Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
  • visibility 970
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU pelayanan publik dulu itu ibarat jualan pisang goreng yang masing-masing pedagang berdiri sendiri-sendiri, berteriak sendiri tanpa tahu tetangga sebelah jual apa, sekarang zamannya berubah! Pemerintah Indonesia sedang ngotot banget buat mengubah gaya lama yang “government-centric” alias cuma mikirin kantornya sendiri, jadi “citizen-centric” fokus ke masyarakat, pengguna layanan. Bayangin, cukup sekali data dikasih, nanti instansi pemerintahnya yang saling ngerjain sambil kerja bareng, nggak lagi kerja silo-silo kayak lomba joget sendirian di panggung.

Begitulah kira-kira gambaran yang disampaikan Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Kominfo, Mbak Mira Tayyiba, pas pidato kunci di acara Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX), 6 Agustus 2025 lalu. Tema acaranya “Tackling Issues in Modernizing Digital Government” memang pas banget untuk menembus gap soal infrastruktur, keamanan, dan kemampuan SDM dalam dunia digital pemerintahan yang makin ngebut.

“Jadi transformasi digital bukan cuma soal bikin jalan tol internet di pemerintah, tapi gimana bikin layanan publik yang lancar kayak seluncuran di taman bermain, aman kayak brankas nenek, dan fokus ke masyarakat sebagai raja di keraton digital,” jelas Mbak Mira penuh semangat.

Dulu, kalau mau urus sesuatu di pemerintah, rasanya kayak nyari pisang goreng yang pedagangnya nggak mau kerja bareng, malah saling tutupin warung. Data harus dikasih berkali-kali, proses lambat kayak siput naik gunung. Sekarang, era sudah berubah. RPJMN 2025-2029 secara tegas mengamanatkan bahwa pemerintah harus bisa berkolaborasi, saling terhubung, dan berbasis data supaya masyarakat nggak pusing tujuh keliling.

Mbak Mira bilang, “Bayangin kalau data masyarakat cuma disetor sekali, lalu instansi pemerintah lain sudah bisa pakai data itu buat layanan yang lain. Ini ibarat rombongan jajan bareng, nggak usah lagi repot masing-masing beli pisang goreng.”

Nah, cerita soal data ini nggak kalah penting, pemerintah sudah punya Pusat Data Nasional (PDN) yang jadi gudang penyimpanan data semua instansi pusat dan daerah. Tapi sekarang, pendekatannya makin kece, PDN jadi ekosistem yang melibatkan penyedia cloud dari pihak ketiga, asal aman dan taat aturan. Jadi, bukan cuma rumah pemerintah aja, tapi juga tetangga yang mau nebeng asal punya sertifikat keamanan.

“Ini ibarat punya rumah besar, tapi tetangga juga boleh nebeng, asal nggak bawa maling dan bikin gaduh,” kata Mbak Mira sambil senyum.

Maka dari itu, pemerintah mengundang pelaku industri data center buat gabung. Kolaborasi ini bukan cuma bikin layanan makin cepet dan aman, tapi juga bikin masyarakat dapat manfaat nyata, tanpa drama antri berjam-jam.

Kalau boleh kasih pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” cocok banget buat transformasi digital ini. Pemerintah nggak bisa jalan sendiri, harus bareng-bareng dengan swasta, industri, dan masyarakat. Supaya layanan publik yang dulu ribet dan njelimet, jadi seamless dan penuh rasa empati.

Pokoknya, era pelayanan publik “government-centric” yang kaku dan terkotak-kotak sudah tamat masa berlakunya. Sekarang zamannya “citizen-centric”, semua fokus buat masyarakat yang pengin layanan mudah, cepat, dan aman. Dengan data cukup sekali dikasih, proses instansi pemerintah jadi kayak orkestra yang nyatu, harmonis, tanpa cacat.

Jadi jangan sampai deh, kita sebagai masyarakat malah bingung karena pemerintahnya masih kerja sendiri-sendiri, kayak tukang pisang goreng yang nggak mau gabung pasar. Ingat, “Bersatu kita teguh, bercerai kita pisang goreng sendiri-sendiri.”

Kalau transformasi digital pemerintah berjalan mulus, masyarakat yang untung besar. Waktu lebih efisien, data lebih aman, dan pelayanan makin bikin hati senang. Semoga Mbak Mira dan timnya di Kemkomdigi makin semangat buka ruang kolaborasi, karena hanya dengan gotong royong digital kita bisa wujudkan layanan publik yang modern, aman, dan penuh perhatian.

Kalau begini terus, jangan heran kalau suatu hari nanti urus KTP atau pajak tinggal klik, kopi dan pisang goreng sudah tersedia, dan kamu bisa senyum-senyum sambil bilang, “Wah, Indonesia sudah siap jadi negeri digital sejati!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Palembang diimbau untuk tidak sungkan urus IKD – dokumen administrasi kependudukan

    Warga Palembang diimbau untuk tidak sungkan urus IKD – dokumen administrasi kependudukan

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.459
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Progres pendataan dokumen administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang menunjukkan hasil yang signifikan.   Hal ini diapresiasi oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.   “Pencapaian Palembang sudah di atas 90 persen untuk beberapa dokumen administrasi kependudukan,” ujar Perencana Ahli Madya Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan […]

  • Sejak Berdiri, Universitas Sjakhyakirti Palembang Cetak 17.317 Sarjana

    Sejak Berdiri, Universitas Sjakhyakirti Palembang Cetak 17.317 Sarjana

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.428
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Universitas Sjakhyakirti mewisuda 461 sarjana, 39 lulusan strata satu (S1) dengan rincian 115 mahasiswa dan ke 18 untuk lulusan strata dua (S2) ada 346 mahasiswa, di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (4/8/2018). Rektor Universitas Sjakhyakirti Palembang Prof Dr Ir Faizal Daud. MS mengatakan untuk kedepan bagi lulusan yang akan datang jangan terpaku hanya […]

  • Muba Hijaukan Ekonomi, Dari Limbah Jadi Lumbung

    Muba Hijaukan Ekonomi, Dari Limbah Jadi Lumbung

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Dulu, tandan kosong kelapa sawit alias tangkos itu nasibnya mirip jomblo diundang kondangan ada, tapi nggak dianggap. Tapi sekarang, di tangan Pemkab Musi Banyuasin (Muba), si tangkos mendadak naik kasta. Dari limbah jadi rebutan, dari sisa jadi primadona. Mirip tokoh figuran di sinetron yang tiba-tiba dapat peran utama dan jodoh di episode terakhir. […]

  • Jaring Atlet Bilyard, OKI Bikin Kejuaraan Bupati Cup

    Jaring Atlet Bilyard, OKI Bikin Kejuaraan Bupati Cup

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tahun ketiga penyelenggaraan Kejuaraan Bilyard Bupati Cup di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun ini diikuti oleh 192 orang peserta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan olahraga bilyard, menjaring atlet potensial untuk meningkatkan prestasi olahraga secara berkelanjutan. Bupati OKI, H.M. Djafar Shodiq menilai Olahraga Bilyard jadi salah satu lumbung prestasi yang harus dijaga dan […]

  • Gaet STIKES Abdurrahman Palembang, Ini Tujuannya Muba

    Gaet STIKES Abdurrahman Palembang, Ini Tujuannya Muba

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 807
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Pemkab Musi Banyuasin siap menggaet Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Abdurahman Palembang guna mengembangkan sumber daya manusia khususnya bidang kesehatan. Rencana ini terungkap saat Pj Bupati H Apriyadi menerima audiensi Pengurus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Abdurahman Palembang di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (03/07/2023). Dikatakan Apriyadi bahwa ia menyambut […]

  • Cegah Varian Baru, Masyarakat Diminta Jangan Dulu Pergi ke Luar Negeri

    Cegah Varian Baru, Masyarakat Diminta Jangan Dulu Pergi ke Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 belum berakhir dan kini hadir Varian baru, Omicron yang mengancam masyarakat Indonesia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, dalam konferensi pers virtual, kemaren, menyampaikan tren peningkatan kasus Covid-19 disebabkan oleh penularan dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Ia menyampaikan bahwa Presiden secara spesifik menekankan agar semua pihak menahan diri […]

expand_less
WordPress Archive DOKANS – Multitenancy Based Ecommerce Platform (SAAS) Dolan – Personal Portfolio Elementor Template Kit Dometric – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Domex – Night Club WordPress Theme Domik – Responsive Architecture WordPress Theme Domina – Domain For Sale & Auction Plugin Dominus – Tattoo Studio Elementor Template Kits Domnoo – Pizza & Restaurant WordPress Theme Don Peppe – Pizza and Fast Food WordPress Theme Donalfarm | Agriculture Organic Farming WordPress Theme