Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Kalau Tenun Bisa Masuk Metaversem, Warisan 500 Tahun di Ujung Jempol Gen Z

Kalau Tenun Bisa Masuk Metaversem, Warisan 500 Tahun di Ujung Jempol Gen Z

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 936
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama orang kampung “jangan biarkan kain nenekmu hanya jadi taplak meja, padahal bisa jadi tiket ke masa depan”. Nah, pepatah ini entah siapa yang bikin, tapi rasanya cocok banget kalau kita ngomongin tenun Sekomandi, warisan 500 tahun dari Mandar, Sulawesi Barat.

Bayangkan, kain yang ditenun dengan sabar berbulan-bulan, motifnya penuh filosofi hidup, tiba-tiba nyasar ke dunia metaverse. Lha, apa nggak bikin nenek-nenek penenun bingung, “metaverse itu merek pupuk apa, Nak?”

Kalau selama ini turis datang ke desa, duduk manis lihat ibu-ibu menenun sambil ngunyah sirih, sekarang bayangin turis tinggal pasang kacamata VR. Brak!, mereka langsung nyemplung ke rumah penenun. Bisa lihat proses benang jadi kain, dengar suara ayam berkokok, bahkan cium aroma kopi Mandar yang baru diseduh (ya walaupun kalau via metaverse, baunya bisa salah alamat, jadi mirip kopi instan).

Pertanyaannya, kenapa tenun Sekomandi perlu masuk digital?, karena zaman sekarang, Gen Z lebih betah nongkrong di timeline ketimbang di teras rumah nenek, kalau budaya nggak ikut nongol di layar hape, bisa-bisa kalah sama tren AI filter yang bikin wajah glowing kayak artis Korea.

Motif tenun Sekomandi itu bukan sekadar corak. Ada makna laut, gunung, kehidupan, doa, kalau motif itu didigitalisasi jadi NFT (Non-Fungible Token), maka setiap helai motif bisa punya sertifikat keaslian digital. Bayangin, kolektor luar negeri rela beli NFT gambar monyet pakai topi aja miliaran, masa motif 500 tahun kalah pamor?

Kalau ini dijual sebagai NFT, bisa jadi dana balik ke penenun desa. Jadi nggak cuma investor kripto yang kaya, tapi juga ibu-ibu penenun bisa dapat tambahan buat beli panci baru atau nyekolahin cucu.

Tapi tentu ada dilema, bayangkan nenek-nenek Mandar ditawarin workshop “Nek, nanti kita bikin avatar ya, biar Nek bisa menenun di metaverse”

Si nenek bisa saja jawab “Cucu, aku menenun aja susah, apalagi menenun di dunia orang gaib!”

Lucu kan? Tapi justru di situlah tantangannya, kalau anak muda Mandar bisa jadi jembatan, mereka bisa bikin konten behind the loom di TikTok, live streaming proses menenun, atau bahkan bikin filter Instagram dengan motif Sekomandi.

Dulu, nenek moyang menenun benang jadi kain, sekarang, anak cucu menenun kabel jadi fiber optik, sama-sama benang, cuma beda fungsi. Yang satu menutup badan, yang satu mengantarkan data 5G. Tapi, filosofi menenun itu sama: butuh kesabaran, konsistensi, dan ketelitian. Kalau putus di tengah, hasilnya amburadul, begitu juga dengan budaya kalau pewarisannya putus, hilanglah identitas.

Digitalisasi Budaya

Namun, jangan salah kaprah,Masukin tenun ke metaverse bukan berarti cukup bikin pameran digital sekali terus selesai. Digitalisasi budaya itu harus ada keberlanjutan, harus ada pelatihan, ada pasar, ada promosi. Jangan sampai jadi pepatah baru “kainnya masuk server, penenunnya tetap lapar”

Kita butuh model ekonomi kreatif yang sehat tur virtual yang hasilnya sebagian masuk ke kas komunitas, NFT motif yang royalti balik ke penenun, kolaborasi dengan desainer dunia yang tetap mencantumkan nama Sulbar. Jadi bukan hanya “jualan eksotis”, tapi betul-betul mengangkat derajat penenun.

Coba bayangin obrolan cucu dan nenek,

Cucu: “Nek, motif ini keren, kalau aku jadiin skin Mobile Legends pasti laku keras.”

Nenek: “Apa itu skin? Badanmu kurang kulit, Nak?”

Inilah benturan zaman. Tapi justru dari benturan inilah lahir inovasi, kalau anak muda bisa translate warisan leluhur ke bahasa digital, maka budaya kita nggak cuma bertahan, tapi juga eksis di masa depan.

Bangsa kita ini sering kebanyakan jadi pasar, bukan produsen. Kita pakai aplikasi luar negeri, beli produk luar negeri, bahkan budaya kita sering diklaim negara lain baru heboh. Nah, tenun Sekomandi bisa jadi titik balik, dari warisan lokal, jadi produk global yang tetap memberi manfaat ke akar rumput.

Kalau pepatah bilang, “air mengalir ke laut”, maka di era digital, data mengalir ke server luar negeri, jangan sampai warisan budaya juga ikut hanyut tanpa arah.

Tenun Sekomandi bukan sekadar kain, ia adalah kisah 500 tahun yang bisa ditulis ulang dalam bahasa digital. Metaverse, NFT, VR  semua itu hanya alat. Yang paling penting adalah memastikan ibu-ibu penenun tetap mendapat nilai tambah, dan anak muda tetap merasa bangga memakai motif leluhur mereka.

Kalau dulu nenek kita menenun untuk menghangatkan tubuh, sekarang kita harus menenun ulang makna agar menghangatkan identitas bangsa. Ingat pepatah Mandar “Satu benang putus bisa disambung, tapi kalau tradisi hilang, susah dicari gantinya”

Jadi, kalau hari ini kamu sibuk scrolling TikTok, jangan lupa, ada warisan 500 tahun yang menunggu disentuh jempolmu. Entah lewat NFT, entah lewat VR, atau cukup lewat rasa bangga, karena di ujung benang Sekomandi, ada cerita Indonesia yang tak boleh kita biarkan lepas begitu saja.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Dokter Relawan di Garda Terdepan Penanganan COVID-19

    Cerita Dokter Relawan di Garda Terdepan Penanganan COVID-19

    • calendar_month Minggu, 6 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.888
    • 0Komentar

     Panggilan hati, dedikasi dan integritas menjadikan banyak orang mengabdi bagi penanganan COVID-19 di garda terdepan. BANYAK cara untuk mengabdi bagi kemanusian di tengah pandemi ini. Salah satunya seperti yang dilakukan dr. Aulia Giffarinnisa. Panasnya baju dan perlengkapan APD yang membekap tubuhnya dan puasa yang harus dijalani saat bertugas, tidak membuatnya mundur dari pengabdian di garis […]

  • Wejangan HD Kepada Pimpinan BNI 46, Apa Saja!

    Wejangan HD Kepada Pimpinan BNI 46, Apa Saja!

    • calendar_month Senin, 15 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.300
    • 0Komentar

    Oleh  : Asri SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pimpinan PT BNI 46 Wilayah Sumatera Bagian Selatan melalui Wakil Pimpinan Bidang Jaringan dan Layanan Adisyaf Putra,  menyambangi kantor gubernur Senin (15/10/2018). Kedatangan rombongan  ini bermaksud untuk audiensi dengan Gubernur Sumsel yang baru Herman Deru. Kedatangan rombongan ini disambut positif Gubernur Sumsel HD di ruang tamu gubernur. Dalam kesempatan […]

  • Perluas Keterjangkuan  Informasi Peringatan Dini  Bencana Biologi, ESDM Gulirkan SMS Blast

    Perluas Keterjangkuan  Informasi Peringatan Dini  Bencana Biologi, ESDM Gulirkan SMS Blast

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    “Badan Geologi Kementerian ESDM menggulirkan SMS Blast dalam memperluas keterjangkauan infomasi dan peringatan dini bencana geologi. Ide ini lahir demi meningkatkan pelayanan publik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana”. Demi menyajikan informasi yang efektif dan efisien, Badan Geologi Kementerian ESDM bergerak sigap. Belajar dari dampak becana yang ditimbulkan, instrumen […]

  • Dihadapan Anggota Forsesdasi, Sekda Provinsi Sumsel Tekankan Ini

    Dihadapan Anggota Forsesdasi, Sekda Provinsi Sumsel Tekankan Ini

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah  (Sekda)Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar membuka dengan resmi pembukaan Rapat kerja wilayah Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia  (Forsesdasi) Provinsi Sumsel bertempat di Hotel Smart Lubuk Linggau, Jumat (18/10). Rakerwil dengan tema penajaman program dan anggaran untuk percepatan penurunan tingkat kemiskinan di Provinsi Sumsel ini juga dihadiri langsung oleh Walikota Lubuk Linggau  Prana […]

  • R-APBD Perubahan Muba 2026 Naik Rp138 Miliar, 7 Fraksi Titip Catatan soal Belanja Daerah

    R-APBD Perubahan Muba 2026 Naik Rp138 Miliar, 7 Fraksi Titip Catatan soal Belanja Daerah

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – R-APBD Perubahan Muba 2026 mengalami kenaikan pada sisi pendapatan dan belanja. Dalam pembahasan di DPRD Musi Banyuasin, tujuh fraksi menyampaikan sejumlah catatan agar penambahan anggaran benar-benar berdampak pada kebutuhan masyarakat. Pendapatan daerah dalam R-APBD Perubahan 2026 diproyeksikan mencapai Rp3,256 triliun, naik Rp138,05 miliar atau 4,43 persen dibandingkan APBD sebelumnya sebesar Rp3,118 triliun. Di […]

  • alex-noerdin-video-palestina

    Gubernur Tak Sampai Hati Menonton Video Palestina

    • calendar_month Minggu, 25 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel Alex Noerdin menghadiri Konser Amal Kemanusiaan Peduli Palestina yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Palembang Sport Convention Center (PSCC)

expand_less
WordPress Archive LearnDash LMS Toolkit Addon LearnDash LMS Visual Customizer LearnDash LMS WooCommerce Integration Addon LearnDash LMS WordPress Plugin LearnDash LMS Zapier Integration LearnDash Notes LearnKit – e-Learning Elementor Template Kit Learnomatic – Udemy Affiliate Plugin for WordPress LearnPLUS | Education LMS Responsive Theme | Education LearnPress 2Checkout add-on