Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Dukungan Psikososial Anak di Nagekeo, Bantu Pulihkan Trauma Gempa

Dukungan Psikososial Anak di Nagekeo, Bantu Pulihkan Trauma Gempa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebagian anak di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), gempa belum benar-benar berakhir meski guncangan terbesar telah berlalu. Setiap kali gempa susulan terasa, rasa takut kembali muncul. Kondisi inilah yang mendorong dukungan psikososial anak diberikan kepada anak-anak terdampak gempa di posko pengungsian mandiri Stella Maris, Kamis (20/8/2026).

Sekitar 20 anak mengikuti kegiatan yang digelar petugas Sentra Efata Kupang bersama Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial. Suasananya dibuat senyaman mungkin agar anak-anak tidak merasa sedang menjalani penanganan trauma, melainkan memiliki ruang untuk bermain sekaligus bercerita.

Rasa takut itu muncul dari pengalaman mereka sendiri saat gempa terjadi. Guncangan pada pagi hari membuat sebagian anak yang masih tertidur terbangun dalam keadaan panik. Ada yang terjatuh, menabrak benda di sekitarnya, hingga melihat televisi di rumah pecah akibat gempa.

Penyuluh Sosial Sentra Efata Kupang Rahmat Hidayat Ismail mengatakan pengalaman tersebut masih membekas pada sejumlah anak. Terlebih, gempa susulan yang terus terjadi membuat rasa aman mereka belum sepenuhnya kembali.

“Gempa ini karena terjadi di pagi hari, anak-anak kebanyakan masih tidur. Hari Sabtu itu kan, jam 6 itu anak-anak kebanyakan masih tidur. Jadi mereka bangun dengan kaget dan ada yang jatuh, ada yang nabrak, mereka melihat sendiri TV-nya pecah, segala macam. Jadi beberapa anak memang cukup-cukup terdampak,” ujar Rahmat.

Dampaknya terlihat dari pilihan sebagian anak yang kini lebih nyaman berada di luar rumah. Lapangan dan ruang terbuka menjadi tempat yang dianggap lebih aman dibandingkan kembali ke dalam rumah.

“Biarpun terjadi dengan kekuatan yang tidak sebesar gempa pertama, tapi kan tetap bikin anak-anak ini akhirnya takut lagi. Itulah kenapa semuanya lebih cenderung untuk memilih berada di luar rumah, di lapangan-lapangan,” katanya.

Melalui layanan dukungan psikososial, petugas kemudian mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas untuk membantu mengurangi ketegangan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi ringan mengenai langkah menghadapi gempa yang dikemas melalui nyanyian, kemudian dilanjutkan dengan permainan dan ice breaking.

Menurut Rahmat, edukasi kesiapsiagaan tetap penting diberikan kepada anak-anak yang tinggal di wilayah rawan gempa seperti NTT. Dengan cara yang menyenangkan, mereka diharapkan lebih siap ketika kembali menghadapi situasi darurat.

Selain bermain, anak-anak juga mendapat kesempatan mengikuti sharing session. Di bagian ini, mereka diberi ruang untuk menceritakan pengalaman, ketakutan, maupun hal-hal yang masih mengganggu pikiran mereka setelah gempa.

“Mereka bercerita segala macam untuk mengeluarkan unek-uneknya atau apa sih ketakutannya. Seperti itu, kita coba di situ, dengan harapan kita upayakan anak-anak ini saling menguatkan satu sama lain,” tutur Rahmat.

Petugas juga menyediakan makanan berupa bubur kacang hijau. Bagi anak-anak di pengungsian, kegiatan sederhana seperti makan bersama, bermain dan berbicara menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman setelah mengalami bencana.

Hasil asesmen dan observasi petugas menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami dampak psikologis akibat gempa. Karena itu, penanganan tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan fisik selama berada di pengungsian, tetapi juga perlu memberi perhatian pada kondisi emosional anak.

Rahmat berharap dukungan terhadap anak-anak terdampak gempa di Nagekeo dapat dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga lainnya. Menurut dia, keberadaan sumber daya manusia yang dapat memberikan layanan psikososial secara berkelanjutan masih dibutuhkan.

Ia juga berharap segera tersedia tenda atau ruang khusus untuk layanan dukungan psikososial. Saat ini, anak-anak yang membutuhkan pendampingan masih tersebar di beberapa lokasi pengungsian sehingga petugas harus berpindah-pindah ketika memberikan layanan.

“Harapan saya sih, sebenarnya ada satu posko besar yang bisa ngumpulin anak-anak itu semua. Ini kan masih kepecah nih, jadi penanganannya itu gak bisa langsung, walaupun kami ngelakuin, harus pindah-pindah di lokasi,” pungkasnya.

Dukungan untuk korban gempa Nagekeo juga dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Sehari sebelumnya, Rabu (19/8), Gudang Logistik Darurat Sentra Efata Kupang mengirimkan bantuan berupa 100 paket family kit, 80 paket kids ware, 500 lembar selimut, 500 lembar tenda gulung, lima unit solar panel SHS-500, serta satu unit dapur umum lapangan.

Di tengah pemulihan pascagempa, bantuan tersebut menjadi bagian dari kebutuhan pengungsi. Namun bagi anak-anak, proses untuk kembali merasa aman juga menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting. Karena itu, dukungan psikososial anak dibutuhkan agar pengalaman traumatis akibat gempa tidak terus membayangi mereka. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usulan Raperda DPRD Palembang Ini Pasti Banyak Dukungan Masyarakat, Terkait Apa ?

    Usulan Raperda DPRD Palembang Ini Pasti Banyak Dukungan Masyarakat, Terkait Apa ?

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    “Insya Allah Palembang semakin berkah”

  • Parpol Tidak Aktif Jalankan Fungsi, Ini Bisa Ganggu Demokrasi

    Parpol Tidak Aktif Jalankan Fungsi, Ini Bisa Ganggu Demokrasi

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.225
    • 0Komentar

    MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamongan Laoly, menyatakan banyak partai politik (parpol) yang tidak aktif menjalankan fungsi dan tugasnya akan berpotensi mengganggu praktik demokrasi dan itu diantisipasi. Hal tersebut disampaikan Yasonna, melalui keterangan tertulis usai memberi pidato kunci di Seminar Nasional Hukum Tata Negara di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (18/5/2022). “Dari […]

  • Bangun Kemitraan, Kapolda Sumbar Terima Piagam Penghargaan dari PWI

    Bangun Kemitraan, Kapolda Sumbar Terima Piagam Penghargaan dari PWI

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    DALAM momen peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan di tingkat Sumbar, Kapolda Sumbar Irjen. Pol. Teddy Minahasa Putra, S.H., S.I.K., menerima piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi tersebut. Penghargaan dengan kategori Mitra PWI tersebut diserahkan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus, Selasa (22/2/22) di Auditorium Gubernur Sumbar. […]

  • Menaker Terbitkan Aturan Pembayaran JHT, Apa Saja Syaratnya?

    Menaker Terbitkan Aturan Pembayaran JHT, Apa Saja Syaratnya?

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.527
    • 0Komentar

    MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) pada tanggal 26 April 2022 dan ini merupakan revisi. “Permenaker Nomor 4 Tahun 2022 ini merupakan revisi atas Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden dan sekaligus memperhatikan […]

  • Gubernur Ingatkan Kepala Daerah Jangan Pelit Anggaran

    Gubernur Ingatkan Kepala Daerah Jangan Pelit Anggaran

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H. Herman Deru resmi dilantik menjadi Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Sumsel masa bhakti 2019-2022, Jumat (22/3/2019) di Griya Agung. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso (Buwas). Sebagai Ketua Mabida baru, Herman Deru memastikan gerakan Pramuka di Sumsel akan […]

  • Palembang Dukung Pola Pembibitan Kementrian Perhubungan

    Palembang Dukung Pola Pembibitan Kementrian Perhubungan

    • calendar_month Senin, 12 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    “Berdampak positif terhadap terciptanya SDM yang handal di dunia transportasi, “

expand_less
WordPress Archive Fancy Product Designer | WooCommerce WordPress Fancy Product Designer Plus Add-On | WooCommerce WordPress Fande – Crowdfunding & Charity WordPress Theme + RTL Fang — Halloween Party Elementor Template Kit Faq for Elementor WordPress Plugin FAQ Revolution – WordPress Plugin FAQPlus – WordPress FAQ Plugin Fargo – A Charming Photography WordPress Theme Farmart - Organic & Grocery Marketplace WordPress Theme Farmas – Organic Food Store WordPress Theme