Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tips » Anak Tidur Mengorok, Bahayakah ?

Anak Tidur Mengorok, Bahayakah ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
  • visibility 1.945
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENGOROK atau mendengkur biasanya dialami oleh orang dewasa. Namun, saat ini sekitar 7 sampai 10 persen anak mengorok setiap malam saat tertidur. Mengorok memang tak selalu disebabkan oleh sesuatu yang serius. Akan tetapi, Anda perlu waspada bila keluhan ini menetap. Ada baiknya pula Anda mengenali keluhan-keluhan seputar anak mengorok yang perlu diwaspadai.

Penyebab anak mengorok

Secara umum, anak yang mengorok dikategorikan menjadi dua kelompok, yakni yang sesekali saja dengan frekuensi mengorok kurang dari 3 kali per minggu (occasional snoring) dan yang tergolong sering dengan frekuensi mengorok 3 kali per minggu atau lebih (habitual snoring).

Mengorok yang terjadi sesekali umumnya disebabkan oleh fase tidur dalam atau batuk pilek yang sifatnya sewaktu-waktu dan ringan. Mengorok yang seperti ini akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan membaiknya kondisi tubuh.

Sebaliknya, mengorok yang sering dan cenderung menetap menandakan adanya sumbatan saluran napas, yang bisa terjadi karena berbagai penyebab. Kumpulan gejala akibat adanya sumbatan pada saluran napas ini disebut sebagai obstructive sleep apnea syndrome (OSAS).

Pada OSAS, sumbatan saluran napas dapat menyebabkan anak kekurangan oksigen hingga  mengalami henti napas saat tidur. Obesitas biasanya menjadi faktor risiko utama terjadinya OSAS pada orang dewasa. Namun pada anak, penyebab utamanya adalah pembesaran amandel di belakang tenggorok atau kelenjar adenoid yang terletak di dinding belakang hidung.

Di samping itu, adanya alergi dan penyakit yang berhubungan seperti rinitis alergi, asma, dan sinusitis juga dilaporkan berhubungan dengan OSAS pada anak.

Waspadai keluhan penyerta

Anak yang sering mengorok biasanya menunjukkan keluhan penyerta lain. Ini yang perlu Anda amati. Sedikit banyak keluhan ini memberikan kunci apakah penyebab anak mengorok  perlu dievaluasi lebih lanjut.

Umumnya, anak tak mampu tidur nyenyak di malam hari. Anak kerap terbangun kala tidur. Sebagai konsekuensi, di siang hari anak akan mengantuk. Sementara itu, anak yang bersekolah kerap dilaporkan sering tertidur di dalam kelas atau sulit menangkap mata pelajaran tertentu. Lebih lanjut lagi, anak dapat mengalami gangguan kognitif dan penurunan prestasi belajar. Kadang-kadang, ditemukan pula adanya perubahan perilaku seperti menjadi hiperaktif atau mudah marah.

Pada anak balita, dampak negatif mengorok bisa berupa gagal tumbuh dan gangguan perkembangan. Selain itu, berat badan anak sulit naik atau bahkan menurun serta perkembangan terlambat atau tidak sesuai usia.

Bagaimana penanganannya?

Penanganan anak mengorok tentu berdasarkan penyebab utamanya. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah adanya pembesaran amandel atau kelenjar adenoid. Kalau ini penyebabnya, diperlukan operasi pengangkatan agar tak lagi menyumbat saluran napas. Adanya penyakit penyerta seperti asma, rinitis alergi, sinusitis maupun obesitas juga harus dikelola agar anak tak lagi mengorok.

Pada dasarnya, waspadalah bila anak mengorok selama tiga malam atau lebih per minggu, saat sedang tidak mengalami batuk pilek atau radang tenggorokan. Amati pula apakah anak berhenti mengorok saat posisi tidur berubah, apakah ada henti napas, apakah tumbuh kembangnya sesuai usia. Selain itu, cek juga apakah terjadi gangguan belajar atau perubahan perilaku pada anak yang lebih besar. Bila Anda menjawab “ya” pada salah satunya, sebaiknya kunjungi dokter anak untuk dievaluasi.

Anda juga tak boleh menunda kunjungan dokter apabila anak sudah menunjukkan gejala sumbatan saluran napas seperti gelagapan (napas terengah-engah) atau mendengus kala anak mengorok. Semakin cepat masalah mengorok pada anak ini ditangani, risiko gangguan tumbuh kembang dan belajar dapat dihindari.[**]

Sumber  : klikdokter

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Muba Langsung Rakor Bahas Jalan Longsor, Dishub Perintahkan Kendaraan Tonase Besar Diminta Lewat Jalur Alternatif

    Pemkab Muba Langsung Rakor Bahas Jalan Longsor, Dishub Perintahkan Kendaraan Tonase Besar Diminta Lewat Jalur Alternatif

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 679
    • 0Komentar

    KONDISI jalan longsor yang berada di ruas jalan nasional di Bailangu dan Sukarami Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin membuat Pemerintah Kabupaten Muba kepada pihak terkait dalam hal ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera memaksimalkan mencari solusi dan urun rembuk agar persoalan tersebut tidak terus berlarut. “Kami minta agar dalam waktu dekat segera diberi […]

  • Untuk 20,65 Juta KPM, Pemerintah Segera Salurkan BLT Minyak Goreng

    Untuk 20,65 Juta KPM, Pemerintah Segera Salurkan BLT Minyak Goreng

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 658
    • 0Komentar

    PEMERINTAH siap menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng senilai Rp6,2 triliun untuk 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan bantuan tersebut ditargetkan akan cair sebelum lebaran. BLT ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya terkait minyak goreng. Pemerintah menargetkan bantuan ini tersalurkan sepenuhnya satu minggu sebelum lebaran. Demikian disampaikan […]

  • Kominfo Muba Siaga Karhutla, Dari Spanduk Sampai Podcast, Semua Dikerahkan Demi Hutan Tak Jadi Sate Alam!

    Kominfo Muba Siaga Karhutla, Dari Spanduk Sampai Podcast, Semua Dikerahkan Demi Hutan Tak Jadi Sate Alam!

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 521
    • 0Komentar

    ZAMAN sekarang, berita hoaks bisa nyebar lebih cepat daripada asap bakaran daun jambu. Nah, di Musi Banyuasin alias Muba, yang kadang panasnya bisa bikin gorengan mateng sendiri di luar rumah, Dinas Kominfo-nya nggak tinggal diam. Kepala Dinas Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga, bukan cuma duduk manis sambil ngopi, tapi udah ngacir ikut Bimtek Media dan Komunikasi Krisis […]

  • Media OutReach Newswire :OPPO Umumkan Komitmen untuk Membuat Ponsel AI yang Dapat Di akses Semua Orang, Hadirkan Fitur AI Generatif kepada sekitar 50 Juta Pengguna pada tahun 2024

    Media OutReach Newswire :OPPO Umumkan Komitmen untuk Membuat Ponsel AI yang Dapat Di akses Semua Orang, Hadirkan Fitur AI Generatif kepada sekitar 50 Juta Pengguna pada tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.499
    • 0Komentar

    Didorong oleh keyakinan bahwa ponsel cerdas adalah perangkat AI pribadi yang paling penting, OPPO menghadirkan AI generatif di seluruh lini produk ponsel pintar OPPO seiring dengan komitmennya untuk membuat ponsel AI dapat diakses oleh semua orang. Bersamaan dengan pengembangan kemampuan AI miliknya, OPPO akan berkolaborasi dengan Google, MediaTek, Microsoft, dan lebih banyak mitra di industri […]

  • Pelajar MAN 4 Kebumen Tampil Di Dunia Internasional,  Berprestasi Bidang Apa Ya

    Pelajar MAN 4 Kebumen Tampil Di Dunia Internasional, Berprestasi Bidang Apa Ya

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    MAN 4 Kebumen mengukir prestasi di ajang internasional. Tim riset dari madrasah ini meraih medali perunggu Malaysia Internasional Young Scientists Conference and Exhibition (MYSCE) 2021. Tim riset MAN 4 Kebumen terdiri atas Maura Ros Valentina, Alma Sakia Zahro, Letty Latifah, Sri Kuwati dan Maryam Fia Kunanti. Mereka semua saat ini tercatat sebagai siswa kelas XI […]

  • sertifikasi-lahan-rakyat

    Wow, 80 Juta Tanah di RI Belum Miliki Sertifikat

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.290
    • 0Komentar

    Seluas 80 juta tanah di Indonesia masih belum memiliki sertifikat, sementara yang baru memiliki hanya 46 juta bidang tanah dari 126 juta bidang tanah.

expand_less
WordPress Archive Wiragen - Creative Agency Elementor Pro Template Kit Wiras – Covid-19 Health Elementor Template Kit Wire School – Online Education Elementor Template Kit Wise Church | Multi-Purpose Online Ministry WordPress Theme WiTalk – Event & Conference WordPress Theme Wixi – Personal Portfolio WordPress Theme Wizard – WordPress Affiliate Marketing Plugin for Niche Review Websites Woffice - Intranet, Extranet & Project Management WordPress Theme Woki – Creative Agency Elementor Template Kit Wokiee – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme