Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Anananguai, Corak Budaya Sastra Tutur Yang Bernilai Sejarah

Anananguai, Corak Budaya Sastra Tutur Yang Bernilai Sejarah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
  • visibility 3.360
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETUK statis gendang melayu yang bertalu seirama detak jantung, beriringan dengan gaung  gong mini yang penuh sejarah, dipukul pelan tegas berirama, seolah merangkum hasrat untuk terpaku membisu, mengiring kata kata yang terlontar dari bibir sang tuan  yang berisikan nasihat, petuah, serta pelajaran baik lainnya dalam menjalani kehidupan. Begitulah sekiranya gambaran singkat penampilan dari Ananunguai, yaitu salah satu kesenian lokal sastra tutur yang dimiliki Muara Enim.

Pada penampilan mereka kali ini, berdurasi sekitar sepuluh menit, dengan tata cahaya yang minim dengan hanya menggunakan bara api kecil dihadapan, para penonton yang hadir pada Pagelaran Seni dan Budaya di Plumeria Ecopark, dibuat hening dan terbius mendengar lontaran rujukan naskah sejarah sastra tutur Marga Tambelang yang mengalun dinamis.

Sastra tutur yang kerap dihadirkan pada masa dimana peradaban belum mengenal hal moderen seperti sekarang yang tujuannya untuk menyampaikan suatu nasihat, pedoman hidup serta tak luput menjadi bagian dari hiburan kepada masyarakat, kembali dihadirkan hampir secara utuh agar kembali mengingatkan betapa kayanya kebudayaan dan kesenian yang dimiliki.

“Aku bekendak nak pelintasan
Mintak ikan Ngan tebat Nye
Mintak sihe selibaw nihu
Nak mintak tebu njulok langet”
Itulah sepenggal bait yang di ucapkan dalam penampilan Anananguai pada penampilannya yang khas dengan menggunakan sarung yang digunakan menyerupai kerudung sebagai simbol dan bagian dari keunikan tradisi ini.

Piet, sang penutur di Anananguai mengatakan, dirinya hanya berusaha mempertahankan warisan leluhur yang saat ini sudah sangat jarang diperhatikan. Dengan bekal kemauan kuat, serta cerita cerita sejarah kebudayaan yang diketahuinya secara turun temurun, dan juga dukungan dari banyak pihak, diharapkan sejarah dan budaya vida terus bertahan dan dikenal

“Ini salah satu upaya kami mengembalikan ingatakn, menjaga, dan juga membagi kepada banyak pihak akan kaya dan berharganya sejarah budaya yang dimiliki. Terlepas dari minimnya fasilitas dan dukungan saat ini, konsistensi kami menjaga budaya adalah hal yang berharga, dan juga tanggung jawab yang kami anggap bisa ikut menyadarkan banyak pihak akan pentingnya sejarah budaya,” tutupnya.

Diharapakan juga, dengan adanya temuan temuan baru kebudayaan dan kesenian lokal saat ini, bisa mendapat perhatian yang besar dari pemerintah baik lokal maupun secara nasional. Pasalnya, saat ini kesenian kesenian daerah sudah mulai sedikit terlupakan. Mereka tergantikan dengan gempuran budaya luar secara masiv yang menjadikan manusoa muda seolah lupa akan jati diri dan identitas keaslian asal mereka

Penampilan mereka dan beberapa bentuk kesenian lainnya seperti gitar tunggal, tembanganbtarian serta lainnya pada malam budaya dan kesenian kemarin, bisa menjadi penanda bergulirnya penampilan secara langsung kesenian lokal yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak, dan sempat terhalang fenomena dua tahunan ke belakang.

Selain itu, tempat yang represntatif untuk menjadi opsi melakukan pagelaran seni dan budaya yang disediakan di Plumeria Ecopark secara maksimal, diharapkan juga bisa menjadi pemicu bagi para budayawan dan seniman untuk tetap dan tumbuh mempertahankan dan menampilkan kesenian kesenian lokal lainnya sebagai bentuk daya tarik bagi khalayak ramai khususnya dari luar daerah Muara Enim.

Sementara itu, pemilik dari Plumeria Ecopark Dr Doli Sitompul mengatakan, pagelaran seni budaya yang diselenggarakan kali ini adalah bagian dari bentuk dukungan Plumeria Ecopark pada seni dan budaya yang ada di Muara Enim agar bisa mendapatkan tempat yang layak dan representatif dalam melaksanakan pagelaran, serta besarnya antusias akan keberadaan senindan budaya yang memang layak untuk dijadikan bagian dari misi di tempat yang dibangunnya di lahan seluas kurang lebih empat hektar ini.

“Tidak hanya seni dan budaya, kita berusaha untuk memberikan dan memfasilitasi komunitas, kelompok dan apapun itu sebagai upaya kita memberikan pelayanan dan memberikan kepuasan kepada pengunjung Plumeria Ecopark dan masyarakat muara enim pada khususnya. Dan tidak hanya itu saja, disini kita juga menawarkan wisata keluarga yang alami dan lengkap kepada pengunjung,” pungkasnya.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Akses Pendidikan, Pemerintah Luncurkan Platform Mandiri Belajar

    Percepat Akses Pendidikan, Pemerintah Luncurkan Platform Mandiri Belajar

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi pembelajaran digital yang diberi nama Platform Mandiri Belajar agar siswa dapat mengakses pelajaran lebih mudah. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa kehadiran Platform Mandiri Belajar ini ditujukan sebagai upaya Kementerian Agama dalam melayani siswa madrasah agar bisa mengakses pendidikan yang mudah dijangkau. “Semoga platform […]

  • Jelang Pendaftaran Pilpres, Prabowo Berencana Temui Ustad Abdul Somad

    Jelang Pendaftaran Pilpres, Prabowo Berencana Temui Ustad Abdul Somad

    • calendar_month Selasa, 31 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Jakarta – Somad selaku figur bakal calon Wakil Presiden yang diusulkan Forum Ijtima Ulama. “Kita ingin bertemu dengan beliau supaya kenal dong, kan ini direkomendasikan. Jadi kalo misalnya besok, Ustad Abdul Somad bisa kita ingin silaturahim dulu, mendengarkan pandangan-pandangannya seperti apa, pemikiran-pemikiran seperti apa,” ujar Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di Jakarta, mengutip […]

  • Gempa

    Morotai Maluku Utara di Goyang Gempa 5,3 SR

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Kustoro Hariyatmoko melalui siaran persnya yang diterima Minggu, menjelaskan gempa bumi yang terjadi pada Minggu (1/10) Pagi pukul 8.15 WIB dengan lokasi 3.80 lintang utara 128.57 bujur timur 160 km timur laut dengan kedalaman 42 km di kabupaten itu, namun tidak berpotensi terjadinya tsunami.

  • Mentan Lihat Kesiapan SumseI Tuan Rumah Piala Dunia, Laksanakan Olahraga Bersama

    Mentan Lihat Kesiapan SumseI Tuan Rumah Piala Dunia, Laksanakan Olahraga Bersama

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Menteri Pertanian RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo melaksanakan olahraga bersama di komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kemaren. Setelah selesai melakukan jalan santai mengelilingi stadion utama JSC, dilanjutkan dengan meninjau Stadion Utama JSC yang sedang direnovasi. Gubernur bersama H. Syahrul Yasin Limpo melanjutkan olahraga bersamanya dengan melakukan […]

  • Pascagempa, Listrik Sudah Dibenahi

    Pascagempa, Listrik Sudah Dibenahi

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.288
    • 0Komentar

    PT PERUSAHAAN Listrik Negara/PLN (Persero) telah memulihkan seluruh sistem kelistrikan di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi tektonik 7,4 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut sehingga tidak ada kendala lagi. “Sistem kelistrikan Pulau Flores saat ini dipasok dari PLTMG Rangko, PLTMG Maumere, PLTP Ulumbu, PLTS Wewaria dan pembangkitan lainnya serta transmisi […]

  • Tendangan Ratu Dewa Tandai Pembukaan Turnamen Betaji Cup

    Tendangan Ratu Dewa Tandai Pembukaan Turnamen Betaji Cup

    • calendar_month Sabtu, 6 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.102
    • 0Komentar

    Meski sempat stagnan selama 20 tahun, kini klub sepak bola PS Palembang menunjukkan kembali kompetitifnya. Hal ini dibuktikan dengan keseriusan klub yang berjuluk Segentar Alam mengadakan Betaji Cup 2021 U-40 dalam rangka merebutkan piala bergilir Presiden PS Palembang. Pertandingan kali ini diikuti sebanyak 14 klub Old Stars Palembang U-40. Terdiri 13 klub dari dalam Palembang […]

expand_less
WordPress Archive Ecoife – Charity Fundraising Elementor Template Kit Ecoland – Single Property WordPress Theme Ecolife Elementor – Multipurpose Prestashop 8.x, 9.x Theme Ecologist – Environmental, Ecology and Recycling WordPress Theme Ecom – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Ecomm – The Powerful WooCommerce Theme Ecommax – Electronics & Gadget WooCommerce WordPress Theme eCommerce Website Project in ASP .Net MVC C# – eCommerce MVC Ecomus - Multipurpose WooCommerce Theme Ecomus – Ultimate Shopify OS 3.0 (Theme Block)