12, dan lapor akun palsu jam 3 sore. Jangan sampai Kartini cuma jadi nama jalan macet atau patung yang dilirik waktu macet di lampu merah.

Sekarang, Kartini hidup di tiap jempol perempuan yang berani bersuara, dari story Instagram sampai forum RT. Perjuangannya? Sudah ganti format dari tulisan tangan ke Google Docs, tapi isinya masih sama bikin dunia lebih adil dan aman buat semua.
Namun semangatnya tetap  emak-emak bisa jadi garda depan revolusi digital.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriahkan HUT Muba ke 67 Tahun,  Pemkab Muba Gelar Festival Randik 

    Meriahkan HUT Muba ke 67 Tahun,  Pemkab Muba Gelar Festival Randik 

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ke-67 tahun, Pemkab Muba melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba bakal menggelar kegiatan Festival Randik, yang akan mulai dilaksanakan bertepatan hari jadi Muba pada 28 September 2023 mendatang. Untuk kesuksesan dan kelancaran  kegiatan Festival Randik tersebut, diadakannya rapat bersama Kepala Perangkat Daerah Muba yang terkait. […]

  • Piala Dunia Siap Digelar, Gubernur Tinjau Stadion Bumi Sriwijaya 

    Piala Dunia Siap Digelar, Gubernur Tinjau Stadion Bumi Sriwijaya 

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 645
    • 0Komentar

    MESKI dihari libur, Minggu (5/9) tetap dimanfaatkan Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk terus bekerja seperti meninjau langsung Stadion Bumi Sriwijaya. Dimana stadion tersebut salah satu lapangan latihan sebagai penunjang perhelatan akbar FIFA World Cup U-20 tahun 2023 nanti. Dalam tinjauannya kali ini Gubernur Herman Deru  melihat secara langsung kondisi lintasan atai track lari, ketinggian […]

  • Sosialisikan Penerapan LPG Card kepada Pangkalan, Pertamina Gandeng Pemkab Bangsel

    Sosialisikan Penerapan LPG Card kepada Pangkalan, Pertamina Gandeng Pemkab Bangsel

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) Sumbagsel menggandeng Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mensosialisasikan penggunaan LPG Card kepada 174 Pangkalan yang ada di Bangka Selatan, Acara dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pemkab Bangka Selatan, kemarin. Penerapan LPG Card ini dimaksudkan untuk mengendalikan distribusi tabung LPG 3 kg bersubsidi agar tepat sasaran. Hadir dalam kegiatan dimaksud Wakil […]

  • Liza Sako : Yang Tak Bisa Baca Masih Bisa Nyoblos di TPS

    Liza Sako : Yang Tak Bisa Baca Masih Bisa Nyoblos di TPS

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.405
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Banyaknya masyarakat yang menjadi peserta pemilu 17 April mendatang, dibeberapa tempat tidak dapat membaca, selain beberapa memang buta huruf atau karena faktor usia yang sudah lanjut. Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Palembang, Dapil Palembang 1, nomor urut 1 dari partai Hanura, Liza Sako menilai kalau  tidak disosialisasikan, ini bisa berpotensi berkurangnya […]

  • Pengguna Grab Kini Bisa Top Up Ovo Hanya Rp10.000

    Pengguna Grab Kini Bisa Top Up Ovo Hanya Rp10.000

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Pengguna Grab kini bisa melakukan pengisian saldo atau top up melalui pengemudi. Besarannya ditentukan minimal Rp10.000 melalui platform digital Ovo yang digunakan sebagai pembayaran nontunai. “Kami gencar melakukan edukasi kepada para pengemudi saat ini,” kata Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, di Jakarta, mengutip warta ekonomi.co.id,Kamis (5/7/2018). Menurut Ridzki, berkat kemitraan yang didukung tingginya jumlah unduhan […]

  • Piknik Sambil Rawat Bumi

    Piknik Sambil Rawat Bumi

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau bumi ini bisa ngomong, mungkin dia udah ngoceh kayak emak-emak yang dapur gas-nya bocor panas, sesak, dan penuh keluhan. Untungnya, masih ada yang peduli. Bukan mantan yang sok perhatian waktu mau pinjam duit, tapi “Earth Festival 2025” yang hadir bak skincare organik buat kulit planet yang mulai kusam karena ulah manusia. Diselenggarakan […]

expand_less
WordPress Archive Entox – Car Rental Marketplace Elementor Template Kit Entox – Rental Marketplace WordPress Theme Entré – Interior Design WordPress Theme Entrepreneur – Booking for Small Businesses Entrepreneur – Booking for Small Businesses WordPress Theme EnvArch – Architecture & Single Property Elementor Template Kit Envato Market Affiliate Forms for Elementor Envira Gallery – Albums Addon Envira Gallery | Breadcrumbs Addon Envira Gallery | CSS Addon