Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Mulutmu Harimaumu

Mulutmu Harimaumu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
  • visibility 1.997
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERIBAHASA dari judul tulisan ini mengingatkan kita untuk selalu hati hati-hati dalam berbicara. Apa yang kita bicarakan harus bisa dipertanggungjawabkan. Tentu sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan terlepas dari peristiwa komunikasi, baik komunikasi langsung (tatap muka) maupun melalui media, misalnya media sosial. Kalau bicara baik, baik isi dan bahasa yang digunakan akan menimbulkan kebaikan pula. Namun sebaliknya, jika bahasa yang dipergunakan selalu nengandung isi  kebcencian dan permusuhan, akan banyak pula masalah yang dihadapi.

Seorang komunikan (pembicara) hendaklah selalu memperhatikan sikap bahasa dalam bertutur. Artinya, pembicara tesebut memperhatikan kesopanan bereaksi terhadap suatu keadaan sehingga dipelukan sikap mental dan perilaku dalam berbahasa.

Jika seseorang ingin mengungkapkan sesuatu kepada lawan bicaranya (penutur dengan lawan tutur), apa yang ingin diungkapkannya tersebut mempunyai makna atau maksud kalimat. Namun, dalam penyampainnya pembicara harus menuangkannya dalam ujud tindak tutur (Speech act), yaitu produk atau hasil dari suatu kalimat dalam kondisi tertentu yang dapat berujud pernyataan, pertanyaan, dan perintah (Suwito, 1983:33).

Tindak tutur mana yang akan dipilih pembicara tergantung beberapa faktor, seperti dengan bahasa apa ia harus bertutur, kepada siapa ia harus menyampaikan tuturannya, dalam situasi bagaimana tuturan itu disampaikan, dan kemungkinan-kemungkinan struktur mana yang ada dalam bahasa yang dipakai.

Akhir-akhir ini “perang” kata sering dipertontonkan oleh orang-orang terkenal di dunia maya atau dapat disebut dengan istilah pegiat media sosial. Diksi yang digunakan sering kurang sesuai atau pas. Terkadang penggunaan bahasa metafora dipakai. Metafora merupakan pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan berdasarkan persamaan atau perbandingan. Disengaja atau tanpa sengaja, yang jelas pemakaian bahasa metafora tersebut telah menimbulkan multitafsir. Kata, frasa ataupun kalimat yang dilontarkan sering menjadi topik hangat dalam perbincangan di jejaring media sosial.

Apapun bisa menjadi viral melalui media sosial ini, baik perbuatan maupun bahasa atau tuturan. Salah satu contoh, kata “evolusi” bisa menjadi topik hangat atau trending topic di media sosial. Kata “evolusi” hanyalah sebuah kata yang artinya perubahan (petumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur atau perlahan-lahan (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI). Namun, kata tersebut dapat menjadi masalah apabila diucapkan oleh seseorang dalam situasi dan konteks yang berbeda.

Ada norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipahami dalam berinterkasi (norms of interaction and interpretation). Norms atau norma menunjuk pada aturan yang membatasi percakapan. Misalnya, apa yang boleh dikatakan atau tidak, bagaimana cara membicarakannya, terbuka, kasar dan sebagainya. Norma interaksi dicerminkan oleh tingkat hubungan sosial dalam sebuah masyarakat bahasa. Masyarakat bahasa itu sendiri merupakan kesamaan sosial, keagamaan, budaya, kekeluargaan, pekerjaan maupun kesamaan-kesamaan bahasa yang digunakan.

Dari uraian tersebut dapat digambarkan apakah penutur dan lawan tutur itu mempunyai kesamaan-kesamaan yang telah disebutkan. Artinya, kalau tidak ada kesamaan tersebut, terjadilah mispersepsi seperti pada kasus kata “evolusi” di atas.

Tugas pendengar atau petutur dalam memahami ujaran adalah mengidentifikasi sesuatu yang dimaksud dalam ujaran tersebut. Acapkali kemampuan mengidentifikasi atau memaknai ujaran tersebut berbeda dengan yang dimaksud oleh pembicara atau penutur. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan-perbedaan pemahaman dunia (knowledge of world) antara pembicara dengan pendengar.

Menutup tulisan singkat ini, seperti dalam hipotesis Sapir-Whorf bahwa jalan pikiran manusia dibentuk oleh bahasa yang digunakannya. Dalam artian, pikiran yang jernih dan teratur diucapkan dalam bahasa yang jernih dan teratur pula akan dapat menghindari peredaran produk-produk bahasa yang tidak bermutu dan kacau balau pula.[***]

 

Penulis:

Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda dan Gubernur Sumsel Sidak Pasar Cinde, Pedagang Diminta Jaga Stabilitas Harga

    Kapolda dan Gubernur Sumsel Sidak Pasar Cinde, Pedagang Diminta Jaga Stabilitas Harga

    • calendar_month Jumat, 21 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    Palembang- Jelang Natal dan Tahun Baru  Gubernur Sumsel Herman Deru [HD] dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara melakukan sidak ke Pasar Cinde Palembang guna memastikan ketersediaan Sembilan Bahan pokok (Sembako) di Kota Palembang, (21/12/2018) pagi. Selain mengecek arus distribusi sembako lancar atau tidak, HD juga memastikan  agar tidak terjadi lonjakan harga bahan pokok […]

  • OKI Terapkan ETPD untuk perbaiki pengelolaan keuangan

    OKI Terapkan ETPD untuk perbaiki pengelolaan keuangan

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Bupati OKI melalui Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Cholid Hamdan, SE mengatakan penerapan ETPD akan mampu memperbaiki pengelolaan keuangan pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi lebih efisien, transparan, serta akuntabel, dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “ETPD adalah langkah strategis yang terpadu untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja daerah dari tunai ke non-tunai berbasis […]

  • Prince Holding Group Terpilih sebagai Top 20 Perusahaan Favorit

    Prince Holding Group Terpilih sebagai Top 20 Perusahaan Favorit

    • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.646
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, PHNOM PENH, KAMBOJA –  Prince Holding Group, salah satu grup bisnis terbesar di Kamboja, dengan bangga mengumumkan bahwa mereka terpilih sebagai salah satu dari 20 perusahaan yang menerima Penghargaan Stevie® Pilihan Rakyat 2022 untuk Perusahaan Favorit. Di antara pemenang konglomerat di 67 pasar, Prince Holding Group menonjol, dalam jajak pendapat dari 53.000 […]

  • Kebut Pembangunan SAE, Lapas Gandeng PTBA

    Kebut Pembangunan SAE, Lapas Gandeng PTBA

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.958
    • 0Komentar

    UNTUK mempercepat pembangunan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Muara Enim, mengambil langkah strategis dengan menggandeng PT Bukit Asam. Hal tersebut mendapatkan respon positif dari PT. Bukit Asam yang langsung melakukan penandatanganan kerjasama terkait bantuan CSR untuk Pembangunan Sarana Asimilasi dan Eduka (SAE) Lapas Muara Enim, Selasa (04/05/2021). […]

  • Usulan Walkot Palembang Terkait PSBB Sudah Disampaikan Kepada Gub. Sumsel

    Usulan Walkot Palembang Terkait PSBB Sudah Disampaikan Kepada Gub. Sumsel

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang telah menyampaikan rencana Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) kepada Gubernur Sumsel. Rencana itu diakui Walikota Palembang, H. Harnojoyo, meski demikian pihak belum memastikan secara pasti. “Data-data pendukung untuk pengajuan usulan tersebut telah dipersiapkan,”katanya, Senin (20/4/2020). Pada intinya penerapan PSBB diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih tertib mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. […]

  • Pererat Tali Silahturahmi dengan Media, Biro Humas Protokol Sumsel Gelar Gaple

    Pererat Tali Silahturahmi dengan Media, Biro Humas Protokol Sumsel Gelar Gaple

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 72, Biro Humas Protokol Prov. Sumsel Mengelar Lomba Gaple bersama media. Sabtu (19/8). Bertempat di Graha Bina Praja Prov. Sumsel rekan media bersama staff Humas Protokol Sumsel larut dalam kegembiraan bersama dalam lomba gaple yang biasa dilaksanakan setiap tahunya.

expand_less
WordPress Archive Nautica – Responsive WooCommerce WordPress Theme Navian – Multi-Purpose Responsive WordPress Theme Naxly – Data Science & Analytics WordPress Theme Nayaka – Nail Salon & Beauty Care Elementor Template Kit Nazareth | Church & Religion WordPress Theme Ncmaz – News Magazine Full Site Editing WordPress Block Theme Nearby Places WordPress Plugin Nedril – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Needle – Tattoo Studio Elementor Template Kit Neighborhood – Responsive Multi-Purpose Shop Theme