Gempa 7,7 Guncang NTT, Ribuan Warga Terdampak dan Kebutuhan Pengungsi Mulai Dipetakan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Hingga Sabtu sore, sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak dan kebutuhan warga di sejumlah titik pengungsian masih dalam proses pendataan.
Data sementara yang diterima Kementerian Sosial (Kemensos) hingga pukul 15.40 WIB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa NTT. Korban tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.
Selain korban meninggal, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dua orang lainnya masih dalam pencarian setelah dilaporkan tertimbun. Kemensos menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.
Gempa NTT terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Episenter berada di laut, sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Peringatan tersebut kemudian diakhiri pada pukul 07.41 WIB. Sejumlah gempa susulan juga dilaporkan terjadi setelah gempa utama.
Seiring penanganan darurat berlangsung, warga terdampak membutuhkan tempat yang aman, makanan, perlengkapan tidur, hingga fasilitas pengungsian. Sejumlah titik pengungsian sementara berada di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.
Kemensos mulai mengerahkan bantuan dari sejumlah sumber logistik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain mengirimkan 48 ton beras, kementerian juga menggerakkan logistik kebencanaan dengan nilai sekitar Rp4,518 miliar.
Bantuan berasal dari beberapa titik. Dari Sentra Efata Kupang, logistik senilai sekitar Rp1,015 miliar dikirim menuju Nagekeo. Isinya antara lain tenda keluarga, tenda serbaguna, velbed, selimut, makanan anak, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya.
Sementara itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT mengirim bantuan sekitar Rp541,6 juta ke Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Bantuan tersebut mencakup tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.
Tambahan logistik juga dikirim dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi dengan nilai hampir Rp3 miliar. Paket tersebut antara lain berisi 6.000 makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, makanan anak, pakaian, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan penanganan saat ini tidak hanya berfokus pada pengiriman bantuan, tetapi juga memastikan kebutuhan warga di lapangan dapat teridentifikasi dengan tepat.
Menurutnya, data mengenai korban meninggal, korban luka, pengungsi, hingga kerusakan rumah masih harus diverifikasi. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan bantuan lanjutan, termasuk santunan bagi ahli waris korban meninggal.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berangkat ke NTT. Ia dijadwalkan memantau kebutuhan warga sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana lainnya.
Kemensos juga menurunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB). Tim tersebut membantu asesmen, evakuasi, pendataan, pendirian tempat pengungsian, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau keretakan sebelum dinyatakan aman serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
