Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

“Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.795
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika sejarah bukan cuma pelajaran, tapi juga keringat bareng-bareng di ruang AC mati…

LIMA malam berturut-turut, Graha Budaya di Taman Budaya Sriwijaya berubah jadi “wajan raksasa”, wah.. penuh manusia. Ribuan penonton tumplek blek, dari bocah SD sampai pejabat berdasi, semua rela duduk berdesakan demi nonton teater “SMB II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”, keren…dan luar biasa!.

Total? 3.200 orang, coba bayangkan, itu sama kayak seluruh isi satu Kelurahan pada pindah ke teater bareng-bareng.

Dan suasananya… beuh, sumuk [panas] bukan main!, bukan cuma karena pendingin ruangan lagi ngambek, tapi juga karena aura semangat yang kebakar oleh cerita Pahlawan Palembang itu.

“Setiap malam penuh, sampai ada yang berdiri di belakang,” ujar Isnayanti, Panitia Pelaksana, dengan mata berbinar dan terharu, seperti baru lihat diskon besar-besaran di Pasar. “Ada yang nonton dua kali, katanya belum puas”.

Nah lho, teater ditonton dua kali? bukan K-pop konser ya.., tapi teater sejarah!, penasaran kan!.

Yang bikin salut lagi, harga tiketnya bukan tipe “bikin kantong menjerit”. Ini murni untuk rakyat lho..
Panitia tahu, seni itu bukan cuma buat orang kaya yang suka berfoto di depan spanduk event.
Tiket SD–SMP cuma Rp25 ribu, SMA Rp50 ribu, dan umum Rp60 ribu, VIP? Rp250 ribu, buat yang mau gaya dikit, tapi tetap cinta budaya.

“Kami ingin teater ini milik semua orang,” kata Isnayanti lagi. “Anak-anak, guru, mahasiswa, sampai bapak-bapak yang biasanya nonton bola pun boleh”.

Dan ternyata benar, di antara barisan penonton, ada anak SD yang melongo lihat kostum Sultan, ada ibu-ibu yang sesenggukan pelan, dan ada mahasiswa yang pura-pura serius mencatat tapi sebenarnya cari caption buat Instagram.

Kalau dulu, sebenarnya sejarah itu, cuma bikin ngantuk karena isinya nama-nama dan tahun mati, kali ini lain cerita, begitu lampu sorot menyala, penonton dibawa ke masa lalu. Musik tradisional dan modern kawin campur, wah  hasilnya keren, kayak rendang pakai keju,  aneh tapi enak!

“Awalnya saya kira teater itu membosankan,” kata Andra (16), siswa SMA yang datang bareng rombongan sekolah. “Tapi waktu adegan SMB II dibuang ke Ternate, saya merinding”.

Begitu pula Rizka, mahasiswi UNSRI mengaku. “Di buku, SMB II cuma nama dan tanggal. Tapi di panggung, aku bisa ngerasain marahnya, sedihnya, dan tekadnya. Rasanya kayak ikut berjuang”.

Lihatlah?, anak muda ternyata masih bisa baper sama sejarah. Asal sejarahnya bukan disuruh dihafal di depan kelas, pasti bosan..bikin males.

Namun, masalahnya cuma satu, yaitu AC Graha Budaya, sepertinya ikut merdeka dari tugasnya, hahaha!!, sebab udara panas bikin beberapa penonton kipas-kipas pakai brosur, tapi bukannya ngeluh, malah jadi bagian dari “pengalaman spiritual”.

“Panas sih,” kata seorang mahasiswa sambil senyum kecut, “tapi kayaknya cocok, soalnya perjuangan SMB II juga nggak pakai AC”. ia nggak?

Nah, ini baru penonton berdedikasi!. Tapi tetap, panitia berharap pemerintah bisa kasih perhatian, bukan buat kenyamanan semata, tapi biar panggung Palembang makin pantas jadi rumah seni, bukan sauna budaya.

Yang paling bikin haru, sebenarnya penampilan Deden Sutrisno (Endet) sebagai SMB II. Lewat perannya, Sultan Mahmud Badaruddin II nggak lagi cuma pahlawan di uang 10 ribuan, tapi jadi sosok yang hidup, marah, jatuh, bangkit, dan pantang tunduk.

“Saya bukan ingin terkenal,” ujar Deden pelan. “Saya cuma ingin setiap orang tahu bahwa semangat SMB II, apalagi semangat itu, untuk tidak tunduk dan tetap bermartabat dan bisa kita hidupkan lagi hari ini”

Kalimat itu kayak tamparan lembut di pipi bangsa yang kadang lebih sibuk debat di medsos daripada bela budaya sendiri.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, juga hadir langsung. Ia bilang, “Teater itu wadah belajar kehidupan, bukan cuma buat seniman, tapi buat siapa pun. Lewat akting dan dialog, kita bisa belajar tentang sejarah, kritik sosial, dan bahkan cara hidup”.

Sadar diri

Dan beliau benar, pasalnya malam itu, panggung bukan cuma soal akting, namun juga soal kesadaran diri, selain itu juga tentang harga diri, tentang siapa kita, tentang bagaimana bertahan di dunia yang makin suka “menjinakkan” idealisme dengan kenyamanan.

Setiap kali pertunjukan usai, tepuk tangan pun menggema kayak suara hujan di atap seng, ada yang berdiri, ada pula yang menitikkan air mata, bahkan ada juga yang nyeletuk, “Hidup SMB II! Hidup Palembang!”

Riko (27), pegawai swasta, ngaku sudah nonton dua kali, “sekali aja nggak cukup, rasanya kayak dibawa ke masa lalu, tapi juga disadarkan siapa kita hari ini”.

Luar biasa, luar biasa, sebab orang yang nonton film superhero Marvel dua kali, tidak ada bekas dan kenangan,  tapi ini beda tontonannya, soal teater sejarah lokal, ada kenangan dan edukasinya..
Itu tandanya, Palembang masih punya jiwa yang menyala soal budaya alias budaya masih punya tempat di kalangan masyarakat Palembang.

Akhirnya, saat tirai terakhir turun, tepuk tangan tak juga berhenti…..dan di udara, masih tercium aroma perjuangan,  bukan dari keringat semata, melainkan  dari kebanggaan.

Malam itu menjadi bukti bahwa bukan cuma Sultan Mahmud Badaruddin II yang berdiri gagah di panggung, melainkan juga ribuan penonton yang hatinya menyala oleh semangat yang sama, bahkan yang terpentin yaitu, semangat untuk tidak dijinakkan.

Karena seperti pepatah orang tua dulu bilang “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan, tapi orang Palembang, hidup pun meninggalkan semangat”

Dan malam itu, Palembang juga membuktikan Harimaunya masih ada, cuma memang sekarang wujudnya ribuan penonton yang nggak mau diam, nggak mau tunduk, dan nggak mau kehilangan jati diri.

Jadi, kalau teater aja bisa bikin orang teriak -teriak semangat “Hidup SMB II!”, berarti sejarah memang belum mati, hanya saja butuh panggung dan orang-orang berani buat menyalakan apinya lagi.

“Melawan tidak, menyerah pun tidak”

Begitu kata SMB II.

Dan…, sepertinya, malam itu  Palembang sepakat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Tapal Batas Muba-Muratara, HD Harapkan ‘Win-Win Solution’

    Soal Tapal Batas Muba-Muratara, HD Harapkan ‘Win-Win Solution’

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru menginstruksikan kepada Tim Khusus Penyelesaian masalah tapal batas Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas Utara (Muratara) untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini dengan win-win solution. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat bersama Bupati Muratara beserta Jajaran dalam rangka Koordinasi dan Konsultasi Permendagri No. 76 Tahun 2014 tentang perubahan […]

  • Senang lihat pasar murah di serbu warga Sako

    Senang lihat pasar murah di serbu warga Sako

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Manfaat rangkaian HUT Kota Palembang Ke 1431 tahun 2024 turut dirasakan langsung oleh warga, diantaranya Pasar Murah yang diadakan Pemkot Palembang di Halaman Kantor Camat Sako, Senin (10/6/2024). Berbagai bahan pokok tersedia di pasar murah tersebut, seperti cabai, gandum hingga beras. Untuk harganya sudah dipastikan lebih murah dari harga pasaran.   Warga bisa […]

  • Terkait Kudeta, Jika Kader Membelot, Demokrat Sumsel Siap Beri Sanksi Tegas

    Terkait Kudeta, Jika Kader Membelot, Demokrat Sumsel Siap Beri Sanksi Tegas

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.456
    • 0Komentar

    PARTAI Demokrat Sumsel menegaskan siap memberikan sanksi tegas jika ada kadernya terbukti membelot kepihak- pihak yang ingin melakukan kudeta tersebut. “Saya selaku Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel baru hari ini mendengar, ada kader yang ternyata sinyalir ikut dalam pertemuan tersebut (upaya kudeta). Tentunya ini akan menjadi agenda partai, untuk dapat memberikan sanksi, kalau yang bersangkutan […]

  • Kampanye Jokowi di PSCC

    Kampanye Jokowi di PSCC

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Kampanye Jokowi di di Gedung Palembang Sports & Convention Center (PSCC) dipenuhi oleh ribuan pendukungnya, Selasa [2/4/2019]. Jokowi pun tak sendiri, dia datang bersama Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding. Abdul Kadir  menyampaikan orasi dihadapan pendukung Jokowi, dia menyebutkan perjalanan Jokowi ke sejumlah daerah dari Makassar, Papua, Papua Barat sampai ke […]

  • Peluncuran Pembuatan SIM Perdana di Mapolres PALI

    Peluncuran Pembuatan SIM Perdana di Mapolres PALI

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    KABUPATEN Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), jika selama ini  jika hendak membuat atau memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) harus menempuh waktu selama 2 jam lebih untuk datang  ke Mapolres Muara Enim. Nah kini, masyarakat daerah itu cukup mendatangi pusat layanan  SIM  di Mapolres setempat. Menyusul telah di diresmikannya pusat layanan SIM di Mapolres PALI oleh […]

  • Pengelolaan SDM BPJAMSOSTEK Terbukti Profesional

    Pengelolaan SDM BPJAMSOSTEK Terbukti Profesional

    • calendar_month Minggu, 31 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.151
    • 0Komentar

    SEJUMLAH penghargaan diraih BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) sepanjang tahun 2016 hingga tahun 2020 sebagai apresiasi atas keberhasilannya dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Mulai dari penghargaan dalam negeri hingga taraf internasional pun pernah dibawa pulang dan menjadi bukti pengelolaan SDM yang profesional. Sebut saja Indonesia Human Capital Award (IHCA), yang setiap tahun mulai dari […]

expand_less
WordPress Archive Viral Subscription – WordPress plugin for creating a viral opt-in form Viralomatic – Viral News Post Generator Plugin for WordPress ViralVideo – Responsive Magazine WordPress Theme Virtual Assistant for WordPress – build your own Google Now, Siri or Cortana. Virtual – Cryptocurency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Virtual Phone Number Selling System WordPress Plugin Virtual Tour Creator for WordPress Showcase Addon Virtus – Modern Blog & Magazine WordPress Theme Virtuware – Saas & Digital Company Elementor Kit VisaPlan – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit.