Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Modal Caleg Perempuan & Politik Patriarkhi dalam Pemilihan Umum di Indonesia  [Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman]

Modal Caleg Perempuan & Politik Patriarkhi dalam Pemilihan Umum di Indonesia  [Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
  • visibility 1.516
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TINGKAT keterwakilan perempuan dalam politik Indonesia tidak terlepas dari ragam faktor, salah  satunya adalah modal yang dimilikinya. Kajian ini menjelaskan modal yang dimiliki caleg  perempuan di tengah politik patriarkhi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dengan fokus analisis  pada kasus Kabupaten Sleman pada 2019.

Keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD di  Kabupaten ini merupakan tertinggi dibanding Kabupaten lain di Yogyakarta, yaitu sebanyak 13  kursi (26%) dari total 50 kursi. Kajian ini menemukan bahwa meski perolehan kursi perempuan  tampak terus meningkat, tetapi peningkatannya tidak signifikan, karena modal caleg perempuan  dikendalikan oleh politik patriarkhi melalui medan Pemilu.

Dengan menggunakan teori Bourdieu  tentang modal, artikel ini berargumen bahwa modal –politik, sosial, ekonomi dan simbolik diyakini sangat penting bagi perempuan untuk terjun dalam politik, tetapi pada kenyataannya  modal itu ditentukan oleh habitus politik patriarkhi dalam kesadaran caleg perempuan dalam  mengarungi medan persaingan politik Pemilu yang umumnya didominasi oleh struktur kelas laki –laki.

Oleh karena itu, meski sistem politik dalam Pemilu menyediakan afirmasi bagi caleg perempuan,  dalam praktiknya, dominasi habitus politik patriarki yang dikendalikan struktur kelas dalam  masyarakat tidak memungkinkan caleg perempuan untuk mendapatkan suara yang lebih banyak  dibanding laki-laki.

Keterwakilan Politik Perempuan di Kabupaten Sleman 

Selama ini dunia politik sangat identik dengan laki-laki. Kesetaraan dan keadilan gender dalam  politik dianggap masih belum optimal. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari partisipasi  perempuan pada jabatan publik yang masih sangat minim. Walaupun data proyeksi pertumbuhan penduduk berjenis kelamin perempuan tahun 2018 menunjukkan angka 131,88 juta jiwa dari 265  juta jiwa penduduk Indonesia, tetapi belum sesuai dengan jumlah perempuan belum representatif  di lembaga-lembaga pembuat dan pengambil keputusan politik.

Secara historis, partisipasi politik  perempuan di Indonesia diketahui sangat rendah selama tiga dekade periode Orde Baru (1967- 1998) baik ditingkat Nasional maupun daerah (Robinson 2000). Berbagai hambatan struktural  termasuk aturan partai politik diyakini menghalangi perempuan untuk memasuki lembaga politik.  Selain itu, beragam nilai patriarkhis menghalang-halangi perempuan untuk mengambil posisi  publik dan berpartisipasi dalam urusan publik. Hal ini membuat hanya sedikit perempuan yang  terpilih sebagai anggota dewan dan hanya beberapa perempuan saja yang menjadi Bupati, Gubernur  atau Pejabat Pemerintah di level Nasional. Peningkatan keterwakilan politik perempuan tidak hanya  di Tingkat Nasional, tetapi juga di sejumlah daerah.

Hal ini salah satunya terlihat pada hasil Pemilu  DPRD Kabupaten Sleman di D.I. Yogyakarta. Provinsi ini memiliki empat Kabupaten dan satu  Kotamadya, yaitu Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Modal Caleg Perempuan di Kabupaten Sleman dalam Pemilu 2019 

Bagian ini akan menjelaskan tentang modal (capital) caleg perempuan pada Pemilu2019 di  Kabupaten Sleman. Hal ini penting dijelaskan mengingat peningkatan keterwakilan politik  perempuan dari Pemilu 2009, 2014, dan 2019 tidak dapat dilepaskan dari modal yang dimiliki para caleg perempuan. Bourdieu mendefinisikan modal sebagai unsur penentu posisi agen  dalam medan perjuangan kekuasaan politik.

Ia menyebut adanya empat tipe modal yang idenya  diambil dari lingkungan ekonomi, yakni modal budaya, sosial, ekonomi dan simbolik. Ke empat  modal ini saling membutuhkan dan berkaitan, meski bukan berarti mengalami kegagalan, jika salah  satu modal tersebut tidak dipenuhi. Ke empat modal ini sangat menentukan keberhasilan caleg  perempuan sebagai ‘agen’ untuk dapat lolos dan berhasil menjadi anggota legislatif.

Modal Caleg Perempuan, Habitus dan Medan Patriarkhi Politik 

Bagian ini akan menganalisis aspek modal caleg perempuan di DPRD Kabupaten Sleman dalam  Pemilu 2019 tersebut dilihat dari perspektif teori ‘habitus’ (habitus), ‘medan’ (field) dan  ‘modal’(capital) Bourdieu. Analisis ini penting untuk menjelaskan bahwa modal caleg perempuan  untuk terjun di dunia politik ditentukan habitus politik patriarkhi dalam kesadaran dirinya  untuk mengarungi medan persaingan politik Pemilu yang umumnya didominasi oleh struktur kelas  laki-laki. Sistem patriarkhi politik dalam Pemilu merupakan medan yang membatasi caleg perempuan dalam bertindak.

Oleh sebab itu, medan politik merupakan salah satu arena pertempuran,  medan perjuangan, pasar terbuka bagi para caleg. Struktur medan politik menunjang dan  menunjukkan strategi-strategi yang digunakan para caleg untuk meningkatkan posisi mereka di  tengah dominasi struktur kelas laki-laki. Selain itu, habitus dan medan tidak terlepas dari modal  (ekonomi, budaya, sosial dan simbolik dan politik).

Jika habitus merupakan struktur kognitif  dalam kesadaran individu dan kolektif, maka medan adalah suatu tipe pasar terbuka yang  kompetitif tempat berbagai bentuk modal dipergunakan dan disebarkan. Tetapi, yang paling  penting adalah medan kekuasaan (politik); hierarki hubungan kekuasaan di dalam medan politis  membantu menstrukturkan semua medan lainnya.

Posisi berbagai agen (seperti caleg perempuan)  di dalam medan itu ditentukan oleh jumlah dan bobot relatif modal yang dimiliki. Para caleg  perempuan di dalam medan politik menggunakan berbagai strategi. Melalui strategi itulah caleg  perempaun berusaha, secara individual atau kolektif, melindungi atau memperbaiki posisi mereka.[***]

 

Oleh :  Putri Nur Zahroh 

Mahasiswa Ilmu Politik , FISIP UIN Raden Fatah Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapasitas Angkutan Mudik Lebaran 2020 di Batasi 50%

    Kapasitas Angkutan Mudik Lebaran 2020 di Batasi 50%

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Kementrian Perhubungan membatasi penumpang angkutan mudik lebaran Idul Fitri tahun ini dengan 50% dari kapasitas tempat duduk. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran COVID-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam Permenhub Nomor 18 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Antar tempat duduk dibatasi jarak satu meter dan kapasitas penumpang yang […]

  • Politisi Partai GERINDRA Ini Serap Aspirasi Warga Davil V

    Politisi Partai GERINDRA Ini Serap Aspirasi Warga Davil V

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    LEGISLATOR Maryani dari Partai GERINDRA menyerap aspirasi warga di daerah pemilihan [dapil] V. Dalam pelaksanaan RESES III Anggota DPRD Tahun Sidang 2019-2020 Tahun Anggaran 2020. Maryani  melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihnya (Dapil) 5 yaitu Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya guna menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kunjungan resesnya, Maryani bertandang ke Desa Muara Berunai II, Kecamatan […]

  • Percepat Pemerataan Pembangunan, Gubernur Hadiahi Muaratara Pasar Induk  dan Bangub Rp 55 M

    Percepat Pemerataan Pembangunan, Gubernur Hadiahi Muaratara Pasar Induk  dan Bangub Rp 55 M

    • calendar_month Rabu, 30 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menilai Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) sudah menunjukan kemajuannya meskipun daerah ini baru berusia ke-8 tahun. Dengan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah tentu juga dapat menunjang percepatan pembangunan bagi kabupaten termuda di Sumsel ini. Guna mempercepat pembangunan Muratara disegala sektor Gubernur Herman Deru memberikan kado istimewa di […]

  • Sinyal Masuk Desa, Tentara Siap Jaga Muba

    Sinyal Masuk Desa, Tentara Siap Jaga Muba

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di Musi Banyuasin (Muba), geliat pembangunan mulai dilanjutkan oleh pasangan bupati anyar, ibarat traktor yang mesinnya baru dipanaskan, sekarang udah mulai maju pelan tapi pasti, dengan knalpot yang tak lagi ngebul kosong. Semua ini tak lepas dari upaya kolaborasi yang makin klop antara pemerintah daerah dan pusat, seperti  Jumat (11/4/2025) kemarin, sinyal kemajuan […]

  • Ciptakan Sumsel Religius, Gubernur Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sholawat Nariyah Air Asam Muara Enim

    Ciptakan Sumsel Religius, Gubernur Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sholawat Nariyah Air Asam Muara Enim

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    DALAM rangkaian  kunjungan kerjanya ke daerah, Minggu (15/5) siang, Gubernur  Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru berkesempatan menghadiri Pengajian Akbar Gebyar Sholawat Nariyah yang dirangkaikan dengan  peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sholawat Nariyah bertempat di  Desa Air Asam Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim. Kehadiran Herman Deru di tempat itu mendapatkan sambutan hangat yang luar biasa […]

  • Apa Misi CISC Temui Gubernur Sumsel ? 

    Apa Misi CISC Temui Gubernur Sumsel ? 

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    INDONESIA Cancer Information and Support Center Association (CISC) yang  merupakan komunitas kanker  dalam waktu dekat akan  menggelar  perayaan hari jadinya  tepatnya tanggal 13 Oktober 2019 mendatang. Hal ini terungkap dalam Audensi Ketua CISC Sumsel, Leni Mardiana  melakukan audensi dengan Gubernur Sumsel H.Herman Deru di Ruang  Tamu Gubernur, Senin (5/8/2019). Gubernur Sumsel H.Herman Deru   mengapresiasi apa yang telah dilakukan CISC  terhadap  para pengidap kanker di Indonesia […]

expand_less
WordPress Archive Restrict Content Pro Drip Content Restrict Content Pro Group Accounts Restrict Content Pro Hard Expiration Dates Restrict Content Pro Help Scout Restrict Content Pro IP Restriction Restrict Content Pro MailChimp Pro Restrict Content Pro Math Verification Restrict Content Pro REST API Restrict Content Pro Restrict Past Content Restrict Content Pro Restriction Timelock