Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » 52,65% Penyandang Disabilitas Sudah Berwirausaha, Kita Belajar dari Mereka?

52,65% Penyandang Disabilitas Sudah Berwirausaha, Kita Belajar dari Mereka?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 1.186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Pusat Statistik (BPS) bikin kita ternganga 52,65% penyandang disabilitas di Indonesia ternyata sudah berstatus wirausaha. Data ini disampaikan Wakil Menteri UMKM, Helvi Mulyati, di Synergy Fest memperingati Hari Disabilitas Internasional, Jakarta, 12 Desember 2024.

Angka ini bukan sekadar statistik, ini kayak tamparan halus ke kita yang sehat tapi masih males buka usaha. Bisa dibilang, mereka itu startup mode, kita baru “loading…”.

Tingkat kewirausahaan nasional, menurut Kemenkop UKM, masih di kisaran 3,5%–3,7%. Jadi bayangkan, dari setiap dua penyandang disabilitas, satu sudah mandiri membuka usaha. Pepatah lama bilang, “Tak ada rotan, akar pun jadi”, dan mereka sudah membuktikannya, dengan gaya yang kadang lebih gesit dari kita yang punya kaki sempurna tapi suka mager.

Selama ini, penyandang disabilitas sering dipandang sebagai objek kasihan. Padahal banyak yang sudah mandiri secara ekonomi.

Artinya karakter bangsa terlihat dari cara memperlakukan kelompok paling rentan. Kita bisa belajar bahwa penyandang disabilitas bukan beban, tapi guru ketahanan hidup. Dan guru ini nggak cuma memberi teori, tapi praktik langsung di “kelas pasar nyata”.

Tanpa modal besar atau jaringan luas, mereka bisa membuka usaha, membangun pelanggan, bahkan berinovasi. Banyak UMKM “normal” kalah kreatif karena terlalu nyaman kayak nonton TV sambil ngemil, tapi takut buka toko online.

Ternyata kuncinya modal terbesar bukanlah uang, tapi mental, penyandang disabilitas punya mental kayak karet gelang diregangin kesana-kemari tetap balik ke bentuknya, siap menghadapi dagangan sepi, pelanggan hilang, atau tukang parkir galak.

Kalau dagangan sepi, mereka putar strategi, kalau lokasi usaha tak ramah akses, mereka cari solusi berjualan dari rumah, menitipkan produk, atau jual online.

Pepatah Jawa bilang, “Jer basuki mawa bea”, setiap keberhasilan memang butuh biaya, tapi biaya bukan selalu uang, kadang tenaga, waktu, dan kesabaran.

Terus pertanyaanya, kenapa mereka bisa lebih mandiri ? Ada beberapa faktor, antara lain kesempatan kerja formal terbatas sehingga akhirnya mereka menciptakan pekerjaan sendiri., kreativitas dari keterbatasan, yakni sumber daya terbatas, ide pun kreatif, dan jaringan komunitas kuat, misalnya saling memberi info peluang atau jadi pelanggan pertama serta orientasi jangka panjang artinya  wirausaha itu, dianggap sumber nafkah utama.

Ternyata hebatnya lagi, mereka membuktikan seperti kata pepatah lama “Daripada menunggu hujan reda, lebih baik belajar menari di tengah hujan”.

Meski demikian, masih ada tantangan/hambatan yang masih menghantui mereka, walaupun banyak yang sukses.

Data Susenas BPS 2020 24,3% menyebutkan penyandang disabilitas usia 15+ punya rekening bank, dan 14,2% punya akses kredit perbankan. Ibarat lomba lari, garis start mereka tiga kilometer di belakang.

Sementara soal digital, hanya 1,1% yang menggunakan internet, di era digital marketing, ini seperti mau jualan tapi pasar berada di kota lain tanpa ongkos ke sana. Tapi jangan salah, mereka tetap cari cara kreatif WhatsApp, TikTok, marketplace ibarat chef bikin masakan viral pakai panci kecil di dapur sempit.

Solusinya, ada beberapa langkah, yakni skema kredit mikro khusus disabilitas seperti produk perbankan ramah syarat dan pendampingan, pelatihan bisnis praktis, bukan teori, tapi praktik langsung produksi dan pemasaran. Mentoring pengusaha sukses, maksudnya agar strategi dan pengalaman bisa ditransfer dan Platform digital inklusif, seperti contoh marketplace dengan aksesibilitas tunanetra atau tunarungu.

Jack Ma pernah bilang, “Peluang ada di tempat orang-orang mengeluh” (wartawirausaha.com, 2019). Nah, penyandang disabilitas ini sudah praktik langsung lihat ada masalah, mereka langsung bikin solusi.

Dari jualan telur sampai kerajinan tangan, mereka tunjukkan kalau keluhan itu bisa jadi ladang cuan. Sekarang giliran kita, yang kadang cuma nunggu WiFi stabil, ikut buka jalan sambil belajar trik mereka tanpa harus kena hujan atau kesandung kabel listrik di pasar.

Kita sering menunda usaha karena merasa belum siap. Penyandang disabilitas mengajarkan waktu tepat adalah sekarang, modal bisa dimulai dari yang ada.

Pepatah Minang bilang, “Alam takambang jadi guru”. Mereka guru yang berdagang di pasar sebelah kita cukup mampir belajar sambil minum kopi panas.

Oleh karena itu, data BPS yang diungkap Wamen UMKM pada 12 Desember 2024 menunjukkan lebih dari separuh penyandang disabilitas adalah wirausahawan. Mereka bukan sekadar penerima bantuan, tapi sumber inspirasi. Tantangan jelas ada, tapi solusinya nyata pembiayaan inklusif, pelatihan praktis, dan teknologi adaptif.

Ekonomi inklusif bukan charity, tapi investasi dividennya, kemandirian, martabat, dan masa depan lebih setara.

Pertanyaan berikutnya di era digital, kenapa hanya 1,1% penyandang disabilitas terkoneksi internet?. Episode berikutnya akan mengupas jurang digital ini dan bagaimana teknologi bisa jadi jembatan emas menuju peluang lebih besar.[***] /artikel di atas merupakan bagian 1 dan bersambung ke bagian ke 2: “Hanya 1,1% Penyandang Disabilitas Online, Tapi Otaknya Startup Mode”

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAP Umumkan Inisiatif Mitra Layanan Strategis Regional Baru

    SAP Umumkan Inisiatif Mitra Layanan Strategis Regional Baru

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Sumselterkini.ci.id, SINGAPURA – SAP Asia Pacific Japan (APJ) hari ini mengumumkan inisiatif Regional Strategic Services Partner (RSSP) untuk memperkuat kemampuan dan jangkauan mitra yang sudah mapan di wilayah APJ yang berada pada lintasan pertumbuhan yang cepat. Melalui inisiatif ini, SAP akan memberikan dukungan strategis kepada mitra yang memenuhi syarat, yang dapat mencakup solusi terkoordinasi yang […]

  • Sambut Baik Reses DPD RI Arniza Nilawati

    Sambut Baik Reses DPD RI Arniza Nilawati

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyambut kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, Arniza Nilawati SE MM, di Ruang Audiensi Bupati Muba, Rabu (14/10/2020). Dalam pertemuan tersebut Anggota DPD RI menyampaikan bahwa maksud tujuannya selain untuk bersilaturahmi juga untuk melakukan Reses, yang akan digelar […]

  • Sumsel Bentuk Tim Investigasi Terkait Korban MOS di Sekolah Taruna Indonesia

    Sumsel Bentuk Tim Investigasi Terkait Korban MOS di Sekolah Taruna Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    TAK mau kejadian semakin berlarut dan kembali terulang, Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung membentuk tim investigasi guna menuntaskan kasus yang menyebabkan dua orang siswa meninggal dunia saat mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Sekolah Taruna Indonesia Palembang. Ia bahkan memberi tenggat waktu seminggu bagi tim khusus yang dibentuk agar dapat menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu dikemukakannya […]

  • Wapres Divaksin COVID-19 Dosis Kedua, Tidak Ada Efek Samping

    Wapres Divaksin COVID-19 Dosis Kedua, Tidak Ada Efek Samping

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin, divaksin COVID-19 dosis kedua di Kediaman Resmi Wapres pada Rabu (17/3/2021). Berdasarkan pantauan, Wapres Ma’ruf Amin ditemani dengan Istri Wury Ma’ruf Amin yang juga disuntik vaksin sekitar pukul 08.30 WIB. Keduanya melewati proses tahapan vaksinasi, yaitu registrasi pada meja pendaftaran, melakukan pengecekan kesehatan, menerima suntikan vaksin, menunggu masa observasi pasca […]

  • Begini Cara Polres Muba Kenalkan Bahaya Narkoba di Kalangan Milenial

    Begini Cara Polres Muba Kenalkan Bahaya Narkoba di Kalangan Milenial

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Polres Musi Banyuasin – Polres Musi Banyuasin [Muba] menggelar acara sosialisasi Millenial Road Sefety dan pemutaran film bahaya narkoba yang diselenggarakan pada hari Rabu, kemarin. di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu. Kegiatan sosialisasi dan pemutaran film bahaya narkoba tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti yang dihadiri kaum millenial Kota Sekayu yang sedang berkumpul […]

  • Pengadilan Kota Moskow akhiri perselisihan antara Sconnect & Entertainment One

    Pengadilan Kota Moskow akhiri perselisihan antara Sconnect & Entertainment One

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

      HA NOI, VIETNAM –  Pengadilan Kota Moskow (Rusia) secara resmi mengeluarkan definisi penghentian proses dalam kasus perdata No. 3-473/2022 menurut klaim Entertainment One UK Ltd. (selanjutnya disebut sebagai EO) terhadap Sconnect Vietnam Investment Technology and Services Company Limited (disebut sebagai Sconnect) atas perlindungan hak eksklusif atas karakter karya animasi “Svinka Peppa” (“Peppa Pig”). Dari […]

expand_less
WordPress Archive WordPress Multilingual Contact Form 7 Addon WordPress Multilingual Gravity Forms Multilingual Add-On WordPress Multilingual MailChimp WordPress Multilingual Media Add-On WordPress Multilingual Multisite WordPress Multilingual String Translation Addon WordPress Multilingual Translation Analytics Add-On WordPress Multilingual Translation Management Addon WordPress Multilingual WooCommerce Gateways Country Limiter Add-On WordPress Multilingual Yoast SEO Addon