Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Sumsel Komit Percepat Reformasi Agraria

Sumsel Komit Percepat Reformasi Agraria

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Mar 2018
  • visibility 1.115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen melakukan reformasi agraria sejalan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan sandang, papan, pangan serta sumber-sumber penghidupan baru usaha untuk pertanian, perkebunan dan pemukiman semakin meningkat.

Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar, dalam membuka secara resmi sosialisasi Tata Laksana Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial Provinsi Sumsel, di Auditorium Bina Praja, Senin (26/3/2018) .

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Staf Presiden RI bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa PDTT dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama.

Dikatakan Nasrun acara ini merupakan bagian dari pra rembuk nasional reforma agraria dan perhutanan sosial untuk keadilan sosial.

Tujuannya antara lain membangun komitmen bersama dalam percepatan pelaksanaan reforma agraria dan perhutanan sosial. Melakukan identifikasi lokasi usulan sebagai prioritas reforma agraria dan perhutanan sosial.

Melakukan identifikasi lokasi usulan sebagai prioritas reforma agraria dan perhutanan sosial serta menyiapkan data dan skema pelaksanaan tanah objek reforma agraria dan perhutanan sosial di lapangan.

” Sejalan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan sandang, papan, pangan serta sumber-sumber penghidupan baru usaha untuk pertanian, perkebunan dan pemukiman semakin meningkat, sementara lahan yang tersedia tidaklah bertambah. Maka untuk pemenuhan kebutuhan lahan yang terus meningkat ini tidak bisa dielakkan lagi mengarah pada penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan, baik secara prosedutal maupun nonprosedural,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya lingkungan hidup termasuk di dalamnya sumber daya hutan merupakan penopang kehidupan di muka bumi. Semua pihak punya kepentingan untuk menguasai dan memanfaatkannya, pemerintah hadir mengatur pemanfaatan sebesar-besarnya untuk kemakmutan rakyat. Dalam pelaksanaannya hal ini tidak mungkin bisa diwujudkan oleh pemerintah sendiri.

Oleh karena itu Pemprov Sumsel memandang strategi yang efektif dalam pengelolaan sumber daya alam adalah mengembangkan kemitraan pengelolaan lanskap yang diistilahkan dengan kemitraan P4 ( public, private, people dan partnership).

” Gubernur Sumsel telah mengambil langkah-langkah dalam rangka percepatan program Tora dan perhutanan sosial dengan menerbitkan sejumlah keputusan. Salah satunya Keputusan Gubernur Sumsel Nomot 154/KPTS/Dishut/2017 tanggal 20 Februari 2017 tentang pembentukan kelompok kerja percepatan perhutanan sosial provinsi Sumsel,” tambah Sekda.

Selain itu, juga diterbitkan Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 770/KPTS/Dishut/2017 tanggal 8 Desember 2017 tentang pembentukan tim inventarisasi dan verifikasi penyelesaian penguasaan tanah dalam rangka kawasan provinsi Sumsel ( tim invert PPTKH).

Dalam pelaksanaan percepatan program perhutanan, kelompok kelompok kerja perhuyana sosial diakuinya mengalami berbagai hambatan. Di antaranya yakni keterbatasan anggaran, kondisi areal di lapangan, penguasaan lahan, status identitas dan kondisi anggota kelompok serta berubah-ubahnya kebijakan kewenangan .

“Dengan adanya sosialisasi ini kami mengharapkan bapak/ibu sekalian dapat memahami serta membantu proses percepatan pelaksanaan reforma agraria dan perhutanan sosial ini,” tutupnya.

Selain Sekda, sosialisasi tersebut dihadiri juga Kepala Staf Kepresidenan RI yabg diwakili oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Agung Harjono, Sekretaris Jenderal LPP Nahdatul Ulama, Faizol Rachmat, Direktur Jenderal Penataan Agraria, akementerian ATR/BPN atau yang mewakili, Direktur Jenderal Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian LHK atau yang mewakili dan sejumlah undangan lainnya.[bud]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Lisensi hingga Kepemilikan: BASELABS Tawarkan Akuisisi IP atas Perangkat Lunaknya untuk Mengemudi Otomatis di ASIL D

    Dari Lisensi hingga Kepemilikan: BASELABS Tawarkan Akuisisi IP atas Perangkat Lunaknya untuk Mengemudi Otomatis di ASIL D

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    CHEMNITZ, Jerman,(GLOBE NEWSWIRE) — BASELABS, spesialis fusi sensor, kini menawarkan akuisisi IP perangkat lunak lengkapnya di bidang persepsi lingkungan untuk pengendaraan otomatis di ASIL D. Berbeda dengan sebelumnya model lisensi, pembeli IP akan dapat menggunakan perangkat lunak tanpa batasan. Kematangan yang tinggi dari teknologi BASELABS memungkinkan penggunaannya dalam aplikasi yang kritis terhadap keselamatan untuk sistem […]

  • Warga Desa di Lahat Ini Pertanyakan Perbandingan Layak atau Tak Layak Penerima BLT,  Nah, Gitu Dong, Rakyat Harus Kritis…

    Warga Desa di Lahat Ini Pertanyakan Perbandingan Layak atau Tak Layak Penerima BLT, Nah, Gitu Dong, Rakyat Harus Kritis…

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.066
    • 0Komentar

    WARGA Desa Pagar Jati Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat mempertanyakan perbandingan layak atau tidak penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Padahal BLT untuk  Desa itu bertujuan meringankan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19. Warga menilai masih banyak  tidak tepat sasaran. Misalnya beberapa warga saat di temui di Desa Pagar Jati, Sabtu (13/6/2020) mengatakan, mereka merasa BLT […]

  • Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, DPR RI Setuju Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian PUPR 2022

    Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, DPR RI Setuju Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian PUPR 2022

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    RENCANA kerja dan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam RAPBN TA 2022 disetujui Komisi V DPR RI sebesar Rp100,59 triliun. Persetujuan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja (Raker) antara Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR dan Kementerian/Lembaga mitra kerja Komisi V DPR lainnya Kemaren. “Sesuai dengan hasil rangkaian raker dan RDP yang […]

  • Polda Jatim Tawarkan Hafidz Quran Masuk Polri

    Polda Jatim Tawarkan Hafidz Quran Masuk Polri

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    POLDA Jatim menawari anak yang mencari pekerjaan yang berasal dari Surabaya, untuk menjadi Polri karena hafidz Qur’an. Hal ini berawal dari anak tersebut untuk melamarkan pekerjaan cleaning service di Polda Jatim diketahui nama anak remaja tersebut bernama Febri Andi Hedian. Berawal dari keinginan dia untuk mencari pekerjaan dikarenakan Ayah dari Febri Andi Hedian meninggal dunia […]

  • Dirjen PHL, Agus Justianto Pesan Perusahaan Wajib Jaga Habitat Gajah Sumatera

    Dirjen PHL, Agus Justianto Pesan Perusahaan Wajib Jaga Habitat Gajah Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 18 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.369
    • 0Komentar

    Lokasi yang dikunjungi Dirjen PHL tersebut merupakan bagian dari konsesi PT Bumi Andalas Permai (BAP). Landscap Conservation-HSE Head Perusahaan Mitra Pemasok APP Sinar Mas di OKI, Acok Nuryadi mengatakan, saat ini di areal konsesi perusaaan terdapat sebaran gajah sumatera yang menjadi tanggung jawab dan komitmen perusahaan untuk menjaga kelestariannya. Sedikitnya sekitar 48 ekor gajah liar […]

  • KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

    KHDPK 2026-2035, 160 Ribu Hektare Lahan Kritis Jadi Tantangan, 1.800 Usulan Perhutanan Sosial Masuk

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengelolaan hutan di Pulau Jawa dan Madura memasuki fase baru. Pemerintah menyiapkan arah pengelolaan Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) untuk periode 2026-2035, dengan tantangan yang tidak kecil, mulai dari pemulihan lahan kritis hingga memperluas akses masyarakat terhadap kawasan hutan. Salah satu persoalan terbesar terlihat dari kondisi areal yang membutuhkan rehabilitasi. Kementerian Kehutanan […]

expand_less
WordPress Archive Wallace Inline | Front-end Content Editor for Beaver Builder Wallcart WP – Multipurpose Elementor WooCommerce Theme Walmartomatic – Walmart Affiliate Money Generator Plugin for WordPress Walogin – Membership management with Blockchain (Authenticator) Walsall – Minimal Agency WordPress Theme Wam – Creative Agency WordPress Theme Wandau | Art & History Museum WordPress Theme WanderAway – Travel Blog WordPress Theme Wapo – Vape & Tobacco WordPress Theme Warning Old Browser – WordPress plugin