Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Digital Ekonomi » Tingkatkan Daya Saing Lada Melalui Aplikasi SpiceUp

Tingkatkan Daya Saing Lada Melalui Aplikasi SpiceUp

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
  • visibility 1.331
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERCATAT  sebagai negara eksportir lada terbesar kedua di dunia, Indonesia patut berbangga dengan pencapaian suplai hingga 78.000 ton per tahun untuk pasar domestik dan global.

Seiring naiknya permintaan pasar terhadap biji lada, diprediksi komoditas ini akan terus menjadi salah satu sektor perekonomian dengan volume ekspor yang signifikan.

Namun, peluang emas ini bukan tanpa tantangan tersendiri. Hal- hal seperti cuaca, irigasi, penyakit hama dan tanaman hingga Good Agricultural Practice (GAP) masih harus disosialisasikan ke komunitas bisnis lada, khususnya para petani lada.

Ini sebabnya, dibutuhkan solusi berbasis teknologi yang komprehensif seperti yang dipaparkan di event peluncuran aplikasi SpiceUp, Kamis ( 1/4/ 2021).

“Launching Event SpiceUp Application : Technology-Based Smart Agriculture for Pepper Cultivation” mengangkat masalah kualitas dan kuantitas yang erat kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi petani, kapasitas produktif dan daya saing biji lada Indonesia.

Selain itu, SpiceUp juga memberikan solusi inovatif berupa aplikasi geodata yang mudah diakses oleh petani lada di lokasi perkebunan yang berbeda-beda.

CEO dari Verstegen Spices & Sauces B.V., Michel Driessen, menjelaskan,  SpiceUp optimis menjadi terobosan yang bermanfaat bagi petani dan juga pemangku kepentingan lainnya, termasuk para kolektor dan pengusaha.

“Dengan kombinasi teknologi satelit, data lokasi dan survey lapangan, pengguna dapat mengandalkan SpiceUp untuk mengakses informasi spesifik seputar prediksi cuaca, saran pengelolaan air, tanah dan hama penyakit, rekomendasi GAP, traceability (keterlacakan) dan harga pasar yang menguntungkan posisi petani kecil,” katanya.

Selain dihadiri oleh partner konsorsium di Indonesia dan Belanda, acara ini disambut positif dengan turut mengundang beberapa petinggi pemerintahan termasuk dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kedutaan Besar  Republik Indonesia untuk Uni Eropa, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan  Belanda, serta Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, dan  Kalimantan Timur.

Mewakili Kementerian Pertanian, Dr. Ir Fadjry Djufry, M.Si sebagai Kepala Badan Penelitian & Pengembangan, menuturkan bahwa Indonesia masih tertinggal sekitar 150.000 hektar dan produksi/ ha dibandingkan Vietnam yang patut menjadi PR bagi segenap jajaran, termasuk pemerintah daerah.

“Kami telah merilis 10 varietas lada unggul yang sudah tersebar di beberapa propinsi dan menyambut gembira inisiatif SpiceUp sebagai salah satu upaya perbaikan produktivitas melalui berbagai program teknis, peningkatan ekspor dan inovasi untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia,” jelas Fadjry.

Menyerukan apresiasi serupa, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dari Kementerian Dalam Negeri menegaskan pentingnya inovasi guna peningkatan daya saing komoditas, kesejahteraan petani dan kemajuan ekonomi sesuai visi dan misi Presiden Joko Widodo.

Selain itu, Fatoni juga menjelaskan pentingnya keberadaan inovasi yang selaras dengan PP No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

“Pemerintah daerah berkewajiban untuk menumbuhkankembangkan inovasi, memberi stimulasi dan menciptakan iklim kondusif di wilayahnya demi memfasilitasi SDM untuk menciptakan inovasi yang kolaboratif,” ungkapnya.

Hal ini yang menjadi dasar yang kokoh untuk mendorong aplikasi SpiceUp dalam pengembangan pertanian cerdas berbasis teknologi atau smart agriculture, khususnya untuk budidaya lada Indonesia.

Sebagai upaya tindak lanjut peluncuran aplikasi SpiceUp, kegiatan bimbingan teknis kepada petani di sentra penghasil lada utama di Indonesia akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi, sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi petani lada yang mengetahui, mengunduh aplikasi SpiceUp yang sudah tersedia di Google Play Store, dan menerapkan rekomendasi dari SpiceUp di kebun mereka.

Selain itu, kebun percontohan skala kecil di lahan petani juga akan dikembangkan di beberapa wilayah di provinsi Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur sebagai media pembelajaran petani secara langsung mengenai penerapan saran dan rekomendasi yang diberikan oleh aplikasi SpiceUp.[***]

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Menteri Kesehatan Dukung Niat RSUD Sekayu Tingkatkan Layanan 

    Wakil Menteri Kesehatan Dukung Niat RSUD Sekayu Tingkatkan Layanan 

    • calendar_month Sabtu, 16 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.046
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Kementrian Kesehatan RI mendukung upaya Kabupaten Musi Banyuasin untuk meningkatkan layanan kesehatan menjadi salah satu yang terbaik di Sumatera Selatan. Dukungan ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Indonesia Dante Saksono Harbuwono kepada Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud dan tim saat pimpinan tertinggi Muba ini melakukan audiensi Jumat (15/09/2023) di Gedung Sujudi 5 Kantor Kementerian […]

  • Antisipasi Premium Langka, Pemerintah Terus Maksimalkan Sawit Pengganti Bensin

    Antisipasi Premium Langka, Pemerintah Terus Maksimalkan Sawit Pengganti Bensin

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.376
    • 0Komentar

    MENTERI Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif belum lama ini mengunjungi lapangan produksi bensa skala pilot di Kudus, Jawa Tengah. Ia melihat langsung uji coba proses produksi dari crude palm oil (CPO) ke bensin agar premium ada pengganti. “Ide ini sudah lama diinisiasi oleh Institut Teknologi Bandung, Profesor Subagjo dan teman-teman. Dua tahun […]

  • Hadiri Istighotsah PWNU, Gubernur Ajak Warga Sumsel Eratkan Tali Silaturahmi

    Hadiri Istighotsah PWNU, Gubernur Ajak Warga Sumsel Eratkan Tali Silaturahmi

    • calendar_month Senin, 9 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengapresiasi kegiatan istighotsah dan do’a tolak bala’ yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel. Sebab dimasa pandemi covid-19 ini, selain melakukan upaya masif penanggulangan dan penanganan penyebaran wabah tersebut, istighotsah dan do’a juga turut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar agar pandemi covid-19 ini segera berlalu. “Sudah satu tahun lebih […]

  • GPE luncurkan Film Realitas Virtual tentang Perubahan Iklim dan Pendidikan

    GPE luncurkan Film Realitas Virtual tentang Perubahan Iklim dan Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.584
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, WASHINGTON D.C., MAPUTO – Media OutReach – Hari ini Kemitraan Global untuk Pendidikan (GPE) diluncurkan Education in the eye of the storm – sebuah film realitas virtual bekerja sama dengan UNICEF yang menampilkan tantangan perubahan iklim terhadap pendidikan anak-anak di Mozambik .   “Seiring dengan semakin parahnya krisis iklim, Mozambik terus menghadapi badai topan […]

  • 2 Pemain Mulai Gabung Latihan Tim Nasional Indonesia di Antalya, Turki

    2 Pemain Mulai Gabung Latihan Tim Nasional Indonesia di Antalya, Turki

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.852
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dua pemain lagi sudah bergabung dan langsung ikut latihan tim nasional Indonesia di Antalya, Turki. Mereka adalah Rafael Struick dan Ivar Jenner. Keduanya tiba di Antalya Kamis (28/12) malam, kemudian di hari berikutnya, Jumat (29/12) pagi langsung ikut latihan gym di hotel. Sebelumnya, Jordi Amat sudah lebih dahulu merapat. Mereka berdua sangat senang […]

  • Gubernur  Dukung Upaya Terwujudnya Kota Lubuklinggau Menjadi  Kota Niaga dan Pariwisata

    Gubernur  Dukung Upaya Terwujudnya Kota Lubuklinggau Menjadi  Kota Niaga dan Pariwisata

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan, pada tahun ini Bantuan Gubernur Khusus yang akan dikucurkan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini menurutnya jumlah pagu anggaran yang akan menyesuaikan program usulan kab/kota. Oleh karena itu pihaknya meminta agar dari 4 bidang yang diusulkan Kota Lubuklinggau untuk mendapatkan Bangub Khusus lebih dikerucutkan, kata gubernur saat menerima […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Review for Discounts Premium YITH WooCommerce Review Reminder Premium YITH WooCommerce Role Based Prices Premium YITH WooCommerce Save for Later Premium YITH WooCommerce Sequential Order Number Premium YITH WooCommerce Share for Discounts Premium YITH WooCommerce SMS Notifications Premium YITH WooCommerce Social Login Premium YITH WooCommerce Stripe Premium YITH WooCommerce Subscription Premium