Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Antisipasi Bencana, Perlu Penguatan Penguatan Sistem Peringatan Dini Bencana

Antisipasi Bencana, Perlu Penguatan Penguatan Sistem Peringatan Dini Bencana

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
  • visibility 1.320
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SISTEM peringatan dini bencana membutuhkan pemahaman masyarakat sehingga mereka dapat bertindak secara responsif. Latar belakang ini mendorong BNPB untuk menyiapkan fasilitator peringatan dini yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat terkait peringatan dini sehingga para warga dapat bertindak responsif sebelum terjadinya bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Peringatan Dini mengupayakan penyiapan fasilitator daerah dengan melakukan pembekalan terlebih dahulu. BNPB membekali fasilitator agar mereka siap dan mampu dalam menyelenggarakan sistem peringatan dini bencana di daerah. Pada 2021 sebanyak tujuh wilayah administrasi di tingkat kabupaten menjadi target sesuai dengan prioritas nasional tahun ini.

Pembekalan fasilitator daerah bertujuan untuk membekali fasilitator agar dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen bencana, terutama sistem peringatan dini bencana. Selanjutnya, ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan jiwa kerelawanan fasilitator dalam memfasilitasi penyelenggaraan sistem peringatan dini bencana di wilayahnya.

Dalam laporannya, Direktur Peringatan Dini BNPB Ir. Afrial Rosya, M.A., M.Si. menyampaikan kegiatan pembekalan fasilitator yang memfokuskan pada peringatan dini banjir di daerah sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, seperti Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Magelang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban.

“Saat ini, tercatat peserta pembekalan fasilitator daerah berjumlah 21 orang berasal dari BPBD dan NGO,” ujar Afrial melalui kanal virtual, Kamis (23/9).

Sementara itu, saat memberikan arahan, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dra. Prasinta Dewi, M.A.P. menyampaikan bahwa penyelenggaraan sistem peringatan dini yang efektif dan masif pada setiap tingkatan, baik nasional, provinsi, kabupaten, kota dan bahkan desa menjadi semakin penting. Hal tersebut sebagai tindak lanjut amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024.

Di samping itu, Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020 – 2044 juga menargetkan masyarakat Indonesia tangguh bencana. Tangguh mengandung makna mampu menahan, menyerap, mengadaptasi dan memulihkan diri dari dampak bencana atau pun perubahan iklim secara tepat waktu, efektif dan efisien.

“Penyelenggaraan sistem peringatan dini berbasis masyarakat menjadi pilihan yang paling tepat untuk dijalankan dalam rangka meningkatkan peran serta kapasitas masyarakat merespons peringatan dini yang disampaikan oleh pemerintah,” tambah Prasinta melalui sambungan virtual.

*Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Masyarakat*

BNPB menilai sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat menjadi pilihan tepat. Oleh karena itu, kapasitas masyarakat dalam merespons peringatan akan sangat bergantung pada penguatan kapasitas pada empat komponen utama.

Penguatan kapasitas tersebut berbasis pada (1) pemahaman masyarakat tentang risiko wilayah, (2) kemampuan monitoring dan pemantauan, (3) kecepatan diseminasi warning dan (4) ketepatan masyarakat dalam menindaklanjuti peringatan yang diberikan.

Menurut Prasinta, tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah dan pemerintah daerah saat ini adalah kebijakan dan strategi penyelenggaraan sistem peringatan dini bencana yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan bencana.

“Upaya perkuatan diseminasi peringatan dan kemampuan masyarakat menjadi kunci utama dalam sistem peringatan dini yang efektif,” tambah Prasinta.

Lebih lanjut, Prasinta menyampaikan bahwa penyelenggaraan sistem peringatan dini bencana memerlukan kesinambungan antara komponen struktural dan kultural. Komponen struktural yaitu pembangunan infrastruktur atau sarana prasarana, sedangkan komponen kultural yaitu kemampuan masyarakat untuk mampu dalam menerima dan memahami informasi peringatan dini bencana tersebut ke dalam langkah-langkah yang responsif dan antisipatif.

“Inilah yang menjadi tugas pokok dari para fasilitator ketika nantinya memfasilitasi penguatan penyelenggaraan sistem peringatan dini bencana di masyarakat,” ujarnya.

Menyikapi tantangan ini, Direktorat Peringatan Dini BNPB menginisiasi pembekalan fasilitator yang akhirnya terbentuk _pool of facilitator_ untuk penguatan sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat.BNPB (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umumkan 3 Besar JPT, Muba Tunggu Hasil Rapat

    Umumkan 3 Besar JPT, Muba Tunggu Hasil Rapat

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang- Pelaksanaan Tes Penulisan Makalah/Karya Tulis dan Wawancara Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhirnya selesai dilakukan, yang mana digelar 24-25 Maret 2019 di Hotel Emilia Palembang. Tercatat, ada sebanyak 22 peserta yang mengikuti seleksi JPT Pratama Pemkab Muba untuk mengisi lima kursi Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Muba yakni […]

  • Selama 2021,  16 Ribu Jiwa Terselamatkan Dari Narkoba

    Selama 2021, 16 Ribu Jiwa Terselamatkan Dari Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

      POLDA Metro Jaya, Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si., menyampaikan tindak pidana kasus narkoba yang berhasil diselesaikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sepanjang tahun 2021 mencapai 3.387 kasus. Dari 3 ribu lebih kasus, sebanyak 16.027.657 jiwa terselamatkan dari bahaya narkotika. Angka tersebut mengalami kenaikan sebanyak 47,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. […]

  • Revisi Perda Terkait Tarif Pajak Restoran dan Rumah Makan di Palembang Disahkan, Ini Isinya

    Revisi Perda Terkait Tarif Pajak Restoran dan Rumah Makan di Palembang Disahkan, Ini Isinya

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.070
    • 0Komentar

    REVISI Perda Nomor 2 tahun 2018 tentang pajak restoran telah disahkan setelah sempat diprotes dan diperdebatkan. Pengusaha restoran dan rumah makan yang memperoleh omzet Rp9 juta sampai Rp12 juta kini dikenai pajak 5 % sedangkan pengusaha beromzet Rp12 juta ke atas dikenai pajak 10 %. Raperda telah disahkan dan ditandatangani Ketua DPRD Palembang Zainal Abidin […]

  • Tidak Semua Menteri Ada Wakil, Posisi Wamen Hanya Yang Dibutuhkan

    Tidak Semua Menteri Ada Wakil, Posisi Wamen Hanya Yang Dibutuhkan

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 759
    • 0Komentar

    MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan bahwa posisi wakil menteri (wamen) dalam beberapa kementerian memang ada secara kelembagaannya. Menurutnya, posisi wamen disiapkan untuk mengantisipasi perubahan situasi yang cepat, namun tidak berarti semua jabatan menteri harus ada wakil. “Wakil menteri memang kelembagaannya ada. Sebagian besar kementerian di perpres (peraturan presiden) kementeriannya itu memang ada posisi wakil […]

  • 1 PDP di Muba dikabarkan Meninggal Dunia

    1 PDP di Muba dikabarkan Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (25/6/2020) mengkonfirmasi satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin perempuan usia 52 tahun di RSUD Sekayu meninggal dunia pada Rabu (24/6/2020) pukul 22:30 WIB dengan Comorbid DM. Sebelumnya, PDP tersebut telah mendapatkan perawatan dan isolasi sejak 20 Juni 2020 Comorbid DM. “Jenazah dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19,” […]

  • Bersama Pemkot Jambi, Pertamina MOR II Siap Jalankan Program Langit Biru

    Bersama Pemkot Jambi, Pertamina MOR II Siap Jalankan Program Langit Biru

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.927
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II siap menjalankan Program Langit Biru (PLB) bersama Pemerintah Kota Jambi. Langkah ini diambil guna mendorong penurunan emisi gas buang kendaraan,mengurangi pencemaran udara, khususnya pencemaran yang disebabkan sektor transportasi di Kota Jambi. “Kualitas udara yang buruk khususnya diperkotaan seringkali berdampak terhadap menurunnya kesehatan masyarakat. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok masyarakat terparah […]

expand_less
WordPress Archive LearnPress – WooCommerce Payment Methods Integration LearnPress WPML Addon LearnWell – Education WordPress Theme Leather Market WP – WooCommerce Responsive Theme Lebuild - Construction Industry Company WordPress Theme Legacy – Antique, Vintage & Collectibles WordPress Theme Legacy – White label WordPress Admin Theme Legal Assistant Pro – EU Cookie Law, Terms & Privacy Generator Legale – Lawyer & Law Firm Template Kit Legalor – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit