Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Perubahan Iklim, Ilmu Titen yang Biasa Dijadikan Pengangan Nelayan “Ambyar”, Begini Penjelasan BMKG

Perubahan Iklim, Ilmu Titen yang Biasa Dijadikan Pengangan Nelayan “Ambyar”, Begini Penjelasan BMKG

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • visibility 888
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan ilmu titen yang kerap menjadi pegangan nelayan “ambyar” akibat perubahan iklim. Alhasil, tidak jarang nelayan harus pulang dengan tangan kosong karena hasil melaut tidak maksimal. Bahkan, tidak jarang nelayan mengalami kecelakaan dan menjadi korban akibat badai dan gelombang tinggi.

“Ilmu Titen sudah sangat sulit untuk dijadikan acuan. Cuaca dan iklim saat ini begitu sangat dinamis dan sukar untuk ditebak,” ungkap Dwikorita Karnawati saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, belum lama ini.

Dwikorita mengatakan, perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, termasuk ekosistem wilayah pesisir.

Dicontohkan Dwikorita, saat banjir besar yang menyergap Jabodetabek di penghujung tahun 2019 hingga awal tahun 2020 lalu. Berdasarkan prakiraan yang terkonfirmasi dari analisis BMKG, kejadian tersebut disebabkan oleh seruak udara dingin (cold surge) dari Tibet ke Hong Kong yang selanjutnya masuk ke wilayah Jabodetabek. Cold surge sendiri merupakan seruakan yang mengandung massa udara dingin dari daratan Asia ke arah selatan.

Artinya, kata dia, perubahan iklim inilah yang kemudian menjadi biang keladi cuaca ekstrem yang kerap menghantam Indonesia. Mulai dari hujan lebat disertai kilat dan petir, siklon tropis, gelombang tinggi, hingga hujan es. Meski bukan berasal dari Indonesia, lanjut dia, namun dampaknya bisa dirasakan oleh Indonesia.

“Perubahan iklim sendiri adalah peristiwa global, namun dampaknya dirasakan secara regional ataupun lokal. Tidak ada batasan teritorial negara,” imbuhnya.

Dwikorita menyebut, kondisi inilah yang memacu BMKG untuk menggencarkan pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di daerah-daerah pesisir pantai. Melalui SLCN yang digelar, BMKG ingin nelayan dapat melaut, mendapatkan hasil dan pulang dengan selamat.

SLCN sendiri, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan nelayan Indonesia dalam mengakses, membaca, menindaklanjuti dan mendiseminasikan informasi cuaca, iklim maritim serta informasi prakiraan lokasi ikan dari sumber yang terpercaya. Selain itu, SLCN juga menjadi bagian dari ikhtiar BMKG mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kegiatan SLCN ini menggunakan pembelajaran interaktif, yaitu metode belajar dan praktik. Materi pokok yang akan diberikan yaitu pengenalan produk dan memahami informasi cuaca dan iklim maritim, cara membaca informasi maritim dan pengenalan alat-alat observasi,” imbuhnya.

Perkenalkan SIRITA dan EWS Radio Broadcaster

Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga turut memperkenalkan inovasi teknologi terbaru yang dirilis BMKG untuk menunjang sistem peringatan dini gempa dan tsunami. Inovasi tersebut bernama SIRITA dan EWS Radio Broadcaster yang sengaja dihadirkan sebagai respon BMKG atas meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia.

EWS Radio Broadcaster merupakan moda diseminasi berbasis suara guna mengantisipasi kerusakan jaringan komunikasi selular pasca gempa merusak. System ini memanfaatkan jaringan komunikasi berbasis radio yang banyak digunakan oleh pegiat kebencanaan dan komunitas radio berbasis masyarakat seperti RAPI dan ORARI sebagai hub untuk menyebarkan informasi yang cepat, akurat serta ramah terhadap kelompok masyarakat rentan yang memiliki keterbatasan menelaah pesan berbasis teks. Sedangkan SIRITA adalah aplikasi sirine tsunami berbasis android yang dibuat untuk memudahkan Pemerintah Daerah menyampaikan perintah evakuasi kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.

“Inovasi ini menjadi terobosan ditengah kendala akan banyaknya sirine tsunami yang mati akibat usia pakai atau yang rumahnya jauh dari sirine yang terpasang. Handphone akan mengeluarkan suara kencang layaknya sirine, sehingga peringatan dininya bersifat sangat personal,” paparnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi V Sri Rahayu menyambut baik pelaksanaan SLCN di Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, SLCN menjadi semacam pencerah bagi para nelayan karena nelayan tidak hanya sekedar diajarkan untuk membaca data dan informasi cuaca, namun juga ditunjukkan wilayah mana-mana saja yang menjadi tempat berkumpulnya ikan.

Senada Wakil Bupati Trengalek, Syah Muhammad Natanegara mengatakan dengan adanya SLCN maka para nelayan baik tangkap maupun budidaya dapat memahami informasi yang disampaikan BMKG. Hal ini berguna untuk keselamatan para nelayan saat melakukan kegiatan di tengah laut.

“Informasi cuaca dan iklim bisa menjadi acuan mereka (nelayan) untuk melaksanakan kegiatan,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut hadir pula dari jajaran BMKG, Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah 3, Koordinator BMKG Propinsi Jawa Timur dan para Kepala Stasiun BMKG di Wilayah Jawa Timur, Jateng dan DIY. Semua bersama BPBD Kabupaten dan Tim Reaksi Cepat melakukan Susur dan Pengecekan Jalur Evakuasi Tsunami dari tepi Pantai Sumbreng menuju Tempat Evakuasi. [***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putusan MK bisa jadi trigger Golkar keluar dari koalisi Prabowo

    Putusan MK bisa jadi trigger Golkar keluar dari koalisi Prabowo

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal usia capres-cawapres bisa jadi pemicu hengkangnya Partai Golkar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), koalisi parpol pengusung bacapres Prabowo Subianto. Sebagai parpol terbesar setelah Gerindra di KIM, menurut Karyono, Golkar jadi parpol yang paling “dirugikan” dengan putusan itu. “Masuknya Gibran sebagai […]

  • Di depan Jurnalis Kuwait, Alex Noerdin Paparkan Kemajuan Sumsel

    Di depan Jurnalis Kuwait, Alex Noerdin Paparkan Kemajuan Sumsel

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    “Jadi patut mendapat apresiasi dari siapapun yang ingin kenal dengan Sumsel, bahkan bukan sekedar kenal, namun mencintai provinsi lumbung energi ini,”

  • LSF RI Bikin Program Literasi Budaya Sensor Mandiri

    LSF RI Bikin Program Literasi Budaya Sensor Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.707
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Lembaga Sensor Film (LSF) RI menilai  kesadaran masyarakat untuk memilih film sebagai tontonan yang layak masih sangat jauh dari harapan, oleh karena itu LSF hadir  ditengah masyarakat untuk mengingatkan terkait persoalan ini. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Budaya Sensor Mandiri, yakni, prilaku sadar dan cerdas untuk memilih film sebagai tontonan,”kata Ketua […]

  • Pemkot Sebar Petugas Taman Untuk Jaga Kebersihan Taman Kota

    Pemkot Sebar Petugas Taman Untuk Jaga Kebersihan Taman Kota

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    GERAKAN moral merangsang warga untuk menjaga kebersihan taman kota, kembali dilakukan Dinas Perumahan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Pera KP) Kota Palembang. Kali ini, Kamis (20/2/2020), kembali menyebar puluhan petugas taman untuk melakukan pembersihan hingga penanaman kembali bunga -bungan guna menjaga kecantikan wajah kota tertua di Indonesia ini. Pantauan dilapangan, sejumlah petugas berjibaku melakukan gotong […]

  • Sepakat Ingin Majukan Olahraga Indonesia, KONI, BSI & PSSI Bersinergi

    Sepakat Ingin Majukan Olahraga Indonesia, KONI, BSI & PSSI Bersinergi

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    Jakarta – Ingin majukan olahraga Indonesia KONI, BSI & PSSI bersinergi dengan menandatangani nota kesepahaman kerja sama (Mou). Kesepakatan itu dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria, dan Direktur Utama PT. Bank Syariah Indonesia,Tbk (BSI) Hery Gunardi diadakan di lantai 12 Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia […]

  • Hari Raya Natal, Dodi Reza Silaturahmi ke Kediaman Tokoh Umat Kristiani

    Hari Raya Natal, Dodi Reza Silaturahmi ke Kediaman Tokoh Umat Kristiani

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dodi Reza didampingi Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi serta Kepala Perangkat Daerah Muna menyambangi kediaman Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk. “Semoga natal tahun ini menjadi momentum penyemangat untuk selalu bersama-sama menjaga zero konflik di Muba,” ungkap Dodi Reza. Setelah menyambangi kediaman Kapolres Muba, kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut bertolak […]

expand_less
WordPress Archive Yena – Beauty & Cosmetic WooCommerce Theme Yet Skin – Add-on for Go Pricing YITH Advanced Refund System for WooCommerce Premium YITH Amazon S3 Storage Premium YITH Auctions for WooCommerce Premium YITH Best Price Guaranteed for WooCommerce Premium YITH Boemia | The Best WordPress E-Commerce Theme YITH Booking And Appointment for WooCommerce Premium YITH Composite Products for WooCommerce Premium YITH Cost of Goods for WooCommerce Premium