Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

“Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.821
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika sejarah bukan cuma pelajaran, tapi juga keringat bareng-bareng di ruang AC mati…

LIMA malam berturut-turut, Graha Budaya di Taman Budaya Sriwijaya berubah jadi “wajan raksasa”, wah.. penuh manusia. Ribuan penonton tumplek blek, dari bocah SD sampai pejabat berdasi, semua rela duduk berdesakan demi nonton teater “SMB II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”, keren…dan luar biasa!.

Total? 3.200 orang, coba bayangkan, itu sama kayak seluruh isi satu Kelurahan pada pindah ke teater bareng-bareng.

Dan suasananya… beuh, sumuk [panas] bukan main!, bukan cuma karena pendingin ruangan lagi ngambek, tapi juga karena aura semangat yang kebakar oleh cerita Pahlawan Palembang itu.

“Setiap malam penuh, sampai ada yang berdiri di belakang,” ujar Isnayanti, Panitia Pelaksana, dengan mata berbinar dan terharu, seperti baru lihat diskon besar-besaran di Pasar. “Ada yang nonton dua kali, katanya belum puas”.

Nah lho, teater ditonton dua kali? bukan K-pop konser ya.., tapi teater sejarah!, penasaran kan!.

Yang bikin salut lagi, harga tiketnya bukan tipe “bikin kantong menjerit”. Ini murni untuk rakyat lho..
Panitia tahu, seni itu bukan cuma buat orang kaya yang suka berfoto di depan spanduk event.
Tiket SD–SMP cuma Rp25 ribu, SMA Rp50 ribu, dan umum Rp60 ribu, VIP? Rp250 ribu, buat yang mau gaya dikit, tapi tetap cinta budaya.

“Kami ingin teater ini milik semua orang,” kata Isnayanti lagi. “Anak-anak, guru, mahasiswa, sampai bapak-bapak yang biasanya nonton bola pun boleh”.

Dan ternyata benar, di antara barisan penonton, ada anak SD yang melongo lihat kostum Sultan, ada ibu-ibu yang sesenggukan pelan, dan ada mahasiswa yang pura-pura serius mencatat tapi sebenarnya cari caption buat Instagram.

Kalau dulu, sebenarnya sejarah itu, cuma bikin ngantuk karena isinya nama-nama dan tahun mati, kali ini lain cerita, begitu lampu sorot menyala, penonton dibawa ke masa lalu. Musik tradisional dan modern kawin campur, wah  hasilnya keren, kayak rendang pakai keju,  aneh tapi enak!

“Awalnya saya kira teater itu membosankan,” kata Andra (16), siswa SMA yang datang bareng rombongan sekolah. “Tapi waktu adegan SMB II dibuang ke Ternate, saya merinding”.

Begitu pula Rizka, mahasiswi UNSRI mengaku. “Di buku, SMB II cuma nama dan tanggal. Tapi di panggung, aku bisa ngerasain marahnya, sedihnya, dan tekadnya. Rasanya kayak ikut berjuang”.

Lihatlah?, anak muda ternyata masih bisa baper sama sejarah. Asal sejarahnya bukan disuruh dihafal di depan kelas, pasti bosan..bikin males.

Namun, masalahnya cuma satu, yaitu AC Graha Budaya, sepertinya ikut merdeka dari tugasnya, hahaha!!, sebab udara panas bikin beberapa penonton kipas-kipas pakai brosur, tapi bukannya ngeluh, malah jadi bagian dari “pengalaman spiritual”.

“Panas sih,” kata seorang mahasiswa sambil senyum kecut, “tapi kayaknya cocok, soalnya perjuangan SMB II juga nggak pakai AC”. ia nggak?

Nah, ini baru penonton berdedikasi!. Tapi tetap, panitia berharap pemerintah bisa kasih perhatian, bukan buat kenyamanan semata, tapi biar panggung Palembang makin pantas jadi rumah seni, bukan sauna budaya.

Yang paling bikin haru, sebenarnya penampilan Deden Sutrisno (Endet) sebagai SMB II. Lewat perannya, Sultan Mahmud Badaruddin II nggak lagi cuma pahlawan di uang 10 ribuan, tapi jadi sosok yang hidup, marah, jatuh, bangkit, dan pantang tunduk.

“Saya bukan ingin terkenal,” ujar Deden pelan. “Saya cuma ingin setiap orang tahu bahwa semangat SMB II, apalagi semangat itu, untuk tidak tunduk dan tetap bermartabat dan bisa kita hidupkan lagi hari ini”

Kalimat itu kayak tamparan lembut di pipi bangsa yang kadang lebih sibuk debat di medsos daripada bela budaya sendiri.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, juga hadir langsung. Ia bilang, “Teater itu wadah belajar kehidupan, bukan cuma buat seniman, tapi buat siapa pun. Lewat akting dan dialog, kita bisa belajar tentang sejarah, kritik sosial, dan bahkan cara hidup”.

Sadar diri

Dan beliau benar, pasalnya malam itu, panggung bukan cuma soal akting, namun juga soal kesadaran diri, selain itu juga tentang harga diri, tentang siapa kita, tentang bagaimana bertahan di dunia yang makin suka “menjinakkan” idealisme dengan kenyamanan.

Setiap kali pertunjukan usai, tepuk tangan pun menggema kayak suara hujan di atap seng, ada yang berdiri, ada pula yang menitikkan air mata, bahkan ada juga yang nyeletuk, “Hidup SMB II! Hidup Palembang!”

Riko (27), pegawai swasta, ngaku sudah nonton dua kali, “sekali aja nggak cukup, rasanya kayak dibawa ke masa lalu, tapi juga disadarkan siapa kita hari ini”.

Luar biasa, luar biasa, sebab orang yang nonton film superhero Marvel dua kali, tidak ada bekas dan kenangan,  tapi ini beda tontonannya, soal teater sejarah lokal, ada kenangan dan edukasinya..
Itu tandanya, Palembang masih punya jiwa yang menyala soal budaya alias budaya masih punya tempat di kalangan masyarakat Palembang.

Akhirnya, saat tirai terakhir turun, tepuk tangan tak juga berhenti…..dan di udara, masih tercium aroma perjuangan,  bukan dari keringat semata, melainkan  dari kebanggaan.

Malam itu menjadi bukti bahwa bukan cuma Sultan Mahmud Badaruddin II yang berdiri gagah di panggung, melainkan juga ribuan penonton yang hatinya menyala oleh semangat yang sama, bahkan yang terpentin yaitu, semangat untuk tidak dijinakkan.

Karena seperti pepatah orang tua dulu bilang “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan, tapi orang Palembang, hidup pun meninggalkan semangat”

Dan malam itu, Palembang juga membuktikan Harimaunya masih ada, cuma memang sekarang wujudnya ribuan penonton yang nggak mau diam, nggak mau tunduk, dan nggak mau kehilangan jati diri.

Jadi, kalau teater aja bisa bikin orang teriak -teriak semangat “Hidup SMB II!”, berarti sejarah memang belum mati, hanya saja butuh panggung dan orang-orang berani buat menyalakan apinya lagi.

“Melawan tidak, menyerah pun tidak”

Begitu kata SMB II.

Dan…, sepertinya, malam itu  Palembang sepakat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Jadi Sponsor Asian Games, AMS Pinjamkan 50 Unit New Honda PCX 150 cc

    Resmi Jadi Sponsor Asian Games, AMS Pinjamkan 50 Unit New Honda PCX 150 cc

    • calendar_month Minggu, 4 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Untuk keperluan mobilitas panitia daerah Asian Games Palembang.

  • Raih Nilai 3,21, Muba Tertinggi di Sumsel dalam Pernilaian Kota Pintar

    Raih Nilai 3,21, Muba Tertinggi di Sumsel dalam Pernilaian Kota Pintar

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba berhasil menduduki capaian nilai tertinggi di Sumsel yakni 3.21 dan menjadi daerah terpilih program menuju smart city. Setelah mengikuti hasil penilaian evaluasi. Diketahui, adapun capaian daerah di Sumsel yang masuk penilaian 100 Kabupaten/Kota Smart City diantaranya Kabupaten Muba 3.21, Kabupaten Muaraenim 2.97 , Kabupaten Banyuasin 2.79, dan Kota Palembang 2.51. “Dengan capaian nilai […]

  • UNTUKMU SAHABAT

    UNTUKMU SAHABAT

    • calendar_month Minggu, 31 Jan 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 4.763
    • 0Komentar

    Kemarin Kau tebarkan senyum Senyum yang membangkitkan kerinduan Kau buat suasana riuh, renyah Kau ciptakan keramaian dimanapun Dirimu tak pernah perduli Apakah hati lagi gundah Laksana Juliet ditinggal Romeo Seperti Galih tak lagi bersama Ratna Engkau hanya tahu Hidpu adalah kehidupan Yang harus berputar dan berlanjut Nasib tak perlu disesali Takdir tak perlu ditangisi Namun, […]

  • AMSI Sumbar Dipimpin Pemred Covesia.com

    AMSI Sumbar Dipimpin Pemred Covesia.com

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    Sumbar merupakan wilayah ke dua yang melaksanakan konferensi

  • King Faisal Specialist Hospital and Research Centre Umumkan Layanan Pengurutan Genom Keseluruhan Cepat

    King Faisal Specialist Hospital and Research Centre Umumkan Layanan Pengurutan Genom Keseluruhan Cepat

    • calendar_month Rabu, 1 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, RIYADH, Arab Saudi, Oct. 31, 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Dalam sebuah perkembangan terobosan bagi Timur Tengah, King Faisal Specialist Hospital and Research Centre (KFSH&RC) telah memperkenalkan sebuah layanan yang disebut dengan Pengurutan Genom Keseluruhan Cepat (rWGS) sebagai bagian dari solusi perawatan kesehatannya. Layanan ini dirancang untuk membantu para dokter mendiagnosis penyakit langka dan genetis, […]

  • Masih Sering Ditemukan, Gubernur Larang  Bangun Masjid Minta Sumbangan Dijalan 

    Masih Sering Ditemukan, Gubernur Larang  Bangun Masjid Minta Sumbangan Dijalan 

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 608
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan  (Sumsel) H Herman Deru mengharapkan para pengurus masjid untuk tidak mengikuti hawa nafsu dalam pembangunan masjid apalagi sampai meminta-minta sumbangan dijalan. “Dalam membangunan rumah ibadah para pengurus masjid  harus  proporsiaonal artinya menyesuaikan dengan kebutuhan, dan tidak menuruti hawa nafsu. Sebab tidak ada gunakannya masjid bagus dan megah kalau jemaahnya sepi,” ucap Gubernur […]

expand_less
WordPress Archive Viral Subscription – WordPress plugin for creating a viral opt-in form Viralomatic – Viral News Post Generator Plugin for WordPress ViralVideo – Responsive Magazine WordPress Theme Virtual Assistant for WordPress – build your own Google Now, Siri or Cortana. Virtual – Cryptocurency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Virtual Phone Number Selling System WordPress Plugin Virtual Tour Creator for WordPress Showcase Addon Virtus – Modern Blog & Magazine WordPress Theme Virtuware – Saas & Digital Company Elementor Kit VisaPlan – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit.