Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Pandemi, Tari pun Kolaborasi Mentas Daring

Pandemi, Tari pun Kolaborasi Mentas Daring

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
  • visibility 4.193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Komunitas tari Saudance menggelar nonton bareng (Nobar) karya virtual “Dari Pustaka Rumahku”, di Rumah Sintas Palembang. Karya virtual yang ditayangkan melalui Youtube Premiere di kanal Saudance.Idn, Jumat (11/06) Pukul 19:30 WIB ini, merupakan rangkaian kegiatan Festival Bulan Juni yang diselenggarakan sejumlah komunitas di Palembang.
Dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan mengundang kalangan terbatas ini, selain nonton bareng akan digelar juga diskusi karya dengan menghadirkan dua pembicara, Rizqi Turama, dosen FKIP Universitas Sriwijaya, dan Conie Sema, Direktur Artistik Teater Potlot.
“Dari Pustaka Rumahku” adalah sebuah kinerja kolaborasi seni pertunjukan yang menggunakan media publik virtual merupakan bentuk responsif pekarya seni di Palembang berkaitan kondisi pandemi covid-19 saat ini.
Sonia Anisah Utami, koreografer yang juga ketua Saudance mengatakan, produksi karya ini melibatkan lintas disiplin, koreografi, videografi, musik, dan grafis. Membaca dan mencari keterhubungan antara realitas faktual, simbol, ilmu pengetahuan, serta kondisi sosial masyarakat. Dalam lintasan waktu lalu, hari ini, dan opsi-opsi ke depan.
Pembacaan itu, lanjut Sonia, mengambil simbol buku-buku yang datang ke rumah kita yang menjadi step in pada praktik laboratoris melihat rumah sebagai wilayah privasi yang tak lagi berbatas. Baik secara komunal (keluarga) juga personal.
Menurut Sonia Anisah Utami yang juga pengajar di Universitas PGRI Palembang, dalam tahapan riset awal mereka mencoba observasi tempat, yakni sebuah rumah (Rumah Sintas) sebagai perencanaan ide dan gagasan ruang performancenya. Bersama videografer dan music director, mereka mengumpulkan bunyi, properti, dan scenery rumah tersebut. Kemudian mempelajari lintasan ruang ke ruang, desain arsitekturnya, juga riwayat rumah. Sampai tiba di ruang perpustakaan yang ternyata ruang sebuah komunitas baca “Bucu Buku”.
“Dari sana kami memulai diskusi dan merancang gagasan serta aspek-aspek artistik,” ujar Yudi Semai yang menggarap videografinya. “Kami bersama mencoba membuat beberapa proyek simulasi visual untuk mendapatkan pengalaman baru dari peristiwa cahaya, template, grafis, narasi dan gambar-gambar yang digarap dan dikumpulkan menjadi peristiwa pertunjukan,” jelas Yudi Semai yang dikenal sebagai videografer pementasan Teater Potlot.
Penata musik muda, Jeje Dije menambahkan, penggarapan musik untuk produksi virtual “Dari Pustaka Rumahku” agak berbeda dari yang biasa dikerjakannya. “Dari proses awal kami riset bersama di lokasi. Menyimak dan merekam berbagai bunyi dan aktifitas di lokasi. Kemudian berdiskusi berkali-kali sampai mendapat gambaran awal komposisi serta efek suara dan ambient bunyi-bunyi yang dapat dihadirkan baik dalam presentasi video, alur stori, juga gerak tubuh,” ujarnya.
“Dari Pustaka Rumahku” selain menawarkan gagasan penggarapan virtual juga mengundang diskusi tentang simbolisme media yang digunakan dalam membangun pemahaman tentang keberadaan rumah sebagai wilayah “tak berbatas”? Kemudian bagaimana proses produksi budaya dan ilmu pengetahuan berlangsung dan membangun ruang-ruang identitas baru terhadap identitas budaya sebelumnya. Apakah batasan (boundaries), ruang, jarak antara arus yang masuk bersama nilai-nilai baru ke rumah, tidak lagi menjadi penting. Ketika hari ini, kita membiarkan pintu rumah tak lagi terkunci.
Festival Bulan Juni
Festival Bulan Juni adalah iven yang lahir dari gagasan sejumlah komunitas seni dan budaya, juga komunitas literasi dan penggiat lingkungan di Palembang. Gagasan ini didasari dari keinginan membuat ruang kreatif yang dilakukan secara partisipatoris dan reguler selama satu bulan. Masing-masing komunitas menyiapkan biaya kegiatan dan tempat acara sendiri. Momen bulan Juni diambil sebagai perayaan hari lingkungan dan hari independensi sedunia.
Menurut Taxlan, panitia Festival Bulan Juni, kegiatan berlangsung 5 – 27 Juni 2021, meliputi pertunjukan seni, pameran seni rupa, sastra, film, bedah buku, tukar bincang, screening, dan diskusi lingkungan, dan kegiatan sosial. Sebanyak 20 komunitas ikut meramaikan festival yang digelar di 12 tempat di kota Palembang.
“Festival ini akan dilanjutkan setiap tahun, dan rencana jumlah iven serta komunitas yang terlibat akan dperbanyak. Begitu pun jangkauan kegiatan akan diperluas skup provinsi,” tambah Ryllian, salah seorang panitia lainnya. *** (nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wawako Palembang Pastikan Lansia Di Panti Jompo Tercukupi Kebutuhannya

    Wawako Palembang Pastikan Lansia Di Panti Jompo Tercukupi Kebutuhannya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang, Fitrianti Agustinga sengaja mengagendakan kunjungannya ke Panti Asuhan Harapan Kita yang berlokasi di Jalan Jompo, Kelurahan Sukabangun Palembang. Kunjungannya ke Panti Jompo tersebut adalah kegiatan yang sengaja ia rutinkan guna memastikan keadaan setiap orang tua yang berada setiap panti jompo, khususnya di kota Palembang. “Harapan kita tentu mereka tidak kekurangan apapun, baik […]

  • Gubernur Keliling Palembang Pantau Titik Banjir

    Gubernur Keliling Palembang Pantau Titik Banjir

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.283
    • 0Komentar

    HUJAN deras yang mengguyur Kota Palembang sejak dini hari tadi, membuat sejumlah ruas jalan dan beberapa rumah warga di Kota Palembang terendam banjir. Bahkan, ketinggian genangan air pun bervariasi mulai dari 20 cm hingga 50 cm. Mendapati hal tersebut, Gubernur Provinsi Sumsel H Herman Deru ditemani putrinya yang jugas sebagai Duta Literasi Provinsi Sumsel, Ratu […]

  • La Nina Bertahan Hingga Mei 2021, 58% Wilayah Zona Musim Terlambat Masuk Musim Kemarau

    La Nina Bertahan Hingga Mei 2021, 58% Wilayah Zona Musim Terlambat Masuk Musim Kemarau

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperediksikan Musim Kemarau 2021 akan mulai terjadi pada April 2021 di 22,8 persen Zona Musim (ZOM) yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa. “BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif. Karena itu, Musim Kemarau […]

  • Berkah Sumsel di Lampung, Raih 2 Penghargaan, Apa Saja ?

    Berkah Sumsel di Lampung, Raih 2 Penghargaan, Apa Saja ?

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    SUMATERA Selatan [Sumsel] kembali menorehkan prestasi. Tak tanggung-tanggung Sumsel berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Pekan Raya Lampung – Lampung Fair 2019 yang digelar di Pusat Kebudayaan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung, 19 April hingga 3 Mei lalu. Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh  Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Pemprov Sumatera Selatan Sumsel […]

  • Cegah Gajah Liar Masuk Kebun Warga, Muba Bakal Pasang Sirine di Perkebunan

    Cegah Gajah Liar Masuk Kebun Warga, Muba Bakal Pasang Sirine di Perkebunan

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU- Persoalan gajah liar yang kerap kali masuk ke perkampungan dan perkebunan warga belakangan ini di Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) Kabupaten Musi Banyuasin menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Bahkan, Kamis (29/11/2018) pihak BKSDA Sumsel bersama tim dari Pemkab Muba serta perangkat Kecamatan dan Desa di BHL turun ke lokasi di […]

  • Ini Alasan Australia Rela Kucurkan Hibah Untuk Palembang, Kata Bridie Rushton

    Ini Alasan Australia Rela Kucurkan Hibah Untuk Palembang, Kata Bridie Rushton

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Kerugian akibat masalah itu mencapai sekitar 2,3% dari PDB (Produk Domestik Bruto) tahunan atau sebesar US$ 6,3 miliar.

expand_less
WordPress Archive Download Monitor Advanced Access Manager Download Monitor Amazon S3 Download Monitor Buttons Download Monitor Captcha Download Monitor CSV Importer Download Monitor Downloading Page Download Monitor Email Lock Download Monitor Email Notification Download Monitor Google Drive Download Monitor Gravity Forms Lock