Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Wisuda Santri & Asa di Tengah Kebun Sawit,”Sarung Bergoyang, Air Mata Mengalir”

Wisuda Santri & Asa di Tengah Kebun Sawit,”Sarung Bergoyang, Air Mata Mengalir”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 910
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Kalau Anda mengira wisuda itu cuma milik kampus-kampus ber-AC dengan toga segede gaban, coba main-main ke Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Di sana, Kamis (17/4/2025) kemarin, suasana haru-biru penuh makna terjadi di Gedung Serbaguna Pesantren Assalam Islamy. Bukan karena harga minyak goreng naik lagi, tapi karena puluhan santri akhirnya lulus, dibekali ilmu agama, dan dilepas ke dunia luar ibarat anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Semoga panahnya nggak nyasar ke tong sampah, ya.

Wakil Bupati Muba, H. Rohman, pun datang langsung. Bukan sekadar numpang lewat cari sinyal, tapi beneran serius menghadiri Hafluttakhrij  sebutan kerennya wisuda santri. Di tengah gemuruh kipas angin dan lantunan doa, Pak Wabup menyampaikan pidato yang, kalau diukur dengan kadar emosi, bisa bikin sarung merinding dan tisu habis satu gulung.“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa,” katanya, sambil menatap para santri yang duduk rapi sebagian deg-degan, sebagian lagi sudah mikir kapan nasi kotaknya dibagi.

Wabup nggak cuma datang dengan jas dan sambutan formal, tapi juga dengan sejuta harapan. Ia bilang, para santri ini bukan cuma lulusan kitab kuning dan hafal dalil, tapi juga calon influencer moral di masyarakat. Bukan influencer endorse krim pemutih abal-abal, tapi yang menebar kebaikan, jadi duta kearifan.

Ilmu yang mereka dapat bukan sekadar untuk dihafal lalu hilang pas kena tugas rumah tangga, tapi untuk diamalkan. Karena, kata Wabup, tantangan di luar pesantren itu kayak sinyal WiFi di pedalaman nggak pasti, tapi harus tetap dicari sampai ketemu.

Ada satu momen yang bikin mata berkaca-kaca  saat para santri berdiri, membaca ayat-ayat suci, lalu bersimpuh di hadapan orang tua. Suara tangis tertahan terdengar dari sudut-sudut ruangan. Ada bapak yang menyeka air mata diam-diam di balik peci, ada ibu-ibu yang terisak sambil menggenggam tangan anaknya.

Momen ini seperti potongan film religi lokal dengan soundtrack “Aisyah Istri Rasulullah”. Namun beda dengan sinetron, ini nyata. Ini bukan akting. Ini perjuangan sungguhan dari anak-anak yang hafalan Qur’annya lebih kuat dari hafalan netizen tentang timeline pernikahan artis.

Wabup Rohman juga melempar pujian kepada para ustaz dan ustazah. Mereka ini ibarat mesin diesel  kerja keras, sabar, nggak banyak gaya, tapi terus menghasilkan. Di balik lembutnya senyum dan suara mengajar, ada banyak pengorbanan dan dedikasi yang tak tampak oleh publik.

Pemerintah Muba, katanya, berkomitmen mendukung pesantren. Bukan hanya lewat ucapan selamat di medsos, tapi juga lewat kebijakan nyata. Kalau perlu, katanya, APBD pun bisa “disarungkan” untuk memperkuat dunia pesantren. Karena sejatinya, pesantren adalah benteng moral. Di saat banyak lembaga sibuk viral, pesantren sibuk mencetak pribadi ideal.

Di Finlandia, anak-anak TK pun diwisuda, lengkap dengan nyanyi lagu kebangsaan dan suvenir lucu. Tapi jangan salah, di Sungai Lilin ini, acara wisuda punya kelasnya sendiri. Mulai dari tampilan marawis yang menggetarkan dada, pidato santri berbahasa Arab, hingga harumnya minyak rambut khas santri yang entah mereknya apa tapi selalu sama tiap angkatan.

Kita tidak butuh balon helium atau dekorasi Instagrammable. Cukup sarung yang licin, peci yang pas, dan semangat yang membara. Karena inti dari wisuda bukan pada megahnya acara, tapi dalam keikhlasan ilmu dan keberkahan perjalanan.

Hari itu, Sungai Lilin bukan cuma menyaksikan kelulusan santri, tapi juga lahirnya harapan. Masyarakat menyaksikan bahwa di balik sawit yang rimbun dan jalan yang terkadang becek, ada cahaya kecil yang sedang bersiap menerangi dunia. Para santri ini bukan anak-anak biasa. Mereka adalah pejuang senyap yang dibekali ilmu, iman, dan adab  kombinasi langka yang kini jadi rebutan di tengah dunia yang sering salah kaprah.

Semoga mereka menjadi seperti kopi hitam pekat, kuat, tapi tetap hangat di hati siapa pun yang menikmatinya. Dan untuk yang belum sempat hadir di wisuda ini, jangan khawatir. Doa baik tetap sampai  asal dikirim pakai hati, bukan pakai jasa ekspedisi.

Kalau kamu punya kisah wisuda santri yang kocak atau mengharukan juga, boleh dong dibagi. Karena dari cerita-cerita kecil itu, kita bisa lihat bahwa negeri ini masih punya banyak alasan untuk tetap berharap.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KELADI Tak Bikin Warga Muba Elergi

    KELADI Tak Bikin Warga Muba Elergi

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    KENDATI  jumlah masyarakat Muba yang terpapar COVID-19 di Muba terus melandai, namun protokol kesehatan (prokes) COVID-19 di lingkungan Pemkab Muba tetap berjalan ketat. Pantauan di sejumlah tempat pelayanan publik Kabupaten Muba, Senin (18/10/2021) tetap berjalan normal, sejumlah warga yang berkepentingan mengurus administrasi mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Seperti yang diungkapkan Perianto, warga Desa Gajah […]

  • Transisi Jalan, Pusri Klaim Distribusi Pupuk ke Petani di Sumbar Tetap Aman

    Transisi Jalan, Pusri Klaim Distribusi Pupuk ke Petani di Sumbar Tetap Aman

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MASA transisi dalam distribusi pupuk kerap menjadi fase paling krusial dalam rantai pasok pertanian. Pada tahap ini, kelancaran tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok, tetapi juga oleh kemampuan sistem memastikan pupuk benar-benar sampai ke petani tepat waktu. Situasi tersebut kini berlangsung di Sumatera Barat, setelah wilayah ini resmi masuk dalam rayon distribusi baru pupuk urea […]

  • Akur, Hasil Survei Populi Center, Jokowi Merakyat dan Probowo Tegas

    Akur, Hasil Survei Populi Center, Jokowi Merakyat dan Probowo Tegas

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.341
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA  – Survei Populi Center mencatat Jokowi lebih diingat masyarakat merakyat sementara Prabowo Subianto diingat masyarakat tegas. Hal ini merupakan salah satu hasil survei yang digelar oleh Populi Center pada 23 September hingga 1 Oktober 2018 dengan 1.470 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei mendapati, merakyat menjadi jawaban terbanyak saat masyarakat ditanyakan apa yang […]

  • 3 Cara Penyintas COVID-19 Daftar Jadi Donor Konvalesen

    3 Cara Penyintas COVID-19 Daftar Jadi Donor Konvalesen

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

      PEMERINTAH dan PMI sejak Januari 2021 telah mencanangkan gerakan nasional donor plasma konvalesen yang bisa dilakukan oleh para penyintas COVID-19. Cara mendaftar jadi calon donor konvalesen mudah, bisa dilakukan melalui situs web plasmakonvalesen.covid19.go.id dan mengisi formulir untuk verifikasi data pribadi dan kuesionernya setelah memastikan telah memenuhi syarat yang ditentukan. Bila syarat terpenuhi, verifikator akan rekomendasikan Unit Donor […]

  • Perlu Dimaksimalkan, Posko PPKM Mikro di Daerah Ujung Tombak Pengendalian COVID-19

    Perlu Dimaksimalkan, Posko PPKM Mikro di Daerah Ujung Tombak Pengendalian COVID-19

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito meninjau pelaksanaan tugas Posko p Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (28/7). Adapun peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan PPKM Mikro di daerah itu berjalan secara optimal. Dalam sambutan dan arahannya, Ganip mengatakan bahwa Posko PPKM […]

  • SPBU Masturah Kenten Layani Pengisian BBM Pakai Jerigen, Bikin Lalin Macet

    SPBU Masturah Kenten Layani Pengisian BBM Pakai Jerigen, Bikin Lalin Macet

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.717
    • 0Komentar

      PEMANDANGAN antrian kendaraan mengular di SPBU Kenten Simpang BLK Palembang menjadi hal yang biasa. Namun hal itu cukup membuat banyak konsumen naik darah saat melakukan pengisian BBM di juga disebut warga SPBU Masturah yang terletak di Jalan M.P Mangkunegara Palembang.   Pasalnya SPBU dengan nomor 24.301 05 ini selalu melayani pengisian dengan jerigen plastik […]

expand_less
WordPress Archive Woo Gift : Advanced Woocommerce Gift Plugin Woo Grid For WPBakery Page Builder Woo Import Export WOO Product Grid/List Design- Responsive Products Showcase Extension for WooCommerce Woo Product Table Pro - WooCommerce Product Table view solution Woo Quote a product Woo Shortcodes for Visual Composer Woo Stock Manage & Report Woo Time to Buy WooAffiliates – WordPress Plugin