Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Negara Pilih Rusun Subsidi karena Kota Tak Lagi Ramah Rumah Murah

Negara Pilih Rusun Subsidi karena Kota Tak Lagi Ramah Rumah Murah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH mulai menggeser arah kebijakan perumahan perkotaan. Di tengah harga tanah yang kian melambung dan lahan yang makin terbatas, negara memilih jalan realistis hunian vertikal bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Langkah ini ditandai dengan rencana Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan skema rumah susun (rusun) subsidi di kawasan perkotaan. Skema tersebut akan dikembangkan bersama pihak swasta sebagai upaya mempercepat penyediaan hunian layak di kota-kota besar.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah tengah mematangkan pola kerja sama dengan dunia usaha, termasuk Danantara. Kolaborasi ini disiapkan untuk menjawab keterbatasan ruang kota sekaligus kebutuhan hunian terjangkau yang terus meningkat.

“Kami akan segera persiapkan. Saya akan bertemu dengan Pak Rosan untuk mempersiapkan skema-skemanya dengan Danantara,” kata Maruarar Sirait saat menghadiri peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra di Ruang Nusantara IV DPR RI, kemarin mengutip pkp.go.id.

Pilihan membangun rusun subsidi di kota mencerminkan perubahan pendekatan negara. Rumah tapak murah di pusat kota semakin sulit diwujudkan karena harga tanah tidak lagi sejalan dengan daya beli masyarakat kecil. Hunian vertikal dipandang sebagai solusi paling masuk akal agar warga berpenghasilan rendah tetap memiliki akses tinggal di kawasan strategis.

Pemerintah menempatkan pembangunan rusun subsidi sebagai salah satu fokus utama Kementerian PKP pada tahun 2026.

Program ini diarahkan untuk menjangkau MBR yang selama ini paling terdampak tekanan harga properti perkotaan.

Sasaran program tidak terbatas pada pekerja formal. Pemerintah juga menargetkan pekerja sektor informal agar bisa memperoleh hunian layak dengan harga terjangkau, tanpa harus tersingkir jauh ke pinggiran kota.

Menurut Maruarar, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar seluruh program pemerintah memiliki dampak langsung bagi rakyat kecil. Perumahan dinilai sebagai kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

“Presiden Prabowo selalu menekankan agar seluruh program pemerintah benar-benar berdampak bagi rakyat kecil,” ujarnya.

Skema kolaborasi dengan swasta dipilih untuk mempercepat realisasi proyek. Pemerintah menilai keterlibatan dunia usaha dapat mempercepat pembangunan, sekaligus mengurangi beban fiskal negara dalam penyediaan hunian rakyat di kota.

Dalam tahap awal, pemerintah menargetkan proyek percontohan rusun subsidi dapat dimulai di beberapa kota besar. Proyek ini akan menjadi model untuk pengembangan hunian vertikal terjangkau di wilayah perkotaan lainnya.

Keberadaan rusun subsidi diharapkan melengkapi berbagai program perumahan yang sudah berjalan, seperti rumah subsidi tapak dan bantuan rumah swadaya. Pemerintah menegaskan, hunian vertikal tidak menggantikan program yang ada, melainkan memperluas pilihan bagi masyarakat sesuai kondisi wilayah.

Tekanan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk kota menjadi salah satu faktor pendorong kebijakan ini. Tanpa intervensi, kesenjangan akses hunian di perkotaan berisiko semakin melebar, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Melalui kebijakan rusun subsidi, pemerintah berupaya menjaga agar kota tetap menjadi ruang hidup yang inklusif, bukan hanya bagi kelompok berdaya beli tinggi. Hunian vertikal diposisikan sebagai instrumen kebijakan untuk mempertahankan keberagaman sosial di kawasan perkotaan.

Di tengah realitas harga tanah yang terus naik, langkah ini menandai penyesuaian negara terhadap dinamika kota, dengan hunian vertikal sebagai pilihan rasional agar masyarakat kecil tetap memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Di balik rencana rusun subsidi ini, pemerintah mengakui bahwa mempertahankan rumah murah di kota kini bukan lagi soal idealisme, melainkan soal menyesuaikan diri dengan kenyataan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalah Dipertandingan Pertama, Pelatih Para Tenis Meja Apresiasi Permainan Komet dan Adyos, Bayu : Mereka Sudah Berjuang & Tampilkan Permainan Terbaik

    Kalah Dipertandingan Pertama, Pelatih Para Tenis Meja Apresiasi Permainan Komet dan Adyos, Bayu : Mereka Sudah Berjuang & Tampilkan Permainan Terbaik

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    HASIL berbeda diraih oleh tiga atlet para tenis meja Indonesia yang bertandingan pada hari ini. David Jacobs meraih kemenangan sedangkan Komet Akbar dan Adyos Astan menelan kekalahan. Dalam pertandingan yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasiun, David Jacobs berhasil meraih kemenangan setelah mengalahkan Luka Bakic dari Montenegro pada kategori TT10, sedangkan Komet Akbar yang juga tampil […]

  • Feminisme Timur Ala R.A Kartini

    Feminisme Timur Ala R.A Kartini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.272
    • 0Komentar

    Paham feminisme sering kali diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan hak-hak perempuan yang selama ini selalu dikesampingkan atau tidak sama dengan hak kaum laki-laki. Feminisme saat ini menjadi aliran yang sangat digandrungi bahkan menjadi trend oleh banyak perempuan di belahan dunia termasuk negara Indonesia.  Trend perempuan independent tanpa terikat dengan kaum laki-laki, tidak mau menikah hingga […]

  • Ini Penampakan & Kelebihan, Layar pena IPS 4K 15,6 inci dengan paket ProArt Pen dilengkapi teknologi Wacom EMR dari Asus

    Ini Penampakan & Kelebihan, Layar pena IPS 4K 15,6 inci dengan paket ProArt Pen dilengkapi teknologi Wacom EMR dari Asus

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TAIPEI, Taiwan – ASUS ProArt PA169CDV Pen Display pada bulan Oktober, layar UHD 4K 15,6 inci portabel yang dilengkapi panel IPS 10-bit. Ini mencakup Pena ProArt yang dilengkapi teknologi Wacom EMR untuk pengalaman menulis dan menggambar yang luar biasa. PA169CDV adalah monitor portabel pertama di dunia yang tervalidasi PANTONE® dan Terverifikasi Calman untuk memberikan […]

  • Dua Tertembak, KKB Kembali Berulah Tembaki Pos TNI dan Polsek Sugapa

    Dua Tertembak, KKB Kembali Berulah Tembaki Pos TNI dan Polsek Sugapa

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 664
    • 0Komentar

    KELOMPOK Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi penembakan di Kabupaten Intan Jaya yang mengakibatkan dua (2) orang masyarakat terkena tembakan dan satu (1) diantaranya meninggal dunia. Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Drs. A. M Kamal, SH Mengatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata melakukan penembakan terhadap Pos Koramil dan Polsek Sugapa sehingga personil membalas tembakan dan terjadi […]

  • Maksimalkan Barjas, Bupati Muba Ajak LKPP RI ‘Turun Gunung’

    Maksimalkan Barjas, Bupati Muba Ajak LKPP RI ‘Turun Gunung’

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    PERCEPATAN pembangunan infrastruktur di Musi Banyuasin terbukti mendongrak perekonomian di Musi Banyuasin (Muba). Upaya-upaya dari berbagai sektor terus digencarkan Bupati Muba Dodi Reza, termasuk dalam upaya membuat implementasi belanja barang/jasa (barjas) yang tepat sasaran dan tepat waktu. Dalam kesempatan menghadiri Pembukaan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 dan Mitigasi Risiko Permasalahan Hukum Dalam Pengadaan Barang/ […]

  • “Prangko Bukan Lagi Tempelan, Tapi Simbol Kejayaan yang Nempel di Hati”

    “Prangko Bukan Lagi Tempelan, Tapi Simbol Kejayaan yang Nempel di Hati”

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.182
    • 0Komentar

    Palembang Jadi Kota Pembuka Sejarah, Kota Tua yang Dipercaya Kementerian Kebudayaan Buka Pameran Nasional Prangko Para Pendiri Bangsa DULU surat cinta dikirim pak pos, sekarang cukup dengan “ping” di WhatsApp, kalau dulu prangko jadi lambang romantisme dan perjuangan, kini ia tampil lagi di panggung sejarah dan siapa sangka, Palembang yang jadi pembuka acaranya. Yup, dari […]

expand_less
WordPress Archive Visography - Photography & Portfolio Elementor Template Kit Vissio – Business Elementor Template Kit Visual Admin Menu Visual Composer – Background Liquid Effects Visual Composer – Background Slider Pro Visual Composer – Background Wave Effects Visual Composer – Gallery And Album Bundle Visual Composer | Pricing Tables By NBGoyani Visual Composer – Ultimate Gallery Album Visual Composer – Ultimate Gooey Menu