Rabu, 2 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » PSEL Palembang Mulai Terima Sampah, 960 Ton Sehari Dikumpulkan dari 400 TPS

PSEL Palembang Mulai Terima Sampah, 960 Ton Sehari Dikumpulkan dari 400 TPS

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – PSEL Palembang mulai menerima sampah yang dikumpulkan dari berbagai wilayah Kota Palembang. Pada pengiriman perdana, sekitar 960 ton sampah per hari diarahkan ke fasilitas tersebut dari lebih dari 400 tempat penampungan sementara (TPS).

Pengiriman sampah menuju fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) itu mulai dilakukan pada Selasa (1/9/2026).

Jumlah sampah yang diarahkan ke PSEL tersebut merupakan bagian besar dari total timbulan sampah Kota Palembang yang diperkirakan mencapai sekitar 1.260 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan, pasokan menuju PSEL berasal dari TPS yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Menurut dia, jumlah sampah yang dialokasikan ke bunker PSEL berada pada kisaran 960 hingga 1.000 ton per hari.

“Pengangkutan mencakup seluruh wilayah. Kita terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL dapat berjalan optimal,” kata Akhmad Mustain.

Untuk mengangkut sampah tersebut, Pemkot Palembang menyiagakan 141 armada dari total 160 armada yang tersedia.

Armada itu digunakan untuk mengambil sampah dari ratusan TPS sebelum membawanya menuju fasilitas PSEL.

Besarnya volume sampah yang harus dikirim membuat pengaturan ritase menjadi bagian penting dalam operasional pengangkutan. Pemkot Palembang juga menyiapkan penambahan armada melalui Anggaran Perubahan.

Penambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat pengangkutan sekaligus mengurangi beban armada yang saat ini beroperasi.

Sampah Tidak Langsung Jadi Listrik

Sampah yang tiba di PSEL juga tidak langsung masuk ke proses pembakaran.

Material tersebut terlebih dahulu menjalani tahapan pengolahan. Salah satunya berupa proses fermentasi yang berlangsung sekitar lima hingga tujuh hari sebelum memasuki proses berikutnya.

Dari tahapan pengolahan itulah sampah kemudian diproses untuk menghasilkan energi listrik.

Dengan pola tersebut, perjalanan sampah di Palembang kini tidak berhenti pada proses pengangkutan dan pembuangan. Sampah yang dikumpulkan dari TPS diarahkan ke fasilitas pengolahan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku energi.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, masuknya sampah dari sejumlah wilayah ke PSEL menjadi bagian penting dari pengelolaan sampah kota.

“Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik. Dari Dinas Lingkungan Hidup diperkirakan sampah yang masuk mencapai 960 ton per hari,” ujar Dewa saat meninjau proses pengiriman sampah, Selasa (1/9/2026).

Menurut Dewa, keberadaan PSEL diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan sampah perkotaan, tetapi juga membuat sampah memiliki nilai manfaat melalui pemanfaatan sebagai sumber energi.

PSEL Palembang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi salah satu proyek percontohan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.

Dewa berharap pelaksanaan proyek tersebut berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sampah Rumah Tangga Tetap Harus Dipilah

Meski sebagian besar timbulan sampah Palembang mulai diarahkan ke PSEL, pemerintah kota tetap mengingatkan bahwa fasilitas tersebut bukan satu-satunya jawaban atas persoalan sampah.

Pengurangan sampah dari sumbernya tetap diperlukan. Masyarakat juga didorong memilah sampah sejak dari rumah sehingga material yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.

Sementara sampah yang memang harus masuk ke sistem pengolahan dapat diarahkan melalui jaringan pengelolaan yang tersedia.

Langkah tersebut sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, ketika sampah tidak semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi masih bisa dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai.

Pengoperasian PSEL Palembang akan berlanjut pada agenda berikutnya pada 10 September 2026. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Sementara peresmian fasilitas PSEL ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 dan direncanakan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Dengan mulai masuknya sampah dari ratusan TPS, sistem pengelolaan sampah Palembang kini berjalan dengan pola baru. Sampah yang dikumpulkan dari berbagai sudut kota tidak hanya dipindahkan, tetapi diarahkan untuk diproses menjadi sumber energi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less
WordPress Archive Drouge – Cosmetic Elementor Template Kit Drox – Agency & Portfolio WordPress Theme Druk – Printing Service WordPress Theme Dryze – Dry Cleaning & Laundry Service Elementor Template Kit DSK – Furniture Store WooCommerce WordPress Theme DT – Directory WordPress Plugin DT – Store Locator WordPress Plugin Dub – Music WordPress Theme Duha – Engineering & Industrial Elementor Template Kit Dulce – A Tumblr Style WordPress Theme