Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Krekk-krekk”, …”Kroak-kroak”,… “Kokrok”, Celoteh kodok di malam hari

“Krekk-krekk”, …”Kroak-kroak”,… “Kokrok”, Celoteh kodok di malam hari

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
  • visibility 7.072
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id – Di malam  selepas  hujan, suasana begitu tenang, dibelakang rumahku yang tak ada penghuninya di Perum Pesona Harapan Jaya tahap satu, blok c Rt50 Jalan Azhari, Kalidoni Palembang terdengar ramainya suara kodok. “Krekk-krekk”, …”Kroak-kroak”,… “Kokrok”.. , mereka berkumpul di halaman rumah itu yang tergenang air, lembab dan basah.

Malam itu pukul 21.00, bulan tersembunyi di balik awan tebal, meninggalkan kegelapan di sekitar yang kebetulan tak ada suara kendaraan yang melintas. Di dalam keheningan itu, celoteh kodok mulai terdengar. Mereka memulai nyanyian mereka, saling bersahutan dengan suara-suara bergetar. Suara “krekk-krekk” mereka memecah kesunyian malam, seperti orkestra alam yang khas. Ada yang merdu, ada yang serak, ada yang teriakan keras, dan ada yang lembut dan merdu. Celoteh mereka terdengar seperti pesta.

Kodok-kodok tersebut mengisahkan cerita-cerita kehidupan mereka. Mereka bercerita tentang petualangan mereka di rawa-rawa, mencari makanan di antara rerumputan yang basah, dan melompat-lompat di atas daun-daun yang terapung di permukaan air. Mereka menceritakan kisah-kisah romansa, tentang jantung yang berdetak kencang ketika mereka menemukan pasangan mereka.

Terkadang, suara mereka berubah menjadi serentak dan hampir seperti musik. Ada irama dan harmoni di balik celoteh kodok. Mungkin mereka berusaha menciptakan lagu untuk menarik perhatian kodok lain atau mungkin hanya merayakan kehidupan mereka di malam yang basah ini. Namun, celoteh kodok juga terdengar bak suara empasan batu.

Di blok paling ujung [Blok A], dimana para sekelompok penghuni Perum -ku berkumpul hampir setiap malam untuk bermain gaplek sebagai hiburan yang membumi. Hampir setiap malam melakukan aktivitas itu, sembari melihat ikan peliharaannya di anak Sungai Putat sebagai pembatas areal perum-ku. Suara kodok yang saling bersahutan itu  menjadi penghibur  hingga waktu mereka membubarkan diri  bermain gaplek.

Sementara itu kodok-kodok semakin cuek, tak menghiraukan warga bubar, kodok-kodok itu tetap berceloteh nyaring bersahutan ditengah kegelapan malam, mungkin mereka tengah mengintai mangsa. Kodok bersuara terus  tanpa mengenal lelah, tetap menjaga semangat kekompakan mereka, meskipun malam semakin larut dan dingin.

Bahkan di malam  selepas hujan itu, celoteh kodok seperti memberikan penghuni perum suatu soundtrack yang unik dan mengasyikkan. Mereka juga mengisi hutan disamping rumah-ku  dengan kehidupan dan keceriaan. Suara mereka  penanda bahwa, meskipun malam gelap dan basah, masih ada keindahan  serta, kegembiraan yang bisa ditemukan di antara alam liar yang mengagumkan.

Suara kodok di malam hari dapat menjadi salah satu ciri khas alam yang menenangkan atau menggambarkan suasana malam di perum ku.  Kodok yang berjenis jantan menghasilkan suara yang khas untuk menarik perhatian kodok betina saat musim kawin. Nah, suara kodok ini sering disebut “kroak-kroak” atau “kokrok” yang terdengar berulang-ulang dengan irama tertentu.

Setiap jenis kodok memiliki suara yang unik, dan ada berbagai spesies kodok yang dapat menghasilkan suara.

Ada beberapa jenis suara kodok yang paling umum termasuk suara “krek-krek” atau “krekrekrek” yang dibuat oleh kodok pohon, serta suara “berkrek” yang dihasilkan oleh kodok sawah. Beberapa spesies lainnya dapat mengeluarkan suara yang lebih melengking atau bergema.

Suara kodok sering terdengar lebih nyaring pada malam hari karena kondisi lingkungan yang tenang, dan kodok-kodok tersebut seringkali aktif pada waktu tersebut. Suara kodok di malam hari juga sering terdengar lebih jelas karena minimnya kebisingan manusia dan suara lalu lintas. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga pernah mendengar pribahasa “Pandai melompat seperti kodok.” Maksud dari peribahasa ini adalah menggambarkan seseorang yang sangat lihai atau mahir dalam melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu.

Karena kodok adalah hewan yang memiliki kemampuan lompat yang tinggi, sehingga jika seseorang disamakan dengan kodok, berarti orang tersebut sangat pandai atau terampil dalam melompat atau melakukan sesuatu dengan baik. Contoh penggunaan dalam kalimat: “Dia benar-benar pandai melompat seperti kodok, tak ada halangan yang bisa menghentikannya.”

Di dunia ini, Allah SWT menciptakan beraneka ragam jenis kodok, seperti : Kodok Belalang (Hyla arborea): Juga dikenal sebagai kodok pohon, kodok belalang memiliki tubuh kecil dan panjang dengan warna hijau cerah atau coklat. Mereka sering ditemukan di sekitar kolam, dan suaranya yang khas mirip dengan suara belalang membuat mereka mudah dikenali.

Kodok Pohon Merah (Agalychnis callidryas): Kodok ini dikenal karena warna tubuhnya yang cerah dan menarik. Mereka memiliki kulit hijau cerah dengan garis-garis biru dan oranye di sepanjang tubuhnya. Kodok pohon merah banyak ditemukan di hutan hujan Amerika Tengah dan menjadi simbol ikonik dari beberapa negara seperti Kosta Rika.

Kodok Beracun Panamanian Golden (Phyllobates terribilis): Kodok ini merupakan salah satu kodok beracun terkuat di dunia. Mereka berasal dari daerah hutan hujan di Kolombia dan Panama. Tubuh mereka berwarna kuning atau oranye cerah sebagai peringatan bagi predator. Toksin yang dihasilkan oleh kulit mereka sangat beracun dan dapat membahayakan makhluk lain, termasuk manusia.

Kodok Beracun Blue Poison Dart (Dendrobates azureus): Kodok beracun ini berasal dari hutan hujan di Suriname dan Guyana. Mereka memiliki warna biru cerah yang mencolok dan tubuh yang kecil. Seperti halnya kodok beracun lainnya, mereka menghasilkan racun kuat yang dapat menyebabkan keracunan parah.

Kodok Pelangi (Litoria caerulea): Juga dikenal sebagai kodok perut putih atau kodok perut biru, kodok pelangi merupakan spesies yang sangat terkenal. Mereka memiliki tubuh gemuk dengan warna hijau cerah dan perut berwarna biru terang. Kodok pelangi berasal dari Australia dan sering ditemukan di sekitar perairan seperti rawa dan kolam.

Dalam beberapa budaya, suara kodok di malam hari dianggap sebagai bagian dari latar belakang alam yang menenangkan dan menciptakan suasana yang damai. Beberapa orang bahkan menggunakan suara kodok sebagai pengiring tidur atau relaksasi.

Namun, penting untuk diingat bahwa populasi kodok di beberapa wilayah mungkin mengalami penurunan akibat kerusakan habitat dan perubahan lingkungan, serta lahan yang semakin sempit, akibat pembangunan perumahan, ruko-ruko dan sabagainya.  Jadi, ketika mendengarkan suara kodok di malam hari, kita juga harus menyadari perlindungan dan pelestarian lingkungan untuk menjaga keberlanjutan populasi kodok di masa depan. [***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Herman Deru Minta Wartawan Lawan Hoax dan Patuhi KEJ

    Herman Deru Minta Wartawan Lawan Hoax dan Patuhi KEJ

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    PROSES jalannya  pembangunan daerah tentu melibatkan berbagai elemen, termasuk juga kalangan media massa. Pers (wartawan) mempunyai peran penting  dalam mengkiritisi  kebijakan pemerintah, dengan tetap  mengedepankan azaz kemanusiaan, kecerdasan dan martabat. “Dewasa ini pers di daerah yang terus menggeliat, media cetak bersaing dengan media online yang siap saji. Perkembangan informasi yang begitu cepat harus disikapi dengan kerja profesional oleh pekerja pers situ sendiri […]

  • Kajian Awal Terkait Konsep Istitha’ah & Pembiayaan Haji yang ProporsionalKick Off Mudzakarah Nasional Hasilkan 10 Ide & Masukan

    Kajian Awal Terkait Konsep Istitha’ah & Pembiayaan Haji yang ProporsionalKick Off Mudzakarah Nasional Hasilkan 10 Ide & Masukan

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah mulai melakukan kajian awal terkait konsep istitha’ah dan pembiayaan haji yang proporsional. Kajian ini dilakukan sebagai Langkah awal menuju pelaksanaan forum Mudzakarah Perhajian. Kegiatan bertajuk Kick Off Mudzakarah Perhajian ini mengangkat tema, “Bipih dan Kesinambungan Penyelenggaraan Ibadah Haji”. Berlangsung sehari, Jumat (30/9/2022, di Jakarta, giat ini diikuti […]

  • Asa dari seminar Persi

    Asa dari seminar Persi

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Sumsel, Edward Chandra membuka Seminar dan workshop Perumahsakitan serta pameran atlet kesehatan diselenggarakan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)  Wilayah Sumatera Selatan di Novotel Palembang, Rabu, (17/7/2024). Edward  katakan dalam menghadapi perkembangan perumahsakitan di era globalisasi dan tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan yang semakin tinggi, rumah sakit di […]

  • Kurangi Tekanan Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia terhadap Peningkatan Biaya Penyediaan BBM, Pertamina Lakukan Cara Ini

    Kurangi Tekanan Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia terhadap Peningkatan Biaya Penyediaan BBM, Pertamina Lakukan Cara Ini

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.559
    • 0Komentar

    UNTUK mendukung upaya stabilitas perekonomian nasional, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman menjelaskan bahwa Pertamina sebagai BUMN yang berperan dalam mengelola energi nasional juga sangat mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam penetapan harga produk BBM. “Kami sepenuhnya mendukung kebijakan Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, sehingga meski harga minyak dunia menembus US$ 130 […]

  • Jalan Provinsi Rusak, Bupati Muba Lakukan Tanggap Darurat Jalan

    Jalan Provinsi Rusak, Bupati Muba Lakukan Tanggap Darurat Jalan

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan membuat Jalan Provinsi di Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] tepatnya di Km 8 Seberang Jembatan Musi Jalan Soak Baru-Plakat Tinggi rusak parah, Selasa (12/2/2019). Tidak hanya itu, akibat kerusakan jalan tersebut kondisi di lokasi menyebabkan macet panjang dan membuat kendaraan roda empat antri untuk melintas, bahkan ada truk Angkutan barang yang terbalik dilokasi. Banyak […]

  • Forkopimcam&Warga Kecamatan di Muba Sholat Istisqa

    Forkopimcam&Warga Kecamatan di Muba Sholat Istisqa

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    MUSIM kemarau dan kabut asap yang menyelemuti sebagian wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akibat dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemkab Muba, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dan warga terus berjuang baik dengan turut langsung memadamkan api karhutla di lokasi hingga berdoa dan meminta hujan dengan menggelar Salat Istisqa. Seperti misalnya yang dilakukan di […]

expand_less
WordPress Archive Topika – Insurance Company WordPress Theme TopPic – Portfolio Photography Theme TopScorer – Sports WordPress Theme TopSpin – Tennis School & Sports Club Elementor Template Kit TopSpin – Tennis School & Sports Club FSE WordPress Theme TopTech – SEO Marketing Agency & Technology WordPress Theme TopZ – Food Store & Sport Fashion Shop WooCommerce WordPress Theme Torial – Interior Design Elementor Template Kit Torun – IT Services Company WordPress Theme + RTL Total – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme