Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » “Palembang Bukan Kota Biasa, Saat Sungai Musi Mulai Berbicara Bahasa OECD”

“Palembang Bukan Kota Biasa, Saat Sungai Musi Mulai Berbicara Bahasa OECD”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • visibility 688
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ORANG bijak bilang, “Jangan menyeberang sungai tanpa jembatan, jangan membangun kota tanpa perencanaan” Jika kalau Sungai Musi jadi jantung Palembang, maka perencanaannya harus jadi detak yang waras. Jangan sampai kita bangun kota seperti orang masak nasi pakai lilin matang tak merata, lama pun iya.

Kota Palembang kini dapat tamu istimewa, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah datang tak hanya bawa rombongan, tapi juga rombongan ide besar. Tak main-main, beliau datang bersama delegasi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), lembaga internasional kelas kakap dari kumpulan negara-negara maju. Kalau tamu biasa kasih oleh-oleh bolu, tamu satu ini bawa oleh-oleh data, desain, dan dorongan untuk jadi kota dunia.

Fahri Hamzah punya visi, Palembang tak bisa lagi sekadar jadi kota yang indah di kartu pos, atau hanya dikagumi lewat cerita sejarah Sriwijaya. Kini saatnya Palembang bersolek dengan pendekatan modern Transit Oriented Development (TOD) dan revitalisasi kawasan Sungai Musi.

Apa itu TOD? Gampangnya, ini cara membangun kota, seperti bikin mie instan  serba terintegrasi. Transportasi nyambung ke hunian, hunian nyambung ke ruang publik, ruang publik nyambung ke ekonomi warga. Tak ada lagi warga naik angkot dari Plaju ke Sekip sambil pasrah dengan macet dan debu.

Semua diatur rapi, terencana, dan manusiawi. Kalau Jepang bisa bikin kawasan TOD yang bikin orang betah duduk di halte sambil senyum-senyum, kenapa kita harus terjebak dengan halte bolong dan trotoar yang lebih cocok buat lari gawang?

Jangan salah kira, OECD datang bukan mau wisata kuliner pempek, mereka membawa pengalaman dari berbagai kota di dunia. Dari Tokyo yang rapi jali, ke Paris yang cantik menawan, hingga Seoul yang bikin iri soal transportasi.

Kata Tadashi Matsumoto, Kepala Unit OECD, “Kami ingin membantu Indonesia merancang kota yang inklusif dan layak huni”. Kalimat ini bukan basa-basi, tapi ajakan serius. OECD tak hanya kasih saran, mereka juga menyusun laporan kebijakan yang akan diluncurkan Januari 2026, dan Palembang berpeluang masuk di dalamnya. Ini semacam ikut ujian internasional, dan kalau lulus, nilainya dipajang di papan pengumuman dunia.

Bayangkan, Palembang masuk jurnal OECD. Wah, kota ini tak cuma dikenal karena pempek dan jembatan Ampera, tapi juga karena tata kotanya yang menginspirasi!.

Wamen Fahri dengan gayanya yang khas, mengingatkan bahwa pembangunan kota tak bisa asal tunjuk dan suruh kerja. Harus ada desain besar, seperti arsitek merancang istana. Kalau tidak, hasilnya kayak rumah makan padang tanpa sambal kurang greget.

“Masyarakat, kampus, dan pemda harus datang dengan ide. Pemerintah pusat siap dukung, OECD siap bantu dari sisi teknis. Tapi desain awal tetap harus dari dalam,” tegas Fahri.

Seperti kata pepatah, “Sepandai-pandainya OECD meloncat, kalau rakyat Palembang tak punya niat, tetap tak akan sampai ke masa depan”.

Kita tak usah malu belajar dari luar negeri. Seoul dulu hancur karena perang, sekarang jadi kota digital. Singapura dulunya penuh rawa, sekarang jadi kiblat tata ruang Asia. Mereka punya satu kunci, yakni perencanaan berbasis data dan kerja sama semua pihak.

Lihat saja kawasan Cheonggyecheon di Seoul. Sungai yang dulu kotor dan disemen kini dibuka kembali, jadi taman kota yang menyegarkan dan mendongkrak ekonomi lokal. Persis seperti Musi yang menanti disulap dari tempat buang popok jadi tempat liburan yang menyejukkan mata.

Kalau boleh sedikit menyentil, kota ini jangan cuma bagus di presentasi. Jangan sampai Palembang hanya indah di peta, tapi aslinya jalan bolong, sungai bau, dan ruang publik jadi parkiran liar. “Visi besar” tak boleh berhenti di spanduk, harus nyata,  harus hidup dalam trotoar, halte, taman, dan rumah warga.

Nelson Mandela pernah bilang, “It always seems impossible until it’s done”. [“Segalanya selalu tampak mustahil sampai akhirnya berhasil dilakukan”].  Jadi kalau revitalisasi Musi dan transformasi TOD Palembang terasa berat sekarang, percayalah, semua kota besar di dunia juga pernah merasa tak mungkin, sampai mereka mulai melangkah.

Palembang punya potensi emas, tinggal diasah dengan kemauan kolektif. OECD sudah datang, peluang sudah di depan mata. Jangan sampai kita jadi kota yang hanya ramai saat festival, tapi sepi inovasi saat hari kerja.

Membangun Kota Palembang  bukan untuk gaya-gayaan, tapi agar anak cucu nanti bisa bilang, “Kakek-nenek kita dulu hebat, bisa bangun kota yang manusiawi”.  Bukan sebaliknya “Lho, kok trotoarnya masih kayak zaman kolonial, Kek?”.

Sungai Musi menunggu untuk jadi sungai peradaban. Palembang menanti untuk naik panggung dunia. Ayo bergerak, jangan cuma nonton!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transfer Embrio (TE) Upaya Pemkab OKI Tingkatkan Kualitas Bibit Ternak Sapi

    Transfer Embrio (TE) Upaya Pemkab OKI Tingkatkan Kualitas Bibit Ternak Sapi

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan melakukan pengaplikasian transfer embrio (TE) pada ternak sapi.Transfer embrio (TE) merupakan metode dalam bidang bioteknologi reproduksi dengan memasukkan embrio pada alat reproduksi ternak betina resepien menggunakan alat tertentu untuk mendapat anakkan berkualitas. “Melalui TE bibit murni bisa di dapat dengan cepat, metode TE juga memiliki […]

  • Jadikan Webinar Untuk Tingkatkan Kualitas Panitia Seleksi JPT

    Jadikan Webinar Untuk Tingkatkan Kualitas Panitia Seleksi JPT

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi bersama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muba Sunaryo mengikuti Webinar Nasional Pembinaan Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di Instansi Pemerintah Daerah, Secara Virtual di Kantor BKPSDM Muba, Rabu (16/9/2020). Webinar Nasional yang juga diikuti 355 orang dibuka oleh Wakil Ketua […]

  • “QRIS di World Expo Osaka, Teknologi Pameran Jadi Warisan Global”

    “QRIS di World Expo Osaka, Teknologi Pameran Jadi Warisan Global”

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    DUNIA pameran Internasional selalu ada yang jadi bintang panggung, kadang robot humanoid Jepang, kadang mobil listrik Eropa, kadang juga makanan aneh yang bikin pengunjung bingung, “Ini dimakan apa dipajang?” Tapi tahun ini, di World Expo 2025 Osaka, salah satu bintang dari Indonesia bukanlah sate padang atau batik tulis, melainkan sesuatu yang lebih sering kita pakai […]

  • Halal Bihalal dengan ASN di Lingkungan Pemprov, Gubernur Minta Pelayanan Dimaksimalkan

    Halal Bihalal dengan ASN di Lingkungan Pemprov, Gubernur Minta Pelayanan Dimaksimalkan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 705
    • 0Komentar

    APEL perdana usai libur panjang dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah para ASN di lingkungan Pemprov Sumsel diisi dengan agenda halal bihalal, Senin (9/5). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh orang nomor satu di Sumsel, Gubernur Herman Deru. Mengenakan batik lengan panjang hitam bermotif, Gubernur Sumsel H. Herman Deru tampak tiba di halaman kantor […]

  • Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Kampus Anti Laka

    Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Kampus Anti Laka

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    PT Jasa Raharja menginisiasi generasi muda khususnya mahasiswa menjadi pelopor kampus anti kecelakaan lalu lintas. Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan ini diikuti oleh 270 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dengan 20 mahasiswa di antaranya merupakan mahasiswa pertukaran antar Perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia. Program Kampus Pelopor Keselamatan merupakan program sinergis antara Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Direktorat […]

  • Daerah yang Rawan Terdampak Kabut Asap, Sekolah Dihimbau Ambil Inisiatif Libur

    Daerah yang Rawan Terdampak Kabut Asap, Sekolah Dihimbau Ambil Inisiatif Libur

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Pendidikan Prov. Sumsel, Widodo mengakui pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan Badan Lingkungan, baik di Provinsi, Kota/Kabupaten se -Sumsel terkait kondisi udara akibat Karhutlabun. “Pagi ini, saya sudah koordinasi lagi kondisi nya sekitar 147 berflower berfluktuasi 135 147. Jadi masih seperti yang saya edarkan dan dimintakan agar sekolah menggunakan masker kemudian jamnya digeserkan, dan […]

expand_less
WordPress Archive LogisFare – Transport & Logistics WordPress Theme Logistic Business – Transport & Trucking Logistics WordPress Theme Logistic - WP Theme For Transportation Business LogisticsHub – Logistics and Transportation WordPress Theme Logistify – Transportation & Logistics WordPress Theme Logo Showcase for Cornerstone Logo Showcase for Elementor WordPress Plugin Logo Showcase – Logo Addons for WPBakery Page Builder for WordPress Logo Showcase – Responsive WordPress Plugin Logos Showcase | Multi-Use Responsive WP Plugin