Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, 16.500 Masker Dibagikan Saat ISPU Tembus 195
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 23 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kabut asap Palembang mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 lembar masker gratis setelah kualitas udara di ibu kota Sumatera Selatan itu masuk kategori tidak sehat, Senin (24/8/2026) pagi.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara Palembang tercatat berada di angka 195. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik yang menjadi pusat pergerakan masyarakat. Wali Kota Palembang Ratu Dewa turun langsung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Palembang.
Sebanyak 2.000 masker dibagikan di simpang Charitas dan dipimpin langsung Ratu Dewa. Sementara di simpang lima lampu merah DPRD Sumsel, 2.000 masker lainnya dibagikan di bawah koordinasi Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin.
Pembagian juga dilakukan di simpang lampu merah Flyover Polda Sumsel. Di lokasi tersebut, sebanyak 2.000 masker dibagikan dengan dipimpin Asisten III Pemkot Palembang Ahmad Bastari Yusak.
Selain menyasar pengguna jalan, Pemkot Palembang menyalurkan masker kepada sejumlah instansi dan wilayah kecamatan. Masing-masing 500 masker diberikan kepada Kejaksaan Negeri Palembang, Kodim 0418/Palembang, dan Polrestabes Palembang.
Sebanyak 9.000 masker lainnya dibagikan kepada 18 kecamatan di Kota Palembang, masing-masing mendapatkan 500 lembar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi pemerintah terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menebal dan memengaruhi kualitas udara Palembang.
Ratu Dewa mengatakan, kondisi kabut asap yang dirasakan masyarakat saat ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Dampaknya pun mulai terlihat dari sisi kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat terdapat 9.313 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 1 hingga 21 Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah karena peningkatan gangguan pernapasan dapat terjadi ketika masyarakat terus terpapar udara dengan kualitas buruk.
Ratu Dewa meminta masyarakat lebih disiplin menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, terutama saat kondisi udara sedang memburuk.
Pemkot Palembang juga telah meminta seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan.
“Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” kata Ratu Dewa.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, balita, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma, penyakit jantung, diabetes, dan TB paru.
Mereka diminta lebih berhati-hati selama kualitas udara Palembang belum membaik. Jika mengalami kondisi darurat atau gangguan kesehatan yang serius, masyarakat diminta segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Di sisi lain, seluruh OPD terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Bagi masyarakat, pembagian ribuan masker tersebut menjadi salah satu bentuk perlindungan awal ketika udara Palembang masih berada pada level tidak sehat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
