Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Lebaran di Rumah Wakil Bupati Muba: Dari Ketupat ke Panti, dari Rakyat ke Hati

Lebaran di Rumah Wakil Bupati Muba: Dari Ketupat ke Panti, dari Rakyat ke Hati

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
  • visibility 915
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Hari itu, matahari belum juga sempat buka puasa (eh), tapi aroma ketupat udah mengudara kayak sinyal 5G pas deket tower. Di Sungai Lilin, kampung tercinta yang biasanya damai kayak hati santri habis subuh, pagi itu berubah jadi TKP halal bihalal nasional level RW. Warga pada dandan rapi, sandal jepit pada disemir, bahkan ayam tetangga sempat dimandiin pakai sabun bayi. Karena apa?

Dan bukan sembarang open house. Ini open house edisi VIP Wakil Bupati Muba, Pak Rohman, buka pintu rumah selebar-lebarnya buat warga. Bukan cuma warga kompleks, tapi juga warga-warga yang gak pernah absen tiap pemilu. “Saya gak kenal politik, tapi saya kenal Pak Rohman. Orangnya humble, suka bagi lontong,” kata Bu Erni sembari nyetrika jilbab pake setrika arang, karena listrik di rumahnya disabotase ayam tetangga.

Jam 08.30 pagi, suara speaker masjid udah gak lagi azan, tapi update situasi.
“Assalamualaikum warga Sungai Lilin, saat ini Pak Bupati sudah mendekat. Mohon barisan salaman dirapikan, dan kue lapis jangan dimakan dulu.”
Warga panik. Pak Bupati datang? Di siniiii?

Mobil dinas Pak Toha masuk dengan gaya elegan, ditemani Bu Patimah yang elegan dengan tas warna toska matching sama gelang karet gelang anak TK. Kamera hape mulai nge-zoom, emak-emak udah siapin Instagram Story dengan filter “Glow Up Lebaran”.

Begitu pintu mobil dibuka, suara soundtrack sinetron mendadak kayak nongol di udara. Pak Toha turun, melambaikan tangan dengan gaya Presiden di film dokumenter. Anak-anak kecil langsung bisik-bisik.

“Itu yang suka nongol di baliho ya?”

“Iya, yang bajunya selalu rapi, gak pernah pakai kaos bola!”
“Wuihh… kayak Pak RT tapi versi premium.”

Pak Rohman langsung meluncur nyambut bosnya.
“Selamat datang, Pak Bupati! Maaf rumah berantakan, tadi pagi ada ayam masuk ruang tamu.”

Semua ngakak. Ayam emang jago banget merusak suasana formal.

Pak Bupati jawab santai, “Gak papa, ayam juga mau silaturahmi. Asal jangan nyilet sofa.”

Masuklah para pejabat itu ke dalam rumah Wakil. Ruang tamunya udah disulap kayak kafe fancy. Ada kue lebaran berjejer, dari nastar, kastangel, sampai yang gak jelas bentuknya tapi manis banget kayak mantan yang udah move on duluan.

Warga satu-satu masuk. Ada yang salaman, ada yang selfie, ada juga yang kodein amplop dengan pandangan mata tajam kayak sinyal satelit. Bocah kecil pun mendekat ke Pak Toha“Pak, saya belum punya HP. Tapi kalau saya salaman tiga kali, dapet THR gak?”

Pak Toha ngakak, “Kalau kamu hafal Pancasila sambil gaya Spiderman, baru kita omongin!”

Sementara itu, Bu Patimah juga sibuk. Tapi bukan sibuk makan. Dia sibuk jadi tempat curhat dadakan.
“Bu, anak saya susah makan opor.”
“Bu, saya putus sama pacar pas malam takbiran.”
“Bu, suami saya tidur dari jam 9 pagi sampe sekarang.”

Bu Patimah cuma senyum sambil bagi-bagi tisu dan tips parenting yang nggak ada di TikTok. Bener-bener Ibu Negara-nya Muba!

Tiba-tiba, ada kejadian random. Seekor kucing oranye nyelonong masuk, langsung lompat ke meja kue. Semua heboh. Tapi ada satu bapak-bapak yang kalem banget.

“Biarkan dia. Mungkin dia juga ingin bersilaturahmi. Lagian dia warga juga.”

Semua langsung manggut, mungkin si bapak habis nonton film “Garfield” dan merasa tercerahkan.

Lanjut ke sesi spesial: kunjungan ke Panti Asuhan Sungai Lilin Jaya. Anak-anak udah pada dandan, rambut klimis, baju baru, senyum 300 watt. Tapi ada satu anak yang jujur banget.

“Aku gugup, Kak. Takut nanti Pak Bupati ngajak main tebak-tebakan.”

Dan benar saja. Sesampainya di sana, Pak Toha langsung ngajak main kuis dadakan:

“Siapa nama Wakil Bupati Muba?”

Semua diem.
“Siapa yang suka makan ketupat pake kuah rendang?”

Semua nunjuk Pak Rohman.

“Siapa yang pengen dapet THR?”

Pak Toha ketawa sampe sandalnya copot.

“Luar biasa ya, anak-anak ini. Jujur dan cepat tanggap. Cocok jadi pemimpin masa depan. Tapi sabar, THR-nya nunggu rapelan dari bendahara daerah ya,” katanya sambil nyengir.

Acara di panti pun ditutup dengan pembagian hadiah, selfie grup, dan pengakuan mengejutkan dari anak kecil yang bilang .“Pak, nanti kalau saya gede, saya juga mau jadi bupati. Tapi bupatinya khusus buat ngurusin kucing.”

Pak Toha menjawab bijak: “Bisa, Nak. Asal kamu gak lupa makan sayur dan belajar ngitung pajak dari sekarang.”

Akhirnya, semua pulang. Warga pulang bawa lemper, anak-anak panti pulang bawa harapan. Dan satu hal yang semua sepakat

Bahkan kucing oranye tadi, waktu pulang, sempat nengok ke kamera dan meong satu kali. Entah itu ucapan terima kasih… atau protes karena dia gak dapet rendang.

Gimana, bro? Mau sekuel? Bisa gue terusin ke “Idul Adha di Kantor Camat: Sapi Ngamuk, Cinta Tumbuh”? Atau “Pengajian Akbar Tapi Lupa Bawa Mic”? Pokoknya tinggal kode, gua gass terus.

Dari segala kekonyolan, tawa lepas, sampai momen haru di balik lemper dan lontong sayur, satu hal yang bisa kita simpulin dari kisah Lebaran di rumah Wakil Bupati ini adalah silaturahmi itu gak harus formal, gak harus serius, tapi harus tulus.

 

Bahkan di tengah acara yang penuh sambal dan sandal hilang, kita bisa nemuin arti kebersamaan yang sesungguhnya, bukan soal seberapa mewah rumahnya, tapi seberapa hangat pintu hatinya terbuka buat semua.

Pak Bupati dan Pak Wakil berhasil nunjukin kalau jadi pemimpin gak harus selalu kaku dan duduk di balik meja. Kadang, cukup duduk lesehan bareng warga sambil makan rengginang, dengerin keluhan sambil minum kopi, dan nyapa anak-anak sambil bagi-bagi tawa. Dan ternyata, dari kode THR sampai kucing nyelonong, semuanya justru bikin hari itu jadi lebih hidup, lebih dekat, dan lebih manusiawi.

Jadi, kalau tahun depan ada open house lagi, jangan cuma siapin perut dan outfit. Siapin hati juga buat tertawa, menerima, dan menyambung rasa. Karena di balik kerupuk lebaran, ada nilai kehidupan yang kadang gak bisa ditulis di naskah pidato.[***]/cerpenone

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berperan jadi Juru Perdamaian Desa/Lurah, Lurah dari Muba Raih Anugerah Paralegal Justice Award 2023, Ini Respon Pj Bupatnya..

    Berperan jadi Juru Perdamaian Desa/Lurah, Lurah dari Muba Raih Anugerah Paralegal Justice Award 2023, Ini Respon Pj Bupatnya..

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta- Musmulyadi Lurah Balai Agung Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] berhasil meraih penghargaan, pada Malam Anugerah Paralegal Justice Award 2023 di Discovery Hotel, Ancol Jakarta. Penghargaan paralegal Justice Award itu sebagai bentuk apresiasi dari Kemenkumham, Mahkamah Agung (MA) serta didukung  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Lurah […]

  • Bulan Maret, Nilai Tukar Petani Naik

    Bulan Maret, Nilai Tukar Petani Naik

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    NILAI Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada bulan Maret 2021 tercatat sebesar 104,99 atau naik sebesar 2,91 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel mencatat,  Kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 3,12 persen, sedangkan rata-rata Indeks yang Dibayarkan Petani […]

  • Ramai-ramai Cakades se- Kecamatan Teluk Gelam, Deklarasi Pilkades Damai    

    Ramai-ramai Cakades se- Kecamatan Teluk Gelam, Deklarasi Pilkades Damai    

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    DALAM rangka menyongsong Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan serentak pada 19 November  mendatang. Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terus mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilkades tersebut. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan Deklarasi Pilkades Damai, yang melibatkan Dua puluh calon Kepala desa se – Kecamatan Teluk Gelam  dari total Enam Desa. “Diantaranya, Desa […]

  • Pemprov Support Penuh Altet Sumsel Berlaga di PON XX Papua, BSB Beri Bonus Dadakan Untuk Para Atlet

    Pemprov Support Penuh Altet Sumsel Berlaga di PON XX Papua, BSB Beri Bonus Dadakan Untuk Para Atlet

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    PEMPROV Sumsel terus memberikan support dan perhatiaannya terhadap para atlet  kontingen asal Sumsel yang tengah berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Demi mengobarkan semangat para atlet Sumsel yang berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya hadir langsung pada pembukaan PON Papua XX Tahun 2021 di Stadion […]

  • IHT & Pelatihan Jurnalistik bagi ASN Pentingkah ! 

    IHT & Pelatihan Jurnalistik bagi ASN Pentingkah ! 

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba menyelenggarakan “In House Training Public Speaking”dan Pelatihan Jurnalistik di Lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin. Secara resmi kegiatan pelatihan ini di buka oleh Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Zabidi SE MM, Rabu (1/12/2021) bertempat di Auditorium Pemkab Muba. […]

  • Jurus Jitu Bupati Banyuasin, Realisasikan Pembangunan Tanpa Gunakan APBD

    Jurus Jitu Bupati Banyuasin, Realisasikan Pembangunan Tanpa Gunakan APBD

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.629
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin, Sumatera Selatan, Askolani menjadi peserta Indonesia Visionary Leader (IVL) Season VII yang digelar MNC Portal Indonesia. Dalam ajang tersebut, dia mengungkapkan strategi pembangunan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Askolani menuturkan, pihaknya memiliki program Banyuasin Religius yang salah satu wujudnya pembangunan rumah tahfidz atau penghafal Alquran. Hampir seluruh pembangunan rumah penghafal […]

expand_less
WordPress Archive Moren – Fashion WooCommerce Theme Moresa – Startup Agency WordPress Theme Morgan – Creative Agency & Portfolio Elementor Template Kit Morii – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Moro – Multi-purpose Magazine Theme with Portfolio Moros – eCommerce WordPress Theme Morris – WordPress App & Product Landing Page Mortar – WPBakery Page Builder Addons Bundle Morvan – Elegant WooCommerce Theme Morz – Logistics WordPress Theme