Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Dulmuluk, Obat Terpuruk di Masa Pandemi

Dulmuluk, Obat Terpuruk di Masa Pandemi

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
  • visibility 2.729
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanpa pandemi, sesunggunnya nasib Dulmuluk sudah terpuruk. Datangnya wabah dari Wuhan, memastikan, nasib mereka ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kesempatan manggung dan mendokumentasikan lakonannya dari Bank Indonesia (BI) dan Dewan Kesenian Palembang (DKP) seakan menjadi obat.

Jonhar Saad, maestro Dulmuluk menyatakan bahwa sejak tren organ tunggal merebak di Palembang, sejak itulah nasib mereka mulai tak jelas. Biasanya manggung full setiap hari, menjadi terkadang hanya sekali dalam sebulan itu pun belum tentu.

‘Dulu, lagi jaya-jayanya, dalam seminggu itu hampir dipastikan setiap hari dapat undangan manggung. Ya pesta nikahan, sunatan, ataupun  keramaian lainnya,” ujar suami dari almarhumah Suharti Sani

Pemilik sanggar seni Harapan Jaya, ini menceritakan bahwa dia menggeluti Dulmuluk sejak 1972. Dimulai saat pemain Dulmuluk itu semuanya laki-laki. Kalaupun ada peran wanita, itu dimainkan oleh lelaki.

Jonhar pula yang kemudian mengubah pakem ini, di beberapa ceritanya, peran wanita kemudian memang dimainkan wanita. “Awalnya banyak yang menentang,” ujarnya. Diakui Jonhar, sejak masa pandemi, sekali pun dirinya belum pernah naik pentas. Sudah hampir enam bulan terakhir, sekali pun belum pernah mengenakan baju kebesaran sebagai raja di cerita Dulmuluk. Begitupun, teman-teman angota sanggar seninya. Mungkin pakaian pemain Dulmuluk ataupun alat-alat musik pengiringnya sudah berdebu.

Setiap kali main, Dulmuluk setidaknya melibatkan 15- 30 pemain. Bergantung lakon dan cerita yang dimainkan. Apakah lakon Bangsawan, atau Dulmuluk. “Kalau Dulmuluk, ceritanya kalau bukan Kisal Padukan Raja Abdul Muluk, ya Lakon Siti Zubaidah. Sementara Bangsawan, lebih variatif. Dari musik pengiring, Dulmuluk hanya enam pemain musik. Kalau Bangsawan, lebih banyak, ada saxophone, terompet dan jidor besar. Pemainnya bisa mencapai 40 orang termasuk pemusik. Sementara  kalau Dulmuluk, 15 orang termasuk pemusik, bisa jalan,” jelas sang maestro Dulmuluk ini.

Nah, selama korona, Jonhar dan kawan-kawan sama sekali belum pernah manggung. “Jadi bisa dibayangkan, bagaimana urusan perut kami,” tambahnya. Padahal, di zaman jayanya dulu, setiap pemain itu setiap bulan bisa menyisihkan pendapatannya untuk membeli sesuku emas. Nah, sekarang, setahun pun belum tentu  bisa terbeli emas sesuku.

Selama itu, menurut Jonhar, perhatian dari pihak terkait rasanya minim. “Untung seperti saya, masih ada anak-anak yang bisa membantu. Saya membayangkan, bagaimana dengan seniman lain yang menggantungkan sepenuhnya kehidupannya pada pendapatan dari panggung Dulmuluk.

Kalau seniman-seninam lain bisa tetap eksis di panggung daring, tidak berlaku untuk teater pertunjukan Dulmuluk ini, karena mereka umumnya, tidak menguasai teknologi alias gaptek (gagap  teknologi). Selain tu, pertunjukan daring pun, lebih banyak tunggal dan dengan jumlah terbatas. “Sementara kami, belasan bahkan puluhan orang. Bagaimana mau main di dunia maya dengan jumlah sebanyak itu. Apalagi dengan syarat harus patuh protokol kesehatan, jaga jarak dan cuci tangan. Bisa-bisa panggungnya harus seluas lapangan sepak bola. Waktu mainnya, karena harus cuci tangan terus, bisa-bisa dari tujuh jam jadi tiga hari tiga malam,” selorohnya, sembari menambahkan, penontonya siapa kalau sepanjang itu.

Karena itu, ketika ada peluang untuk mentas secara tatap muka, dirinya menyambut baik, “Anak saya, Randi, kebetulan dapat kesempatandari Bank Indonesia. Tentu saja, ceritanya membawa pesan-pesan khusus,” tambahnya.

Hal yang sama dikemukakan Bob Ibrahim pemilik sanggar seni Dulmuluk Citra Mandiri. Sejak korona mewabah mereka belum pernah dapat job manggung. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-jari, kami melakukan pekerjaan apapun. Teman-teman itu ada yang jualan baju, jualan makanan,” ujar Bob Ibrahim yang berdomisili di Pemulutan Ilir, Ogan Ilir. Anggota sanggarnya ada 20 orang. Mereka merasakan kesulitan selama masa pandemi.

Pada momen yang sama, DKP pun  punya program mendokumentasikan cerita Dul Muluk. Karenanya pada Minggu (2/8) Lakon Dulmuluk pun dua kali mentas di Guns Cafe. Satu cerita untuk dokumentasi DKP. Dan satu cerita lainnya untuk menyampaikan pesan-pesan khusus dari BI. Yakni menyosialisasikan aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesia Standard (QRIS). Program transaksi nontunai yang diluncurkan 17 Agustus 2019 lalu.

Kalau biasanya cerita Dulmuluk   cukup panjang, mencapai durasi 6-7 jam, kemarin ceritanya diperpendek  menjadi hanya 15 menit.

Randi Putra Ramadan, mengungkapkan bahwa permainan Dul muluk itu melibatkan tiga sanggar seni tradisional yakni, Harapan Jaya, Melati Jaya, dan Citra Mandiri. Plus, satu teater modern, Wong Gerot.

Beberapa pemain milenial dilibatkan, di antaranya Rosa Putri Remaja Sumsel 2020. Pelibatan pemain milenial ini, diharapkan jadi penarik minat remaja milenial lainnya untuk suka dengan Dulmuluk.

Ini pengalaman sangat berarti, ungkap Rosa, yang dalam cerita Dulmuluk itu mendapat peran sebagai Putri Zahara Siti dari Negeri Yaman.

Lakon Rajo Menggalo pun mengalir disertai tawa pengunjung. Apalagi, memang Dulmuluk selalu disarati dengan lelucon pada pelakunya. Dalam cerita itu, menurut Randi, menceritakan Rajo Menggalo yang bujang tua. Punya keinginan mendapat keturunan. Mengetahui ada putri cantik dari negeri Yaman, dia berusaha mendapatkannya dan menjadikanya sebagai istri.

Cerita bergulir diselingi lelucon-lelucon yang ditingkahi dialog-dialog yang mengalir indah berbentuk syair-syair. “Inilah kelebihan Dulmuluk yang sarat pesan dan amanat yang dikemas dengan syair,” tambah Randi.

Akhir cerita, terjadilah pertempuran antara panglima –panglima Rajo Menggalo dan panglima Raja dari Negeri Yaman atau Berbari. Apalagi, setelah lamaran baik-baik Rajo Menggalo ditolak mentah-mentah oleh paduka raja, ayahanda Putri Zahara Siti. Soalnya, Rajo Menggalo ternyata penganut keyakinan tak percaya adanya Allah sang Khalik.

Ending cerita, Rajo Menggalo unggul dalam perkelahian itu, tapi belum berhasil mendapatkan Putri Zahara Siti. Karena paduka raja, ayah putri, menantang untuk adu kekuatan lagi setelah tujuh purnama. Tentunya selama menunggu waktu tantangan itu, pihaknya sembari menyusun kekuatan.

Bagaimana cerita selanjutnya, berhasil kah Rajo Menggalo menjadikan Putri Zahara sebagai istri, akan ditampilkan dalam episode berikutnya. Penasaran kan?

Dokumentasi

Pihak DKP mendokumentasikan seni pertunjukkan Dulmuluk, agar tetap berkembang, dilestarikan, dan bisa dinikmati hingga kapan pun

“Bagaimana menciptakan atau memperkenalkan dan mempromosikan pertunjukan Dulmuluk lewat digital. Nanti para pemain Dulmuluk akan memiliki sebuah hasil karya yang didokumentasikan dengan baik, dengan tata cahaya, kamera, dan audio yang baik,” ujar Didit, panggilan akrab Ketua DKP Ms Iqbal Rudianto.

Dengan pendokumentasian ini, diharapkan mampu memacu para seninam atau pekerja seni di Palembang untk terus berbuat, berkarya dan berkreativitas. “nantinya, seni-seni tradisional yang ada, akan sedikit demi sedikit didokumentasikan. Sehingga karya-karya itu bisa lestari,” tambahnya, didampingi Sekjen DKP, Qusoi. (Muhamad Nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dihadiri Menteri BUMN dan Gubernur, Abah Toyib Bagi Bagi Paket Sembako

    Dihadiri Menteri BUMN dan Gubernur, Abah Toyib Bagi Bagi Paket Sembako

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru bersama Menteri BUMN RI Erick Thohir secara simbolis membagikan 800 paket sembako yang disiapkan   Dewan Pembina Forum Komunikasi Pemuda Islam (FKPI) Sriwijaya H.M Thoyib Akib (Abah Thoyib) diperuntukan bagi warga yang bermukim  Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang, Minggu  (27/3). Gubernur  Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya  […]

  • 62 Ribu Ekor Benih Ikan di Tabur di Sungai Musi

    62 Ribu Ekor Benih Ikan di Tabur di Sungai Musi

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    RATUSAN Goweser  di Kota Palembang ambil bagian pada   Pertamina Ampera Gowes  yang digelar  dalam   rangka Hari Ulang Tahun Pertamina ke- 62 Tahun 2019  termpat Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang , Sabtu(14/12/2019). Selain dimeriahkan dengan  kegiatan bersepeda kegiatan ini juga dimeriahkan dengan agenda penebaran 62.000  benih ikan dialiran sungai musi. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman […]

  • Alhamdullilah, Posyandu di Palembang Bakal Peroleh Bantuan Dana, Berapa Nilainya ?

    Alhamdullilah, Posyandu di Palembang Bakal Peroleh Bantuan Dana, Berapa Nilainya ?

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 932
    • 0Komentar

      Palembang – Pemerintah Kota Palembang berencana akan memberikan bantuan dana dari APBD sebesar Rp600 juta untuk Posyandu di Palembang. Bantuan itu sebagai bentuk keseriusan pemkot dalam membina posyandu di Kota Palembang. Posyandu sendiri merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan sehingga kedudukan memang sangat sentral. Dengan kedudukannya […]

  • 9 Sekolah di Muba Bakal Terima Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin

    9 Sekolah di Muba Bakal Terima Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    SEMBILAN Sekolah Dasar dan Menengah Pertamaertama dalam Kabupaten Musi Banyuasin akan menerima Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin Sekolah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Palembang. “Piagam ini akan kami berikan pada tanggal 17 Desember 2019 mendatang, atas pelatihan yang kami lakukan beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala BPOM Palembang Dra Hardaningsih Apt MHSM saat beraudiensi dengan […]

  • Segera Laporkan, Bila Harga Tes PCR Masih Mahal

    Segera Laporkan, Bila Harga Tes PCR Masih Mahal

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.344
    • 0Komentar

    HARGA tes Polymerase Chain Reaction (PCR) mahal? “Bila menemukan pelanggaran, masyarakat dapat melapor ke dinas kesehatan (Dinkes). Dinkes akan melakukan investigasi serta pembinaan bertingkat,” tegas Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir, di Jakarta, belum lama ini. Pernyataan keras pejabat teras Kementerian Kesehatan, itu merupakan bagian dari pelaksanaan perintah Presiden Joko Widodo. […]

  • Asian Games dan Bahasa

    Asian Games dan Bahasa

    • calendar_month Senin, 16 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.470
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Nasir DALAM tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Mens sana in corpore sano. Melalui olahraga, bukan hanya kesehatan yang didapat. Tetapi juga prestasi dan kesuksesan. Olahraga prestasi, dilaksanakan dalam berbagai penyelenggaraan. Tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional. Bagi tuan rumah, biasanya ditargetkan tiga hal. Lumrah disebut tri sukses. Yakni sukses sukses […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Trello Addon Gravity Forms Twilio Addon Gravity Forms User Registration Addon Gravity Forms Webhooks Add-On Gravity Forms (Word) Documents Gravity Forms WordPress Plugin Gravity Forms Zapier Addon Gravity Forms Zoho CRM Addon Gravity | Interior Design & Furniture Store WordPress Theme Gravity Perks Auto Login