Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Ratu Dewa Sentil OPD Palembang, Stop Kerja Pakai Asumsi!

Ratu Dewa Sentil OPD Palembang, Stop Kerja Pakai Asumsi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyentil seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih menjadikan asumsi sebagai dasar bekerja. Ia meminta setiap kebijakan pembangunan bertumpu pada data akurat agar program pemerintah tidak salah sasaran dan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ratu Dewa menegaskan, data tak hanya menjadi pelengkap laporan, tetapi harus menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan. Mulai dari memetakan kemiskinan, menetapkan penerima bantuan, hingga menentukan wilayah yang membutuhkan pembangunan, semuanya harus didasarkan pada kondisi riil di lapangan.

“Kalau datanya salah, kebijakannya pasti salah. Kalau datanya benar, programnya akan tepat sasaran dan anggaran tidak terbuang sia-sia,” tegas Ratu Dewa saat membuka Forum Satu Data Indonesia (SDI) Kota Palembang, Jumat (23/10/2026).

Menurut Ratu Dewa, persoalan data tidak bisa dianggap sepele, pasalnya, ketepatan informasi akan memengaruhi keputusan pemerintah dalam menentukan program prioritas sekaligus menggunakan anggaran secara efektif.

Jika data yang digunakan tidak akurat, lanjutnya, perencanaan berisiko melenceng dari persoalan yang sebenarnya dihadapi masyarakat.

Oleh sebab itu, pembenahan tata kelola data menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Kota Palembang periode 2025-2029.

Pemerintah kota., tambah Walikota ingin memastikan setiap OPD memiliki acuan yang sama ketika menyusun program, menentukan target, maupun mengevaluasi hasil pembangunan.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah menyepakati Daftar Data Prioritas 2026-2027 melalui Forum Satu Data Indonesia Kota Palembang yang berlangsung pada 21-22 Oktober 2026.

Daftar tersebut, terangnya akan menjadi rujukan bagi seluruh OPD dalam penyediaan dan pemanfaatan data.

Selanjutnya, paparnya pengelolaannya dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang melalui Portal Satu Data yang terintegrasi dengan portal Satu Data Indonesia tingkat nasional.

Integrasi ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Melalui sistem tersebut, data diharapkan lebih mudah diakses dan digunakan bersama oleh instansi pemerintah sesuai kebutuhan, sehingga perencanaan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Namun, menurut Ratu Dewa, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya dengan membangun sistem atau menyediakan portal. Hal yang tidak kalah penting adalah komitmen setiap OPD untuk memastikan data yang disampaikan memenuhi standar, selalu diperbarui, dan dapat dipertukarkan antarinstansi.

Ia pun mengingatkan urusan data bukan semata-mata tanggung jawab Bapperida, Diskominfo, maupun Badan Pusat Statistik (BPS). Seluruh OPD memiliki peran dalam menyediakan informasi sesuai bidang masing-masing.

Keterlibatan semua perangkat daerah diperlukan agar data yang digunakan pemerintah benar-benar menggambarkan keadaan di lapangan. Dengan acuan yang seragam, potensi perbedaan informasi antarlembaga dapat ditekan dan keputusan pembangunan memiliki dasar yang lebih kuat.

Selain berkaitan dengan perencanaan daerah, pengelolaan data juga menjadi bagian dari evaluasi tata kelola pemerintahan secara nasional.

Satu Data Indonesia

Manager Perencanaan Analisa dan Pemanfaatan Data Sekretariat SDI Pusat, Dicky Rahardiantoro, menjelaskan pelaksanaan Satu Data Indonesia dinilai melalui Indeks Satu Data Indonesia.

Penilaian tersebut mencakup aspek perencanaan dengan bobot 14 persen, pengumpulan 12 persen, pemeriksaan 14 persen, dan penyebarluasan 16 persen. Menurut Dicky, capaian indeks itu turut berpengaruh terhadap penilaian tata kelola pemerintahan, termasuk statistik sektoral dan pemerintahan digital.

Forum yang digelar di Palembang tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas, Bappeda Sumatera Selatan, dan BPS Kota Palembang.

Meski demikian, hasil akhir dari pembenahan data seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian. Data yang telah dikumpulkan harus benar-benar digunakan untuk memperbaiki perencanaan, menentukan prioritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan data yang lebih akurat, pemerintah diharapkan dapat memahami persoalan warga secara lebih tepat sebelum menetapkan kebijakan.

Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi setiap OPD untuk membuktikan bahwa data bukan sekadar dokumen administratif, melainkan dasar dalam menjalankan program pemerintahan.

Ratu Dewa berharap Forum Satu Data Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah. Ia tidak ingin forum tersebut hanya menjadi agenda formal untuk menyepakati daftar data tanpa diikuti perubahan dalam cara kerja pemerintahan.

“Target kita bukan sekadar memenuhi indikator penilaian pusat. Target kita adalah pelayanan publik yang lebih tepat, karena kita paham kondisi riil masyarakat lewat data yang benar,” tutupnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Kuasai 49% Industri Kakao Asia

    Indonesia Kuasai 49% Industri Kakao Asia

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia kuasai 49% industri kakao Asia, menjelaskan perannya sebagai salah satu kekuatan utama industri pengolahan kakao di kawasan. Di tengah fluktuasi harga kakao dunia, perubahan pola permintaan, dan meningkatnya tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, industri pengolahan kakao nasional justru mencatatkan kinerja yang terus membaik pada triwulan II 2026. Berdasarkan Grind Statistics Q2 2026, volume […]

  • Tantangan Bisnis Farmasi di Tengah Pandemi Covid 19

    Tantangan Bisnis Farmasi di Tengah Pandemi Covid 19

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.753
    • 0Komentar

    DI tengah Pandemi Covid19 yang  dalam kini sedang melanda penjuru negeri  yang tercinta, bahkan juga melanda hampir seluruh penjuru dunia, dampaknya hampir menyentuh ke barbagai sektor kehidupan, tidak hanya sektor kesehatan, bahkan  sudah berimbaske sektor ekonomi dan bisnis, terutama bisnisi pariwisata, juga sektor sosial kemasyarakatan bahkan keagamaan. Dampak negatifnya tidak hanya dirasakan oleh rakyat miskin […]

  • Bangun & Pertahankan Budaya Kepercayaan & Kinerja Tinggi, CSG Dirayakan Sebagai Salah Satu Tempat Kerja Terbaik India di IT & IT-BPM 2022

    Bangun & Pertahankan Budaya Kepercayaan & Kinerja Tinggi, CSG Dirayakan Sebagai Salah Satu Tempat Kerja Terbaik India di IT & IT-BPM 2022

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, BANGALORE, INDIA – Dengan tenaga kerja yang beragam secara global dan budaya yang menyalurkan kekuatan semua untuk menjadikan pengalaman pelanggan dan karyawan biasa menjadi luar biasa, CSG® (NASDAQ: CSGS) bangga menjadi perusahaan yang mengutamakan orang terlebih dahulu. Saat ini, perusahaan ini disertifikasi sebagai salah satu Tempat Kerja Terbaik India di bidang IT dan […]

  • BPKP Mulai Bedah APBD Palembang, 5 Sektor Prioritas Jadi Fokus Evaluasi

    BPKP Mulai Bedah APBD Palembang, 5 Sektor Prioritas Jadi Fokus Evaluasi

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – BPKP mulai mengevaluasi APBD Palembang 2026 dengan menelaah kualitas perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah. Evaluasi tersebut menyasar lima sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, dan ketahanan pangan. Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Selatan Supriyadi bersama tim melakukan audiensi dengan Wali Kota Palembang Ratu Dewa di rumah dinas Wali Kota Palembang, Rabu […]

  • Cegah Penyebaran Covid-19, ABK Butuh Perhatian Lebih, Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat : Mereka Juga Generasi Penerus Bangsa

    Cegah Penyebaran Covid-19, ABK Butuh Perhatian Lebih, Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat : Mereka Juga Generasi Penerus Bangsa

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    PENANGANGAN dan pencegahan penyebaran virus COVID-19 khususnya kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan upaya dan perhatian lebih, yang berbeda dengan anak pada umumnya. Guna memastikan perlindungan kesehatan bagi mereka pada masa yang penuh tantangan ini, pemerintah mendorong kerja sama berbagai pihak. Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi menegaskan, setiap anak, termasuk mereka yang […]

  • Hunian Vertikal Gen Z, Gaya Hidup City Living Kekinian

    Hunian Vertikal Gen Z, Gaya Hidup City Living Kekinian

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    PERNAH nggak sih, kamu lagi ngopi di lantai 20 apartemen terus mikir, “Wah, dari sini Jakarta kayak miniatur Monopoli.” Itulah sensasi city living ala hunian vertikal yang sekarang jadi incaran Generasi Z. Mereka lebih memilih view skyline daripada halaman belakang yang luas tapi penuh jemuran. Pertanyaannya, kenapa sih Gen Z kepincut sama hunian vertikal? Apakah […]

expand_less
WordPress Archive Canvas: Show any content in a fullscreen slide Capie – Minimal Creative WooCommerce WordPress Theme Capital Multi Purpose Business WordPress Theme Capitol – Creative Multi-Purpose WordPress Theme Capri – A Hot Multi-Purpose Theme Captcha Plus WordPress Plugin Captiva – Responsive WordPress WooCommerce Theme Captura – Photography Portfolio WordPress Theme Capuay - Hotel & Resort Elementor Template Kit Car Dealer – Automotive Responsive WordPress Theme