Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Tantangan Menjelang Pemilu & Pilkada Serentak 2024 

Tantangan Menjelang Pemilu & Pilkada Serentak 2024 

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
  • visibility 21.268
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENJELANG pemilu 2024 akan menjadi tahun politik besar-besaran di Indonesia. Pada tahun tersebut, pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) bakal digelar serentak. Pemilu digelar pada 14 Februari 2024 untuk memilih presiden dan wakil presiden, lalu anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) RI, dewan perwakilan daerah (DPD) RI, serta dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) provinsi dan kabupaten/kota. Sementara, pilkada bakal digelar 27 November 2024. Melalui gelaran pilkada, akan dipilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di seluruh Indonesia.

Ini akan menjadi pemilihan pertama yang terbesar di Indonesia. Sebab, sebelumnya, pemilu dan pilkada belum pernah dilaksanakan di tahun yang sama. Ketentuan mengenai penyelenggaraan pemilu diatur dalam Pasal 22E Ayat (1) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan bahwa pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Sebelum ini, pemilu terakhir digelar pada 2019. Artinya, pemilu selanjutnya harus diselenggarakan pada 2024.

Sementara, ketentuan mengenai pilkada digelar serentak di 2024 diatur melalui Pasal 201 Ayat (8) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 yang menyebutkan bahwa pemungutan suara serentak nasional dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di seluruh wilayah NKRI dilaksanakan pada bulan November 2024. Lantas, mengapa pemilu dan pilkada harus dilaksanakan secara bersama-sama di 2024?

Urgensi pemilu dan pilkada serentak 2024

Menjawab ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari mengatakan, pemilu pada dasarnya bertujuan untuk membentuk pemerintahan di pusat dan daerah.

Melalui pemilu, jabatan pemerintahan nasional yang meliputi presiden, anggota DPR, dan anggota DPD akan terisi. Begitu pula dengan jabatan pemerintah daerah yang mencakup kepala daerah serta anggota DPRD. Menyerentakkan pemilu dan pilkada pada tahun yang sama dinilai akan menghasilkan pemerintahan yang stabil. “Pemerintahan akan stabil di antaranya kalau menggunakan desain kepemiluan. Ada keseretakan pemilu karena konstelasi politiknya yang akan mengawal 5 tahun ke depan, Jadi saat mereka memulai masa jabatan durasi 5 tahunannya kemudian dilembagakan supaya dilakukan pada tahun yang sama,” tuturnya.

Kerja besar

Kendati demikian, kata Hasyim, Pemilu dan Pilkada serentak 2024 akan menjadi kerja besar dan kerja keras semua pihak. Penyelenggara pemilu mau tak mau harus menanggung beban kerja yang jauh lebih berat dibanding pemilu dan pilkada sebelumnya.

Bagaimana tidak, pemilihan 5 tingkat pemimpin yang meliputi presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota akan digelar secara bersama-sama di seluruh daerah. Sembilan bulan setelahnya, penyelenggara pemilu harus menggelar pemilihan gubernur di 33 provinsi (minus Daerah Istimewa Yogyakarta), dan pemilihan bupati/wali kota di 514 kabupaten/kota seluruh tanah air.

Hasyim mengatakan, pemilu maupun pilkada bukan hanya urusan hari H pemungutan suara, melainkan serangkaian tahapan yang panjang. Karena keterbatasan waktu, kata dia, nantinya akan ada tahapan pemilu dan pilkada yang berlangsung bersinggungan dalam waktu yang sama. “Pilkada pintunya ada dua, lewat partai politik dan lewat perseorangan atau dikenal sebagai calon independen,” jelas Hasyim.

“Untuk jalur partai syaratnya diajukan oleh partai politik yang punya minimal 20 persen kursi DPRD provinsi, kabupaten/kota, 25 persen suara di masing-masing daerahnya. Pertanyaannya, hasil pemilu yang mana? Hasil Pemilu 2024. Maka mau tidak mau ada tahap Pemilu 2024 yang masih berjalan tapi tahap Pilkada 2024 sudah dimulai,” paparnya.

Tak hanya bagi penyelenggara, lanjut Hasyim, pemilu dan pilkada serentak 2024 juga akan menjadi kerja berat bagi partai politik. Setidaknya, partai harus menyiapkan 2.593 calon untuk diikutsertakan dalam pemilu tingkat DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Untuk DPR RI satu daerah pemilihan (dapil) saja, partai harus menyiapkan 3-10 calon. Sementara, untuk DPRD provinsi dan kabupaten/kota 3-12 calon. “Kita asumsikan diisi secara maksimal, maka tinggal dikalikan jumlahnya.

Jadi selepas pemilu nasional, partai sudah harus ngelus jago yang mau dicalonkan sebagai gubernur, bupati, dan wali kota,” kata Hasyim Beban anggaran Serentaknya penyelenggaraan pemilu dan pilkada di tahun 2024 juga berimplikasi pada membengkaknya anggaran. Pada 2019, anggaran pemilu sebesar Rp 25 triliun dengan realisasi Rp 23 triliun. Angka itu melonjak 3 kali lipat di Pemilu 2024 menjadi Rp 76,6 triliun. Hasyim mengatakan, anggaran tersebut termasuk biaya pengadaan kantor-kantor KPU di daerah.

Menurut dia, masih ada kantor KPU di wilayah yang bangunannya menyewa pada pemerintah pusat, ada pula yang roboh terkena bencana alam. Momen pemilu pun dinilai tepat untuk menganggarkan pengadaan kantor KPU. Namun, di antara semua komponen, alokasi terbesar adalah honor untuk penyelenggara pemilu ad hoc di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) atau yang biasa disebut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Sebelumnya kami usulkan untuk honor KPPS dinaikkan 3 kali lipat menjadi Rp 1,5 juta,” terang Hasyim. Anggaran itu dinaikkan berkaca dari banyaknya KPPS yang meninggal dunia dan sakit pascagelaran Pemilu 2019 akibat beban kerja yang terlalu berat.

Melihat beban kerja yang kemungkinan lebih besar di 2024 kelak, maka KPU memutuskan menaikkan honor KPPS. “(Soal anggaran) sudah relatif clear,” kata Hasyim. Harapannya, penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 bisa berjalan baik dan tujuan dasar pelaksanaan pemilihan tercapai.[***]

Penulis: Muhammad Iqbal

Mahasiswa Uin Raden Fatah Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Anak Saleh, Ciptakan SDM  Sumsel Yang Berakhlak Mulia

    Festival Anak Saleh, Ciptakan SDM Sumsel Yang Berakhlak Mulia

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru tak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat melepas Khafilah Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI Tingkat Nasional Tahun 2022 Sumsel, di Auditorium Bina Praja, Kamis (24/3) pagi. Sebanyak 48 utusan dilepas untuk mengikuti FASI XI Tingkat Nasional yang digelar di Sumsel, Palembang sebagai tuan rumah. “Bahagia sekali Saya. Kenapa? karena untuk menjadi […]

  • Hari Merdeka, Keliling Pasar Bagikan Masker

    Hari Merdeka, Keliling Pasar Bagikan Masker

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    Di Hari Merdeka kemarin, TP PKK OKI Keliling Pasar Lakukan “Gebrak Masker” Puluhan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir mendatangi pasar Kayuagung pada Senin (17/08/2020). Mereka melakukan Gerakan Bersama Memakai Masker (Gebrak Masker). Dengan Setumpuk masker berwarna biru di tangan, mereka mengelilingi pasar Kayuagung. Begitu mendapati pedagang maupun pengunjung pasar yang tidak mengenakan masker mereka langsung […]

  • Kolaborasi Lawan (Hoaks) COVID-19: Kampanye, Riset dan Pengalaman Japelidi di Tengah Pandemi

    Kolaborasi Lawan (Hoaks) COVID-19: Kampanye, Riset dan Pengalaman Japelidi di Tengah Pandemi

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    PROGRAM Studi Magister Ilmu Komunikasi UGM dengan bahagia mempersembahkan buku kolaborasi dengan Japelidi dan Siberkreasi yang berjudul Kolaborasi Lawan (Hoaks) COVID-19: Kampanye, Riset dan Pengalaman Japelidi di Tengah Pandemi. Japelidi sendiri adalah komunitas pegiat literasi digital yang terbentuk sejak 2017 yang saat pandemi tergerak melakukan kampanye lawan hoaks COVID-19. Kampanye yang dilakukan  pada Maret hingga Oktober […]

  • SIBUR menangani penjualan unit karbon sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi

    SIBUR menangani penjualan unit karbon sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.868
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, MOSKOW, RUSIA – SIBUR, perusahaan petrokimia terbesar di Rusia dan salah satu perusahaan petrokimia global dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sedang membahas penjualan unit karbonnya bersama para partner internasional sebagai bagian dari inisiatif perhutanan Green Formula skala besarnya.   Perusahaan mitra internasional, termasuk dari pasar Asia yang berkembang pesat, telah mengungkapkan minat […]

  • Mau ‘Nyontek’ Naikan Harga Karet, Datang Lah ke Muba

    Mau ‘Nyontek’ Naikan Harga Karet, Datang Lah ke Muba

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi menyambut kunjungan kerja Wakil Bupati Musi Rawas Utara H Devi beserta jajarannya, dalam rangka studi banding mengenai Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang, Rabu (17/7/2019). Beni menyambut baik studi banding tersebut dan berharap dari kunjungan itu dapat memberikan manfaat bagi […]

  • Audensi Rektor UIN Raden, HD Bakal Dianugerahi Gelar Kehormatan

    Audensi Rektor UIN Raden, HD Bakal Dianugerahi Gelar Kehormatan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru menerima audensi jajaran rektorat   Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Sekaligus perkenalan Rektor UIN Raden Fatah Palembang periode 2020-2024 yang baru saja dilantik. Audensi yang berlangsung di ruang tamu gubernur, Selasa (8/9). Dikesempatan itu, Gubernur Herman Deru  mengucapkan selamat kepada Rektor UIN Raden Fatah Prof Nyayu Khodijah yang baru saja […]

expand_less
WordPress Archive Cityo - Multiple Listing Directory WordPress Theme Cityrama – Listing & City Guide WordPress Theme CityTours – Travel and Hotels Site Template Cityvile – City Government & Municipal Elementor Template Kit Civi - Job Board WordPress Theme Civlo – Lawyer & Law Office Elementor Template Kit CiyaShop - Responsive Multi-Purpose WooCommerce WordPress Theme Ciz News – Magazine & Blog Theme Cizarua – Responsive One Page Portfolio Theme CK – Lawyer Template Kit