Hampir 3 Minggu Lawan Karhutla, Ini yang Dilakukan Kemenhut untuk Jaga Manggala Agni
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat belum selesai. Hampir tiga pekan berada di lapangan membuat kondisi fisik personel Manggala Agni ikut menjadi perhatian.
Di Markas Daops Manggala Agni Pontianak, Kecamatan Rasau Jaya, Kementerian Kehutanan turun memberikan dukungan kesehatan kepada petugas yang masih menjalankan operasi. Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan personel tetap dalam kondisi layak menjalankan tugas.
Pemeriksaan mencakup tekanan darah, kondisi pernapasan hingga konsultasi medis. Selain itu, personel mendapat multivitamin, tambahan nutrisi, serta dukungan oksigen portabel.
Langkah ini menjadi penting karena pekerjaan petugas tidak berhenti ketika titik api berhasil dipadamkan. Setelah pemadaman, masih ada proses pendinginan dan patroli untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, mengatakan kondisi personel harus menjadi bagian dari perhatian selama operasi berlangsung.
Menurut dia, petugas di lapangan menghadapi berbagai tekanan fisik, mulai dari panas dan asap hingga kelelahan akibat operasi yang berjalan cukup panjang. Oleh karena itu, dukungan untuk Manggala Agni tidak cukup hanya berupa peralatan dan kebutuhan operasional.
“Kita harus memastikan personel yang berada di garis depan tetap sehat dan dapat bekerja dengan aman,” kata Suharyono.
Saat ini, kekuatan Manggala Agni Daops Pontianak mencapai 65 personel. Mereka diperkuat 15 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi.
Tambahan personel membantu menjaga kekuatan tim di lapangan. Dengan operasi yang berlangsung berhari-hari, pengaturan personel menjadi penting agar tugas pemadaman, pendinginan, dan patroli tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi fisik anggota.
Kepala Daops Manggala Agni Pontianak, Taufik, mengatakan pemeriksaan kesehatan membantu tim mengetahui kondisi anggota setelah cukup lama bekerja di lapangan.
“Teman-teman sudah hampir tiga minggu berada dalam operasi,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, tantangan petugas bukan hanya menghadapi api. Setelah proses pemadaman, personel masih harus memastikan bara tidak kembali menjadi kebakaran melalui pendinginan dan patroli.
Selain Manggala Agni, operasi di Kalimantan Barat juga melibatkan TNI, Polri, BNPB, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah, relawan, dunia usaha, tenaga kesehatan, serta unsur lainnya.
Kementerian Kehutanan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian karhutla, termasuk personel BKO dari Sulawesi yang didatangkan untuk memperkuat operasi di Kalimantan Barat.
Operasi karhutla berlangsung panjang guna menjaga hutan dan masyarakat dari ancaman api juga membutuhkan perhatian terhadap orang-orang yang berada di garis depan.
Sehingga, ungkapnya pihaknya memastikan kondisi tubuh tetap prima karena merupakan bagian penting, agar pengendalian kebakaran dapat terus dilakukan dengan aman hingga situasi benar-benar terkendali. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
