Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Tembus 142, BMKG Ungkap Sumsel Masih Kering

Hotspot Sumsel Tembus 142, BMKG Ungkap Sumsel Masih Kering

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 8 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  belum sepenuhnya lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah ini justru mengalami peningkatan cukup tajam.

Kementerian Kehutanan mencatat 142 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Sumsel berdasarkan pemantauan hingga Senin (5/10) pukul 21.15 WIB.

Sehari sebelumnya, jumlah yang terdeteksi masih 75 titik. Artinya, terdapat tambahan 67 hotspot dalam sehari, atau meningkat sekitar 89 persen.

Angka ini menempatkan Sumsel sebagai wilayah dengan hotspot high confidence terbanyak kedua di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla. Kalimantan Tengah berada di posisi pertama dengan 569 titik. Meski demikian, angka 142 tersebut tidak serta-merta berarti ada 142 lokasi kebakaran.

Kementerian Kehutanan dalam laporan resmi dilamannya menjelaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Setiap titik masih perlu diperiksa untuk memastikan apakah benar berkaitan dengan kebakaran. Satu kejadian kebakaran bahkan dapat menghasilkan lebih dari satu hotspot.

Cuaca Sumsel Masih Kering

Lonjakan hotspot ini terjadi ketika kondisi iklim Sumsel belum banyak berubah. Data Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan BMKG menunjukkan curah hujan pada dasarian pertama Oktober diprediksi berada dalam kategori rendah, yakni 0–50 milimeter.

Sifat hujan di wilayah Sumsel juga diprediksi di bawah normal. Kondisi ini juga membuat lahan yang telah lama tidak mendapat hujan lebih mudah mengering. Ketika ada sumber panas atau aktivitas pembakaran, api berpotensi lebih cepat berkembang, terutama di wilayah dengan vegetasi dan lahan gambut yang kering.

BMKG juga memberikan peringatan kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah Sumsel, termasuk Palembang, Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Situasi ini menjadi perhatian karena periode September hingga Oktober masih berada dalam fase kering. Hujan yang muncul pun belum merata dan cenderung bersifat sporadis.

OKI dan Sejumlah Wilayah Masih Jadi Perhatian

Sementara OKI menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam penanganan karhutla Sumsel. Selain OKI, aktivitas penanganan juga masih berlangsung di wilayah Musi Banyuasin (Muba).

Di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Muba, ratusan personel gabungan masih dikerahkan untuk menangani karhutla. Operasi dilakukan melalui pemadaman dari darat dan dukungan udara.

Kondisi ini menunjukkan persoalan karhutla di Sumsel bukan hanya mengenai jumlah hotspot yang terdeteksi satelit, tetapi juga bagaimana indikasi tersebut diterjemahkan menjadi kondisi nyata di lapangan.

Pemadaman Tak Hanya Mengejar Api

Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah yang terindikasi mengalami kebakaran.

Selain pemadaman, petugas melakukan patroli, pengecekan lapangan, penyekatan agar api tidak meluas, pembasahan dan pendinginan. Penanganan menjadi lebih rumit ketika api berada di kawasan gambut. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan.

Proses pendinginan tetap dilakukan setelah api terlihat padam untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa.

Warga Diminta Tak Membakar Lahan

Dengan kondisi cuaca yang masih kering, masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan api. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan asap, titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Kenaikan hotspot dari 75 menjadi 142 titik dalam pemantauan sehari menjadi pengingat bahwa risiko karhutla di Sumsel masih tinggi.

Apalagi, kondisi hujan belum merata dan sejumlah wilayah masih mengalami periode kering. Pemantauan hotspot dan kondisi lapangan pun masih menjadi kunci untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

    Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 443
    • 0Komentar

    AKHIR  2025 lalu, uang di Indonesia lagi rajin-rajinnya berolahraga, berlari kencang sampai ngos-ngosan, tapi terlihat bahagia. Menurut rilis Bank Indonesia dilaman resminya, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh 9,6 persen (yoy), naik dari November 2025 yang 8,3 persen (yoy). Total M2 pun tembus Rp10.133,1 triliun. Angka ini kalau […]

  • Jelang New Normal Life, Ini Panduan Protokes Untuk di Rumah Ibadah

    Jelang New Normal Life, Ini Panduan Protokes Untuk di Rumah Ibadah

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    DALAM rangka mendukung fungsionalisasi rumah ibadah Npada masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex  bersama Kemenag Muba dan MUI Muba mulai melakukan pengaturan kegiatan melalui adaptasi ke perubahan kegiatan keagamaan menuju masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19. Hal ini pula tertuang dalam Surat Edaran Bersama Pemerintah […]

  • Perguruan Tinggi Keagamaan Harus Wujudkan Dua Etika, Apa Saja ?

    Perguruan Tinggi Keagamaan Harus Wujudkan Dua Etika, Apa Saja ?

    • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 613
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas minta Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) harus mampu mewujudkan pencerahan kepada masyarakat. Hal ini menurut Menag dapat dilakukan bilamana tiap warga kampus memiliki etika akademik yang baik. Dua etika akademik yang dimaksud Menag ialah selalu mengajak kepada kebaikan dan memiliki keluasan pandangan. Demikian disampaikan Menag dalam acara Pembinaan Pegawai, Peresmian Gedung […]

  • Lapangan Hijau Jadi Pelarian ASN Sumsel?

    Lapangan Hijau Jadi Pelarian ASN Sumsel?

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    MINGGU pagi di Lapangan Bumi Sriwijaya tidak sepenuhnya dipenuhi aroma kompetisi. Tidak ada wajah tegang seperti di ruang rapat. Tidak pula terdengar suara formal yang biasanya akrab di kantor pemerintahan. Yang muncul justru tawa, sorakan kecil, hingga obrolan santai antaraparat yang sehari-harinya lebih sering bertemu dalam suasana birokrasi. Rumput hijau pagi itu seperti sedang mengambil […]

  • Antisipasi Lonjakan Harga, Pemerintah Siapkan Minyak Goreng Kemasan  Rp14.000 Per Liter

    Antisipasi Lonjakan Harga, Pemerintah Siapkan Minyak Goreng Kemasan Rp14.000 Per Liter

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 632
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng sehingga terjangkau oleh masyarakat. Sehubungan itu pemerintah memutuskan untuk menyediakan minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per liter. “Pemerintah mengambil kebijakan menyediakan minyak goreng untuk masyarakat dengan harga Rp14.000 per liter di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh […]

  • Sebanyak 2.751 Jiwa Warga Mengungsi Akibat Banjir Meluas di Aceh Timur

    Sebanyak 2.751 Jiwa Warga Mengungsi Akibat Banjir Meluas di Aceh Timur

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.328
    • 0Komentar

    LEBIH dari dua ribu warga Aceh Timur mengungsi akibat banjr di sejumlah kecamatan. Sebelumnya dua gampong dilaporkan masih terendam, namun banjir susulan terjadi setelah hujan lebat kembali mengguyur kawasan tersebut. Perkembangan pada Sabtu (1/1), pukul 09.00 WIB, banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, menyebabkan 2.751 atau 769 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman. […]

expand_less
WordPress Archive Bezin – Pharmacy & Health WooCommerce WordPress Theme Bhume – Real Estate WordPress Theme Biagiotti – Beauty and Cosmetics Shop WordPress Theme Bidout – Multivendor Bid and Auction WordPress Theme Bidzen – NFT Marketplace WordPress Theme Bifrost – Simple Elementor WordPress Theme Big Junior – Multi-Purpose Responsive Theme Bigbytes – Big Data & Analytics Company Elementor Template Kit Bigcart – Clean, Modern WordPress Theme for WooCommerce Bigex – Portfolio WordPress Theme