Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

“Teater SMB II Bikin Palembang Nangis, Ketawa & Kepanasan Bareng”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.799
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika sejarah bukan cuma pelajaran, tapi juga keringat bareng-bareng di ruang AC mati…

LIMA malam berturut-turut, Graha Budaya di Taman Budaya Sriwijaya berubah jadi “wajan raksasa”, wah.. penuh manusia. Ribuan penonton tumplek blek, dari bocah SD sampai pejabat berdasi, semua rela duduk berdesakan demi nonton teater “SMB II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan”, keren…dan luar biasa!.

Total? 3.200 orang, coba bayangkan, itu sama kayak seluruh isi satu Kelurahan pada pindah ke teater bareng-bareng.

Dan suasananya… beuh, sumuk [panas] bukan main!, bukan cuma karena pendingin ruangan lagi ngambek, tapi juga karena aura semangat yang kebakar oleh cerita Pahlawan Palembang itu.

“Setiap malam penuh, sampai ada yang berdiri di belakang,” ujar Isnayanti, Panitia Pelaksana, dengan mata berbinar dan terharu, seperti baru lihat diskon besar-besaran di Pasar. “Ada yang nonton dua kali, katanya belum puas”.

Nah lho, teater ditonton dua kali? bukan K-pop konser ya.., tapi teater sejarah!, penasaran kan!.

Yang bikin salut lagi, harga tiketnya bukan tipe “bikin kantong menjerit”. Ini murni untuk rakyat lho..
Panitia tahu, seni itu bukan cuma buat orang kaya yang suka berfoto di depan spanduk event.
Tiket SD–SMP cuma Rp25 ribu, SMA Rp50 ribu, dan umum Rp60 ribu, VIP? Rp250 ribu, buat yang mau gaya dikit, tapi tetap cinta budaya.

“Kami ingin teater ini milik semua orang,” kata Isnayanti lagi. “Anak-anak, guru, mahasiswa, sampai bapak-bapak yang biasanya nonton bola pun boleh”.

Dan ternyata benar, di antara barisan penonton, ada anak SD yang melongo lihat kostum Sultan, ada ibu-ibu yang sesenggukan pelan, dan ada mahasiswa yang pura-pura serius mencatat tapi sebenarnya cari caption buat Instagram.

Kalau dulu, sebenarnya sejarah itu, cuma bikin ngantuk karena isinya nama-nama dan tahun mati, kali ini lain cerita, begitu lampu sorot menyala, penonton dibawa ke masa lalu. Musik tradisional dan modern kawin campur, wah  hasilnya keren, kayak rendang pakai keju,  aneh tapi enak!

“Awalnya saya kira teater itu membosankan,” kata Andra (16), siswa SMA yang datang bareng rombongan sekolah. “Tapi waktu adegan SMB II dibuang ke Ternate, saya merinding”.

Begitu pula Rizka, mahasiswi UNSRI mengaku. “Di buku, SMB II cuma nama dan tanggal. Tapi di panggung, aku bisa ngerasain marahnya, sedihnya, dan tekadnya. Rasanya kayak ikut berjuang”.

Lihatlah?, anak muda ternyata masih bisa baper sama sejarah. Asal sejarahnya bukan disuruh dihafal di depan kelas, pasti bosan..bikin males.

Namun, masalahnya cuma satu, yaitu AC Graha Budaya, sepertinya ikut merdeka dari tugasnya, hahaha!!, sebab udara panas bikin beberapa penonton kipas-kipas pakai brosur, tapi bukannya ngeluh, malah jadi bagian dari “pengalaman spiritual”.

“Panas sih,” kata seorang mahasiswa sambil senyum kecut, “tapi kayaknya cocok, soalnya perjuangan SMB II juga nggak pakai AC”. ia nggak?

Nah, ini baru penonton berdedikasi!. Tapi tetap, panitia berharap pemerintah bisa kasih perhatian, bukan buat kenyamanan semata, tapi biar panggung Palembang makin pantas jadi rumah seni, bukan sauna budaya.

Yang paling bikin haru, sebenarnya penampilan Deden Sutrisno (Endet) sebagai SMB II. Lewat perannya, Sultan Mahmud Badaruddin II nggak lagi cuma pahlawan di uang 10 ribuan, tapi jadi sosok yang hidup, marah, jatuh, bangkit, dan pantang tunduk.

“Saya bukan ingin terkenal,” ujar Deden pelan. “Saya cuma ingin setiap orang tahu bahwa semangat SMB II, apalagi semangat itu, untuk tidak tunduk dan tetap bermartabat dan bisa kita hidupkan lagi hari ini”

Kalimat itu kayak tamparan lembut di pipi bangsa yang kadang lebih sibuk debat di medsos daripada bela budaya sendiri.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, juga hadir langsung. Ia bilang, “Teater itu wadah belajar kehidupan, bukan cuma buat seniman, tapi buat siapa pun. Lewat akting dan dialog, kita bisa belajar tentang sejarah, kritik sosial, dan bahkan cara hidup”.

Sadar diri

Dan beliau benar, pasalnya malam itu, panggung bukan cuma soal akting, namun juga soal kesadaran diri, selain itu juga tentang harga diri, tentang siapa kita, tentang bagaimana bertahan di dunia yang makin suka “menjinakkan” idealisme dengan kenyamanan.

Setiap kali pertunjukan usai, tepuk tangan pun menggema kayak suara hujan di atap seng, ada yang berdiri, ada pula yang menitikkan air mata, bahkan ada juga yang nyeletuk, “Hidup SMB II! Hidup Palembang!”

Riko (27), pegawai swasta, ngaku sudah nonton dua kali, “sekali aja nggak cukup, rasanya kayak dibawa ke masa lalu, tapi juga disadarkan siapa kita hari ini”.

Luar biasa, luar biasa, sebab orang yang nonton film superhero Marvel dua kali, tidak ada bekas dan kenangan,  tapi ini beda tontonannya, soal teater sejarah lokal, ada kenangan dan edukasinya..
Itu tandanya, Palembang masih punya jiwa yang menyala soal budaya alias budaya masih punya tempat di kalangan masyarakat Palembang.

Akhirnya, saat tirai terakhir turun, tepuk tangan tak juga berhenti…..dan di udara, masih tercium aroma perjuangan,  bukan dari keringat semata, melainkan  dari kebanggaan.

Malam itu menjadi bukti bahwa bukan cuma Sultan Mahmud Badaruddin II yang berdiri gagah di panggung, melainkan juga ribuan penonton yang hatinya menyala oleh semangat yang sama, bahkan yang terpentin yaitu, semangat untuk tidak dijinakkan.

Karena seperti pepatah orang tua dulu bilang “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan kenangan, tapi orang Palembang, hidup pun meninggalkan semangat”

Dan malam itu, Palembang juga membuktikan Harimaunya masih ada, cuma memang sekarang wujudnya ribuan penonton yang nggak mau diam, nggak mau tunduk, dan nggak mau kehilangan jati diri.

Jadi, kalau teater aja bisa bikin orang teriak -teriak semangat “Hidup SMB II!”, berarti sejarah memang belum mati, hanya saja butuh panggung dan orang-orang berani buat menyalakan apinya lagi.

“Melawan tidak, menyerah pun tidak”

Begitu kata SMB II.

Dan…, sepertinya, malam itu  Palembang sepakat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bikin Kampung Lengkeng, PLN WS2JB Bantu 1.300 Bibit Pohon Lengkeng

    Bikin Kampung Lengkeng, PLN WS2JB Bantu 1.300 Bibit Pohon Lengkeng

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    “Ruang terbuka hijau di Kota Palembang juga akan mampu memberikan nilai tambah dari buah lengkeng,”

  • Pelanggan MEP di Muba Bakal Dipermudah dengan Aplikasi

    Pelanggan MEP di Muba Bakal Dipermudah dengan Aplikasi

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    PERSOALAN distribusi listrik di Kabupaten Musi Banyuasin yang berada dibawah naungan PT Muba Elektrik Power (MEP) terus dibenahi. Permasalahan tunggakan pelanggan yang menyebabkan PT MEP merugi menjadi perhatian serius Pemkab Muba dibawah komando Bupati Muba Dodi Reza melalui PT MEP untuk terus dicarikan solusinya. Dalam upaya tersebut, PT MEP berencana menggandeng PT Miota untuk mengalihkan dan […]

  • Travel Umrah Nakal Dibidik Kemenhaj, Jemaah Jangan Tertipu

    Travel Umrah Nakal Dibidik Kemenhaj, Jemaah Jangan Tertipu

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih layanan perjalanan ibadah umrah. Pemerintah memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terbukti mengabaikan hak jemaah, mulai dari persoalan pelayanan hingga dugaan praktik penipuan. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya menerima […]

  • Dicairkan Tiga Tahap ke 2.583 Desa, Gubernur Ajak Masyarakat Awasi Dandes Rp2,71 Triliun di Sumsel

    Dicairkan Tiga Tahap ke 2.583 Desa, Gubernur Ajak Masyarakat Awasi Dandes Rp2,71 Triliun di Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 29 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.322
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Pusat telah menganggarkan dana sedikitnya Rp 72 triliun untuk pembangunan dan pengembangan 72.953 desa yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Dari dana tersebut, Rp 2,71 triliun dikucurkan untuk 2583 desa yang ada di Sumsel. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyaluran dana desa tetap dibagi dalam tiga tahap selama satu tahun seperti tahun […]

  • Raih Penghargaan Pembina K3 Tingkat Nasional

    Raih Penghargaan Pembina K3 Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru memperoleh penghargaan Indonesia Awards K3 tahun 2020 secara Virtual di Command Center dari Inews TV (MNC Group). Penghargaan pembina K3 ini, diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziah dan digelar secara virtual, bersama 18 orang Gubernur lainnya yang juga menerima penghargaan pimbina K3 dari Kemenaker. Penghargaan ini diberikan Kementerian […]

  • Bank Ramah Disabilitas, Sudahkah Sistemnya Benar-Benar Mengerti?

    Bank Ramah Disabilitas, Sudahkah Sistemnya Benar-Benar Mengerti?

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DI BALIK kaca gedung perbankan yang berkilau dan menjulang tinggi di Kota Palembang, ada satu pertanyaan sederhana yang jarang benar-benar kita ajukan dengan jujur, apakah semua orang benar-benar bisa masuk, memahami, dan menggunakan layanan yang sama tanpa hambatan? Pertanyaan itu mungkin terdengar kecil, namun bagi sebagian orang, terutama penyandang disabilitas, hal itu bukan hanya pertanyaan […]

expand_less
WordPress Archive Viral Subscription – WordPress plugin for creating a viral opt-in form Viralomatic – Viral News Post Generator Plugin for WordPress ViralVideo – Responsive Magazine WordPress Theme Virtual Assistant for WordPress – build your own Google Now, Siri or Cortana. Virtual – Cryptocurency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Virtual Phone Number Selling System WordPress Plugin Virtual Tour Creator for WordPress Showcase Addon Virtus – Modern Blog & Magazine WordPress Theme Virtuware – Saas & Digital Company Elementor Kit VisaPlan – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit.