Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Konsep Presisi, Upaya Kapolri Ingin Polisi Makin Dekat dengan Masyarakat

Konsep Presisi, Upaya Kapolri Ingin Polisi Makin Dekat dengan Masyarakat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
  • visibility 930
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAPOLRI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ingin polisi makin dekat dengan masyarakat.
Salah satu upaya yang ia tempuh yaitu melalui konsep “Presisi” (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang kemudian diturunkan menjadi beragam kebijakan yang adaptif terhadap teknologi informasi dan mengedepankan pendekatan keadilan restoratif.

“Kami ingin polisi makin dekat dengan masyarakat, pelayanan publik makin bagus, respons cepat, terukur, berkualitas, dan yang penting ialah mewujudkan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat,” ujar Kapolri, belum lama ini.

Konsep polisi yang Presisi itu digagas Kapolri sejak saat uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Gagasan itu berangkat dari temuan dan kajiannya terhadap hasil sejumlah lembaga survei tentang bagaimana masyarakat melihat polisi.
“Tidak hanya sisi baiknya, tetapi juga sisi yang mungkin menurut masyarakat berisiko mengurangi kepercayaan masyarakat kepada kepolisian. Kemudian pengalaman saya menjadi Kapolda, Kadiv Propam, dan Kabareskrim, sering juga bertemu dengan masyarakat untuk berbicara dari hati ke hati. Saya ingin tahu versi masyarakat tentang potret polisi,” jelas Kapolri.

Menurut Kapolri, salah satu hal yang tidak disukai masyarakat adalah ketika Polri diberikan kewenangan, tetapi kewenangan itu disalahgunakan.

Khususnya dalam pelayanan polisi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan penegakan hukum yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Di situ banyak hal harus kami perbaiki,” pungkas Kapolri.

Kapolri pun berupaya memperbaikinya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu contohnya, Polri mencoba mengubah penegakan hukum lalu lintas tidak dilakukan secara langsung oleh polisi di tempat.

“Dari yang biasanya kami memberikan tilang manual kini diubah dengan penegakan hukum menggunakan perangkat teknologi informasi,” ucap Kapolri.

“Dengan demikian, interaksi langsung antara masyarakat dan kepolisian hanya untuk mengurai permasalahan-permasalahan di lapangan, seperti ketika ada kemacetan. Adapun untuk hal-hal yang berisiko menimbulkan penyalahgunaan wewenang itu kami ubah dengan sistem dan pemanfaatan teknologi informasi,” lanjut Kapolri.

Selain itu, dalam penegakan hukum, Kapolri melihat masyarakat menginginkan permasalahan sejumlah kasus diselesaikan dengan musyawarah. Karena itu, Polri mulai melakukan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) untuk menangani kasus-kasus tertentu.

“Kami mengingatkan kepada anak buah kami untuk memberikan ruang keadilan bagi kedua belah pihak. Ruang mediasi itu selalu kami berikan. Kami juga mengingatkan agar anak buah kami jangan sampai menggunakan ruang restorative justice untuk kepentingan-kepentingan pribadi. Kami melarang hal-hal yang bersifat transaksional. Memang tidak mudah, tetapi kami harus mengubahnya,” jelas Kapolri.

Saat ini, Polri juga memiliki ruang pengaduan Profesi dan Pengamanan (Propam) dan pengaduan online ”Dumas Presisi”.

Selain itu, tambah Kapolri, jika ada penyalahgunaan atau tindakan negatif dari kepolisian, Polri membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikannya dengan menghubungi nomor 110.

“Nantinya kami akan menyambungkan laporan itu dengan teknologi yang ada sehingga seluruh personel di lapangan bisa merespons cepat saat ada laporan. Demikian juga ketika ada informasi suatu masalah, kepolisian segera datang,” tutup Kapolri.
Tribratanews 2020 (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Surat Edaran, Kepala Daerah Baru & KPK yang Capek Ngulangin Materi Remedial”

    “Surat Edaran, Kepala Daerah Baru & KPK yang Capek Ngulangin Materi Remedial”

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    JIKA korupsi bisa dijadikan mata pelajaran, mungkin nilai rapor kita udah merah semua, ada yang bolos integritas, nyontek kejujuran, dan nyelipin amplop di lembar jawaban transparansi. Untungnya, masih ada guru BP level nasional, yakni KPK dan Kemendagri, yang nggak capek-capek ngingetin bahwa korupsi itu bukan cuma dosa negara, tapi juga dosa akal sehat. Kamis kemarin […]

  • “Rupiah Mabuk di Pasar, Investor Senyum atau Garuk Kepala?”

    “Rupiah Mabuk di Pasar, Investor Senyum atau Garuk Kepala?”

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.323
    • 0Komentar

    DI akhir Oktober 2025, rupiah tampak seperti orang habis minum kopi terlalu banyak, hehe…kadang semangat, kadang meringis. Bank Indonesia (BI) dalam laman resminya mencatat, pada Kamis, 30 Oktober 2025, rupiah ditutup di level Rp16.635 per dolar AS (bid). Investor pun tersenyum tipis, sambil garuk-garuk kepala, “Eh…, ini untung atau buntung, ya?” Sementara itu, yield SBN […]

  • uang-palsu

    Waduh..!! Upal Banyak Beredar, Bamsoet Ingin Polisi Lebih Garang

    • calendar_month Minggu, 22 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    “Serta selalu waspada dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang guna meminimalisasi terjadinya penipuan uang palsu,”

  • Seimbangkan Pendidikan Umum dengan Pendidikan Agama

    Seimbangkan Pendidikan Umum dengan Pendidikan Agama

    • calendar_month Jumat, 15 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.256
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Ogan Ilir – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan terus mendorong tumbuhnya rumah tahfizd sebagaimana banyaknya muncul sekolah pendidikan umum. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya  ketika meresmikan Mushola Salim Rafid  yang letaknya  satu lokasi dengan SMK Negeri 1 Desa Bangun Jaya Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (14/2/2019). “Maraknya […]

  • Jaga Mutu Pangan, Sumsel MoU dengan BPOM 

    Jaga Mutu Pangan, Sumsel MoU dengan BPOM 

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Sekretaris Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar melakukan penandatanganan bersama Naskah Perjanjian Kerja Sama Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Palembang di Ruang Kerja Sekda, Rabu (29/8/2018). “Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini merupakan turunan dari MoU yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur bersama Kepala Badan POM pusat tentang ketahanan pangan,” […]

  • Gubernur Simak Sumbang Saran Fraksi -Fraksi

    Gubernur Simak Sumbang Saran Fraksi -Fraksi

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.421
    • 0Komentar

    Palembang – Guna menciptakan kesamaan pandangan dan pendapat terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Sumatera Selatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) melangsungkan Rapat Paripurna XXXIV pembicaraan tingkat dua dengan agenda, pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Provinsi Sumsel, Senin (25/9).

expand_less
WordPress Archive Agrinice – Agriculture & Organic Food Elementor Template Kit Agrios – Agriculture Farming WordPress Theme Agrofields – Food Shop & Grocery Market WP Theme Agrool – Agriculture Farming Elementor Template Kit Agrox – Agriculture Organic Farming WordPress Theme Aguvic – Creative Digital Agency Elementor Template Kit AH Personal – Creative Resume & Blog Theme AH Survey – WordPress Survey Builder With Multiple Questions Types AhaMag | Modern Magazine HTML Template AhaShop – Clothing & Fashion WordPress Theme