Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Utang Pemprov Sumsel Dinilai Naik Signifikan, Fraksi di DPRD Provinsi Sumsel Minta Penjelasan

Utang Pemprov Sumsel Dinilai Naik Signifikan, Fraksi di DPRD Provinsi Sumsel Minta Penjelasan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
  • visibility 688
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FRAKSI-fraksi di DPRD Provinsi Sumsel meminta kejelasan utang Pemerintah Provinsi Sumsel yang tertuang dalam LKPJ Sumsel tahun 2021 mencapai Rp1,44 triliun atau naik sebesar Rp 68,87 % dari tahun sebelumnya Rp852 miliar.

Juru bicara Fraksi Gerindra Sumsel Solehan Ismail meminta dijelaskan peningkatan hutang yang nota bene cukup signifikan. Jika ditarik rasio dengan APBD tahun 2021 sebesar 13,3 % dari total keseluruhan APBD. Bagaimana dengan mekanisme atau skema pembayarannya.

Pihaknya juga meminta dijelaskan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 1,2 miliar merupakan pendapatan retribusi yang telah diterima tetapi belum menjadi hak tahun 2021.

“Bagaimana dengan mekanisme penerimaan retribusi yang diterima dimuka ini dan apa objek retribusi,” kata Ismail saat menyampaikan Rapat Paripurna DPRD Sumsel dengan agenda  Pandangan Umum Fraksi-Fraksi  terhadap LKPJ Gubernur Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2021, Senin (13/6/2022).

Juru Fraksi PKS Mgs Syaiful Padli  yang serupa Menurutnya semua perlu tahu untuk mengetahui faktor yang menyebabkan adanya peningkatan kewajiban/hutang sebesar 68,87 persen atau Rp 1,44 triliun.

“Kepada pihak mana saja kewajiban/hutang yang dimaksud dan apa dampak yang ditimbulkan dari peningkatan kewajiban/hutang bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” katanya.

Lalu tambahnya bagaimana rencana Pemprov sumsel untuk menyelesaikan pembayaran hutang yang cukup signifikan tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel dalam LKPJ Gubernur tahun 2021 nilai utang perhitungan pihak ketiga 59,81 persen merupakan utang yang disebabkan kedudukan pemerintah sebagai pemotongan pajak atau pungutan lainnya.

Kemudian yang ke 2 utang sebesar 184,8 juta merupakan bunga pinjaman jangka panjang yang harus diakui tahun 2021. Yang ke 3 bagian lancar utang jangka panjang Rp 215,25 miliar bagian utang yang harus dibayar satu tahun kedepan.

Kemudian pendapatan dimuka sebesar Rp 1,2 miliar merupakan pendapatan retribusi yang telah diterima tetapi belum menjadi hak tahun 2021 Utang sebesar Rp 501 miliar merupakan utang belanja barang dan jasa,belanja hibah dan belanja transfer yang blm dibayarkan sampai akhir tahun 2021,kemudian utang jangka pendek sebesar Rp 267 miliar yang belum dibayarkan sampai dengan akhir tahun. Dan terakhir utang jangka panjang sebesar Rp 404 miliar yang melupakan  utang dalam negeri yang merupakan untuk pembangunan infrastruktur  di wilayah Sumsel.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakornas Stunting 2021, Wapres : Konvergensi Kata Mudah Diucapkan, Tapi Tak Mudah Diwujudkan

    Rakornas Stunting 2021, Wapres : Konvergensi Kata Mudah Diucapkan, Tapi Tak Mudah Diwujudkan

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    UPAYA percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia telah dilakukan secara multi sektor, sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Program-program tersebut dilaksanakan melalui berbagai mekanisme implementasi dan pendanaan. Namun, terdapat tantangan dalam memastikan seluruh program dan pendanaan tersebut dapat secara konvergen sampai di wilayah dan diterima oleh rumah tangga sasaran. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan secara terpadu dan […]

  • Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Derita Baru (Eh, Perjuangan Baru)

    Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Derita Baru (Eh, Perjuangan Baru)

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.466
    • 0Komentar

    ADA momen paling ditunggu mahasiswa selain tanggal gajian orang tua, jawabannya tentu wisuda. Institut Rahmaniyah Sekayu (IRS) baru saja menggelar Wisuda ke-XXVII dengan 172 sarjana baru yang resmi dilepas ke dunia nyata. Ibarat burung yang selama ini tinggal di sangkar kampus, kini dilepas ke alam bebas, bedanya, burung bisa langsung terbang cari makan, sementara sarjana […]

  • UKM Muba Kembali Peroleh Modal

    UKM Muba Kembali Peroleh Modal

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    USAHA Kecil Menengah [UKM] di Kabupaten Muba kembali mendapatkan Rp 1.200.000 per usaha mikro kecil dan menengah sekaligus mendapatkan untuk 200 modal usaha pemula dari Kementerian Koperasi UKM yang diberikan kepada hanya sebagian Kabupaten yang dinilai sebagai kabupaten yang peduli dengan usaha mikro kecil menengah. “Oleh karena itu penghargaan yang kita dapatkan sebagai Kabupaten pionir […]

  • Penghujung 2019, Capaian Pajak Reklame Palembang Capai 100%

    Penghujung 2019, Capaian Pajak Reklame Palembang Capai 100%

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    BADAN Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang mencatat kinerja positif hingga dipenghujung tahun 2019 pasalnya pajak reklame  sudah tercapai 100 %  dari target atau dengan capaian Rp20,01 miliar dari target sebesar Rp20 miliar. Kepala BPPD Kota Palembang, Kgs Sulaiman Amin  mengaku sebelumnya sempat ragu dengan capaian pajak reklame ini. Apalagi, sambungnya diawal tahun kemarin banyak […]

  • Inflasi Dikepret, Harga Pun Ikut Tunduk, Lais Operasi Pasar!

    Inflasi Dikepret, Harga Pun Ikut Tunduk, Lais Operasi Pasar!

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Hari itu halaman Kantor Camat Lais mendadak jadi pasar dadakan. Tapi bukan pasar biasa, ini operasi pasar! Lengkap dengan ibu-ibu berkantong keresek, bapak-bapak berwajah penuh harap, dan suara emak-emak yang menyerukan, “Minyak e jangan kehabisan, yo Bu!” Operasi pasar yang digelar oleh Pemkab Muba bareng Dinas Perdagangan dan Perindustrian, CV. Mekar Abadi, dan […]

  • Instruksikan Cleansing DTKS Bansos

    Instruksikan Cleansing DTKS Bansos

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.668
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Nasrun Umar menilai upaya cleansing Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) baik secara kuantitas maupun keakuratannya sudah sangat penting dilakukan. Hal itu harus dilakukan agar tidak terjadinya data ganda sehingga pelaksanaan program bantuan sosial khususnya yang diberikan sebagai stimulus untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dapat tersalur tepat sasaran “Cleansing DTKS […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Name Your Price WooCommerce Nested Category Layout WooCommerce Newsletter Subscription WooCommerce NFT Importer – Data Fetcher via Cronjob (Addon) WooCommerce Notification WooCommerce Notification | Boost Your Sales – Live Feed Sales – Recent Sales Popup – Upsells WooCommerce Offline Credit Card Payment Method WooCommerce Ogone WooCommerce One Page Checkout WooCommerce One Page Shopping