Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Derita Baru (Eh, Perjuangan Baru)

Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Derita Baru (Eh, Perjuangan Baru)

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 1.463
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA momen paling ditunggu mahasiswa selain tanggal gajian orang tua, jawabannya tentu wisuda. Institut Rahmaniyah Sekayu (IRS) baru saja menggelar Wisuda ke-XXVII dengan 172 sarjana baru yang resmi dilepas ke dunia nyata.

Ibarat burung yang selama ini tinggal di sangkar kampus, kini dilepas ke alam bebas, bedanya, burung bisa langsung terbang cari makan, sementara sarjana kadang masih nunggu panggilan interview yang tak kunjung datang.

Acara berlangsung di Opproom Pemkab Muba, lengkap dengan toga, senyum bangga, plus rombongan pejabat yang hadir, dari Bupati, perwakilan LLDIKTI, sampai Kapolres diwakili. Pokoknya yang datang lebih rame daripada acara kondangan tetangga, saking banyaknya pejabat, kalau semua kasih wejangan, bisa-bisa wisudawan pulang bukan bawa ijazah, tapi bawa buku motivasi setebal kitab suci.

Rektor IRS, Dr. Wandi Subroto, dengan penuh haru mengumumkan 172 wisudawan lulus dengan berbagai jurusan, yakni 76 Manajemen, 36 Akuntansi, 60 Hukum. Ada juga tiga lulusan terbaik, salah satunya Jimmy Kurniawan dengan IPK 3,97. Angka segitu bikin banyak orang bengong, karena IPK dompet kebanyakan mahasiswa biasanya 0,97 menjelang akhir bulan.

Tapi jangan salah, di balik toga yang kinclong itu ada kisah pilu perjuangan, ada yang rela begadang berhari-hari, bukan untuk nonton drama Korea, tapi ngetik skripsi sambil nangis, karena tanda tangan dosen pembimbing lebih sulit daripada tanda tangan artis K-Pop. Ada yang sempat hampir putus asa, bahkan lebih sering putus pacar. Intinya, wisuda ini hasil dari tumpukan fotokopian, keringat, dan kadang air mata, plus doa orang tua yang kalau ditotal, lebih tebal daripada bab 3 metodologi penelitian.

Staf Ahli Bupati Muba, Drs. Thabrani Rizki, datang mewakili Bupati, pesannya jelas “Wisuda bukan akhir, tapi awal perjuangan”, bahasa halusnya “Selamat, kalian baru masuk bab baru, bab mencari kerja”. Pemerintah Muba pun mendukung penuh dengan program beasiswa. Tapi tetap saja, sarjana harus siap bersaing.

Kata orang bijak, “Ilmu itu bekal hidup, tapi kalau cuma jadi pajangan di lemari, ya sama aja kayak panci baru yang nggak pernah dipakai masak”.

Ketua Yayasan, Dr. M. Yustian Yusa, juga kasih wejangan, katanya, suatu saat IRS bisa buka program S2 atau S3. Wah…, kalau beneran ada, bisa jadi sarjana yang sekarang akhirnya balik lagi jadi mahasiswa, ibarat mantan yang nggak bisa move on, balik lagi ke pelukan kampus.

Jaga attitude

LLDIKTI pun berpesan, jangan cuma jago teknologi, tapi attitude juga harus dijaga, karena percuma pinter kalau kelakuan kayak notifikasi pinjol, bikin orang kesel.

Wisuda ini ibarat main Mobile Legends, tamat satu match, tapi season baru sudah menunggu, jadi jangan senang dulu, karena musuh di depan lebih banyak, mulai dari HRD yang jutek, persaingan kerja, sampai cicilan motor.

Ada pepatah Jawa bilang, urip iku urup, maksudnya hidup itu harus menyala, namun jangan salah paham, bukan menyala kayak lampu jalan yang kadang mati di tengah malam, melainkan menyala memberi manfaat untuk sekitar. Jadi,  sarjana bukan sekadar punya gelar, tapi harus bisa jadi lilin, walau meleleh tetap memberi cahaya.  Tapi jangan kebanyakan meleleh juga, nanti dikira lagi galau ditinggal nikah mantan.

Jimmy Kurniawan, lulusan terbaik dari Ilmu Hukum, mewakili teman-teman, katanya, perjuangan itu berat, tapi berkat doa orang tua dan dukungan dosen, akhirnya bisa lulus. Dalam bahasa mahasiswa “Perjuangan skripsi lebih berat dari perjuangan rebutan kursi kantin”, tapi tentu, tantangan selanjutnya lebih besar, bagaimana jadi agen perubahan, bukan agen pulsa.

Jadi, pada akhirnya, wisuda ini bukan sekadar seremonial pakai toga dan lempar topi, ini adalah pintu gerbang menuju dunia nyata. Dunia yang kadang kejam, kadang kocak. Ada yang langsung dapat kerja, ada yang banting setir jadi pengusaha, ada juga yang malah jadi konten kreator sambil nyari cuan dari reels dan TikTok.

Tapi satu hal yang pasti, sarjana yang kalem tapi konsisten, pelan-pelan bisa menenggelamkan tantangan hidup,  jangan buru-buru minder kalau belum sukses, hidup itu maraton, bukan sprint 100 meter.

Selamat untuk 172 sarjana baru Institut Rahmaniyah Sekayu, ingat!,  gelar itu tanggung jawab, kalau kata bapak-bapak bijak jadilah sarjana yang bukan cuma bisa ngomong teori, tapi juga bisa beli gas 3 kilo tanpa hutang ke warung.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Kemerdekaan Dilaksanakan Secara Virtual, Pendaftaran Upacara  HUT ke-76 RI Resmi Diluncurkan

    HUT Kemerdekaan Dilaksanakan Secara Virtual, Pendaftaran Upacara HUT ke-76 RI Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 621
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi memeriahkan pesta akbar kemerdekaan Republik Indonesia dengan turut serta mengikuti upacara secara virtual Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-76 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021 mendatang. “Kali ini kami juga kembali memberikan kesempatan, mengajak, menggugah untuk bersama-sama kita hadir di acara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar […]

  • Gandeng PSF-SDO, Muba Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Gandeng PSF-SDO, Muba Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Sumselterkini.coid, Babat toman – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dalam program pengembangan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Musi Banyuasin, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach (PSF-SDO) mengadakan kegiatan Ekspedisi Pendidikan tahun pertama Lighthouse School Program (LSP) di SMPN 1 Babat Toman, Selasa (22/01/2019). LSP adalah […]

  • Sempat Vakum 2 Tahun, IKA-Muba Kembali Gencarkan Program Gotong-Royong

    Sempat Vakum 2 Tahun, IKA-Muba Kembali Gencarkan Program Gotong-Royong

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    KEPENGURUSAN Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA-Muba) Periode 2020-2024, Sabtu (11/4/2020) secara resmi disahkan oleh Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin dengan ditandainya penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan periode 2020-2024 kepada Ketua Umum IKA-Muba H Fatra Radezayansyah ST MM di Kantor Perwakilan Muba Palembang. Sebelumnya, pembentukan kepengurusan IKA-Muba ini telah melewati tahapan rapat Tim Formatur […]

  • Siap Bantu Alat & Kostum Drumband Madrasah Aliyah Raudhatun Nasihin 

    Siap Bantu Alat & Kostum Drumband Madrasah Aliyah Raudhatun Nasihin 

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

      SENYUM sumringah dan raut wajah bahagia tampak jelas dari Kepala Madrasah Aliyah Raudhatun Nasihin Ashrin Muftadi ketika menerima alat dan kostum drumband lengkap secara langsung dari  Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Senin (12/4/2021). “Alhamdulillah kami sangat senang dapat bantuan ini, memfasilitasi kami dengan memberikan alat dan kostum drumband yang […]

  • JK Optimistis Target 16 Emas Bakal terwujud di Asian Games 2018

    JK Optimistis Target 16 Emas Bakal terwujud di Asian Games 2018

    • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 690
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla optimistis Indonesia bisa merealisasikan target 16 medali emas di Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. Hal tersebut diungkapkan saat menonton volly pantai di Jakabaring Sport City [JSC].Wapres mengatakan dirinya menyakini target Indonesia meraih 16 medali emas pada Asian Games akan tercapai. “Ya kita punya target semula 16 […]

  • Jadwal Pengajuan BOS Madrasah 2026, Masih Ada Kesempatan hingga September

    Jadwal Pengajuan BOS Madrasah 2026, Masih Ada Kesempatan hingga September

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Jadwal pengajuan BOS Madrasah 2026 masih menyisakan dua periode bagi madrasah yang belum menyampaikan dokumen pencairan bantuan operasional tahap kedua. Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan pengajuan kembali dibuka pada 18–30 Agustus 2026 dan menjadi kesempatan terakhir pada 14–27 September 2026. Informasi ini penting diperhatikan pengelola madrasah, terutama yang belum menyelesaikan proses administrasi Tahap I. Sebab, sebelum […]

expand_less
WordPress Archive Sellegance – Responsive WooCommerce Theme Selling Commander connector plugin for WooCommerce Selo – SEO & Digital Marketing Agency WordPress Theme Sendy Widget Pro Seniman | Modern Portfolio WordPress Theme Senion – Senior Care WordPress Theme Sensei Certificates Sensei Content Drip Sensei Course Participants Sensei Course Progress