Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

Hotspot Sumsel Anjlok dari 165 Jadi 120, Tapi Masih Tertinggi Kedua di Tengah Karhutla

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jumlah hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) memang berkurang dalam sehari. Namun, penurunannya belum membuat provinsi ini keluar dari radar utama pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 5 September 2026, masih terdeteksi 120 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di wilayah Sumsel.

Angka itu turun 45 titik dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 165 hotspot. Meski berkurang cukup banyak, Sumsel tetap berada di posisi kedua dengan jumlah hotspot terbanyak di antara enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla.

Posisi teratas masih ditempati Kalimantan Tengah dengan 178 hotspot. Di bawah Sumsel ada Kalimantan Barat sebanyak 54 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Riau 12 titik, dan Jambi enam titik.

Jika dibandingkan kondisi sehari sebelumnya, sebagian besar wilayah prioritas memang mengalami penurunan. Secara nasional, jumlah hotspot high confidence turun dari 818 menjadi 558 titik pada pemantauan 5 September.

Tetapi angka nasional itu belum bisa dibaca sebagai tanda persoalan karhutla sudah selesai. Di lapangan, petugas masih harus memastikan titik-titik yang terpantau satelit benar-benar aman, terutama pada kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran.

Untuk Sumsel, perhatian tersebut terasa penting, karena jumlah hotspot yang tersisa masih cukup tinggi.

Tim gabungan tetap melakukan patroli dan pengecekan ke lapangan, termasuk pemadaman pada lokasi yang ditemukan terbakar serta pendinginan di area yang sudah ditangani.

Kondisi asap juga menjadi bagian yang terus dipantau. Di Palembang, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sempat berada di sekitar 5 kilometer pada siang 5 September dengan kondisi berasap.

Pada malam hari, jarak pandang membaik menjadi 10 kilometer atau lebih dan cuaca tercatat berawan.

Perubahan dalam hitungan jam itu menunjukkan bahwa kondisi udara tidak selalu bergerak searah dengan jumlah hotspot. Asap, angin, kelembapan, dan keadaan atmosfer dapat membuat jarak pandang berubah dengan cepat.

Hal serupa terlihat di Kalimantan Barat. Jumlah hotspot di provinsi itu turun cukup tajam, dari 124 menjadi 54 titik, setelah sebagian wilayah mendapat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam sebelumnya. Namun, asap masih terpantau di sejumlah tempat.

Pada malam 5 September, jarak pandang di Pontianak tercatat sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap. Di Putussibau, kondisi bahkan lebih terbatas, dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer dan masih diselimuti asap.

Turunnya hotspot belum serta-merta membuat operasi dihentikan. Pada lahan gambut, misalnya, api yang terlihat padam masih bisa menyisakan bara di bawah permukaan. Petugas perlu melakukan mopping up dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Pengendalian karhutla saat ini melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta unsur lainnya.

Dukungan dari udara juga tetap berjalan. Sebanyak 53 armada disiapkan untuk operasi di enam provinsi prioritas, dengan 34 armada menjalankan water bombing dan 19 lainnya digunakan untuk patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pengerahan armada tidak dilakukan secara seragam, melainkan mengikuti perkembangan di masing-masing wilayah. Pemantauan hotspot, kondisi api, cuaca, hujan, kualitas udara, hingga jarak pandang menjadi bahan untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih dulu.

Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti satu titik pasti merupakan lokasi kebakaran. Data tersebut merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang ditangkap satelit dan tetap membutuhkan pemeriksaan di lapangan.

Dengan 120 hotspot yang masih terdeteksi, Sumsel belum sepenuhnya bisa mengendurkan kewaspadaan. Penurunan angka menjadi perkembangan positif, tetapi pekerjaan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan dampak asap tidak meluas.

Masyarakat pun diingatkan tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Bagi warga yang berada di wilayah dengan paparan asap, informasi mengenai kualitas udara dan jarak pandang perlu terus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 37 Tahun Mengabdi di TNI, Kapten Ansori Akhiri Masa Tugas, Begini Pesannya

    37 Tahun Mengabdi di TNI, Kapten Ansori Akhiri Masa Tugas, Begini Pesannya

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.692
    • 0Komentar

    SETELAH  mengabdi menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) selama 37 tahun, Kapten Czi Ansori  mengakhiri masa kerjanya menjadi Komandan Rayon Militer (Danramil) 404-07 Muara Enim. Dengan menggelar syukuran sedergana di Kantor Koramil, para anggota memberikan penghormatan terakhir pada sang komandan, Rabu (24/02/2021). Danramil 404-07 Muara Enim Kapten Czi Ansori mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Koramil […]

  • Positif COVID-19 Di Sumsel Jadi 1.074 Orang, Gimana Menurut Ente ?

    Positif COVID-19 Di Sumsel Jadi 1.074 Orang, Gimana Menurut Ente ?

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    KASUS positif covid-19 di Sumsel mengalami penambahan lagi sebanyak 18 orang sehingga total hingga jumat sore kemaren menjadi 1.074 kasus. Penambahan tersebut berasal dari Palembang 14 kasus, Lubuklinggau 1 kasus, Muara enim kasus 1 orang, Banyuasi 1 orang dan Ogan Ilir 1 kasus. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19, Prov Sumsel Yusri mengatakan tetap […]

  • Jalan di Sumsel Wajib Gunakan Aspal Karet, Gub. Sumsel Segera Layangkan Surat Edaran

    Jalan di Sumsel Wajib Gunakan Aspal Karet, Gub. Sumsel Segera Layangkan Surat Edaran

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muaraenim – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dalam waktu dekat akan melayangkan surat edaran pada Bupati dan Wali Kota di Sumsel yang isinya meminta para kepala daerah itu agar dalam pengerjaan pengaspalan jalan wajib menggunakan campuran karet. Hal tersebut diungkapkannya, disela-sela simulasi penghamparan aspal campuran karet diruas jalan lintas tengah Sumatera Simpang Kepur Kota […]

  • 5 Masalah Gigi dan Mulut Paling Sering Dialami Selama Pandemi COVID-19

    5 Masalah Gigi dan Mulut Paling Sering Dialami Selama Pandemi COVID-19

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    Ternyata pandemi COVID-19 bawa dampak buruk untuk kesehatan kita! Pasalnya, ada 5 masalah gigi dan mulut yang sering dialami di masa ini, dari mulut kering, bau mulut, gusi dan gigi yang rentan berdarah, mudah nyeri, bahkan hingga gigi berlubang. Yuk, jangan lupa jaga kesehatan mulut serta kebersihan gigi kita. Gosok gigi minimal 2x sehari dan […]

  • Thia Yufadha : Hasil Penjualan Masker Gambo Muba Disalurkan untuk Warga Terdampak Covid-19

    Thia Yufadha : Hasil Penjualan Masker Gambo Muba Disalurkan untuk Warga Terdampak Covid-19

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.332
    • 0Komentar

    TIDAK hanya disalurkan untuk tenaga medis dan tim penanganan Covid-19 saja, namun keuntungan dari penjualan masker Gambo Muba yang di inisiasi Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza juga disalurkan untuk warga Muba yang terdampak Covid-19. “Jadi, selain masker ini dibagikan untuk inspirasi  dalam perjuangan melawan covid-19, dari keuntungan hasil penjualan masker Gambo Muba […]

  • MK Ubah Patokan Status Bencana Nasional, Minimal Tiga Indikator Harus Terpenuhi

    MK Ubah Patokan Status Bencana Nasional, Minimal Tiga Indikator Harus Terpenuhi

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penetapan status bencana nasional kini memiliki patokan yang lebih jelas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah cara membaca indikator dalam menentukan skala bencana. Dalam Putusan MK Nomor 261/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, MK menyatakan lima indikator penetapan status bencana tidak harus seluruhnya terpenuhi. Untuk menetapkan bencana berskala nasional, sekurang-kurangnya tiga dari […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Tab Manager Premium YITH WooCommerce Terms and Conditions Popup Premium YITH WooCommerce Uploads Premium YITH WooCommerce Waiting List Premium YITH WooCommerce Watermark Premium YITH WooCommerce Wishlist Premium YITH WooCommerce Zoom Magnifier Premium YITH WordPress Test Environment Premium Yoast Local SEO Premium Yoast News SEO Premium