Kabut Asap Palembang Makin Terasa, 9.313 Kasus ISPA Tercatat Hanya dalam 21 Hari
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kabut asap Palembang mulai menunjukkan dampak yang tak lagi sekadar mengganggu aktivitas warga. Dalam periode 1 hingga 21 Agustus 2026, Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 9.313 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi tersebut muncul ketika kualitas udara Kota Palembang memburuk. Pada Senin (24/8/2026) pagi, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat mencapai 195 atau masuk kategori tidak sehat.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan Palembang disebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Situasi itu membuat pemerintah kota tidak hanya mengimbau warga mengurangi paparan udara luar, tetapi mulai mengambil langkah langsung di tengah masyarakat.
Sebanyak 16.500 lembar masker gratis dibagikan Pemkot Palembang pada Senin pagi untuk mengantisipasi dampak kualitas udara yang semakin memburuk.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung dalam pembagian masker tersebut.
Sebanyak 2.000 masker dibagikan di simpang Charitas. Di lokasi ini, pembagian dipimpin langsung Ratu Dewa.
Kemudian 2.000 masker dibagikan di simpang lima lampu merah DPRD Sumsel di bawah koordinasi Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin.
Lokasi lainnya berada di simpang lampu merah Flyover Polda Sumsel dengan jumlah 2.000 masker. Pembagian di titik tersebut dipimpin Asisten III Pemkot Palembang Ahmad Bastari Yusak.
Masker juga disalurkan ke sejumlah instansi. Kejaksaan Negeri Palembang, Kodim 0418/Palembang, dan Polrestabes Palembang masing-masing menerima 500 lembar.
Sementara itu, 18 kecamatan di Kota Palembang masing-masing mendapatkan 500 lembar masker untuk dibagikan kepada masyarakat.
Bagi Pemkot Palembang, pembagian masker menjadi langkah antisipasi terhadap paparan udara tidak sehat yang berpotensi memperburuk gangguan pernapasan warga.
Ratu Dewa meminta masyarakat lebih waspada dan disiplin menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker dianjurkan terutama ketika warga harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia juga meminta seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.
“Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” ujar Ratu Dewa.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak kualitas udara buruk, seperti lansia, ibu hamil, balita, serta warga dengan asma, penyakit jantung, diabetes, dan TB paru.
Mereka diminta mengurangi risiko terpapar kabut asap dan segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami kondisi darurat.
Dengan ISPU Palembang yang berada pada kategori tidak sehat dan ribuan kasus ISPA yang telah tercatat sepanjang Agustus, persoalan kabut asap kini tidak hanya menyangkut kualitas udara, tetapi mulai menyentuh persoalan kesehatan warga. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
