Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Masyarakat Dataran Tinggi Selalu  Hormati Alam

Masyarakat Dataran Tinggi Selalu  Hormati Alam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
  • visibility 1.413
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

STATMEN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru yang meminta tewasnya manusia usai diterkam harimau tak perlu dibesar-besarkan. Padahal sudah ada empat warganya tewas, karena diterkam hewan liar itu.

Selain itu dia menilai, tidak ada tanda pembatas hutan lindung sebagai habitat harimau dengan perkebunan warga. Alhasil, masyarakat tidak mengetahui areal hutan yang dilarang dimasuki atau digarap menjadi lahan perkebunan.

“Mungkin warga tidak tahu mana batasnya, karena gak ada batas alam, batas kawasan (hutan lindung). Saya sudah bicara dengan Kementerian Kehutanan, agar tulisan-tulisan terkait batas kawasan diperbanyak,” kata Direktur Yayasan Depati (konsentrasi bidang hutan, lingkungan dan adat) Ali Goik  menilai  apa yang dikemukakan Gubernur Sumsel adalah penilaian yang salah, katanya, dalam keterangan pers, Kamis [2/1/2020].

Menurutnya masyarakat yang ada di kawasan dataran tinggi selalu menghormati alam, hutan yang sudah ditetapkan sebagai hutan lindung ataupun nama kalau sudah ditetapkan masyarakat tidak akan berani melanggarnya, beda dengan daerah dataran rendah yang mayoritas pendatang dari luar dan mereka tidak mengenal aturan adat yang ada contoh hutan dataran rendah perbatasan Jambi yang sekarang banyak dikuasi oleh pendatang dari luar provinsi.

“Untuk dataran rendah ini, makanya kita getol mengkampanyekan hutan alam dataran rendah yang tersisa tersebut untuk tidak dirusak oleh jalan tambang,” kata Ali Goik.

Selain itu menurutnya, jaga alam jaga, tradisi petuah adat dan petuah dusun pesan damai didalam UU Simbur Cahaya, sampai sekarang petuah tersebut selalu ditaati oleh masyarakat yang berada diarel hutan dataran tinggi Sumatera Selatan dalam hal ini.

“Masyarakat yang berada diwilayah kabupaten Muara Enim, Lahat, Pagaralam, yang jadi persoalan sekarang wilayah tersebut banyak dirusak oleh investasi yang masuk tanpa memikirkan keseimbangan alam.Siapa saja akan marah kalau rumahnya dirusak dan diganggu termasuk binatang dalam hal ini harimau, rumah mereka sekarang dirusak oleh pertambangan batu bara, geothermal dan perkebunan, coba ketungul bute lokasi geotermal dari bawah bukit,  Kita jalan menuju kesana  seolah olah tidak ada kalaupun ada  hanya jalan setapak, coba lihat dipuncaknya sekarang sudah habis  dan rata dijadikan lokasi perkantoran dan perumahan bagi karyawan dan landasan helipet,” katanya.

Sehingga terang, Ali,  wajar kalau harimau marah karena tempat penghidupannya dirusak, kerusakan hutan yang menjadi rumah dan penghidupan harimau sebenarnya harus disikapi secara serius oleh Pemerintahan Provinsi, pemerintahan kabupaten Muara Enim, Lahat dan Pagaralam dan Empat Lawang dengan menyetop pemberian izin bisnis ekstraktif  dan menegur pelaku usaha yang melanggar aturan.

“Info terakhir Bukit Kendipun sekarang lagi dibombardir oleh penguasa tambang, kalau keseimbangan alam terjaga tidak akan terjadi konflik antara manusia dan binatang, intinya jangan salahkan tuan rumah, tetap jaga alam jaga tradisi seperti yang tertuang didalam kitab Undang Undang Simbur Cahaya,” urainya.

Sebelumnya anggota Fraksi Partai Demokrat Ir Holda Msi  meminta semua pihak terkait untuk menyikapi turunnya harimau di Pagaralam  sehingga sudah menelan korban jiwa.

“ Mohon ini jadi perhatian, dan terus terang saja,  poto dan videonya sudah dishare, kami menghimbau , karena ini dapil kami, saya Ir Holda Msi  dari Fraksi Partai Demokrat, ini merupakan dapil VII Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang, mohon  perhatiannya pihak Pemerintah Provinsi Sumsel untuk segera menindaklanjuti informasi yang didapat jangan sampai ini menelan korban lebih banyak lagi, “ kata Holda.

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, kalau kepada OPD terkait yaitu Dinas Kehutanan untuk melakukan koordinasi dengan Dinas-Dinas terkait tentang harimau yang sudah turun gunung.

Sedangkan sosiolog Sumsel, Saudi Berlian menilai turunnya harimau dari Gunung Dempo  karena harimau tidak nyaman lagi disana dan kemungkinan lain  karena makannya di atas habis.

“Sekarang coba, kawasan manusia itu masuk di kawasan hidup harimau , kita masuk di sana, harimau itu keluar,” katanya.

Karena itu menurut Saudi, harimau tersebut harus ditangkap oleh pihak terkait dan dikembalikan ke habitatnya, “Itu yang paling mudah, harimau itu hidupnya  alami dan berdasarkan naluri,” katanya.[**]

 

Penulis : ril/one

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Masa Pandemi, OJK-KOMINFO Perkuat Digitalisasi Sektor Keuangan

    Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Masa Pandemi, OJK-KOMINFO Perkuat Digitalisasi Sektor Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.759
    • 0Komentar

    OTORITAS Jasa Keuangan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sepakat memperkuat digitalisasi di sektor jasa keuangan untuk memperluas layanan dan tetap melindungi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Demikian kesimpulan yang muncul dalam pertemuan virtual Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate mengenai Arahan dan Diskusi Perkembangan […]

  • Pendidikan Negeriku

    Pendidikan Negeriku

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.361
    • 0Komentar

    NEGARA bertanggung jawab atas keberlangsungan pendidikan untuk warga negaranya, yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, itu bunyi UUD 1945 Bab XIII Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 31 ayat 1 dan 2. Dan Negara juga bertanggung […]

  • Ini Jawaban Walikota Pagaralam Terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD

    Ini Jawaban Walikota Pagaralam Terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 2.103
    • 0Komentar

    DPRD Kota Pagaralam kembali menggelar rapat dengan agenda mendengarkan jawaban Walikota terhadap pandangan umum fraksi-fraksi. Rapat berlangsung di gedung utama DPRD Selasa, (1/9/2020) dimpin oleh Wakil ketua I Dessy Siska, dihadiri oleh Walikota Pagaralam, Kapolres, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, Pabung, seluruh kepala Dinas, kepala Badan, Camat dan Lurah Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH menyampaikan berbagai […]

  • Sidak Pasar Tradisional, Ini Hasil Pantuan Harga Sembako di Sekayu

    Sidak Pasar Tradisional, Ini Hasil Pantuan Harga Sembako di Sekayu

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

        JELANG bulan puasa pada April mendatang, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginstruksikan OPD terkait dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba untuk mengecek dan memastikan harga barang pokok stabil dan tidak ada pedagang nakal yang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya.  “Pastikan harga barang pokok stabil, […]

  • Galaxy A34 5G, Andalan Si Pemburu Foto Malam Estetik

    Galaxy A34 5G, Andalan Si Pemburu Foto Malam Estetik

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.364
    • 0Komentar

    Dengan kemampuan nightography, Galaxy A34 5G memungkinkan pengguna menghasilkan foto dan video yang awesome dalam kondisi low light   Pengguna media sosial di Indonesia mencapai 167 juta orang atau sekitar 60% lebih dari total populasi.1 Pengguna medsos di Indonesia termasuk aktif, dengan mengakses media sosial rata-rata 3 jam 18 menit setiap harinya dan mereka suka mencari […]

  • “Mie Instan Satukan Dunia – Strategi Ekspor Rasa dari Dapur TKW hingga Anak Majikan di Nigeria”

    “Mie Instan Satukan Dunia – Strategi Ekspor Rasa dari Dapur TKW hingga Anak Majikan di Nigeria”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 506
    • 0Komentar

    DI TENGAH hingar-bingar strategi ekspor produk Indonesia yang digodok lewat forum dagang, neraca perdagangan, dan diplomasi dagang level tinggi, siapa sangka kuncinya justru datang dari sendok plastik di tangan anak majikan?Iya, benar, karena bukan dari menteri, bukan juga dari konsul dagang, tapi melainkan dari mie instan buatan TKW bernama Siti di dapur sempit kontrakan Arab […]

expand_less
WordPress Archive Gaea – Environmental WordPress Theme Gags – Image, Meme & Video Sharing WordPress Theme Gaia - Agriculture & Organic Farming Elementor Template Kit Gainlove – Nonprofit Charity WordPress Theme Galatia – Contemporary Agency WordPress Theme Galax – eCommerce Multi-Purpose WordPress Theme Galaxy Funder – WooCommerce Crowdfunding System Galicia – Restaurant WordPress Theme Galleria Storefront WooCommerce Theme Gallery Plugins Bundle