Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Meninggalkan Pinggir Rel, Memulai Hidup di Rumah Baru

Meninggalkan Pinggir Rel, Memulai Hidup di Rumah Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Setelah belasan tahun tinggal di pinggir rel Stasiun Senen, warga relokasi mulai menata kehidupan di Hunian Senen, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu penanda dimulainya kehidupan mereka di tempat baru.

Malam mulai turun di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Di Hunian Senen, warga berkumpul menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Anak-anak berdiri di antara kerumunan orang dewasa. Sebagian berusaha mendekat, sementara yang lain sibuk mengabadikan momen melalui layar ponsel.

Suasana mendadak riuh ketika Presiden tiba setelah menyelesaikan sejumlah agenda kenegaraan di Istana Merdeka.

“Pak, Bapaaaak… Bapak Prabowo… Sehat Pak. Makasih banyak, Bapak,” seru sejumlah warga.

Kedatangan Presiden malam itu menjadi momen istimewa bagi warga yang baru menempati hunian tersebut. Namun, di balik sambutan dan ucapan terima kasih itu, ada cerita tentang kehidupan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di pinggir rel Stasiun Senen.

Kini, mereka berada di tempat yang berbeda.

Belasan Tahun di Pinggir Rel

Bagi sebagian warga, pinggir rel bukan sekadar tempat tinggal sementara. Di sanalah kehidupan keluarga berlangsung selama belasan tahun.

Suara kereta yang datang dan pergi menjadi bagian dari keseharian. Anak-anak tumbuh di lingkungan yang sudah mereka kenal. Tetangga pun menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, pindah dari pinggir rel bukan hanya perkara mengemas barang dan membawanya ke tempat lain.

Ada kebiasaan yang harus ditinggalkan. Ada lingkungan yang sudah akrab. Ada pula kenangan yang selama bertahun-tahun melekat di tempat tinggal lama.

Kini, warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kawasan Pasar Gaplok mulai menjalani hari-hari di Hunian Senen.

Bangunan dan lingkungannya memang berbeda. Tetapi kehidupan tetap harus berjalan.

Mulai Menata dari Awal

Di Hunian Senen, deretan bangunan berdiri berjajar. Sepeda motor terparkir di depan rumah. Warga mulai berlalu-lalang di lorong-lorong yang menjadi bagian dari lingkungan baru mereka.

Bagi orang yang datang sekilas, pemandangan itu mungkin terlihat biasa.

Namun bagi warga yang baru berpindah, setiap pintu rumah membawa cerita sendiri.

Barang-barang harus ditata kembali. Ruang rumah mulai diisi. Tetangga mulai dikenal. Rutinitas yang selama ini berjalan di tempat lama perlahan menyesuaikan dengan lingkungan baru.

Proses itu tidak selesai hanya karena kunci rumah sudah diterima.

Tempat tinggal baru membutuhkan waktu untuk menjadi bagian dari keseharian. Dari sana, warga mulai membangun kembali rutinitas yang sederhana: bangun pagi, beraktivitas, bekerja, bersekolah, lalu kembali ke rumah.

Rasa Syukur Warga

Kunjungan Presiden malam itu juga menjadi kesempatan bagi sejumlah warga untuk menyampaikan rasa terima kasih secara langsung.

“Senang di sini, Pak. Bapak makasih banyak. Bapak sehat-sehat selalu,” ujar seorang warga.

Warga lainnya turut menyampaikan rasa syukur.

“Bapak, saya bisa tinggal di sini Pak, terima kasih, Pak. Sukses, panjang umur, sehat selalu.”

Ucapan itu terdengar di tengah suasana yang masih ramai. Warga berusaha mendekat, sementara anak-anak ikut menyaksikan pertemuan tersebut.

Bagi mereka, kepindahan ini bukan hanya berganti alamat. Ada kehidupan yang ikut berubah setelah meninggalkan pinggir rel.

Lingkungan tempat tinggal berganti. Kebiasaan sehari-hari ikut menyesuaikan. Perjalanan menuju tempat kerja maupun sekolah anak menjadi bagian dari rutinitas yang baru.

Namun, semua itu kini dijalani dari tempat yang lebih tertata.

Menjaga Rumah yang Baru Ditempati

Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden Prabowo menyampaikan pesan singkat kepada warga.

“Tetap jaga kebersihan, ya,” ucapnya.

Pesan sederhana itu menjadi bagian dari kehidupan baru yang kini harus dijalani warga. Hunian yang baru ditempati bukan hanya tempat untuk tinggal, tetapi juga lingkungan yang perlu dirawat bersama.

Sebab, rumah pada akhirnya bukan hanya soal bangunan.

Rumah terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari, dari lingkungan yang mulai dikenal, dan dari orang-orang yang tinggal di sekitarnya.

Belasan tahun di pinggir rel Stasiun Senen akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup warga. Tempat itu menyimpan cerita tentang kehidupan yang pernah mereka jalani.

Tetapi kini, cerita berikutnya berlangsung di Hunian Senen.

Malam kedatangan Presiden mungkin menjadi salah satu kenangan yang akan mereka ingat dari awal kepindahan. Setelah kerumunan bubar, kehidupan kembali berjalan seperti biasa.

Pagi akan datang.

Pintu rumah dibuka, sementara anak-anak berangkat sekolah,  sepeda motor mulai keluar-masuk lorong, dan warga kembali menjalankan pekerjaan dan kesibukan masing-masing.

Dari rutinitas sederhana itulah hunian baru perlahan menjadi rumah, bukan lagi hanya tempat relokasi, tetapi tempat untuk pulang. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarin Bertambah 8 Kasus Sembuh, 14 Positif di Muba

    Kemarin Bertambah 8 Kasus Sembuh, 14 Positif di Muba

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (8/3/2022) mengkonfirmasi penambahan 8 kasus sembuh dan 14 positif. “Ada penambahan 8 kasus sembuh dan 14 positif per 8 Maret 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 3258 Laki-laki usia 35 tahun asal Lalan, kasus 3259 Laki-laki […]

  • Pilihan Hadiah AOC: Temukan Pasangan Sempurna Anda

    Pilihan Hadiah AOC: Temukan Pasangan Sempurna Anda

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.335
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – SINGAPURA – Media OutReach Newswire –  Mulailah perjalanan mendebarkan bersama AOC, spesialis layar ternama, dan sub-merek monitor gaming terkemuka, AGON by AOC, yang dipuji sebagai monitor gaming nomor satu di dunia menurut IDC Quarterly Q3/2023 Laporan Pelacak Game. Sepanjang tahun, AOC telah meluncurkan serangkaian monitor dan periferal inovatif. Saat kami merangkum rangkaian produk […]

  • Blue Bird Resmi Gunakan Mobil Listrik

    Blue Bird Resmi Gunakan Mobil Listrik

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Perusahaan taksi Blue Bird secara resmi menggunakan mobil listrik untuk armadanya. Dua model mobil dari dua merek berbeda didatangkan Blue Bird yakni BYD e6 A/T dan Tesla Model X 75D A/T. Sebanyak 30 unit mobil listrik untuk tahap pertama. Terhitung sejak kemarin, Blue Bird telah mengoperasikan beberapa mobil listrik untuk armada taksinya. Direktur […]

  • Hujan Turun, Petani Karet Ikutan Murung

    Hujan Turun, Petani Karet Ikutan Murung

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.568
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lahat – Curah hujan yang turun sangat tinggi membuat  petani karet  di Kabupaten Lahat  kian murung, belum  lagi persoalan global yang membuat mereka terus merenung soal kebutuhan hingga makin terpuruknya harga jual karet ditingkat pengumpul, toke karet, pasalnya kualitas  akan rendah akibat air hujan. Meskipun memang saat ini berbagai upaya  Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri […]

  • Ingat !!, 2020, Sumsel Targetkan Penghasil Beras Nomor 1 di Indonesia

    Ingat !!, 2020, Sumsel Targetkan Penghasil Beras Nomor 1 di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan menargetkan pada 2020, Sumsel menduduki ranking pertama sebagai daerah penghasil beras nomor satu di Indonesia. Optimistis itu setelah ditunjang sistem informasi perbernihan yang menjadi solusi layanan publik, guna peningkatan pembangunan pertanian di sektor hulu. Hal tersebut disampaikannya langsung saat melaunching dengan resmi Sistem informasi perbenihan SI-Benih untuk Sumsel Maju, di UPTD […]

  • Palsukan Hasil Tes COVID-19, Siap-Siap Kena Pidana Penjara!

    Palsukan Hasil Tes COVID-19, Siap-Siap Kena Pidana Penjara!

    • calendar_month Minggu, 3 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.927
    • 0Komentar

    MENUNJUKKAN surat keterangan tes rapid ataupun PCR yang hasilnya negatif COVID-19 adalah bagian dari prasyarat perjalanan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 di tengah-tengah masyarakat. Menyediakan surat keterangan palsu dapat dijatuhkan sanksi sesuai dengan yang diatur dalam KUHP Pasal 267 ayat (1), Pasal 268 ayat (1) dan (2) dengan pidana penjara selama 4 tahun. Masyarakat diimbau […]

expand_less
WordPress Archive Optimize – SEO, Digital Marketing, Social Media Theme Optin Monster Jetpack CRX Addon Optivis - Consulting & Business Advisor Elementor Template Kit Optometry – Optician & Optics Theme Oracle – AI Prediction & Analytics Agency WordPress Theme OralHealth - Dental Clinic & Medical Elementor Template Kit Orange CV-Creative Portfolio Elementor Template Kits OrangeBee – Agency Template Kit Orbius – Creative Agency and Portfolio Theme Order Notifications for WooCommerce