BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnn.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memperketat penggunaan rokok elektrik atau vape di lingkungan perusahaan. Imbauan ini muncul di tengah perubahan modus peredaran narkotika yang kini tidak hanya berbentuk konvensional, tetapi juga ditemukan dalam bentuk cair.
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menyampaikan rekomendasi tersebut saat memberikan sosialisasi mengenai perkembangan peredaran narkotika kepada pegawai Garuda Indonesia di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Banten, Rabu (9/9).
Menurut Suyudi, keberadaan narkotika cair menjadi salah satu perkembangan yang perlu mendapat perhatian serius. Modus tersebut bahkan telah muncul dalam sejumlah pengungkapan kasus yang dilakukan BNN bersama aparat penegak hukum.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah pengungkapan sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja atau cannabis buds asal Thailand. Barang tersebut diketahui direncanakan untuk dikirim ke Eropa sebelum diproses lebih lanjut menjadi narkotika dalam bentuk cair.
Dalam pengungkapan lainnya, petugas juga menemukan etomidate serta sabu dalam bentuk cair. Rangkaian kasus tersebut memperlihatkan bahwa jaringan narkotika terus mencari bentuk dan cara baru untuk mengedarkan barang terlarang.
Ribuan Sampel Vape Diperiksa
Kekhawatiran BNN terhadap vape bukan tanpa alasan. Pemeriksaan laboratorium terhadap 1.745 sampel vape menunjukkan hasil yang cukup mencolok.
Sebanyak 1.716 sampel terdeteksi mengandung narkotika atau New Psychoactive Substances (NPS).
Temuan itu menjadi salah satu dasar BNN merekomendasikan agar penggunaan rokok elektrik dilarang di lingkungan Garuda Indonesia.
Suyudi mengatakan vape dapat menjadi sarana yang membuat penggunaan narkotika cair sulit dikenali. Dari luar, perangkat tersebut terlihat seperti rokok elektrik biasa, sementara cairan di dalamnya dapat saja mengandung zat terlarang.
Menurut dia, perkembangan tersebut juga perlu diwaspadai karena penggunaan vape semakin terlihat di kalangan anak-anak.
Hampir 8 Ton Narkotika Diungkap
Gambaran mengenai perkembangan modus narkotika itu semakin kuat jika melihat jumlah barang yang berhasil diungkap BNN.
Dalam dua bulan terakhir, BNN mencatat hampir delapan ton narkotika berhasil diamankan melalui empat pengungkapan kasus besar.
Besarnya jumlah tersebut menunjukkan bahwa ancaman peredaran narkotika masih terus berkembang, termasuk melalui bentuk dan metode baru yang semakin beragam.
BNN juga menilai kandungan kimia pada vape memiliki risiko terhadap kesehatan. Penilaian tersebut turut diperkuat melalui diskusi dengan dokter spesialis jantung, paru, dan penyakit dalam. Risiko tersebut dinilai semakin serius apabila perangkat vape digunakan untuk memasukkan narkotika.
Garuda Pastikan Lingkungan Kerja Bebas Narkotika
Menanggapi rekomendasi BNN, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan menyatakan perusahaan berkomitmen menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Garuda juga menegaskan tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan narkotika di lingkungan perusahaan. Komitmen tersebut dinilai penting mengingat perusahaan bergerak di sektor penerbangan yang berkaitan langsung dengan aspek keselamatan dan keamanan.
Garuda berharap kerja sama dengan BNN dapat meningkatkan kewaspadaan seluruh pegawai terhadap ancaman narkotika.
Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap para pegawai Garuda Indonesia. Tes dilakukan sebagai bagian dari upaya mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat pengawasan di lingkungan kerja.
Dengan munculnya narkotika dalam bentuk cair dan temuan kandungan narkotika atau NPS pada sebagian besar sampel vape yang diperiksa, BNN mendorong kewaspadaan terhadap perangkat yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai alternatif rokok biasa. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
