Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Pentingnya Pengolahan Limbah B3 di Rumah Sakit

Pentingnya Pengolahan Limbah B3 di Rumah Sakit

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
  • visibility 1.115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Limbah B3 adalah akronim dari Bahan Beracun dan Berbahaya yang menurut PP no. 101 tahun 2014. Definisinya adalah sisa usaha atau kegiatan yang mengandung zat atau komponen yang secara langsung maupun tidak dapat mencemarkan, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Plt Direktur RSUD Sungai Lilin dr. Ichsan Nur Hamdan, Jumat (20/10/2023) menyebutkan rumah sakit, sebagai lembaga kesehatan yang menghasilkan limbah medis B3 menyertakan fasilitas pengolahan sampah berbahaya ini sebagai hal mutlak.

“Inilah yang dilakukan RSUD Sungai Lilin ketika membangun dan berupaya melengkapi fasilitas rumah sakit. Incenerator yang kita bangun menggunakan dua tungku pembakaran dengan suhu 1200 derajat celcius,” terang Ichsan, Jumat melalui sambungan telepon.

Karena, tambah dia, limbah Medis B3 sering juga disebut mengandung zat atau bahan anorganik berbahaya yang bersifat teratogenik yakni bahan berbahaya yang dapat membuat perkembangan menjadi tidak normal.

“Sederhananya, seperti misalnya dalam medis, perkembangan dari sel selama masa kehamilan yang dapat merusak embrio,” papar dia.

Secara detail, staf pelaksana penanggung jawab pengolahan limbah RSUD Sungai Lilin, Arti Amd. Kes menjelaskan RSUD Sungai Lilin memiliki dua tungku pembakaran dengan tingkat suhu 800 derajat celcius untuk primary chamber dan secondary chamber dengan suhu 1200 derajat celcius.

“Incenerator ini menggunakan teknologi wet scrubber yang bekerja dengan cara menyemprotkan air melalui blower pada bagian atas. Sedangkan secondary chamber dengan tujuan meluruhkan partikel yang naik ke atas ketika pembakaran sehingga asap pembakaran tidak mengandung partikel berbahaya, “jelas Arti.

Menurutnya, dengan sistem dua tungku tersebut hasil yang dikeluarkan incenerator berupa fly ash / partikel melayang dan buttom ash / abu hasil pembakaran.

Selanjutnya, kata Arti lagi, fly ash atau partikel yang melayang ditangkap dan dialirkan ke pipa pembuangan IPAL untuk diolah sehingga tidak mencemari lingkungan. Sedangkan buttom ash atau abu hasil pembakaran disimpan di tempat penyimpanan sementara (TPS ) sebelum dibuang melalui pihak ketiga.

“Jadi dengan dua item keluaran ini maka limbah Medis B3 tidak lagi bersifat patogen karena sudah melalui pembakaran ganda bersuhu 800-1200 derajat celcius. Limbah yang diolah oleh incenerator adalah limbah medis padat yaitu limbah yang dihasilkan dalam pelayanan kesehatan,” tandas dia

Alur kerjanya meliputi, sebelum limbah diolah di incenerator, limbah yang diangkut dari ruangan di simpan di ruang pendingin yang bersuhu minus 2 sampai dengan 8 derajat celcius dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang bisa bertahan sampai 3 bulan penyimpanan.

“Sebelum incenerator dioperasionalkan sudah melalui uji TBT dan verifikasi dari ahli lingkungan hidup dengan tujuan untuk memastikan bahwa kegiatan pengolahan ini tidak berdampak negatif dan aman bagi lingkungan rumah sakit. Sehingga pengolahan limbah padat medis dengan incenerator aman untuk dilakukan,” tutup Arti.

Terpisah, Subkoor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Muba, Yuniarsih SKM mengatakan tujuan dari pembakaran limbah Medis B3 adalah untuk membunuh kuman patogen yang ada pada limbah medis sehingga tidak lagi berbahaya bagi lingkungan rumah sakit dan sekitarnya.

“Tentu ada prosedur yang harus dilalui sebelum sebuah rumah sakit yang memiliki fasilitas pengolahan limbah B3 bisa dioperasikan. Ada tahapan perizinan operasional incenerator. Banyak melalui tahapan mulai verifikasi teknis bangunan dan spesifikasi teknis incenerator, uji coba pembakaran, hingga pengambilan sampel partikel keluaran,” kata Yuni.

Tahapan itu pun belum otomatis bisa meloloskan pengelola bisa mengolah limbah.

“Hasil pembakaran uji emisi dan uji TBT/ Test Burner Trial yang dilakukan pihak laboratorium lingkungan yang digunakan sebagai acuan bagi KLHK untuk menerbitkan izin operasional. Pasti izin dikeluarkan setelah tim KLHK melalukan verifikasi  ke lapangan dan pengecekan secara langsung. Alhamdulillah hasilnya, incenerator RSUD Sungai Lilin memang layak untuk mendapatkan izin operasional,” tambah Yuni.

Tanpa tahapan panjang menurut Yuni, mustahil sebuah rumah sakit bisa atau boleh mengoperasikan incenerator.

“Setelah melalui beberapa tahapan dan izin kelayakan yang dikeluarkan KLHK barulah pengolahan limbah medis padat dengan incenerator  bisa dilakukan. Inilah yang menjadi dasar acuan kami dalam pengolahan limbah medis padat khususnya di RSUD Sungai Lilin,” tegas Yuni.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 90 TKL Muba Ikuti Tes Tertulis Rekrutmen Pertamina, Sekda Ini Kesempatan, Tapi…

    90 TKL Muba Ikuti Tes Tertulis Rekrutmen Pertamina, Sekda Ini Kesempatan, Tapi…

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    KOMITMEN Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  memprioritaskan penyerapan Tenaga Kerja Lokal (TKL) di perusahaan-perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Muba tidak main-main. Melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Muba secara terbuka telah melaksanakan rekrutmen Tenaga Kerja Jasa Penunjang pada Wilayah Kerja PT Pertamina EP Asset 1 Ramba Field “Kami Pemkab Muba mengucapkan terima kasih dan […]

  • 18 kloter jemaah haji Indonesia hari ini dijadwalkan pulang ke Tanah Air  

    18 kloter jemaah haji Indonesia hari ini dijadwalkan pulang ke Tanah Air  

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Hari ini, 18 kloter jemaah atau berjumlah 6.961 orang haji Indonesia dijadwalkan pulang ke Tanah Air setelah fase Armina berakhir. Jemaah Gelombang 1 yang telah menyelesaikan rangkaian Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada hari ini mulai bersiap meninggalkan Tanah Suci untuk kembali ke Tanah Air. “Jadwal kepulangan jemaah Gelombang 1 akan dimulai pada […]

  • Rakor Penanganan Karhutla : Menyangkut Soal Ini, Pj Gub. Sumsel Minta Anggota Gapki Kirim Data Jumlah Embung

    Rakor Penanganan Karhutla : Menyangkut Soal Ini, Pj Gub. Sumsel Minta Anggota Gapki Kirim Data Jumlah Embung

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.716
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia [Gapki] di minta untuk mengirimkan data personal untuk kontak person perusahaan dan serta data jumlah embung yang ada, karena upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan hal yang mendesak. Penjabat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menjelaskan akibat karhutla memiliki dampak, seperti menyangkut citra dan nama baik daerah, […]

  • Terima Curhat Masyarakat, Pemkab OKI Salurkan Vitamin & Obat untuk Pasien Covid-19 Isoman

    Terima Curhat Masyarakat, Pemkab OKI Salurkan Vitamin & Obat untuk Pasien Covid-19 Isoman

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 962
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering melalui Dinas Kesehatan mulai menyalurkan bantuan suplemen vitamin secara gratis kepada ribuan pasien Covid-19 yang sedang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman). Bupati OKI melalui Kepala Dinas Kesehatan, Iwan Setiawan, SKM.MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kab.OKI mengatakan keselamatan  pasien Covid-19 menjadi hal mutlak yang harus ditangani. Selama ini, banyak aspirasi juga curhatan masyarakat yang mengalami […]

  • Polsek Sekayu Amankan 1 Pelaku  Pengeroyokan

    Polsek Sekayu Amankan 1 Pelaku  Pengeroyokan

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba-  Kepolisian Sektor Sekayu Resort Musi Banyuasin [Muba] mengamankan 1 dari dua orang pelaku pengroyokan terhadap korban Edu Supriyadi [34] Warga Desa Rantau Panjang Kec.Lawang Wetan, Kab Muba. Pelaku pengroyokan yang diamankan tersebut, Nazirwan [36] Warga Jalan Letnan Munandar RT. 001 RW. 002 Kel. Balai Agung Kec.Sekayu Kab.Muba, pelaku sehari-harinya merupakan tukang ojek.  Peristiwa […]

  • Kadis Kesehatan OKI Juara I Turnamen Bola Sodok, Ini Komentarnya

    Kadis Kesehatan OKI Juara I Turnamen Bola Sodok, Ini Komentarnya

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI Iwan Setiawan SKM M.Kes berhasil meraih juara pertama partai instansi pada turnamen terbuka yang diselenggarakan Persatuan Olahraga Billyar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten OKI di GOR Perahu Kajang Kayuagung, mulai Selasa 10 – 16 November 2020 pekan ini. Turnamen dalam rangka Hari Jadi Kabupaten OKI dan Hari Pahlawan ini terbagi […]

expand_less
WordPress Archive Dream Spa | Salon, Spa WordPress Theme DreamHome – Real Estate WordPress Theme DreamHome – Single Property WordPress Theme DreamPalace – Single Property Real Estate Theme Dreams LMS – Online Courses, Coaching, Education and Learning Management WordPress Theme DreamsPOS – POS & Inventory Management Admin Dashboard (HTML, Angular 19, React 19, Vue, Laravel 12) Dribo — Cleaning Company Template Kit for Elementor Drill – Handyman & Plumber Services WordPress Theme Driveme – Driving School WordPress Theme Driveria – Driving Course & Traffic School Elementor Template Kit