Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » “Stroller, Kursi Roda & Pantun Ibu Negara, Cerita Haru dari Sentra Budi Perkasa”

“Stroller, Kursi Roda & Pantun Ibu Negara, Cerita Haru dari Sentra Budi Perkasa”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 800
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA tamu datang bawa buah tangan, kali ini yang dibawa bukan sembarang buah, di Sentra Budi Perkasa, Palembang, Jumat siang yang terik itu, tamunya datang bawa harapan dalam bentuk kursi roda, walker, baby stroller, sampai pantun yang bikin senyum-senyum sendiri.

Jangan salah, ini bukan kegiatan amal biasa yang penuh basa-basi dan formalitas level galaksi. Ini adalah potongan kisah kecil, tentang bagaimana satu tangan yang memberi bisa membangkitkan puluhan tangan untuk bangkit, dan semuanya terjadi di sebuah tempat yang tidak masuk trending topic, tapi sangat layak mendapat spotlight Sentra Budi Perkasa Sukarami, Palembang.

Di pojok aula Sentra, duduklah Amel, 17 tahun, wajahnya mungil, tubuhnya kecil, seperti tokoh kartun Jepang yang belum tamat SMP. Tapi Amel bukan karakter animasi. Ia gadis nyata yang mengidap Seckel Syndrome, kelainan genetik langka yang membuat tubuhnya tak tumbuh seperti remaja seusianya.

Amel tidak meminta dunia untuk berubah, ia hanya ingin ibunya bisa menjahit kembali membantu ekonomi keluarga tanpa harus berkeliling bawa meteran kain sambil bawa hati yang kian lelah, dan harapan itu dijawab melalui alat jahit yang datang tak pakai surat undangan, tapi membawa kabar baik “Bu, ini bantuan dari negara”

Kursi roda, prostesis, baby walker, alat bantu jalan, semua dibagikan dengan tangan yang tak hanya memberi, tapi juga menepuk bahu dan berkata, “Semoga ini jadi langkah pertama menuju hidup yang lebih layak”

Yang membawa semangat itu adalah Fatma Saifullah Yusuf, Penasehat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, bersama ibu-ibu dari DWP yang tidak datang buat arisan atau nyari diskon kosmetik, mereka datang dengan niat tulus berbagi Rp77.241.000 bentuknya, tapi nilainya jauh lebih dari sekadar angka.

Fatma datang tidak seperti pejabat yang sering kita lihat di meme datang, potong pita, lalu hilang seperti sinyal di dalam lift.

Ia datang menyapa, menari bersama anak-anak SRMA 7 Palembang, dan bahkan menyelipkan wejangan yang lebih kuat dari motivator di YouTube. “Belajar yang rajin, jangan sia-siakan sekolah ini, jangan lupa doakan orangtua, guru, dan juga Presiden Prabowo,” kata Fatma.

Lantas, seperti nenek-nenek bijak yang lulus dari fakultas humor, ia tutup sambutan dengan pantun. Ya, pantun, saudara-saudara!, bukan demi lucu-lucuan, tapi karena kadang nasihat yang dibalut rima lebih mudah sampai ke hati daripada makalah setebal skripsi.

Masak sayur enaknya ditumis,

Kalau makan jangan sendirian.

Ibu-ibu Dharma Wanita harus dinamis,

Selalu semangat dalam pengabdian.

Anak-anak di SRMA 7 Palembang bukan berasal dari keluarga yang punya rumah dengan dua garasi. Mereka berasal dari latar belakang yang sering kali diabaikan dalam rapat-rapat pembangunan keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Seperti kata pepatah lama “Bukan tempatmu berasal yang menentukan, tapi ke mana kamu melangkah”

Di sekolah ini, langkah itu dimulai dari tarian kecil anak-anak yang katanya baru latihan dua minggu, tapi berhasil membuat Fatma terpukau.

Tidak perlu panggung megah, hanya butuh semangat dan ruang untuk mereka bisa menunjukkan bahwa kemiskinan bukan akhir, tapi awal dari cerita hebat. Tangan yang memberi, kata yang menyembuhkan

Dari semua kisah yang muncul dari kunjungan ini, satu hal jadi pelajaran penting, bantuan sosial bukan cuma soal angka, tapi soal rasa.

Kadang, satu kursi roda bisa lebih bernilai dari satu juta kata motivasi, kadang, satu alat jahit bisa menyelamatkan harga diri seorang ibu, kadang, satu pantun bisa menguatkan semangat anak-anak yang selama ini hanya melihat hidup dari balik dinding sempit.

Sejatinya, tangan yang memberi bukan hanya memperpanjang hidup orang lain, tapi memperpanjang harapan yang mungkin nyaris padam.

Kita akhiri dengan gaya Fatma, karena hidup sudah cukup serius tanpa perlu kita tambah beban pikiran, dan seperti kata orang bijak. “Jika kau tak bisa menjadi sinar mentari, jadilah pantun pagi hari”

Kalau ke Palembang jangan lupa beli pempek,

Bawa pulang juga senyum Amel yang lebar.

Dunia ini tak butuh superhero berepek,

Cukup jadi manusia yang tahu cara berbagi sabar.[***]

Tulisan ini bukan sekadar reportase. Ia adalah surat kecil untuk mengingatkan: bahwa di dunia yang penuh suara gaduh, masih ada langkah-langkah diam yang menyembuhkan. Dan kadang, semua dimulai dari sekadar sehelai kain, seunit kursi roda, dan sebaris pantun.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transportasi Buka Akses Ekonomi, Indonesia Dukung Pembangunan Berkelanjutan 2030

    Transportasi Buka Akses Ekonomi, Indonesia Dukung Pembangunan Berkelanjutan 2030

    • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.485
    • 0Komentar

    MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s) di 2030. Dimana pembangunan yang dilakukan memastikan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Pembangunan yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan dunia yang lebih baik bagi kita semua dan generasi masa depan kita, dan sektor transportasi berperan penting untuk […]

  • Tetap Menjaga Bersama-sama Zero Konflik

    Tetap Menjaga Bersama-sama Zero Konflik

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menyampaikan rasa terimakasihnya pada jajaran   Forkopimda termasuk diantaranya dengan jajaran Kodam II/Sriwijaya yang telah banyak berperan salam menjaga kondusifitas wilayah Sumsel yang hiterogen sehingga status Sumsel Zero Konflik hingga saat ini tetap bisa dipertahankan. Disela-sela acara Pisah Sambut Pangdam II/ Sriwijaya dari Mayjen TNI Agus Suhardi Kepada pengganyinya […]

  • Koperasi Merah Putih 3 Ilir Mulai Beroperasi, Ini Harganya

    Koperasi Merah Putih 3 Ilir Mulai Beroperasi, Ini Harganya

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Warga Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, kini memiliki pilihan baru untuk memenuhi kebutuhan pokok menyusul Koperasi Merah Putih 3 Ilir mulai beroperasi dengan menawarkan sejumlah bahan pangan yang harganya cukup terjangkau. Beberapa komoditas yang tersedia di koperasi tersebut antara lain MinyakKita seharga Rp15.700 per liter, gula pasir Rp17.500, beras SPHP […]

  • Belum Seminggu Nyala,Puluhan Lampu  Penerangan Jalan Azhari Kalidoni Padam Lagi, Wow Serem..!!

    Belum Seminggu Nyala,Puluhan Lampu  Penerangan Jalan Azhari Kalidoni Padam Lagi, Wow Serem..!!

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Berharap ada perhatian pemerintah kota, apalagi saat ini puluhan lampu penerang jalannya banyak yang padam.

  • Pesan Bupati Muba untuk Warga Desa Lais

    Pesan Bupati Muba untuk Warga Desa Lais

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –   Usai sholat berjamaah di Masjid Al-Huriyah, dan makan siang bersama Warga Desa Lais, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba. Bupati Muba Dodi Reza Alex tak lupa berpesan. Menurutnya peran serta masyarakat termasuk Warga Lais ia hargai, apalagi turut serta dan ikut mentaati, mengawasi pelaksanaan implementasi Perda Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pesta […]

  • Masuk Fase Baru, Muba Fokus Edukasi Warga Hingga Tingkat Desa

    Masuk Fase Baru, Muba Fokus Edukasi Warga Hingga Tingkat Desa

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    MEMASUKI fase baru / New Normal Life Kabapaten Musi Banyuasin [Muba] fokus mengedukasi warga dari kota hingga tingkat desa. Menurut Bupati Muba Dodi Reza Alex selain itu Muba juga  mempersiapkan sarana kesehatan misalnya nanti akan ada PCR tes di Muba dan sarana prasarana kesehatan lainya wajib terpenuhi sesuai ketentuan dengan mengacu Protokol kesehatan. Meringankan beban […]

expand_less
WordPress Archive SKU Shortlink For WooCommerce Skudmart – Minimal WooCommerce Theme Skuzz – Single Product WordPress Theme Sky Mega Menu SkyCaptain | Skydiving & Extreme Sports WordPress Theme Skycargo - Logistic Cargo & Logistics Elementor Template Kit Skye – Modern Blog Elementor Template Kit SkyHaus – Single Property One Page Theme Skynet – Multipurpose Business CMS Skype Button – add a multi-function skype button