Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » CATATAN PINGGIR : Qodrat 2 “Ketika Setan Ketiban Durian Runtuh di Libur Lebaran”

CATATAN PINGGIR : Qodrat 2 “Ketika Setan Ketiban Durian Runtuh di Libur Lebaran”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
  • visibility 1.036
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Libur lebaran itu emang momen sakral dan umat manusia juga  berlomba-lomba mudik untuk  Lebaran,  dengan tujuan  silaturahmi, makan ketupat bersama  besar di kampung halaman, bahkan sedikit drama keluarga. Tapi tahun ini, ada satu tren baru,  yakni nobar horor bareng keluarga besar. Apa lagi yang bisa menyatukan tante, sepupu, dan om yang jarang ngomong kalau bukan jeritan bareng di bioskop?. Ada hal yang menarik lagi saat suasana lebaran itu,  para setan justru sibuk manggung di layar lebar. Siapa sangka? di tengah deru klakson bus malam dan antrean semur jengkol di warung rest area, film Qodrat 2 malah sukses menembus angka 1,7 juta penonton hanya dalam 10 hari.

Sebuah pencapaian yang bukan cuma bikin produser senyum-senyum sambil ngopi tubruk, tapi juga bikin Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, tepuk tangan sampai telapak tangannya panas. Lho kok bisa? Apa rahasianya? Apakah ada campur tangan jin kelas kakap? Pikirnya..

Dengan total lebih dari 5 juta penonton untuk seluruh film Indonesia yang tayang saat libur lebaran, ini artinya rakyat Indonesia rela antre di depan bioskop demi menyaksikan kehadiran setan berstandar ISO.

Dan yang paling gemas, genre horor masih jadi primadona menyumbang 40% lebih dari keseluruhan tontonan dua tahun terakhir. Artinya, bangsa ini lebih nyaman menghadapi setan fiktif daripada kenyataan tagihan listrik atau pertanyaan “kapan nikah” dari keluarga besar. ha..ha.ha…!!.

Tenang, ini bukan karena ada jimat di balik layar, tapi karena film ini benar-benar punya qodrat untuk menghibur sekaligus menakut-nakuti dengan elegan. Seperti makan kerupuk pedas sambil nonton telenovela pedas, deg-degan, tapi nagih.

Sekarang mari kita jujur dan bertanya ke hati kecil kita yang paling dalam kapan terakhir kali kita nonton film romantis dan keluar bioskop sambil ngelus dada, bukan karena sedih, tapi karena ngantuk?

Nah, di sinilah letak kejeniusan Qodrat 2. Genre horor terbukti masih menjadi primadona bioskop tanah air. Dengan statistik mencatat genre ini menguasai lebih dari 40% selera penonton dua tahun terakhir, jelas sudah bahwa bangsa ini memang senang diteror… asalkan bukan oleh utang pinjol atau mantan yang balikan pas Lebaran.

Film horor, kalau digarap serius, bisa jadi mesin uang. Dan Qodrat 2 membuktikan bahwa setan pun bisa jadi kontributor PDB, jika diarahkan ke jalur yang benar. Kementerian Ekonomi Kreatif pun langsung pasang badan, bukan untuk mengusir jin, tapi untuk mendukung ekspor hantu lokal ke 9 negara luar. Indonesia ekspor kopi? Biasa. Ekspor setan? Luar biasa… hebat bukan !!.

Langkah Kemenekraf mendorong distribusi film ini secara internasional patut kita beri acungan jempol, dan satu tambahan jempol kalau bisa. Karena film adalah wajah budaya. Dan kalau wajah Indonesia yang ditampilkan adalah ustaz melawan jin di tengah teriakan takbir dan efek CGI yang cakep, maka boleh kita katakan “Itu Indonesia banget!”

Film Qodrat 2 ibarat pecel lele yang dikemas dalam kotak sushi kontennya lokal, tapi tampilannya sudah siap go internasional. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ikut nonton dan kasih apresiasi langsung. Biasanya menteri sibuk ngurus anggaran dan debat soal industri kreatif, tapi kali ini beliau ikut duduk manis nonton ustaz ngusir setan sebuah bukti bahwa perfilman kita tidak cuma bikin tegang, tapi juga menggerakkan ekonomi kreatif.

Yang menarik, Kemenekraf juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas generasi, antara produser kawakan dan sineas muda. Ini penting, agar film horor kita tidak hanya mengandalkan pintu berderit dan lampu mati tiba-tiba, tapi juga cerita yang kuat, karakter yang berkesan, dan ending yang bikin penonton mikir, bukan cuma teriak.

Coba kita pikir baik-baik, dulu, kalau ngomongin ekspor, kita bangga kirim sawit, kopi, atau ikan kering. Tapi sekarang? Kita ekspor film horor. Tepatnya setan lokal. Qodrat 2 siap tayang di lebih dari 9 negara. Bayangin ada orang di Jerman yang baru pertama kali dengar nama “Kyai Qodrat” sambil kaget liat pocong bisa jalan zig-zag sambil ngaji.

Kalau ekspor kerupuk bisa cuan, maka ekspor horor bisa bikin devisa naik asal hantu yang muncul punya etika sinematografi. Jangan cuma muncul terus hilang, harus ada karakter development. Harus bisa bikin penonton baper sekaligus merinding.

Dan jangan salah, ini bukan cuma soal setan doang. Ini soal bagaimana narasi, efek visual, dan keberanian sineas lokal menyajikan cerita dengan kualitas global. Qodrat 2 adalah bukti bahwa Indonesia punya kemampuan membuat horor yang bukan sekadar hantu lompat dari lemari, tapi juga punya kedalaman cerita dan pesan moral.

Linda Gozali, sang produser, menyebut film ini sebagai “perpaduan antara ekonomi dan kreativitas.” Dan kami tambahkan juga perpaduan antara ketakutan dan ketertarikan, antara kearifan lokal dan strategi global.

Keberhasilan Qodrat 2 adalah alarm positif bahwa industri film nasional bukan lagi cuma panggung hura-hura. Ini ladang basah, tempat kreativitas bisa mendatangkan rezeki yang halal walau kadang dihiasi jeritan keras dan pocong yang muncul dari lemari.

Qodrat 2 adalah perpaduan antara ekonomi dan kreativitas. Dan kami tambahkan juga perpaduan antara iman dan ketegangan, antara ilmu ruqyah dan efek CGI, antara doa-doa dan naskah yang niat.

Film ini bukan cuma serem, tapi juga pinter. Dan itu yang kita butuh dari film horor ini bukan cuma bikin loncat dari kursi, tapi juga mikir, “Eh, serem juga ya hidup tanpa iman.”

Jadi buat kamu yang merasa bakatmu aneh, bisa lihat hantu, atau punya mimpi bikin film tentang tuyul yang tobat dan jadi peternak bebek ini saatnya bersinar. Karena di negeri ini, kalau kamu bisa bikin penonton takut sambil mikir, kamu bukan cuma seniman, kamu pejuang ekonomi kreatif.

Qodrat 2 telah membuktikan satu hal penting kita bisa bikin film bagus, laris, dan berdaya saing global tanpa harus jadi Hollywood. Cukup jadi diri sendiri, dan percaya bahwa lokalitas kita itu eksotik. Kita punya hantu, kita punya nilai, kita punya cerita. Dan yang paling penting, kita punya penonton loyal yang rela bayar nonton film lokal asal filmnya jujur, tulus, dan niat. Dan pada akhirnya, kita semua punya satu Qodrat, ingat !! di balik tiap kesuksesan film horor, selalu ada satu pertanyaan filosofis apakah setan juga dapat royalti ? ha…ha…ha !!

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Hias Rumah Pengantin Masih Tetap Dilestarikan di Muba

    Tradisi Hias Rumah Pengantin Masih Tetap Dilestarikan di Muba

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.870
    • 0Komentar

    MALAM dekorasi  dan Janur merupakan suatu istilah yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin untuk menyebut tradisi gotong royong menghias rumah pengantin dan panggung pernikahan serta membuat janur pengantin yang dilakukan oleh muda mudi bersama-sama. Anak-anak muda ini tidak dibayar, mereka bersuka cita membantu sang ahli rumah membuat pernak pernik hiasan rumah dan panggung pernikahan.   […]

  • Kemenag Jelaskan Perbedaan Waktu Iduladha 1443 H di Indonesia & Arab Saudi

    Kemenag Jelaskan Perbedaan Waktu Iduladha 1443 H di Indonesia & Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 617
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menetapkan awal Zulhijah 1443 H jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1443 H jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022. Ketetapan ini berbeda dengan Arab Saudi yang menetapkan 10 Zulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) […]

  • Dari Era-nya Oemar Bakrie & Hingga Kini, Nasibmu Guru….

    Dari Era-nya Oemar Bakrie & Hingga Kini, Nasibmu Guru….

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    WACANA penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat menimbulkan keresahan tersendiri di kalangan guru honorer lingkungan  di Provinsi Sumsel. Untuk mendapatkan dukungan, sejumlah perwakilan guru honorer inipun memberanikan diri untuk curhat langsung ke Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya, di Kantor Gubernur, Jumat [14/2/2020]. Para perwakilan guru dan tenaga pendidikan yang mereka namai honorer Non K (GTKHNK […]

  • Walkot Palembang Ajak Kejari Baru Gabung di Forum Ini

    Walkot Palembang Ajak Kejari Baru Gabung di Forum Ini

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang, Harnojoyo berharapa kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang yang baru, Sugiyanta SH MH yang menggantikan Asmadi SH MH untuk bergabung di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah guna bersama-sama dalam membangun Kota Palembang. Pernyataan itu disampaikan Walikota  di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik Palembang, Senin [ 24/8/2020]. Ia mengapresiasinya atas apa yang telah dilakukan Asmadi […]

  • Kebakaran Lapas Tangerang, 20 Orang Diperiksa

    Kebakaran Lapas Tangerang, 20 Orang Diperiksa

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 608
    • 0Komentar

    PENYIDIK Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya memeriksa 20 saksi dalam kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang,Banten. Ke-20 saksi tersebut termasuk tiga petugas PLN dan tiga petugas pemadam kebakaran. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus mengatakan, 20 orang saksi yang diperiksa hari ini terdiri dari 14 orang dari pihak petugas Lapas yang […]

  • Pemkab Muba Dukung CSR Perusahaan
    CSR

    Pemkab Muba Dukung CSR Perusahaan

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.663
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi meminta agar Pogram Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan dapat disesuaikan dengan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sehingga tidak terjadi tumpang tindih penyaluran dana dan praktek pembangunan. “Selama ini CSR Perusahaan kami lihat hanya bersifat jangka pendek dan belum […]

expand_less
WordPress Archive Graph Paper Press Sell Media Reprints Graph Paper Press Sell Media S3 Graph Paper Press Sell Media Stripe Graph Paper Press Sell Media Watermark Graphina – Forminator (Add-on) Graphina Pro - Elementor Dynamic Charts, Graphs, & Datatables Graptor – Technology & IT Solutions WordPress Theme Grasp – Creative Portfolio & Agency Elementor Template Kit GRAV – Creative Portfolio WordPress Theme Gravitas – Garden & Landscape Design Elementor Template Kit