Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Aksi Demo APP-DPR Sumsel Desak Perberat Hukuman Koruptor

Aksi Demo APP-DPR Sumsel Desak Perberat Hukuman Koruptor

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
  • visibility 1.268
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PULUHAN Aliansi Pemuda Peduli Dana Pajak Rakyat (APP-DPR) Sumatera Selatan melakukan aksi demo mendesak Presiden RI Joko Widodo [Jokowi] untuk memperberat vonis hukuman bagi koruptor.

Aksi tersebut diikuti para mahasiswa, aktivitis, wartawan, pemuda, dan masyarakat itu di Gelar di Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Rabu (26/2/2020).

Koordinator aksi damai Aliansi Pemuda Peduli Dana Pajak Rakyat (APP-DPR) Sumatera Selatan,  H. Eddy Rianto, SH, MH, menyatakan tidak akan memaafkan dosa Presiden Jokowi, bila melakukan korupsi. Namun, Eddy yakin Jokowi adalah pemimpin yang bersih.

“Bila Presiden Jokowi korupsi, sebagai pemilih dan pejuang Jokowi, kami tidak akan memaafkan. Tapi, kami yakin Pak Jokowi tidak seperti itu, Pak Jokowi adalah pemimpin bersih dan berintegritas, ” kata Direktur Komunikasi dan Politik Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin ketika orasi.

Presiden diminta untuk merevisi UU dan atau Peraturan Perundang-Undangan terkait tindak pidana korupsi.

“Kami minta Presiden Jokowi untuk memperberat hukuman bagi koruptor. Paling rendah vonis hakim 15 tahun penjara. Bila yang korupsi itu adalah oknum penegak hukum, maka hukumannya minimal 20 tahun penjara, tanpa dipotong remisi,” ujar mantan anggota DPRD Sumsel itu.

Hukuman bagi koruptor, lanjut Eddy, tidak sekadar hukuman badan di dalam penjara, tetapi karena banyak kasus Napi koruptor plesiran ke mall, nonton tennis, jalan-jalan ke Bali, ke luar negeri, harus dibuatkan regulasi agar Napi koruptor dibuat penjara di pulau khusus koruptor.

“Kita harus buat efek takut, bukan sekadar efek jera. Kalau hanya efek jera, koruptor masih banyak yang tersenyum di depan layar televisi, masih berleha-leha plesiran, tapi dengan efek takut, hukuman minimal 15 tahun penjara tanpa revisi, ditempatkan di penjara pulau khusus,” kata Eddy.

Selain menyampaikan ide brilian terkait dibentuknya penjara di pulau khusus koruptor, hukuman diperberat minimal 15 tahun, Eddy Rianto juga mendesak Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, yang merupakan salah seorang putra terbaik Sumsel, untuk “bersih-bersih rumah” di wilayah Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan.  “Kita minta kepada Pak Firli Bahuri untuk “bersih-bersih rumah”. Kita minta Pak Firli mengarahkan alat sadapnya ke wilayah Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan,” pinta mantan Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumsel itu.

 

Usut tuntas

Dalam kesempatan itu, Eddy juga melaporkan kasus dugaan korupsi di wilayah Kabupaten di Sumatera Selatan. “Ini salah satu contoh kasus dugaan korupsi yang kami laporkan kepada Kejaksaan Tinggi Sumsel. Kami minta untuk diusut tuntas. Dugaan kasus ini juga sudah kami laporkan kepada Presiden Jokowi, Ketua KPK, Jaksa Agung, Jamwas Kejaksaan Agung RI, dan Polda Sumsel. Semua sudah kami kirim bahkan berkas yang ke pusat kami kirimkan pos kilat khusus tercatat,” tukasnya.

Dalam aksi teaterikal yang dilakoni oleh mahasiswa asal UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Sriwijaya, dan mahasiswa asal Sumsel yang kuliah di Australia itu, dilakukan dengan aksi panggung menceritakan lakon koruptor yang dihukum dengan hukuman cambuk.

Hal itu sebagai gambaran maraknya korupsi di Tanah Air. “Dengan regulasi yang lebih berpihak kepada keadilan, kita yakin negara kita akan lebih makmur dan sejahtera tanpa korupsi,” kata Eddy dengan suara lantang memakai pengeras suara dihadiri para wartawan, reporter, polisi, jaksa, mahasiswa, dan masyarakat tersebut.

Menurut Eddy, agar penegakan hukum dan pemberantasan korupsi lebih cepat dan massif, perlu juga dinaikkan gaji dan tunjangan bagi aparat penegak hukum polisi dan jaksa, selain KPK. “Bila aparat polisi dan jaksa yang memberantas korupsi dinaikkan kesejahteraannya, kami yakin pemberantasan korupsi akan lebih cepat.

Begitu juga para koruptor akan takut dan kapok, tidak sekadar jera, bila peraturan perundang-undangannya direvisi dengan memperberat hukuman bagi para koruptor dan ditempatkan dalam penjara di pulau khusus,” kata Eddy berapi-api.(***)

Penulis : one

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjau 2 Museum, ini komentar Pj. Gubernur Sumsel

    Tinjau 2 Museum, ini komentar Pj. Gubernur Sumsel

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.545
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa dan Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS). Kedua museum tersebut berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (17/4/2024). Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa dipiihnya menjadi destinasi pertama dalam kunjungannya kali ini. Dia juga menyimak secara serius penjelasan dari […]

  • Piala Dunia U-20 dan Ancaman Karhutla

    Piala Dunia U-20 dan Ancaman Karhutla

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.468
    • 0Komentar

    PENANGGULANGAN bencana Karhutla dipastikan mendapat atensi khusus dari Pemprov Sumsel terlebih tak lama lagi Sumsel akan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20. Pernyataan itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel, di Hotel Arista, Rabu (5/8/2020). Menurut Mawardi, sebagai salah […]

  • Mau Jadi Ahli Pariwisata? SBM Poltekpar 2025 Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Buat Kamu!

    Mau Jadi Ahli Pariwisata? SBM Poltekpar 2025 Resmi Dibuka, Kesempatan Emas Buat Kamu!

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Buat kamu yang bercita-cita kerja di industri pariwisata atau hospitality, ada kabar kece nih! Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Tahun Akademik 2025/2026 resmi dibuka mulai 12 Maret hingga 17 Mei 2025. Ini kesempatan emas buat kamu yang pengen dapetin pendidikan berkualitas dan langsung nyemplung ke dunia industri wisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri […]

  • Juli 2018, ITRC Sebut 22.408.258 Data Hilang Akibat Kejahatan Siber

    Juli 2018, ITRC Sebut 22.408.258 Data Hilang Akibat Kejahatan Siber

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Identity Theft Resource Center (ITRC) mengungkap sampai bulan Juli 2018 telah terjadi 668 kasus kejahatan siber dengan total data hilang mencapai 22.408.258 dari seluruh kategori. Penyedia produk pada bidang keamanan IT ESET turut menanggapi masalah tersebut, bahwa besarnya data yang hilang menunjukkan rentannya pertahanan banyak korporasi dunia terhadap serangan melalui jaringan. “Penerapan […]

  • Dulmuluk, Obat Terpuruk di Masa Pandemi

    Dulmuluk, Obat Terpuruk di Masa Pandemi

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.746
    • 0Komentar

    Tanpa pandemi, sesunggunnya nasib Dulmuluk sudah terpuruk. Datangnya wabah dari Wuhan, memastikan, nasib mereka ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kesempatan manggung dan mendokumentasikan lakonannya dari Bank Indonesia (BI) dan Dewan Kesenian Palembang (DKP) seakan menjadi obat. Jonhar Saad, maestro Dulmuluk menyatakan bahwa sejak tren organ tunggal merebak di Palembang, sejak itulah nasib mereka mulai […]

  • 2020, Tantangan Bisnis Kian Berat, 3 Strategi Ini Yang Bakal Dilakukan Pusri

    2020, Tantangan Bisnis Kian Berat, 3 Strategi Ini Yang Bakal Dilakukan Pusri

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.305
    • 0Komentar

    DIREKTUR PT Pupuk Sriwidjaja Mulyono Prawiro mengakui pada 2019 tantangannya sangat berat, meski demikian kinerja perusahaan tetap positif menyusul  semua produksi pupuk mencapai target sesuai Rencana Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). “Kita bersyukur disaat semua bisnis komoditas tak menentu, tapi produksi mencapai target, bahkan melampui, sektor ekspor tetap berjalan karena mampu menjual 350 ribu ton atau […]

expand_less
WordPress Archive Tomahawk – Online Courses Elementor Template Kit Tombuild – Construction & Engineering WordPress Theme Tonda – Elegant Shop WordPress Theme Tooltip Elementor Addons Top Alert For WPBakery Page Builder Top Club – Sports Theme for WordPress Top Dog – All-in-One Elementor Blog & Magazine WordPress Theme Top Sliding Bar Topchess – Chess Club Courses & Training Elementor Template Kit TopDeal – Multi Vendor Marketplace Elementor WooCommerce WordPress Theme (Mobile Layouts Ready)