Karhutla Masih Ancam Sumsel, Pemprov Tambah Ikhtiar agar Hujan Segera Turun
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 10 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Hujan menjadi salah satu harapan di tengah kemarau dan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih membayangi Sumatera Selatan (Sumsel). Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan upaya pemadaman, tetapi juga kualitas udara dan kebutuhan masyarakat.
Pemprov Sumsel pun menambah ikhtiar dengan menggelar Sholat Istisqa bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, serta masyarakat di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026).
Sholat Istisqa dilakukan sebagai bentuk permohonan, agar hujan segera turun setelah berbagai langkah penanganan Karhutla dijalankan di lapangan.
Pemerintah sebelumnya telah melakukan pencegahan, penanggulangan titik api hingga menyiapkan langkah rehabilitasi lahan terdampak.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino. Namun, persoalan yang muncul kini ikut menyentuh kualitas udara akibat asap Karhutla.
“Hari ini kita bersama-sama hadir, setelah berbagai usaha dan ikhtiar kita jalankan untuk tetap tegar menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino. Saat ini kita dihadapkan pada pencemaran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disebabkan oleh karhutla,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, hujan dibutuhkan bukan semata untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Turunnya hujan juga berkaitan dengan kebutuhan air bersih, sektor pertanian, serta kesehatan masyarakat di Sumatera Selatan.
Oleh karena itu, Pemprov Sumsel berharap doa bersama tersebut diikuti dengan turunnya hujan dalam waktu dekat.
“Kita ini hamba Allah yang hanya bisa memohon dan menggantungkan harapan agar rahmat hujan segera turun,” kata Herman Deru.
Pemprov Sumsel juga mendorong agar ikhtiar serupa dilakukan di daerah lain. Para bupati dan wali kota se-Sumsel diminta mengajak masyarakat di wilayah masing-masing untuk menggelar Sholat Istisqa secara serentak.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadapi kemarau dan dampak Karhutla yang saat ini tidak hanya menyangkut titik api, tetapi juga kualitas lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
