Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Menag: Menghina Simbol Agama adalah Pidana, Ceramah Harus Edukatif dan Mencerahkan

Menag: Menghina Simbol Agama adalah Pidana, Ceramah Harus Edukatif dan Mencerahkan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
  • visibility 767
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

VIRAL di media sosial ceramah yang dinilai berisi ujaran kebencian dan penghinaan simbol keagamaan yang berpotensi merusak kerukunan umat beragama. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan bahwa ujaran kebencian dan penghinaan adalah tindak pidana. Menag meminta para penceramah agama tidak menjadikan ruang publik untuk menyampaikan pesan berisi ujaran kebencian maupun penghinaan.

“Menyampaikan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap simbol agama adalah pidana. Deliknya aduan dan bisa diproses di kepolisian, termasuk melanggar UU No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama,” tegas Menag di Jakarta, Minggu (22/8/2021).

Menurut Menag, aktivitas ceramah dan kajian, seharusnya dijadikan sebagai ruang edukasi dan pencerahan. Ceramah adalah media bagi para penceramah agama untuk meningkatkan pemahaman keagamaan publik terhadap keyakinan dan ajaran agamanya masing-masing, bukan untuk saling menghinakan keyakinan dan ajaran agama lainnya.

“Ceramah adalah media pendidikan, maka harus edukatif dan mencerahkan,” jelasnya.

“Di tengah upaya untuk terus memajukan bangsa dan menangani pandemi Covid-19, semua pihak mestinya fokus pada ikhtiar merajut kebersamaan, persatuan, dan solidaritas, bukan melakukan kegaduhan yang bisa mencederai persaudaraan kebangsaan,” sambungnya.

Kementerian Agama, lanjut Menag, saat ini terus berupaya mengarusutamakan penguatan moderasi beragama. Hal ini akan dilakukan kepada seluruh stakeholder, mulai dari ASN, Forum Kerukunan, termasuk juga penceramah dan masyarakat luas. Ada empat indikator yang dikuatkan, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi.

“Dalam konteks ceramah agama, penguatan terhadap empat indikator moderasi ini penting dan strategis agar para penceramah bisa terus mengemban amanah pengetahuan dalam menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang selain meneguhkan keimanan umat, juga mencerahkan dan inspiratif,” tandasnya.

Menag menambahkan, pada April 2017,  Kementerian Agama juga telah menerbitkan sembilan seruan ceramah di rumah ibadah, yaitu:

  1. Disampaikan oleh penceramah yang memiliki pemahaman dan komitmen pada tujuan utama diturunkannya agama, yakni melindungi harkat dan martabat kemanusiaan, serta menjaga kelangsungan hidup dan perdamaian umat manusia.
  2. Disampaikan berdasarkan pengetahuan keagamaan yang memadai dan bersumber dari ajaran pokok agama.
  3. Disampaikan dalam kalimat yang baik dan santun dalam ukuran kepatutan dan kepantasan, terbebas dari umpatan, makian, maupun ujaran kebencian yang dilarang oleh agama mana pun
  4. Bernuansa mendidik dan berisi materi pencerahan yang meliputi pencerahan spiritual, intelektual, emosional, dan multikultural.
  5. Materi yang disampaikan tidak bertentangan dengan empat konsensus Bangsa Indonesia, yaitu: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  6. Materi yang disampaikan tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan ataupun merusak ikatan bangsa.
  7. Materi yang disampaikan tidak bermuatan penghinaan, penodaan, dan/atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktek ibadah antar/dalam umat beragama, serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis, dan destruktif.
  8. Materi yang disampaikan tidak bermuatan kampanye politik praktis dan/atau promosi bisnis.
  9. Tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku terkait dengan penyiaran keagamaan dan penggunaan rumah ibadah.[***]

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa STIER dan STIHR Sekayu Raih IPK Tertinggi

    Mahasiswa STIER dan STIHR Sekayu Raih IPK Tertinggi

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    ENDANG Susilowati SE dari jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rahmaniyah (STIER) dan Yusmala Dewi SH dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Rahmaniyah (STIHR) Perguruan Tinggi Rahmaniyah Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), berhasil meraih wisudawati terbaik dengan nilai tertinggi Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,89 dengan predikat pujian. Selain Endang dan Yusmala, predikat pujian juga diraih oleh  […]

  • Kreativitas Menjadi Kunci Bangkitkan Ekonomi Dalam Masa Pandemi

    Kreativitas Menjadi Kunci Bangkitkan Ekonomi Dalam Masa Pandemi

    • calendar_month Minggu, 21 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.650
    • 0Komentar

    KREATIVITAS dan inovasi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi/tranformasi digital yang sangat cepat menjadi kunci untuk menghadapi tantangan pada masa pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Hal itu mengemukan dalam webinar forum diskusi publik yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan DPR RI, yang bertema “Tantangan dan Peluang di Tengah Pandemi COVID-19”, di Jakarta, […]

  • Gedung Baru, Harapan Baru untuk Industri Kreatif Indonesia

    Gedung Baru, Harapan Baru untuk Industri Kreatif Indonesia

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DI BALI, orang tidak hanya menjual pemandangan. Mereka menjual cerita. Kain yang ditenun tangan, tas anyaman yang lahir dari jemari ibu-ibu desa, ukiran kayu yang membawa aroma masa lalu, sampai baju-baju lokal yang kini mulai percaya diri berdiri di etalase dunia. Semua itu bukan sekadar produk. Ia adalah identitas, warisan, sekaligus sumber penghidupan jutaan orang. […]

  • Setiap Karya Seniman Patut Dihargai, Kata Wawako Saat Berkunjung di Kediaman Washington yang Banyak Melahirkan Lagu Bernuansa Daerah, Lalu Seniman Itu Curhat Kepada Finda, Begini Respon Orang Nomor 2 Itu

    Setiap Karya Seniman Patut Dihargai, Kata Wawako Saat Berkunjung di Kediaman Washington yang Banyak Melahirkan Lagu Bernuansa Daerah, Lalu Seniman Itu Curhat Kepada Finda, Begini Respon Orang Nomor 2 Itu

    • calendar_month Selasa, 15 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.197
    • 0Komentar

    KUNJUNGI salah satu seniman yang ada di Kota Palembang, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda sangat mengapresiasi atas setiap karya yang diciptakan oleh Washington (70), seperti lagu Gede Ing Suro, Horas Joko Widodo, Palembang Emas Darussalam dan beberapa judul lagu lainnya. Selama masa pandemi, Washington sangat terdampak. Organ tunggalnya sudah dua tahun tidak pernah dapat job. […]

  • Menpar : Pempek Jadi Trending Topik Nasional

    Menpar : Pempek Jadi Trending Topik Nasional

    • calendar_month Rabu, 8 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.914
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – .Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui saat ini pempek sudah menjadi trending topik nasional. Karena itu dirinya berharap, Pemecahan Rekor Penyajian Pempek Terbanyak tersebut juga jadi trending topik. “Paket pempek 7 ton per hari ke luar Palembang itu adalah luar biasa. Saat ini top 5 kuliner Indonesia yang mendunia adalah rendang, soto, nasi […]

  • Sumsel Cetak Rekor WTP Ke-11

    Sumsel Cetak Rekor WTP Ke-11

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau menyetrika baju bisa rapi sampai lipatan dalam, maka Pemprov Sumatera Selatan layak disandingkan dengan setrika level dewa. Pasalnya, untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut, Sumsel sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi seperti naik kelas tanpa remedial di mata keuangan negara. Ibarat lomba kebersihan kampung, Pemprov […]

expand_less
WordPress Archive Ozlan – Minimal Portfolio WordPress Theme Ozod – Dark Digital Agency Elementor Template Kit Pablo Guadi – Handcrafted Jewelry & Online Shop WordPress Theme Pabrica – Engineering & Industrial Service Elementor Template Kit Package Quantity Discount for WooCommerce PackAI – Travel Packing List Generator for WordPress Packpals – Packaging Company Elementor Template Kit Paddle Checkout for WooCommerce Padora – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Paeon – Medical WordPress Theme