Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Enam Tantangan yang harus dihadapi gen z menjadi praktisi PR dalam perkembangan industri digital

Enam Tantangan yang harus dihadapi gen z menjadi praktisi PR dalam perkembangan industri digital

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Des 2023
  • visibility 2.147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Praktisi  Public Relation [PR] merupakan salah satu profesi yang berperan penting dalam membangun citra positif dan reputasi perusahaan. Di era digital yang semakin berkembang, praktisi PR dituntut untuk memiliki keterampilan dan kompetensi yang mumpuni agar dapat bersaing dengan praktisi PR dari generasi lainnya.

 

Generasi ini tumbuh dan berkembang di era digital, sehingga mereka memiliki karakteristik dan keterampilan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Gen Z memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, serta keterampilan dalam menggunakan teknologi digital.

 

Meskipun memiliki potensi yang besar, Gen Z juga dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam menjadi praktisi PR. Berikut ini adalah 6 tantangan yang harus dihadapi Gen Z menjadi praktisi PR dalam perkembangan industri digital, antara lain :

 

  1. Kompetensi yang terus berkembang

 

Hal ini menuntut praktisi PR untuk terus meningkatkan kompetensinya, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Gen Z harus mampu menguasai pengetahuan antara digital dan PR, selain itu juga mampu menguasai bidang data analiti, SEO, AI dan AR.

 

 

  1. Persaingan yang ketat

Gen Z harus mampu bersaing dengan praktisi PR dari generasi lainnya, baik dari segi keterampilan, pengalaman, maupun jaringan.

 

3.Tantangan dalam membangun relasi

 

Gen Z yang lahir di era digital cenderung memiliki pola komunikasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Hal ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Gen Z dalam membangun relasi dengan pihak-pihak terkait.

 

4.Tantangan dalam menghadapi isu-isu negatif

 

Dalam era digital, informasi dapat menyebar dengan cepat dan luas. Hal ini membuat praktisi PR dituntut untuk mampu menghadapi isu-isu negatif yang dapat berdampak pada citra dan reputasi perusahaan. Gen Z harus mampu berpikir cepat dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi isu-isu negatif tersebut.

 

  1. Tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional

 

Gen Z merupakan generasi yang aktif menggunakan media sosial. Hal ini dapat membuat mereka sulit untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Gen Z harus mampu mengelola waktu dan emosinya dengan baik agar tidak mengganggu kinerja profesionalnya.

 

  1. Tantangan dalam menghadapi perubahan

 

Industri PR terus mengalami perubahan, baik dari segi teknologi, tren, maupun regulasi. Gen Z harus mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut agar dapat terus bersaing di industri PR. Selain itu, juga karekteristik dan keterampilan di bidang industri digital banyak dimumpuni oleh generasi Z. Oleh karena itu, untuk mengembangkan potensi agar dapat menjadi praktisi PR adapun beberapa tips

dalam menghadapi tantangan menjadi praktisi PR di era digital, antara lain :

 

-Mengikuti perkembangan industri PR

Menjadi seorang praktisi PR harus mengetahui apa aja tren atau isu-isu terkini, hal ini dapat dilakukan dengan perbanyak mengikuti kegiatan seperti membaca berita, pelatihan atau bergabung dengan komunitas.

 

-Mengembangkan keterampilan komunikasi -digital Gen Z harus mampu menguasai keterampilan komunikasi digital, seperti media sosial, media online, dan media kreatif lainnya. Dengan mengembangkan kompetensi komunikasi digital, hal Ini dapat membantu PR dalam mencapai segmentasi dan kepercayaan dari audiens dengan cepat.

 

-Membangun relasi yang baik

Dengan membangun relasi yang baik dapat meningkatkan reputasi perusahaan menjadi positif. Gen Z harus mampu membangun relasi mulai dari pihak internal maupun eksternal seperti media, stakeholder dan masyarakat luas. Selain itu menjaga etika dan profesionalis dalam membangun relasi antara pihak eksternal.

 

-Menghadapi isu-isu negatif

Sebagai praktisi PR isu-isu negatif juga menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan, karena akan berdampak pada citra perusahaan. Pentingnya bagi gen Z harus mampu memiliki kompetensi dalam problem solving untuk memecahkan masalah yang terjadi di perusahaan.

 

-Mengelola kehidupan pribadi dan profesional mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional agar tidak mengganggu kinerja profesionalnya.

 

-Beradaptasi dengan perubahan

Industri PR terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi digital, Gen Z harus mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut agar dapat terus bersaing di industri PR.

Dengan mempersiapkan diri dengan baik, Gen Z dapat mengatasi tantangan menjadi praktisi PR di era digital dan meraih kesuksesan di industri ini.[***]

 

Aqila Ajeng P

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Sumsel : Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

    Sekda Sumsel : Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.396
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ir SA Supriono atas nama Gubernur Sumsel H Herman Deru secara resmi  mengukuhkan Pengurus Provinsi (DPP) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persaudaraan Pemuda Sriwijaya Riau (PSR) masa bakti 2022-2026, bertempat di Hotel Pangeran Pekanbaru, Minggu (4/9) siang, Momen tersebut juga menjadi ajang kegiatan silaturahmi akbar Ikatan Keluarga Sumatera Bagian […]

  • Waduh, SFC Kalah Lagi, PSIS Tunjukan Tren Positif

    Waduh, SFC Kalah Lagi, PSIS Tunjukan Tren Positif

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.339
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, MAGELANG – Perjalanan Sriwijaya FC semakin tak mulus, pada pekan ke -27 Liga 1 Indonesia, Wong kito tunduk di Magelang oleh PSIS Semarang 1-0. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada Selasa (23/10/2018) malam. PSIS Semarang tengah bukukan tren positif dalam empat laga terakhir. Mereka bukukan empat kemenangan dan satu kali imbang. […]

  • Begini Kata Karopenmas Polri Terkait Aliran Dana Suap Bupati Nganjuk

    Begini Kata Karopenmas Polri Terkait Aliran Dana Suap Bupati Nganjuk

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan hasil penyidikan sementara aliran dana jual beli jabatan yang dilakukan Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat untuk keuntungan pribadi. “Penyidikan masih berjalan, masih terus kami dalami, penyidikan sementara aliran dana masih untuk kebutuhan atau keuntungan pribadi saja,” ujar Brigjen Pol. Rusdi Hartono […]

  • Alasan Pandemic Covid-19, Bolehkah Tidak Berpuasa ?…

    Alasan Pandemic Covid-19, Bolehkah Tidak Berpuasa ?…

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    “Di zaman pandemic covid 19 ini apakah mereka yang berstatus ODP, PDP, pasien yang positif Covid 19 dan para tenaga medis yang mengobati boleh tidak berpuasa?” Jawaban: Memang benar bahwa Allah swt berfirman di dalam Al-Quran:   فَمَنْ كاَنَ مِنْكُمْ مَرِيْضاً أَوْ عَلىَ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَر   Dan siapa yang dalam keadaan sakit […]

  • Wabup OKI Gugah Warga yang Telah Mampu untuk Tak Terima Lagi PKH

    Wabup OKI Gugah Warga yang Telah Mampu untuk Tak Terima Lagi PKH

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.443
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id. Kayuagung – Wakil Bupati Ogan Komering Ilir menyambangi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapa (PKH) di Kecamatan Kota Kayuagung. Wabup yang didampingi jajaran Polres OKI, Dinas Sosial dan OPD terkait menggugah warga yang telah mampu untuk mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH). “Agar program yang baik ini tepat sasaran bagi yang mampu kita gugah […]

  • Silahkan Konsultasi, ‘Telemedicine’ Tersedia untuk Pasien Isolasi Mandiri COVID-19,

    Silahkan Konsultasi, ‘Telemedicine’ Tersedia untuk Pasien Isolasi Mandiri COVID-19,

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.519
    • 0Komentar

    PEMERINTAH bekerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers Senin (5/7/2021) mengatakan, apabila harus bertemu dengan dokter tentu akan susah dan juga akan menambah resiko. “Jika […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms for AMP Ninja Forms FreshBooks Ninja Forms Front-End Posting Ninja Forms GetResponse Ninja Forms Google Spreadsheet Addon Ninja Forms Help Scout Ninja Forms Highrise CRM Ninja Forms iContact Ninja Forms Insightly CRM Ninja Forms IntelligenceWP