Senin, 3 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Harga TBS Naik, Ekonomi Mulai Menggeliat

Harga TBS Naik, Ekonomi Mulai Menggeliat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
  • visibility 565
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANPA harus melewati masa jeda, harga tandan buah segar (TBS) sawit pun merangkak naik setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan membuka kembali ekspor minyak goreng dan minyak sawit mentah (CPO). Pada Jumat (20/5/2022), sepekan setelah pengumuman pembukaan keran ekspor, menurut Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), harga TBS di tingkat petani sudah naik di atas Rp2.000 per kg. Luapan produksi di puncak panen Mei ini ternyata tak bisa menahan harga yang terus menjulang dan perekonomian mulai membaik.

Pelarangan ekspor yang berlaku efektif sejak 28 April hingga 22 Mei itu memang sempat membuat harga TBS terempas jatuh. Bahkan di sejumlah daerah produk buah sawit petani itu tak terserap di pasar. Para petani, termasuk yang bergabung di Apkasindo pun mengeluh, protes bahkan ada yang menggelar aksi demo di depan kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta. Toh, kini semuanya kembali membaik. Produksi yang melimpah terserap dan harga meningkat.

Petani kelapa sawit di Indonesia adalah kelompok besar. Mereka mengelola sekitar 4,5 juta hektare kebun sawit, 35 persen dari luas kebun sawit nasional. Sebagian mereka, dengan total lahan usaha seluas 1 juta ha adalah petani plasma yang usahanya dilakukan dengan skema plasma-inti bersama perkebunan besar (inti). Selebihnya, yang mengusahakan 3,5 juta ha disebut petani swadaya atau mandiri.

Karena praktik budi dayanya secara umum lebih dianggap lebih cermat dan terukur, TBS dari kebun plasma itu dinilai dapat menghasilkan kualitas lebih tinggi ketimbang petani mandiri. Maka, standar harga TBS yang berlaku di lapangan pun bisa berbeda. Harga standar biasanya ditetapkan pada TBS dari pohon sawit umur 10–20 tahun yang memberikan rendemen minyak terbesar.

Secara rata-rata, menurut Apkasindo, harga TBS kebun plasma sudah merambat ke Rp2.548 per kg, dan Rp2.011 per kg untuk kebun swadaya. Sebelumnya, pelarangan ekspor CPO sempat menekan harga TBS sampai Rp1.500 per kg untuk produk petani swadaya dan Rp1.800 untuk plasma. Toh, Apkasindo masih berharap ada kenaikan lebih lanjut, ke level Rp2.800 sampai Rp3.800 per kg TBS, dan ditentukan sesuai kualitas masing-masing.

Kenaikan harga TBS sawit tentu menambah kesejahteraan petani sawit. Kebunan sawit, yang milik rakyat atau perkebunan swasta/BUMN, sudah ada di 22 provinsi dari Aceh hingga Papua. Provinsi Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Timur menjadi lumbung sawit nasional dengan luas area terbesar.

Dengan sebaran yang luas, penggunaaan lahan yang besar (4,5 juta ha), dan mencakup lebih dari dari 2,7 juta unit usaha tani kecil, kelapa sawit juga menjadi sumber ekonomi yang penting untuk rakyat. Lima provinsi dengan jumlah jumlah pelaku usaha sawit rakyat terbesar di Indonesia pada tahun 2019 ialah Riau (591 ribu orang), Sumatra Selatan (273 ribu), Jambi (262 ribu), Sumut (260 ribu), dan Sumatra Barat 190 (ribu).

Tenaga kerja yang terserap di industri sawit ini, dari hulu ke hilir, diperkirakan tidak kurang dari 17 juta orang. Sebagian besar mereka bekerja di perkebunan swasta menengah, swasta besar, BUMN, dan industri pengolahannya. Meski menguasai sekitar 35 persen area, kontribusi produksi CPO dari perkebunan rakyat masih di bawah 30 persen.

Survei di 2016 oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan, penerimaan kotor petani pemilik kelapa sawit ialah Rp21 juta per tahun (kotor). Pendapatan bersih bisa Rp15 juta/ha per tahun jika perawatan, pemupukan, dan panen dikerjakan sendiri oleh pemiliknya. Sebagai perbandingan, budi daya padi di sawah berpengairan baik, satu per musim bisa menghasilkan Rp10 Juta–Rp12 juta. Untuk jagung sekitar Rp8 juta bersih per ha per musim. Namun, risiko kegagalan panen pada sawit pun lebih rendah.

Secara umum, produktivitas petani itu diukur dari jumlah ekuivalen CPO yang dihasilkan per tahun. Menurut Buku Statistik Kelapa Sawit Indonesia 2020, yang diterbitkan BPS, secara rata-rata produksi sawit petani (setara CPO) terbesar adalah dari Sumatra Selatan dan Sulawesi Selatan dengan 4,32 ton dan 4,13 ton setara CPO.

Produktivitas petani bisa bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Di Aceh produktivitasnya rata-rata 2,74 ton setara CPO per tahun per ha. Di Sumatra Utara 4,12 ton, Sumatra Barat 3,73 ton, Riau 3,1 ton, Kalimantan Tengah 3,61 ton, dan Sulawesi Tengah 3,48 toh/ha/tahun. Rata-rata produksi sawit nasional adalah 3,3 ton/ha/tahun.

Sebelum pandemi, yakni menjelang akhir 2019, harga minyak CPO di sentra-sentra produksi sawit masih Rp7.000 per kilogram. Bila rata-rata sepanjang tahun harga CPO Rp7.000 per kg atau Rp7 juta/ton, maka petani yang mampu memproduksi TBS sawit setara 4 ton CPO, ia menerima Rp28 juta.

Ada pun harga CPO itu sendiri biasanya setara dengan empat kali harga tandan buah segar. Jadi, di saat harga CPO ialah Rp7.000 per kg, maka harga TBS sawit di tingkat petani biasanya dijual di sekitar Rp.1.750 per kg. Kalau dikonversi ke volume, produksi 4 ton CPO itu setara dengan 16 ton TBS.

Ketika harga CPO mencapai puncak pada Maret 2022, antara lain, terkerek akibat perang di Ukraina, dan harga minyak nabati melonjak, harga CPO di daerah-daerah dapat mencapai Rp15.000 per kg atau Rp15 juta/per ton. Dari setiap 1 kg CPO bisa diproses menjadi 683 gram minyak goreng. Tidak heran bila ketika itu harga keekonomian minyak goreng ada di sekitar Rp25.000 per liter di pasar. Satu liter minyak goreng setara dengan 0,8 kg.

Ternyata, harga minyak nabati pada umumnya, termasuk minyak goreng, bisa bertahan tetap tinggi hingga Mei 2022 dengan segala fluktuasinya. Harga CPO rata-rata pada Mei 2020 ini 67 persen lebih tinggi dibandung Mei 2021. Limpahan produksi di tengah puncak panen yang tiba setiap bulan Mei pun tak membuat harganya jatuh.

Tak heran bila pencabutan larangan ekspor minyak goreng dan CPO itu disambut dengan suka cita oleh kalangan petani. Dengan produksi rata-rata sekitar 3,3 ton setara CPO, atau sekitar 13 ton TBS, di puncak panen bulan Mei ini umumnya tak sulit mengambil 2 ton TBS dari 1 ha lahan sawit.

Secara umum, pohon sawit bisa menghasilkan 12–14 tandan per tahun, dengan berat tandan 10–15 kg. Dalam kebun budi daya, jumlah pohon sawit antara 139–200 batang per ha, tergantung kepada jenis varietasnya. Semakin padat pohonnya, produktivitas per batang menurun.

Dengan 4.5 juta ha kebun, produksi setara CPO 15,5 juta ton, dan bila harga rerata Rp12 juta per ton sepanjang 2022 ini, maka para petani sawit itu bisa menangguk cuan Rp186 triliun. Angka yang sangat berarti bagi perekonomian nasional.

Harga minyak goreng pun berhenti membuat kaget. Harga minyak goreng kemasan polybag di mini-mini market Jakarta mulai melandai, turun dari tingkat Rp25.000-an ke Rp23.500. Minyak goreng curah juga mulai ramah di angka Rp17.000an per liter.
Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Hunter Lumpuhkan Pelaku Curas Dengan Baku Tembak

    Tim Hunter Lumpuhkan Pelaku Curas Dengan Baku Tembak

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 945
    • 0Komentar

    AKSI baku tembak terjadi antara anggota Unit Hunter Satreskrim Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Tohirin dengan Alam (26) pelaku Curas. Aksi ini terjadi lantaran pelaku melakukan perlawanan saat anggota akan menangkapnya di Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang Sabtu (18/1) dini hari. Berkat kesigapan anggota pelaku Alam akhirnya tersungkur setelah dadanya […]

  • Pembangunan IPAL Sei-Selayur Dikebut

    Pembangunan IPAL Sei-Selayur Dikebut

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.080
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur dikebut progresnya mencapai 93% sehingga diharapkan dalam waktu dekat dapat langsung diujicobakan. “IPAL Sei-Selayur merupakan hibah dari Pemerintah Australia, saat ini IPAL induknya sudah mencapai 93 %. Kemudian setelah itu akan dilakukan Commissioning pada bulan Mei atau Juni,” kata Harnojoyo saat kunjungan langsung Walikota Palembang, […]

  • Ketua DPRD Kabupaten Mimika Meninggal Akibat Vaksin, Benarkah ?

    Ketua DPRD Kabupaten Mimika Meninggal Akibat Vaksin, Benarkah ?

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah informasi pada grup media sosial Facebook yang menyebut bahwa Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Robby K Omaleng meninggal dunia karena vaksin. Pada keterangan disebutkan bahwa Ketua DPRD Mimika mengalami serangan jantung setelah dua hari mendapatkan vaksin. Dalam unggahan tersebut juga memuat sebuah video yang diklaim merupakan sosok Ketua DPRD Mimika yang sedang mendapatkan vaksin. […]

  • Pertemuan Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting, Apa Itu ?

    Pertemuan Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting, Apa Itu ?

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    STUNTING tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak yang disebabkan kurang gizi kronis. Stunting berpengaruh pula kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak hingga memengaruhi kemampuan belajar dan mental. Untuk menekan angka stunting di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diperlukan kesadaran semua pihak. Bertempat di Aula Wisma Atlet Sekayu, Kamis (24/10/2019) Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) […]

  • Gempa dan Stunami di Sulteng, Apakah Ganggu Distribusi Pupuk Bersubsidi ?

    Gempa dan Stunami di Sulteng, Apakah Ganggu Distribusi Pupuk Bersubsidi ?

    • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.247
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALU – Pupuk Indonesia Grup menjamin proses distribusi pupuk bersubsidi  tak terganggu di Sulawesi Tengah, meskipun Donggala, Palu tengah mengalami musibah gempa bumi 7,4 SR jumat kemarin. “Distrubusi pupuk tetap jalan saja sesuai jadwal, pasti pasokan aman,”tutur Kepala Corporate Communication Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana dalam rilisnya diterima ST, minggu (30/9/2018). Menurutnya hingga […]

  • Welcome to Palembang, Anak Walikota pun Disikat Pungli!

    Welcome to Palembang, Anak Walikota pun Disikat Pungli!

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Kalau kamu pikir anak walikota itu hidupnya santai, bebas pungli, tinggal bilang “Aku anak siapa!” lalu semua calo bubar kayak maling lampu, kamu salah besar, bro. Di Palembang, pungli itu tidak mengenal silsilah, tidak peduli silsilaku, silsilamu, apalagi silsilah negara. Semua disikat rata. Anak walikota? hajarrrr. [karena gak kenal..kalau kenal lain cerita..he..he]. Apalagi kita […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Magazine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Mai Lifestyle Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Maker Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Market Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Metro Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Milan Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Monochrome Pro Genesis WordPress Theme StudioPress News Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Niche Pro Genesis WordPress Theme