Gus Ipul Hentikan Sejenak Apel, Dua Tragedi Ini Jadi Doa Bersama
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 23 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Apel pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta, Senin (14/9/2026), mendadak berubah hening. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh pegawai menundukkan kepala untuk mengenang korban dua tragedi yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Satu duka datang dari Jayawijaya setelah tiga aparatur sipil negara (ASN) tewas ditembak kelompok bersenjata saat menjalankan tugas. Duka lainnya berasal dari Laut Jawa, menyusul karamnya KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang.
Di tengah apel, Gus Ipul meminta seluruh pegawai mengheningkan cipta untuk para korban.
“Semua menundukkan kepala mengheningkan cipta bagi saudara-saudara kita para ASN Kabupaten Jayawijaya, yang gugur dalam menjalankan tugas negara dan sekaligus juga mengheningkan cipta untuk korban kecelakaan kapal,” ujar Gus Ipul.
Tiga ASN Kabupaten Jayawijaya yang meninggal dunia yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Mehan (35), dan Willi Mbuik (25).
Ketiganya merupakan ASN Dinas Pertanian yang sedang menjalankan sejumlah tugas pelayanan kepada masyarakat.
Mereka berada dalam rombongan yang bertugas menyalurkan bantuan ternak, mengecek lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan peternakan kepada warga.
Namun perjalanan tugas itu berakhir tragis.
Saat melintas di Distrik Muliama pada Rabu (9/9), rombongan mereka diadang kelompok bersenjata. Tak lama berselang, terdengar letusan senjata api dan tiga ASN tersebut terkena tembakan.
Gus Ipul berharap pengabdian ketiga ASN tersebut dapat menjadi teladan.
“Semoga pengabdian mereka menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.
Belum selesai duka dari Jayawijaya, tragedi lain terjadi di perairan Laut Jawa.
KM Virgo Transport 8 karam pada Minggu (13/9/2026) dini hari setelah sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Kapal tersebut membawa 243 orang.
Saat memasuki perairan Laut Jawa di sekitar Masalembo, kapal menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Nakhoda sempat melaporkan kapal mengalami kemiringan sebelum komunikasi terputus.
Tim penyelamat kemudian bergerak melakukan pencarian dan evakuasi.
Hingga Minggu (13/9) sore, Basarnas telah mengevakuasi 107 orang dalam kondisi selamat. Enam korban lainnya ditemukan meninggal dunia.
Namun angka yang masih tersisa membuat pencarian belum berakhir.
Sebanyak 136 orang masih dalam proses pencarian.
Pencarian korban terus dilakukan. Posko penanganan juga telah didirikan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya.
Posko tersebut menjadi titik koordinasi antara petugas, keluarga korban, dan instansi terkait selama proses pencarian dan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
