Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tips » DUTA Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro Kasih Tips Terkait Isoman

DUTA Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro Kasih Tips Terkait Isoman

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
  • visibility 6.931
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

JURU Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan tips apabila hasil tes dinyatakan positif tapi tidak merasakan gejala serius yang membutuhkan bantuan medis atau tanpa gejala sama sekali.

“Apabila itu terjadi kita disarankan isolasi mandiri. Tapi ingat, isolasi mandiri bukan berarti kita sendirian tanpa bantuan orang lain. Isolasi boleh mandiri tetapi sembuh kembali negatif COVID-19 tidak harus sendiri,” ujar dr Reisa saat penyampaian perkembangan terkini terkait dengan implementasi PPKM Darurat, Sabtu (10/7).

Langkah selanjutnya, segera lapor ke Ketua Rukun Tetangga (RT) atau Ketua Rukun Warga (RW) atau satgas setempat. Mereka akan membantu untuk melaporkan ke Puskesmas terdekat. Menurut dr Reisa, ada baiknya pada tahap ini, setelah hasil tes didapat, segera membuka kontak dengan dokter dari pelayanan jasa kesehatan daring atau telemedis yang akan memandu dan memberi saran selama masa isoman.

“Kabar baik bagi warga Jabodetabek, ada 11 penyedia jasa layanan telemedis sudah akan siap memberikan konsultasi bahkan obat-obatan dan vitamin gratis karena sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Dia juga mengingatkan pilih lokasi isolasi mandiri yang terpisah dan tidak memungkinkan kontak dengan anggota keluarga. Pastikan ruangannya bersih, ventilasi, dan sirkulasi udara tempat isoman tersebut bagus. Udara segar mengalir dengan baik. Jangan berbagi alat makan dan alat mandi. Bahkan perlengkapan ibadah jauh lebih baik bila bawa sendiri semuanya.

Kemudian, siapkan stok vitamin dan suplemen lainnya. Pastikan yang sudah ada izin Badan POM, serta konsultasi dan minta resep dokter apabila perlu obat-obatan lainnya. Jangan lupa banyak minum air matang dan bersih atau air mineral agar tidak dehidrasi dan konsumsi hanya makanan bergizi seimbang.

“Siapkan oximeter untuk mencatat saturasi oksigen di tubuh termometer untuk periksa suhu badan dan kalau bisa alat pengukur tensi darah,” ujar dr Reisa.

Dia menambahkan, kalau merasa fit bawa alat olahraga ringan dan pastikan alat komunikasi seperti telepon genggam selalu siap pakai. Hal ini penting karena selama 10 hari atau sesuai anjuran dokter yang mengawasi, tidak boleh kontak, bertemu langsung dengan siapapun termasuk anggota keluarga. Masa selesai isolasi diputuskan oleh dokter yang mengawasi bukan keputusan pribadi.

“Biasakan matahari masuk ke tempat isolasi dan biasakan berjemur minimal 30 menit setiap harinya,” kata dr Reisa.

dr Reisa mengatakan, jadwalkan konsultasi dengan dokter selama masa isoman, dokter bisa merujuk ke RS apabila timbul gejala berat. Hal ini adalah hal terakhir yang diinginkan. “Insya Allah, apalagi kita sudah menerapkan langkah-langkah tadi, kondisi tubuh makin membaik, imunitas melawan dengan agresif serangan si virus dan kita segera kembali negatif,” ujarnya.

dr Reisa kembali mengingatkan, isoman memang sepenuhnya dilakukan sendirian. Namun dukungan dari anggota keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan dokter lewat komunikasi virtual akan membantu sembuh dan pulih kembali. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya selama masa isolasi tetap semangat berpikir positif, berdoa dengan tekun dan berharap cepat ‘negatif’. “Ingat isolasi boleh mandiri, sembuh tidak harus sendiri,” kata dr Reisa.

Tindakan ketiga yang bisa dilakukan, lanjut dr Reisa, karena mendapat informasi yang akurat adalah membiasakan membuang limbah masker medis dengan benar.

Limbah masker habis pakai tak boleh sembarangan, pengelolaannya harus dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan dampak berbahaya dan beracun bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

dr Reisa menjelaskan, masker yang sudah dipakai, dikumpulkan di satu tempat. Kalau hanya satu bisa langsung semprotkan disinfektan atau rendam di larutan pemutih atau klorin. Robek tali dan bagian tengah masker agar rusak dan tidak dapat dipergunakan ulang  orang lain, masukkan ke dalam wadah tertutup atau dibungkus plastik, dan buang ke tempat sampah.

Penting sekali untuk selalu cuci tangan dengan baik dan benar terutama dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik setelah menangani limbah masker medis.

dr Reisa mengakui situasi pandemi tentu tidak mengenakkan. PPKM Darurat bahkan lebih memperketat peraturan saat beraktivitas di luar. Maka tetap tinggal di rumah, terapkan prokes ketat kalau memang harus sekali keluar rumah, dan pastikan ikut program vaksinasi COVID-19.

“Vaksinasi covid-19 yang merata di antara masyarakat Indonesia akan membuka kembali peluang berjumpa dengan orang tua, anak, dan cucu dan orang tersayang lainnya dalam situasi yang lebih baik. Daftar sekarang juga antar mereka yang perlu dibantu seperti para lansia dan temani jadi saksi bersejarah hidup mereka,” ujar dr Reisa.[***]

ril/irwan wahyudi

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2022

    Buka Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2022

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Herman menghadiri secara langsung Pembukaan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2022 bertempat di Lapangan Widya Daya Yudha Puslapur Kodiklat Kabupaten OKU Timur, Rabu (3/8). Kegiatan Latgbma yang diikuti oleh ribuan personil tentara dari 13 Negara dibuka oleh Panglima Tentara Negara Indonesia (TNI) Jendral  Andika Perkasa bersama Komandan Jenderal Angkatan Darat […]

  • KAMU AKU Masuk Tahap II, Tentukan 15 Karya Terbaik

    KAMU AKU Masuk Tahap II, Tentukan 15 Karya Terbaik

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.686
    • 0Komentar

    PENJURIAN  Lomba Karya Musik Anak Komunitas (KAMU AKU) yang digelar Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berlangsung. Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian awal, kali ini penjurian memasuki tahap kedua untuk menentukan 15 karya terbaik. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yakni Viky Sianipar (musisi); Mia Ismi (Musisi); Astrid […]

  • Gelar Lomba Cipta B2SA, Ini Pesan PJ Ketua TP PKK Muba untuk Pengurus Aspenku

    Gelar Lomba Cipta B2SA, Ini Pesan PJ Ketua TP PKK Muba untuk Pengurus Aspenku

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

      Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Lomba Cipta Menu Beragam Gizi Berimbang dan Aman (B2SA), bertempat di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba, Rabu (17/5/2023). Lomba yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan (DPP) Kabupaten Muba tersebut, menghadirkan 30 peserta perwakilan dari 15 kecamatan dalam Kabupaten Muba.   Pada kesempatan yang sama, Pj Ketua […]

  • Muba Pelopor Sekolah Gratis, Bukan Hanya Sekolah Umum, Ponpes di Muba Juga Terapkan Belajar dan Mondok Gratis

    Muba Pelopor Sekolah Gratis, Bukan Hanya Sekolah Umum, Ponpes di Muba Juga Terapkan Belajar dan Mondok Gratis

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 639
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI search BerandaKacibobCatatan Kaki BukitEkonomiUmumInspirasiOlahraga & OtomotifTipsWisata & HiburanBUMNOKI TerkiniMUBA Terkini 22 RABU SEPTEMBER 2021 2 Hal Ini Dinilai Jadi Kunci Utama Untuk Jalani Hidup Damai Dengan Covid-19PANDEMI  COVID-19 belum berakhir. Tidak ada yang bisa memprediksi…20 Sep 2021 14:10 Biaya Persalinan Kadang Jadi Momok Menakutkan, Tetapi Di Kota Ini Warganya Bersyukur, Lewat Program HD Bersalin […]

  • Bulan Kesehatan Gigi Nasional, 1.000 Siswa Bakal Sikat Gigi Bersama di Stabel

    Bulan Kesehatan Gigi Nasional, 1.000 Siswa Bakal Sikat Gigi Bersama di Stabel

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Sebanyak 1.000 siswa di Kabupaten Muba akan sikat gigi bersama Stabel setelah pada pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional pada Nopember mendatang terpilih menjadi salah satu kota dari 40 kota/kabupaten di Indonesia oleh Unilever. Selain dengan sikat bersama, peringatan ini akan diisi juga dengan  kegiatan bakti sosial berupa Sikat Gigi Bersama, Penyuluhan dan […]

  • BUMDes Di Muba Bisa Mandiri, Asal …

    BUMDes Di Muba Bisa Mandiri, Asal …

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengungkapkan BUMDes memiliki banyak fungsi dan peranan, bahkan optimistis BUMDes di Kabupaten Muba bukan hanya bisa mandiri dan bisa mengelola ekonomi daerah secara lebih. Namun katanya bisa mendapatkan keuntungan, bukan hanya  BUMDes itu sendiri, tetapi masyarakat. “Pilih usaha atau bisnis yang bisa menjaga keberlangsungan BUMDes dengan memanfaatkan potensi desa. Misalkan saja […]

expand_less
WordPress Archive Opta Minimal Portfolio and Photography Theme Optcare – Eye Care WordPress Theme +RTL Optech – IT Solutions and Services WordPress Theme Optica – Optometrist & Eye Care Elementor Template Kit Opticest - Optometrist & Eyecare Elementor Template Kit Optico | Optometrist & Eye Care WordPress Theme Optik – Optometrist & Eye Care WordPress Theme Optima - Multipurpose WordPress Theme Optima – Psychology and Counseling WordPress Theme Optima – Simple Magazine WordPress Theme