Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Izin Berbelit-Belit Bikin Dunia Properti Lesu

Izin Berbelit-Belit Bikin Dunia Properti Lesu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Nov 2018
  • visibility 2.084
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah kalangan termasuk DPR RI menilai masih didapatinya perizinan di daerah yang berbelit-belit menjadi salah satu faktor penghambat tumbuhnya sektor properti yang saat ini tengah dilanda kelesuan.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Gerindra, Edi Prabowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu mengatakan perizinan birokrasi yang berbelit-belit akan menghambat iklim investasi dan termasuk di industri properti.

“Seharusnya dalam mendorong roda perekonomian, seperti menarik investor dari dalam dan luar negeri harus dipermudah perizinan dan bukan sebaliknya dipersulit,” katanya.

Masih berbelitnya perizinan dari pemerintah daerah tersebut membuat harga properti di dalam negeri sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sehingga kondisi ini tidak sejalan dengan program pemerintah untuk memenuhi satu juta rumah bagi masyarakat kecil.

Namun demikian, dia berpendapat lesunya bisnis properti saat ini tidak semata soal faktor hambatan perizinan birokrasi tetapi juga daya beli masyarakat yang menurun.

Sementara F. Rach Suherman, konsultan bisnis properti menuturkan era otonomi daerah juga memiliki ekses disharmonisasi regulasi, misalnya paket kebijakan ekonomi XIII Jokowi yang sebenarnya bagus, tetapi terhambat berbagai peraturan daerah (Perda) lama yang belum banyak diubah oleh banyak pemerintah daerah. “Contoh nyata adalah penurunan PPh 5 persen jadi 2,5 persen, sama sekali tidak digubris daerah sehingga BPHTB tetap 5 persen dan hal ini karena PAD. Kepentingan pusat-daerah membuat dunia usaha terjepit diantara ‘dua raja’,” ujarnya.

Terkait praktek suap yang dilakukan pihak korporasi, menurut dia itu adalah soal mental. Namun demikian, suap dilakukan swasta atau developer karena ingin membeli waktu di sat terhambat panjangnya dan berbelitnya proses perizinan. Padahal perencanaan bagi pengembang harus lekas jalan karena ada cost of money. Praktik suap, lanjutnya, juga karena ada pengusaha yang tidak memenuhi syarat dan kemudian mengambil jalan pintas dan inipun disambut baik oleh pejabat yang kebetulan kepepet ingin lekas kaya.

Ke depan menekan praktik suap di sektor properti dan sektor lainnya, maka model perizinan satu atap dan penyederhanaan meja-meja perizinan seharusnya sudah menjadi tekad pemerintah. “Kebijakan inipun, sebenarnya sudah dilakukan pemerintah dan hasilnya lumayan membaik. Seperti memakai Key Performance Indicator (KPI) yang diatur Menpan dan RB bersama Pemda. Dimana izin A sekian hari kelar, B sekian hari dan sanksi yang tidak mencapai, langsung ganti pejabat baru,” katanya.

Pengawasan publik, lanjutnya sangat diperlukan dan hal ini bisa dilakukan lewat informasi digital. Hal senada disampaikan CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda yang menyatakan meskipun pemangkasan perizinzn sudah terjadi, tapi praktek di lapangan masih terjadi sehingga suapun tidak bisa dihindari dan ironisnya saat ini pengawasan belum efektif.

“Untuk penyediaan rumah sederhana seharusnya menjadi domain Pemda. Namun sayangnya saat ini belum semua Pemda peduli dan hal ini tidak lepas terkait keterbatasan sumber daya manusia dan juga keterbatasan sosialisasi,” katanya.[**]

 

Penulis : Antara

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OKI-SILO Jajaki Kerjasama Kembangkan Layanan Kesehatan Berbasis Pariwisata di Teluk Gelam, Bakal Jadi Pusat Penyembuhan Kanker Pertama di Sumatera

    OKI-SILO Jajaki Kerjasama Kembangkan Layanan Kesehatan Berbasis Pariwisata di Teluk Gelam, Bakal Jadi Pusat Penyembuhan Kanker Pertama di Sumatera

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    KONSEP konsep medical tourism di kawasan Wisata Danau Teluk Gelam mulai dilirik Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] karena pontensi pasarnya sangat besar di Indonesia. Peluang ini harus ditangkap segera, sehingga obyek tersebut bisa sederajat dengan obyek wisata yang sudah lebih dikenal di Indonesia. Oleh sebab itu, Pemkab OKI dan PT Siloam International Hospitals [SILO] Tbk  sama-sama […]

  • Razia Gabunggan Pintu Tol Celikah, Siapa Targetnya ?

    Razia Gabunggan Pintu Tol Celikah, Siapa Targetnya ?

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    DEMI kenyamanan pengendara lain, Hutama Karya (HK) bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan pihak Kepolisian menggelar penertiban kendaraan Over Dimensi dan Over Load (Odol) di Gerbang Tol Celikah, Kayuagung, Selasa (18/02/2020) pagi. Kepala Bagian Operasi Tol Terpeka, Mudjiono mengungkapkan razia ini merupakan razia lanjutan dari Operasi Odol […]

  • Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

    Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    KALAU pelayanan publik dulu itu ibarat jualan pisang goreng yang masing-masing pedagang berdiri sendiri-sendiri, berteriak sendiri tanpa tahu tetangga sebelah jual apa, sekarang zamannya berubah! Pemerintah Indonesia sedang ngotot banget buat mengubah gaya lama yang “government-centric” alias cuma mikirin kantornya sendiri, jadi “citizen-centric” fokus ke masyarakat, pengguna layanan. Bayangin, cukup sekali data dikasih, nanti instansi […]

  • Airlangga Perbesar Pelatihan Vokasi, 4,8 Juta Pengangguran Muda Masih Jadi Tantangan

    Airlangga Perbesar Pelatihan Vokasi, 4,8 Juta Pengangguran Muda Masih Jadi Tantangan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah memperbesar pelatihan vokasi pada 2026 untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terus berubah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langkah ini penting di tengah masih tingginya jumlah pengangguran muda yang mencapai sekitar 4,8 juta orang. Airlangga menyampaikan hal tersebut saat Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026 di […]

  • Politik dan Sepakbola

    Politik dan Sepakbola

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.682
    • 0Komentar

    Kehadiran beberapa pejabat tinggi, menteri dan gubernur DKI Jakarta membuat aura pertandingan begitu bergairah.

  • Pahlawan Tanpa Jubah

    Pahlawan Tanpa Jubah

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Sungai itu, seakan tahu betapa beratnya beban yang dipikul oleh Mahisa dan suaminya, Holian. Dua hari lalu, keduanya jatuh ke dalam arus yang tak kenal ampun. Desa Tanjung Agung Barat, Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan yang biasanya sunyi, mendadak riuh dengan suara teriakan dan langkah panik. “Mahisa! Holian! Di mana kalian?” suara Lita, anak muda […]

expand_less
WordPress Archive WPMU DEV Snapshot Pro WPMU DEV Subscribe by Email WPMU DEV Ultimate Branding WPMU DEV User Synchronization WPMU DEV WP Smush Pro WPNotif: WordPress SMS & WhatsApp Message Notifications WPPayForm Pro WPQA – Builder forms Addon For WordPress WProtect – WordPress Automatically Append Copyright Notice on Copied Content WPRuby – WooCommerce Restricted Shipping and Payment Pro