Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

Transformasi Layanan Publik ala Pemerintah Digital: Dari Silo Jadi Satu, Jangan Kayak Tukang Jualan Pisang Goreng Sendiri-sendiri!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
  • visibility 976
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU pelayanan publik dulu itu ibarat jualan pisang goreng yang masing-masing pedagang berdiri sendiri-sendiri, berteriak sendiri tanpa tahu tetangga sebelah jual apa, sekarang zamannya berubah! Pemerintah Indonesia sedang ngotot banget buat mengubah gaya lama yang “government-centric” alias cuma mikirin kantornya sendiri, jadi “citizen-centric” fokus ke masyarakat, pengguna layanan. Bayangin, cukup sekali data dikasih, nanti instansi pemerintahnya yang saling ngerjain sambil kerja bareng, nggak lagi kerja silo-silo kayak lomba joget sendirian di panggung.

Begitulah kira-kira gambaran yang disampaikan Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Kominfo, Mbak Mira Tayyiba, pas pidato kunci di acara Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX), 6 Agustus 2025 lalu. Tema acaranya “Tackling Issues in Modernizing Digital Government” memang pas banget untuk menembus gap soal infrastruktur, keamanan, dan kemampuan SDM dalam dunia digital pemerintahan yang makin ngebut.

“Jadi transformasi digital bukan cuma soal bikin jalan tol internet di pemerintah, tapi gimana bikin layanan publik yang lancar kayak seluncuran di taman bermain, aman kayak brankas nenek, dan fokus ke masyarakat sebagai raja di keraton digital,” jelas Mbak Mira penuh semangat.

Dulu, kalau mau urus sesuatu di pemerintah, rasanya kayak nyari pisang goreng yang pedagangnya nggak mau kerja bareng, malah saling tutupin warung. Data harus dikasih berkali-kali, proses lambat kayak siput naik gunung. Sekarang, era sudah berubah. RPJMN 2025-2029 secara tegas mengamanatkan bahwa pemerintah harus bisa berkolaborasi, saling terhubung, dan berbasis data supaya masyarakat nggak pusing tujuh keliling.

Mbak Mira bilang, “Bayangin kalau data masyarakat cuma disetor sekali, lalu instansi pemerintah lain sudah bisa pakai data itu buat layanan yang lain. Ini ibarat rombongan jajan bareng, nggak usah lagi repot masing-masing beli pisang goreng.”

Nah, cerita soal data ini nggak kalah penting, pemerintah sudah punya Pusat Data Nasional (PDN) yang jadi gudang penyimpanan data semua instansi pusat dan daerah. Tapi sekarang, pendekatannya makin kece, PDN jadi ekosistem yang melibatkan penyedia cloud dari pihak ketiga, asal aman dan taat aturan. Jadi, bukan cuma rumah pemerintah aja, tapi juga tetangga yang mau nebeng asal punya sertifikat keamanan.

“Ini ibarat punya rumah besar, tapi tetangga juga boleh nebeng, asal nggak bawa maling dan bikin gaduh,” kata Mbak Mira sambil senyum.

Maka dari itu, pemerintah mengundang pelaku industri data center buat gabung. Kolaborasi ini bukan cuma bikin layanan makin cepet dan aman, tapi juga bikin masyarakat dapat manfaat nyata, tanpa drama antri berjam-jam.

Kalau boleh kasih pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” cocok banget buat transformasi digital ini. Pemerintah nggak bisa jalan sendiri, harus bareng-bareng dengan swasta, industri, dan masyarakat. Supaya layanan publik yang dulu ribet dan njelimet, jadi seamless dan penuh rasa empati.

Pokoknya, era pelayanan publik “government-centric” yang kaku dan terkotak-kotak sudah tamat masa berlakunya. Sekarang zamannya “citizen-centric”, semua fokus buat masyarakat yang pengin layanan mudah, cepat, dan aman. Dengan data cukup sekali dikasih, proses instansi pemerintah jadi kayak orkestra yang nyatu, harmonis, tanpa cacat.

Jadi jangan sampai deh, kita sebagai masyarakat malah bingung karena pemerintahnya masih kerja sendiri-sendiri, kayak tukang pisang goreng yang nggak mau gabung pasar. Ingat, “Bersatu kita teguh, bercerai kita pisang goreng sendiri-sendiri.”

Kalau transformasi digital pemerintah berjalan mulus, masyarakat yang untung besar. Waktu lebih efisien, data lebih aman, dan pelayanan makin bikin hati senang. Semoga Mbak Mira dan timnya di Kemkomdigi makin semangat buka ruang kolaborasi, karena hanya dengan gotong royong digital kita bisa wujudkan layanan publik yang modern, aman, dan penuh perhatian.

Kalau begini terus, jangan heran kalau suatu hari nanti urus KTP atau pajak tinggal klik, kopi dan pisang goreng sudah tersedia, dan kamu bisa senyum-senyum sambil bilang, “Wah, Indonesia sudah siap jadi negeri digital sejati!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Palembang Pantau Penyemprotan Ribuan Disinfektan di Jalan Protokol

    Walikota Palembang Pantau Penyemprotan Ribuan Disinfektan di Jalan Protokol

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    TIGA unit mobil  bermuatan ribuan liter  cairan Disinfektan milik Dinas  Penangulangan Bencana dan Pemadaman Kebakaran (DPBPK) Kota Palembang hari ini disemprotkan  di sepanjang Jalan protokol. Penyemprotan yang dimodifikasi mengunakan kendaraan Smoke Removal (pengusir asap), air bercampur cairan pembunuh virus Cerona ini, disemprotkan di median, bahu jalan. Tak jarang kendaraan yang melintas,sengaja memandikan kendaraan dengan cairan […]

  • Program Kadarkum “Mati Suri”, Gubernur Sumsel Siap Aktifkan Kembali

    Program Kadarkum “Mati Suri”, Gubernur Sumsel Siap Aktifkan Kembali

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.885
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H Herman Deru akan kembali menghidupkan program kesadaran hukum (Kadarkum) bagi masyarakat yang selama ini dinilainya  mati suri. Upaya yang dilakukan untuk menghidupkan sadar hukum diawali dari lingkungan sekolah yang ditandai dengan lomba Kadarkum bagi pelajar SLTA tingkat Provinsi Tahun 2022 yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Palembang, Rabu […]

  • TAWA TAPI TAHU : Sendok Bulat yang Lembut & Garpu Tajam Tukang Nyolok, Filosofi Lucu Kehidupan di Meja Makan

    TAWA TAPI TAHU : Sendok Bulat yang Lembut & Garpu Tajam Tukang Nyolok, Filosofi Lucu Kehidupan di Meja Makan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 12.205
    • 0Komentar

    Curhat sendok dan garpu tentang hidup di meja makan. Dari nyolok sampai merangkul, keduanya menyimpan filosofi kehidupan, pesan moral, dan makna kebersamaan. NAMAKU sendok, tubuhku bulat, wajahku licin, dan sifatku lembut. Tugas utamaku sederhana mengangkat makanan, merangkul kuah soto, hingga mengantar bubur kacang ijo ke mulut manusia. Tapi aku nggak pernah sendiri. Ada sahabatku Garpu. […]

  • Salut, Meski Difabel Om Jon Nekad Gowes Sepeda Keliling Nusantara, Gimana yang Muda ?

    Salut, Meski Difabel Om Jon Nekad Gowes Sepeda Keliling Nusantara, Gimana yang Muda ?

    • calendar_month Senin, 3 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.399
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Meski dalam keadaan difabel [penyandang diabilitas], Om Jon (60) Warga asal Kota Depok Provinsi Jawa Barat patut diacungkan jempol, pasalnya  kakek lensia ini, dengan modal tekad yang kuat, dan semangat, ia mampu berkeliling Nusantara dengan menggowes pedal sepeda miliknya. Semangat dan keberanian ini lah yang harus di contoh oleh generasi muda,  apalagi […]

  • Kolaborasi dengan Bekraf, Grab Gelar WCCE

    Kolaborasi dengan Bekraf, Grab Gelar WCCE

    • calendar_month Senin, 5 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.360
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Grab salah satu perusahaan dibidang transportasi daring berkolaborasi  dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam dalam menyelenggarakan World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali, tanggal 6-8 November 2018. Kerja sama ini dilaksanakan untuk mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia yang sejalan dengan master plan 2020 ‘Grab 4 Indonesia’. Penandatanganan perjanjian kerja sama Grab dan […]

  • Korban Angin Kencang di Banyuasin II  Peroleh Bantuan Sembako – APD

    Korban Angin Kencang di Banyuasin II Peroleh Bantuan Sembako – APD

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

    BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol bersama Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin menyerahkan Bantuan Tanggap darurat kepada korban Rusna, warga Desa Sungsang 1 Rejodadi, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin. Rumah Rusna roboh setelah diterjang angin kencana Pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 04.30 WIB. Kepala BPBD-Kesbangpol, Ir Alfian Soleh mengatakan menerima laporan rumah milik korban roboh diterjang […]

expand_less
WordPress Archive DOKANS – Multitenancy Based Ecommerce Platform (SAAS) Dolan – Personal Portfolio Elementor Template Kit Dometric – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Domex – Night Club WordPress Theme Domik – Responsive Architecture WordPress Theme Domina – Domain For Sale & Auction Plugin Dominus – Tattoo Studio Elementor Template Kits Domnoo – Pizza & Restaurant WordPress Theme Don Peppe – Pizza and Fast Food WordPress Theme Donalfarm | Agriculture Organic Farming WordPress Theme